
"Ternyata pemimpin mereka tidaklah sembarang..!"
Long won mengeluarkan energinya seraya melompat keudara. Dari balik baju zirah nya keluar pedang kecil yang kemudian menjadi besar usai mendapatkan energi Long won.
Dengan wajah datar, jendral Long won menyabetkan pedangnya kearah tapak api yang kini bergerak turun.
Tekanan dari ledakan jurus keduanya menciptakan pusaran angin langit istana.
Masing-masing dari orang-orang ditempat tersebut mengeluarkan energi mereka dan berlindung di seseorang yang memiliki kemampuan untuk menghalau tekanan angin tersebut.
Dari balik ledakan itu jendral Long won kini bergerak cepat kearah Lan wu seraya menggenggam erat pedangnya.
Disisi lain, Lan wu ikut bergerak untuk menyambut kedatangan pria tersebut.
"Ting..!"
Bunyi pedang jendral Long won yang berbenturan dengan pedang energi milik Lan wu. Mereka beradu jurus pedang dengan tempo yang cepat hingga tidak bisa dilihat dengan jelas oleh sebagian orang yang menyaksikan pertempuran keduanya.
"Putaran sunyi"
Lan wu menggerakkan pedangnya disusul oleh lingkaran energi tajam yang mengarah cepat kesisi depannya.
"Hmmph..!"
Jendral Long mengubah kuda-kuda nya kemudian maju menerjang kearah jurus Lan wu.
Dengan kobaran aura pedangnya, ia mengarhkan pedangnya yang bersentuhan langsung dengan jurus pedang milik Lan wu.
"Apa..?!"
Kaget Long won yang terpental mundur hingga membuat pedang ditangannya terlempar jatuh ke tanah.
Melihat hal tersebut, Lan wu dengan cepat bergerak kearah Long won yang belum sepenuhnya mengendalikan keseimbangannya.
"Gawat.."
Long won dengan wajah pucat kini terbelalak kaget melihat ujung pedang Lan wu yang hampir menyentuh lehernya, beruntung ia menunduk tepat waktu kemudian memberikan pukulan balasan.
Lagi-lagi ia tersentak ketika Lan wu tiba-tiba berpindah di belakangnya usai pukulan Long won menyentuh pakaian Lan wu.
"Gerakan kesepuluh, pedang cahaya"
Sebuah pedang lain berwarna putih polos mendadak muncul dari bawah dengan kecepatan tinggi melesat tepat ketengah-tengah Lan wu yang hendak menusukkan pedangnya ke punggung Long won.
Lan wu melompat mundur beberapa detik sebelum pedang tersebut mengenainya.
"Gerakan ketiga, perubahan arah"
Pedang yang semula bergerak lurus keatas melewati Lan wu, mendadak menukik dan kembali mengincar Lan wu.
Seraya bergumam pelan Lan wu mengeluarkan niat membunuhnya dan berhasil membuat pedang putih tersebut kehilangan kendali.
Dengan cepat Lan wu menangkap gagang pedang tersebut kemudian menghancurkannya berkeping-keping.
"Uhug..! Sial..!"
Dilain pihak terlihat jenderal Mu jiashen mendadak memuntahkan darah segar sembari menahan dadanya.
"Apa hanya ini yang kalian punya?"
Tanya Lan wu dengan tenang menatap kearah kaisar Yeng dibelakang barisan pasukannya.
__ADS_1
Dengan wajah geram bercampur kesal, kaisar Yeng melompat keudara dan melepaskan serangan cepat kepada Lan wu.
Akan tetapi sesaat sebelum tinju api kaisar Yeng menyentuh Lan wu, dihadapan Lan wu muncul kobaran api iblis yang membentuk perisai sedang untuk melindunginya.
"Kau pikir ini bisa menghentikan ku?"
Kaisar Yeng tersenyum tipis seraya menguatkan tinjunya seiring dengan membesarnya api merah ditangan kaisar.
Disisi lain nampak para prajurit dan pengikut Lan wu kini telah bergerak maju menerjang satu sama lainnya.
Pertempuran yang tidak direncanakan oleh Lan wu terpaksa harus terjadi dengan kondisi yang tidak menguntungkan baginya.
"Ayo bertahan, jangan permalukan tuan Diyuze!"
Seru King turang memberikan semangat kepada kelompoknya.
Dengan strategi dadakan dari king turang, ia memberanikan dirinya untuk menerobos masuk dengan serangga nya diikuti oleh puluhan beast King yewan.
Kedua King bersaudara tersebut tanpa rasa takut menghadapi ribuan prajurit gabungan di arah depan, sementara sisanya diserahkan kepada 50 bawahnya untuk menahan sebisa mungkin.
Beberapa saat kemudian, terlihat ribuan panah menghujani kelompok Lan wu yang semakin terdesak.
"Ini buruk.."
King yewan meringis kesal dalam kondisi menghadapi kerumunan prajurit.
"Agh..!"
"Mundur..! Jangan berdekatan.!"
Terdengar teriakan-teriakan dari anggota Diyuze yang terkena panah-panah tersebut.
"Kakak, aku akan melindungi sisa pasukan dengan serangga-serangga ku... Apakah kau bisa bertahan sebentar?"
Tanya King turang yang berdiri atas serangga-serangganya.
King yewan mengangguk paham kemudian melompat turun dari kalajengking bajanya.
"Setidaknya aku harus membunuh satu pemimpin mereka.."
Gumam King yewan melirik sekitarnya yang telah dikepung oleh para prajurit.
"Duar..!"
Ledakan besar mendadak muncul barisan belakang pasukan gabungan.
Kini fokus para prajurit teralihkan kearah ledakan tersebut.
"Turang.. gunakan serangga-serangga mu untuk menerobos keluar dari tempat ini, aku akan menahan bagian depan!"
Teriak King yewan yang telah membaca situasi tersebut.
Diatas langit terlihat Lan wu yang telah diselimuti oleh wujud aura nerakanya.
Didepan Lan wu berdiri kaisar Yeng, jendral Mu,jendral Long, dan tiga Kasim.
"Menyerahlah.. meskipun kekuatan mu begitu tinggi, namun mustahil dapat lolos dari genggaman ku."
Ucap kaisar sembari bersiap untuk maju.
Kedua jendral besar kini berpindah kearah belakang Lan wu sedangkan 3 Kasim berada di sisi kiri Lan wu.
__ADS_1
Satu-satunya arah yang tidak dijaga oleh ke-enam orang tersebut ialah arah menuju gerbang keluar yang telah dipenuhi oleh pasukan-pasukan kaisar Yeng.
Lan wu melirik singkat kearah kelompoknya yang terdesak kemudian mengarahkan tapak neraka ke barisan belakang yang terdapat pasukan pemanah.
"Apa itu adalah perjuangan terakhir mu?"
Kaisar menyeringai tajam seraya mengeluarkan seluruh energinya dan menerjang Lan wu.
"Yewan... Bawa keluar anggota kita dari sini, Ging Gu dan lainya sudah hampir selesai, kita akan bergerak menuju benteng sungai dipinggir ibukota dan menyergap pasukan yang mendekat"
Tutur Lan wu menggunakan telepati kepada King yewan disela-sela pertarungannya melawan kaisar dan pengikutnya.
"Aku akan menyampaikannya, tuan anda harus kembali hidup-hidup"
Balas King yewan dengan nada khawatir.
"Hahaha..! Apa hanya ini yang kau punya?!"
Kaisar Yeng tertawa keras usai jurusnya berhasil menghancurkan sebagian wajah dari wujud auranya.
Lan wu melompat keluar dari wujud aura dan melesatkan wujud auranya kearah gerbang keluar tepat beberapa meter di depan king turang yang hampir berhasil menerobos keluar.
"Ledakan."
Lan wu mengepalkan tangannya dengan santai disusul oleh ledakan besar yang menewaskan ratusan prajurit yang berjaga di gerbang keluar.
"Ini..! Cepat hentikan mereka!"
Kaisar Yeng yang telah mengetahui tujuan Lan wu, sontak menyuruh tiga Kasim untuk mencegah kelompok Lan wu keluar dari area istana.
Dengan wajah kesal, kaisar Yeng dan dua jendral besar secara bersamaan menyerang Lan wu bertubi-tubi.
"Setidaknya kombinasi mereka setara dengan orang diranah gerbang ilahi akhir.."
Gumam Lan wu seraya menahan pukulan Kaisar Yeng sebelum akhirnya menunduk untuk menghindari tebasan pedang jendral Long.
"Sangat cepat.."
Kaget Lan wu menajamkan pandangannya seraya melompat keatas sedetik sebelum pedang energi dari jendral Mu mengeluarkan ledakan.
"Sial..! Cepat bunuh dia.!"
Teriak kaisar Yeng seraya melesat cepat kearah Lan wu yang telah berpindah tadi.
"Tebasan naga menelan gunung.!"
Jendral Long mundur selangkah kemudian melepaskan jurus pedang terkuatnya.
Tekanan dasyat bergerak cepat disamping kaisar.
"Tinju api tirani.!"
Lan wu menggerakkan tangannya kearah depan bersamaan dengan terciptanya 3 tombak api yang kemudian bergerak menyambut serangan gabungan dari ketiga orang tersebut.
Ledakan besar bergema di langit istana menciptakan hawa sesak bersamaan dengan tekanan angin dasyat yang menerbangkan beberapa bagian tembok istana.
Kaisar Yeng dan dua jenderal nampak terdorong ketanah dan mendarat secara paksa usai jurus ketiganya berbenturan.
"Dapat dipastikan, aku yakin dia pasti hancur berkeping-keping"
Ujar kaisar Yeng dengan senyum puas.
__ADS_1