Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
100 lingkaran energi yang aneh 2.75


__ADS_3

"Sungguh pendekar yang begitu hebat.. beruntung kita dapat bertemu dengannya.." ujar para tetua seiring dengan hilangnya cahaya tersebut.


Suasana menjadi hening sejenak, hingga terlihat pintu kamar yang terbuka dan keluarlah kepala sakte yang terlihat begitu segar.


"Selamat atas kesembuhan anda.." para tetua serentak memberi selamat.


Kepala sakte mengucapkan terimakasih atas kerja keras serta kesetiaan para tetua tersebut yang begitu setia saat ia tidak berdaya.


"Kepala sakte bagaimana dengan pendekar hebat tersebut?" Tanya salah satu tetua yang tidak melihat Lan wu.


"Ah.. tuan Lan merasa akan menerobos tingkat, jadi ia memohon agar aku mengijinkannya menggunakan kamar ku" jelas kepala sakte.


Kenaikan yang di maksud ialah kenaikan tingkat 100 lingkaran energi, akan tetapi entah mengapa lingkaran yang muncul di sekitar tubuhnya hanya berjumlah 10.


Ia juga bahkan tidak merasakan tekanan kuat ataupun perubahan energi yang tercipta dari pembentukan lingkaran energi. Muncul pertanyaan di benak Lan wu mengenai situasi tersebut.


Sesaat ia berpikir bahwa dunia iblis mempengaruhi proses tersebut, sehingga kenaikan tingkat tidak maksimal dan hanya sedikit yang berhasil ia terobos.


Lan wu memutuskan untuk keluar dan menghampiri kepala sakte dan para tetua yang masih menunggunya di luar.

__ADS_1


"Selamat atas kenaikan anda" ucap kepala sakte seraya tersenyum.


"Ah.. aku hanya menyelesaikan sedikit tanda-tandanya dan mungkin kenaikan sesungguhnya masih beberapa Minggu lagi" jawab Lan wu dengan nada canggung.


"Sungguh pencapaian yang besar, Bahakan tanda-tanda saja sudah menciptakan gejolak alam yang begitu menakutkan apalagi jika kenaikan seutuhnya" jawab kepala sakte dengan wajah kagum sontak mengejutkan Lan wu yang tidak mengerti apa-apa.


Kepala sakte menjelaskan situasi tersebut saat Lan wu berada di dalam kamar sembari mereka berjalan menuju tempat jamuan.


"Aku melihat hampir 300 lingkaran kecil dan 10 lingkaran besar berada di atas langit berpas-pasan dengan kamar tempat anda berada. Energi yang terpancar dari seluruh lingkaran tersebut begitu kuat, bahkan kaisar dan seluruh penguasa di dunia iblis tidak ada yang menandingi energi tersebut, aku begitu terpukau melihat situasi tersebut yang mirip dengan energi dari raja naga ras iblis penguasa istana naga" ujar kepala sakte membuat Lan wu semakin heran.


"Tapi... Enegi milik anda lebih tinggi, aku rasa mungkin anda memiliki bakat atau takdir khusus hingga mendapatkan kemampuan mengerikan seperti ini" sambung kepala sakte yang kini telah berada di ruang jamuan.


Mereka duduk lalu melanjutkan obrolan tersebut. Lan wu hanya sesekali menjawab dan selebihnya ia menyimak apa yang di sampaikan oleh kepala sakte.


"Maaf sebelumnya atas kelancangan ku kepada anda. Sebenarnya aku datang kemari untuk meminta bantuan anda agar mendukung pihak pangeran pertama dari penguasa ke 2, terlebih lagi kondisi anda yang baru pulih mungkin dapat di sempurnakan dengan bantuan bahan kultivasi dari pemimpin keluarga bangsawan yang bernama Thung. Aku dapat menjamin bahwa mereka tidak akan berani menjebak anda dan sakte anda.." ucapan Lan wu di potong oleh kepala sakte.


"Aku tau mereka tidak akan melakukan itu, bahkan untuk memanggil ku saja mereka memerlukan bantuan orang lain yang tidak bersalah.." nada kepala sakte nampak sedikit kesal.


"Sejujurnya aku tidak memiliki masalah dengan mereka, namun dendam akan hilangnya pedang iblis di tangan kaisar iblis sudah melambangkan betapa liciknya kaum iblis tersebut.. bahkan aku tidak bisa tidur nyenyak mengingat jika pedang tersebut di gunakan untuk hal yang buruk." Sambung kepala sakte dengan perasaan menyesal.

__ADS_1


"Kepala sakte.. mungkin aku bisa sedikit memberikan informasi mengenai keberadaan pedang tersebut.." ucap Lan wu sontak mengejutkan kepala sakte dan para tetua.


"Apakah anda pernah melihat pedang iblis? Dimana keberadaannya?" Tanya kepala sakte tidak sabar.


"Aku tidak melihat secara langsung bentuk pedang tersebut, namun hanya kebetulan merasakan aura mengerikan yang terpancar dari pedang itu. Pedang tersebut telah merenggut banyak nyawa di alam ku. Bahkan salah satu leluhur sakte di alam ku terbunuh oleh kehebatan pedang itu. Terakhir kali aku merasakan keberadaanya di sebuah alam yanv bernama alam dewa, tepatnya di istana harimau petir" jelas Lan wu yang sontak memicu amarah dari kepala sakte.


Sesaat Lan wu menjadi tau alasan dari ketidak beranian orang luar untuk mengunjungi sakte pedang iblis.


"Informasi yang anda berikan sangat membantu kami tuan.. aku pasti akan menyetujui permintaan anda sebagai rasa terimakasih ku atas kebaikan anda, serta aku sungguh meminta maaf akibat keteledoran ku yang membuat banyak orang di alam mu kehilangan nyawa oleh pedang tersebut" kepala sakte menundukkan kepalanya kearah Lan wu di ikuti para tetua.


"Kepala sakte.. aku sungguh tidak pantas mendapat sikap ini.. anda yang begitu peduli akan nyawa orang dan perbuatan baik sudah sepantasnya aku bantu.. terlebih lagi anda merupakan salah satu dari pendekar tinggi dan senior ku dalam dunia kultivasi" Lan wu ikut menundukkan kepalanya seraya membalas rasa hormat tersebut.


"Anda adalah satu-satunya pendekar hebat serta rendah diri yang aku temui, kelak jika kau butuh bantuan ku jangan sungkan untuk mengunjungi sakte ini. Kami akan selalu menerima mu bahkan anak keturunan mu" ucap kepala sakte seraya tersenyum.


Setelah menyelesaikan urusannya di sakte pedang iblis. Lan wu mohon diri untuk pamit ke alam dewa. Kepala sakte menyuruh salah satu tetua untuk membawa Lan wu menuju sebuah tempat khusus yang menghubungkan formasi dimensi.


Lan wu berdiri di tengah-tengah sebuah simbol bersama dengan ular larva yang ingin mengikuti Lan wu. Tetua mengaktifkan formasi tersebut yang kini perlahan-lahan di baluti oleh sinar berwarna putih.


"Tuan pendekar.. boleh orang tua ini mengetahui nama mu?" Tanya tetua tersebut dengan senyum teduh.

__ADS_1


"Ah.. maaf tetua aku lupa mengenalkan diri ku. Aku bernama Lan wu dari sakte pedang dewa dan berasal dari keluarga wu. Sampaikan rasa terimakasih ku untuk kepala sakte dan para tetua lainya" ujar Lan wu seraya melambaikan tangannya kearah tetua tersebut.


Kemudian Lan wu menghilang dari pandangan tetua tersebut yang masih berdiri tenang di tempat sebelumnya.


__ADS_2