
"nona xuya, maaf namun nona tidak di perbolehkan oleh ibu nona untuk berada di sini sendiri" ujar sebuah suara yang berasal dari sebelah kanan lan wu.
Lan wu menoleh ke asal suara tersebut, betapa terkejutnya dia usai melihat xuya yang tengah duduk disebuah meja sembari memasang wajah cemberut.
"Tidak mau.!! Jika paman jendral ingin pergi, pergilah aku masih mau duduk di sini" jawab xuya sedikit membentak.
Xuya terlihat begitu murung entah karena hal apa. Lan wu yang melihat situasi tersebut akhirnya beranjak dari duduknya dan kemudian berjalan mendekati xuya. Xuya belum menyadari keberadaan lan wu yang kini hanya berjarak 3 langkah dari samping xuya. Mendadak pipi xuya terasa begitu sakit seolah ada seseorang yang mencubit kedua pipinya.
"Ayah.." kaget xuya seraya menatap asal tangan yang berada di pipinya tersebut.
"Hay anak nakal.." balas lan wu sembari memasang senyum.
Nampak jendral yang berdiri di sebelah xuya terlihat heran. Ia bertanya-tanya siapakah sosok pria yang di sebut xuya sebagai ayahnya, padahal seingat dia. Suami dari yiyi tengah berada di alam atas dan tidak di ketahui kapan akan kembali lagi ke alam fana. Ia sangat yakin bahwa yiyi tidak mungkin menikah kembali tanpa memberitahukan hal tersebut kepada kaisar an.
"Jendral anda sepertinya terlihat begitu bingung" ujar lan wu yang menyadari kebingungan jendral tersebut.
"Benar tetua, bisakah anda menjelaskan kepad aku?" Tanya jendral tersebut seraya menghela nafas.
"Aku adalah orang yang beberapa waktu lalu pergi ke alam atas, ada beberapa hal yang terjadi sehingga wajah ku dapat berubah seperti ini" jelas lan wu dengan tenang.
"Anda boleh pergi, dan sampaikan kepada yiyi bahwa aku telah berada di kapal ini, selain itu aku juga merasakan energi dari lili dan lainya tengah mendekat dari arah depan" jelas lan wu seraya mengelus rambut xuya.
"Sebuah kegembiraan bagi hamba dapat bertemu dengan jendral besar" ucap jendral tersebut spontan membuat seluruh tatapan tertuju kepada lan wu.
Mendadak seluruh orang yang berada di ruangan tersebut membungkuk dan memberi hormat kepada lan wu. Lan wu segera menyuruh mereka untuk bangkit dari posisi tersebut. Ia kemudian menyuruh jendral yang tengah berdiri tegap di hadapannya untuk segera memanggil yiyi ke area terbuka di kapal tersebut. Lan wu berencana akan menahan lili dan lainya.
Setelah jendral tersebut pergi melaksanakan apa yang lan wu perintahkan, lan wu kemudian mengajak xuya ke area luar untuk sekedar menghibur suasana hati xuya yang terlihat buruk. Lan wu menggendong xuya dan bergerak dengan cepat ke area luar. Tidak butuh waktu yang lama akhirnya lan wu berhasil sampai di tempat yang ia gunakan sebagai tempat latihan usai tiba di kapal tersebut.
"Ayah apa benar bibi lili dan lainya tengah mengarah ke sini? Apakah ayah juga merasakan energi guru Ming? Apakah bibi xioca?" Tanya xuya tak henti-henti.
"Iya.. mereka semua tengah mengarah kemari.." ujar lan wu mendadak terhenti.
__ADS_1
"Xuya pergilah ke tempat ibu mu, dan jangan keluar sampai aku mengijinkannya.!" Perintah lan wu serta menarik pedang sunyi dari kejauhan menggunakan energi miliknya.
Xuya yang nampak kebingungan tidak bergerak sedikitpun. Ia begitu tercengang usai merasakan aura menakutkan yang mendadak di rasakan olehnya. Lan wu yang melihat xuya masih mematung akhirnya menyelimuti sekeliling xuya dengan bola api iblis untuk menghalangi tekanan aura yang menekankan xuya. Lan wu segera melompat ke pinggir kapal sembari menatap lurus ke depan.
Ia bahkan merasa sedikit terganggu akan adanya aura tersebut, namun yang pastinya hal tersebut tidak akan membahayakan lan wu. Ia hanya khawatir jika xuya dan para penumpang di kapal tersebut tidak mampu untuk menahan tekanan dasyat dari aura tersebut.
"Kakak lan.. apa yang terjadi.?!" Teriak yiyi yang mendadak muncul dari arah belakang lan wu.
Yiyi segera mendekat ke arah xuya dan mengeluarkan energi petarung miliknya.
"Yang pasti bukan sesuatu yang baik, kau tetaplah di dekat xuya dan jangan terlibat dalam pertarungan ini" ujar lan wu dengan nada serius.
Perasaan yiyi mendadak tidak enak, pasalnya ia tidak pernah melihat lan wu begitu serius sejak ia kembali dari alam fana, bahkan saat wu Jia hilang lan wu terlihat begitu tenang seakan ia dengan mudah dapat menemukan keberadaan wu Jia, namun berbeda dengan situasi sekarang. Yiyi kemudian memutuskan untuk mengikuti ucapan lan wu dan terus berjaga seandainya ia di hadapkam dengan situasi pertarungan.
Dari arah depan lan wu mendadak terlihat sebuah bola energi besar yang malaju kencang ke arah lan wu. Lan wu dengan sigap melompat beberapa meter ke arah depan kemudian menebas serangan tersebut menggunakan pedang miliknya. Hanya terjadi ledakan kecil usai lan wu berhasil mengatasi serangan tersebut. Lan wu kemudian melompat kembali ke posisi awalnya.
"Orang ini memiliki tingkat pengendalian energi yang tinggi" pikir lan wu sembari mencari asal datangnya serangan tersebut.
Sontak terlihat 3 orang yang mengenakan jubah merah tergeletak tidak jauh di belakang yiyi dan xuya. Yiyi kemudian dengan cepat menarik pedangnya dan menyerang w orang yang mendekat dari arah sampingnya. Terjadi beberapa kali pertukaran jurus dan di akhiri dengan tergeletaknya 2 orang tersebut.
"Yiyi gunakan alunan pedang sunyi untuk melacak sekitar, jika kau merasakan adanya energi lain segera habisi mereka, namun sisakan 1 orang untuk di interogasi" ucap lan wu sembari tetap fokus ke arah depan.
Yiyi segera melakukan hal tersebut, dan benar saja masih tersisa hampir 6 orang yang bersembunyi di sekitar mereka. Yiyi kemudian bergerak cepat menuju beberapa orang yang terpisah, sementara xuya juga memutuskan untuk membantu yiyi menyerang.
"Mereka tidak akan membahayakan yiyi dan xuya, namun sosok yang masih bersembunyi ini sangatlah merepotkan" gumam lan wu seketika melepaskan seluruh aura neraka miliknya.
Tekanan dari aura yang di lepaskan lan wu sangatlah dasyat hingga menciptakan gelombang sedang di sekeliling kapal dan membuat kapal tersebut bergerak ke arah samping. Lan wu berniat menjauhkan kapal dari area tersebut. Agar lan wu dapat lebih leluasa mencari keberadaan sosok yang tengah bersembunyi.
Lan wu melompat ke arah depan sembari mendoeing kapal tersebut dengan kakinya. Setelah kapal tersebut cukup jauh dari tempat lan wu melayang, nampak lan wu yang menciptakan ratusan pisau api dan di sebarkan keseluruh arah.
"Sial.!!" Ujar lan wu usai merasakan aura neraka milik yiyi yang seakan meminta agar lan wu menetralkan aura miliknya.
__ADS_1
Dari arah atas nampak xioca dan lainya tengah mendekat ke arah lan wu semabari memasang wajah heran.
Sementara lan wu masih terlihat begitu serius seraya memeriksa sekelilingnya.
"Rupanya sudah pergi" gumam lan wu seraya memastikan aura sebelumnya yang ia rasakan telah lenyap.
Kini ia kembali di hadapkan dengan serangan pertanyaan dari lili dan lainya.
"Saudara ini apakah tetua baru di pedang dewa?" Tanya lili dengan wajah heran.
Lan wu hanya menepuk jidatnya sembari meminta lili dan lainya untuk bergerak lebih dekat dengannya.
Ketika jarak mereka sudah begitu dekat lan wu sontak mengeluarkan 4 tapak api iblis yang di gunakannya untuk mengepung lili dan lainya. Sontak lili berteriak kesenangan. Ia bahkan nekat menerobos tapak api lan wu untuk keluar dari kepungan tersebut.
Beruntung lan wu dengan sigap segera menetralkan jurusnya sesaat sebelum lili menerobos keluar. " Lili kau masih saja ceroboh seperti dulu" ujar lan wu dengan nada lelah.
"Hehehehe.. bagaimana tidak, aku dan lainya sangat merindukan guru" jelas lili sembari menyenggol Ming yu dengan siku nya.
"Ah.. be..benar guru.. selamat datang kembali" ujar Ming yu nampak canggung.
"Hais.. apakah kau dan aku baru kali ini bertemu? Mengapa kau terlihat begitu kaku? Apa lili menggoda mu?" Tanya lan wu asal.
"Ah... Tidak tentu saja tidak.. iya kan? Hahahahaha" jawab Ming yu sembari menggaruk punggung kepalanya.
"Kakak aku sungguh senang dapat bertemu kembali dengan mu" ucap xioca yang kini berwujud manusia.
Lan wu tersenyum tenang seraya menatap xioca dan lainya. Ia tidak menyangka bahwa dirinya masih memiliki orang-orang yang menanti kedatangannya. Ia merasa begitu terharu namun lan wu berhasil menutupi hal tersebut.
"Xioca, kau bertambah kuat. Aku sangat senang melihatnya" ujar lan wu.
Lan wu kemudian mengajak mereka ke kapal untuk berbincang lebih jauh sebelum akhirnya lan wu menjelaskan perihal wu Jia yang di bawa pergi oleh Kun dan xuliy.
__ADS_1