
"lan wu , tak di sangka kau mampu berkembang begitu jauh " ujar seorang pria berpakaian putih dengan senyum bangga di bibirnya .
"Gu..guru?.. kau ...kau masih hidup?" Kaget lan wu sembari berusaha mendekati seorang berpakaian putih di depannya .
Namun semakin lan wu mengejarnya , entah mengapa ia merasa bahwa ia selalu terlambat 2 langkah dari orang di depannya .
"Paman Xin .. apakah paman tidak ingin menemui ku ?" Ujar lan wu di serang lelah bercampur putus asa
"Kau begitu bodoh ..." Ujar pria tersebut dengan nada sedikit jengkek." Ada kesempatan di masa mendatang ,jadi teruslah bertambah kuat , dan jangan memikirkan untuk menyudahi pelatihan mu . Aku tidak pernah mengajari mu untuk membuang diri mu dari jalan pendekar di dunia ini " ujar pria tersebut sembari di penuhi sinar terang yang membuat lan wu tak dapat melihat apa - apa .
"Paman Xin !!" Teriak lan wu sembari di penuhi keringat dingin di sekujur tubuhnya .
"Huhhff.. hanya mimpi ya?" Lan wu tersadar sembari menatap posisinya yang kini berada di atas ranjang .
Ia tidak menyangka dapat menemui gurunya di dalam mimpi , selain itu . Lan wu merasakan bahwa mimpi itu seperti nyata dan ia pernah mendatangi tempat tersebut . Lan wu berusaha mengingat nya ,namun ia tetap tidak berhasil melakukanya .
Lan wu memutuskan untuk keluar dan mencari udara segar sembari menenangkan pikiran nya .
"Apa maksud dari perkataannya ? Apakah paman belum mati ?" Pertanyaan terus memenuhi kepalanya hingga ia tidak sadar bahwa kini dia telah berada cukup jauh dari penginapanya .
Perhatian lan wu kini teralih usai merasakan sebuah pertarungan yang terjadi tidak jauh dari tempatnya berdiri .
Dengan cepat lan wu berlari menuju asal suara tersebut, langkahnya berhenti tepat di atas pohon yang berada cukup dekat dengan beberapa orang , yang saling bertarung tanpa satu sama lainya .
Terlihat bahwa 3 pria yang di lawan ke 6 orang berpenampilan seperti prajurit , berlangsung begitu sengit . Mereka bahkan bertukar puluhan jurus dengan singkat. Perhatian lan wu terarah kepada ke 3 pria yang melawan ke 6 orang tersebut .
Lan wu melihat bahwa tingkat mereka semua tidaklah berbeda , namun entah mengapa ke 6 orang tersebut tidak dapat mengalahkan ke 3 lawan mereka . Lan wu terus mengamati situasi pertarungan yang tak kunjung di dominasi oleh ke 2 belah pihak , hingga terjadilah sebuah situasi dimana , ke 6 pria tersebut mendadak terlempar jauh ke arah belakang .
" Ketua Nang , apakah anda terluka ?" Tanya salah satu dari 2 orang yang berada di sisi pria bernama nang tersebut .
__ADS_1
"Kalian tenanglah. Ini hanyalah efek dari jurus pukulan tanpa cela milik ku .," Jawab Nang sembari membersihkan bekas darah di cela bibirnya ..
" Tapi tidak di sangka , ternyata ke 6 penyerang tersebut telah berada di tahap suci menengah " kejut seorang lainya
Lan wu akhirnya menyadari bahwa , ketiga pria tersebut merupakan pendekar dari sebuah perguruan yang ada di kekaisaran emas biru . Lan wu juga meyakini bahwa ketiganya merupakan orang yang begitu di segani oleh orang lainya . Lan wu seketika melompat menjauh usai memastikan bahwa tidak ada yang perlu ia lakukan lagi di tempat tersebut .
..
Hari sudah beranjak pagi , dan lan wu telah bersiap meninggalkan penginapan tersebut untuk menuju ke sebuah kota kecil yang berjarak beberapa kilometer dari ibu kota emas biru tersebut. Lan wu memacu kudanya dengan santai hingga ia menemukan beberapa pedagang dengan kondisi yang tidak lagi bernyawa.
"Apa yang terjadi ?" Kaget lan wu menyaksikan beberapa mayat yang tergeletak di sekeliling kereta kuda tersebut .
"Tuan...bisakah kau menolong ku .." rintih sebuah suara yang berasal dari dalam kereta tersebut .
"Nyonya , bertahanlah . Aku akan mengobati mu .." ujar lan wu yang langsung di potong oleh wanita tersebut .
"Tuan .. aku mengetahui kondisi ku sendiri , akan lebih baik jika tuan tidak membuang tenaga tuan untuk menolong ku . Tapi...." Tangis pilu terdengar dari wanita tersebut . Air mata dari wanita itu mengalir dengan deras hingga menetes tepat di wajah imut anaknya yang baru berusia beberapa bulan .
Lan wu menahan sesak ketika menyaksikan wanita tersebut menumpahkan seluruh harapan dan penyesalan nya kepada anak nya yang masih terlelap dengan tenang di pelukannya .
"Aku mohon ..aku mohon kepada anda untuk menjaga putri ku . Aku meyakini bahwa kau merupakan orang baik dan memiliki takdir dengan putri ku " ucap wanita tersebut di sertai tangis nya .
Lan wu menarik nafas panjang seraya mengambil bayi perempuan tersebut dari tangan wanita di depannya .
"Nyonya tak perlu khawatir . Semua perkataan nyonya telah ku simpan di giok ini , dan suatu saat aku pasti akan memberinya giok ini agar ia kelak dapat bangga , terlahir dari seorang ibu yang begitu menyayanginya dan bahkan rela kehilangan nyawa untuk nya . Nyonya , dia akan menjadi orang yang begitu di segani di seluruh kekaisaran Ini , dan aku akan melindunginya sampai aku sendiri kelak menyusulnu ke surga " ujar lan wu menahan sesak yang begitu mengikatnya .
"Te.. terimakasih tuan .." senyum melekat di bibir pucat wanita tersebut. Ia kehilangan nyawanya namun berhasil mempertahankan separuh nyawa nya .
__ADS_1
Lan wu menguburkan jasad seluruh orang tersebut dengan layak . Lan wu mendoakan wanita tersebut sesaat sebelum ia melanjutkan perjalanannya .
Entah mengapa , perjalanan lan wu terasa lebih bermakna . Ia selalu tertawa keras ketika melihat tingkah lucu dari bayi yang berada di tangan nya .
Lan wu singgah di sebuah kota dan membeli perlengkapan untuk bayi tersebut . Ia begitu menjaga bayi tersebut dan bahkan hampir tidak pernah membuat nya menangis .
"Halo adik xuya , apakah kau ingin susu?" Tanya lan wu sembari menggoyangkan sebotol susu di tanganya .
Xuya seakan mengerti dan terlihat begitu gembira . Ia menjulurkan tangan imutnya dan berusaha mengambil botol susu di tangan lan wu . Lan wu tertawa pelan sebelum akhirnya memberikan xuya susu.
Ketika malam datang . Lan wu akan meletakan xuya dalam kain yang di lingkarkan ketujuhnya . Lan wu juga mengaliri tubuh saya dengan api suci agar xuya tidak merasakan kedinginan .
Lan wu memilih beristirahat dan membuat api unggun untuk menerangi gelap nya malam tersebut . Usai memeriksa seluruh keadaan aman ,kini lan wu memutuskan untuk beristirahat dan mengisi kembali energinya .
"Siapa pemuda ini ? Kya... Anak ini imut sekali .." terdengar suara samar di telinga lan wu .
Lan wu serentak membuka matanya sembari mencabut pedang dari sarungnya . Perbuatan lan wu tersebut sontak membuat ke 2 wanita beserta 3 orang pria sontak terkejut .
Lan wu melepaskan aura neraka sembari mengaliri pedang nya dengan api iblis .
"Nona mundurkan , orang ini begitu kuat !" Seru seorang pria yang dengan cepat berada di depan wanita tersebut .
Xuya seketika menangis usai merasakan aura nerak milik lan wu , melihat hal tersebut akhirnya lan wu menetralkan aura miliknya .
" Jika kalian tidak memberikan xuya pada ku . Aku akan membunuh kalian semua" ucap lan wu menatap wanita yang menggendong xuya sedari tadi.
Dengan cepat 2 orang pengawal tersebut mendekat ke arah lan wu , ketika jarak mereka begitu dekat . Lan wu seketika melepaskan energi petarungnya , dan berhasil membuat kedua orang tersebut terhempas ke tempat semula mereka berdiri .
Tatapan tidak percaya terlihat dari mata seluruh rombongan tersebut .
__ADS_1