Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Keluarga Mio


__ADS_3

Situasi semakin memanas , usai lan wu dengan mudah menggorok leher salah satu pengawal rombongan tersebut .


Dengan ucapan marah , ia terus meminta xuya dari wanita tersebut, namun melihat kekejaman lan wu . Wanita tersebut enggan untuk membiarkan seorang bayi bersama dengan pria semengerikan lan wu .


Dan wanita tersebut memutuskan untuk membawa bayi tersebut ke tempatnya .


Mendadak tubuh lan wu terpukul mundur oleh sebuah serangan yang tak bisa di lihatnya .


Serangan tersebut amatlah kuat ,hingga mampu mendorong lan wu begitu jauh .


.


Dari arah langit , nampak 3 orang yang di lihat lan wu beberapa hari yang lalu, kini melayang turun dan berdiri tepat di depan gadis dan ke 3 pemuda tersebut .


"Ayah ." Ujar gadis tersebut sembari menatap orang yang berhasil memukul mundur lan wu


" Apa kalian di ganggu oleh orang ini ? " Tanya seorang pria yang bernama dang Mio , ia merupakan pemimpin dari keluarga Mio serta merupakan ayah dari gadis yang menggendong xuya .


Belum usai menjelaskan situasi tersebut , mendadak dengan cepat sebuah pisau api melaju ke arah ke 3 pria yang baru datang tersebut .


Salah satu maju ke depan sembari mengeluarkan pelindung bermaksud menahan pisau tersebut , namun seketik terjadi ledakan hebat yang membuat dang segera mendorong putrinya ke belakang .


Nampak tubuh dari pria yang menghadang pisau api tersebut terdapat luka bakar yang cukup serius , sehingga membuatnya kehilangan kesadaran .


.


Kembali 6 buah pisau api melesat ke arah rombongan tersebut . Dang meminta putrinya untuk menjauh dari tempat tersebut , ia juga meminta ke 3 pemuda dan seorang tetua untuk membantu menghadang serangan tersebut .


Mereka menerjang ke arah pisau api lan wu sembari mengeluarkan jurus kuat mereka . Mendadak ke 6 pisau api lan wu mengelilingi sang dan lainya seraya membentuk sebuah pusaran api hitam yang begitu besar .


Mereka berusaha melompat keluar melalui sebuah cela yang terdapat di bagian atas pusaran tersebut , namun mereka serentak menatap satu sama lainya usai melihat sebuah pedang api dengan ukuran besar , berada tepat di atas  pusaran api tersebut.


" xifun , apakah yang telah kalian lakukan sehingga membuat pendekar sekuat ini menyerang kalian ?" Tanya dang seraya menatap pedang api besar yang siap menimpa mereka kapan saja .


"Ketua dang , ini dikarenakan nona qio dan nona Yuli mengambil anak dari pendekar ini " jawab xifun dengan hormat kepad dang .


"Hais.. padahal keluarga Mio telah lolos dari masalah besar , mengapa sekarang kalianencari urusan dengan pendekar sekuat dia. Bagaiman pun kita sekarang tidak akan menang melawan orang ini " ujar kang Mio yang merupakan ayah dari xifun dan juga salah satu tetua di keluarga Mio


"Tuan pendekar .. aku akan mengembalikan anak mu jika kau melepaskan ayah serta para tetua keluarga Mio " terdengar suara qio yang terdengar seperti di Liputi kekhawatiran .


Seketika pusaran api tersebut menghilang dan hanya menyisakan 6 buah pisau  api yang terus berada di dekat ke 5 orang tersebut . Lan wu mendekat dengan tatapan dingin sembari terus menahan dirinya untuk tidak mencabut pedang nya .


"Apakah nona baru mengerti situasinya sekarang ? Jika saja kau tidak mengusik ku , tentu saja semua ini tidak akan terjadi . Bahkan ini merupakan jam minum susu bagi xuya ...kau...." Lan wu menahan geramnya


"Tuan , maafkan kelancangan ku . Aku mengira bahwa anda merupakan penjahat dan hanya akan membahayakan keselamatan anak ini . Sekali lagi aku mohon agar anda tidak menyimpan dendam dengan keluarga Mio " jelas qiu sembari mendekati lan wu .


"Wuah.... Kau masih tidur ya ? Bocah brengs*k  bangun kau " lan wu mencubit pelan pipi xuya yang terlihat masih lelap .


Lan wu bahkan tidak memperdulikan wanita serta sekelompok orang yang begitu tercengang melihat perubahan emosi lan wu yang begitu cepat . Lan wu menjadi panik ketika xuya yang terbangun segera menangis .


"Ah sial... Susunya sudah habis .." kesal lan wu sembari menepuk jidatnya .


" Tuan , di kereta ku ada pelayan yang bisa menyusui anak mu " ujar qio tersenyum ramah .


Mendengar hal tersebut, lan wu segera menyerahkan xuya kepada qio . Qio hanya tersenyum melihat tingkah lan wu yang tak berfikir panjang soal kebutuhan xuya .

__ADS_1


**..


Lan wu kini mengikuti rombongan Mio menuju kediamn mereka yang berada tidak jauh dari kota kecil yang hendak di tuju oleh lan wu . Sebagai ucapan terimakasih atas bantuan qio mengurusi xuya . Lan wu pun menyembuhkan seorang tetua yang terkena ledakan pisau api miliknya .


" Tuan sein apakah anda berasal dari sebuah perguruan ?" Tanya dang yang berkuda di samping lan wu .


"Hmm aku memang pernah belajar di perguruan , namun kini aku memutuskan untuk berkelana dan bergantung pada diriku sendiri " jawab lan wu dengan senyum tenang


"Aku sungguh mengagumi kemampuan anda yang begitu luar biasa , bahkan mungkin anda merupakan pendekar terkuat di seluruh kekaisaran emas biru ini . Tadinya aku mengira bahwa anda merupakan salah satu tetua di gunung biru " ujar dang membuat lan wu sedikit penasaran dengan apa yang terjadi .


"Apakah anda memiliki masalah dengan itu ?" Tanya lan wu


"Mengingat anda begitu kuat , tentu saja aku tak ingin menyinggung tentang perbuatan mereka kepada keluarga Mio , tapi aku tidak akan pernah gentar untuk menghabisi siapapun orang gunung biru jika ku temui di hadapan ku ..karena mereka begitu kelewatan ..." ujar dang sembari menjelaskan persiteruan mereka yang bahkan harus kehilangan tambang berharga milik keluarga mereka .


"Kita sepertinya berjodoh pemimpin dang" lan wu tersenyum lebar mengetahui bahwa selain dirinya masih ada yang memiliki dendam terhadap sakte tersebut .


"Maksud anda..?" Dang sedikit terkejut dengan ucapan lan wu .


Lan wu tersenyum tipis seraya menjelaskan maksud dari perkataan nya .


"Aku harap kau dapat menyimpan rahasia ini " ujar lan wu  " pemimpin dang , aku sebenarnya merupakan orang pedang dewa yang membantai seluruh pendekar dan rakyat emas biru di kekaisaran Qin. Tujuan ku melakukan perjalan ke sini adalah untuk menghabisi ketua sakte dari gunung biru , namun aku khawatir jika putri qiu telah menyebarkan tujuanku kemari , sehingga akan sulit untuk orang asing memasuki sakte mereka . Aku membutuhkan bantuan anda dalam mengumpulkan informasi tentang kekuatan penjagaan dan waktu-waktu dimana penjagaan mereka melonggar .." sambung lan wu dengan senyum penuh maksud .


"Ternyata Anda memang orang hebat ... Untung saja anda tidak menaruh dendam pada kami ..." Lega dang usai mengetahui indentitas lan wu " tenang saja tuan sein , aku akan menempatkan beberapa mata-mata ku di sekitar gunung biru . Dan kami sebagai keluarga Mio akan turut serta dalam penyerangan tersebut " ungkap dang yang justru di tolak oleh lan wu .


"Pemimpin dang , sebaiknya anda tetap berdiam dan tidak melibatkan diri dalam pertempuran ini, aku khawatir jika nanti beberapa pendukung gunung biru menaruh dendam pada keluarga Mio " ujar lan wu yang seketika membuat dang mengepalkan tangan nya .


"Tapi aku ingin sekali menebas kepala whu ko dengan pedang ku sendiri ....!" Kemarahan terlihat jelas dari wajah dang.


Lan wu tersenyum mengetahui kekesalan dang. " kau tenang saja . Sebagai ucapan terimakasih ku . Aku akan membawa pemimpin sakte tersebut kehadapan mu , agar kau bisa menuntaskan dendam mu" lan wu tersenyum tenang sembari menatap xuya yang tengah menikmati asupan gizinya .


"Baiklah tuan sein , aku akan mengingat Budi baik anda. Aku akan mengangkat mu sebagai adik ku " ujar dang menepuk pundak lan wu .


Perjalanan menuju ke kota Mio di tempuh dengan mulus tanpa mendapat hambatan apapun .


Setibanya mereka di kota . Lan wu di bawa menuju ke kediaman utama pemimpin keluarga Mio untuk beristirahat .


Tak di sangka lan wu menemukan banyak orang yang tengah berlatih dengan senang dan bahkan beberapa kali terlihat rasa persaudaraan yang kuat di antara mereka . Lan wu seketika teringat kejadian dimana ia melihat dengan jelas , tindakan dari murid utama pedang dewa terhadap murid luar .


Melihat senyum yang mengembang di bibir lan wu , sontak dang menanyakan hal tersebut kepada lan wu .


" Aku melihat sepertinya adik sein begitu senang , apakah adik tertarik dengan kemampuan mereka ?" Tanya dang seraya berdiri di samping lan wu .


"Hmm.. itu salah satunya , namun yang paling ku sukai disini adalah rasa persaudaraan mereka yang begitu tinggi , jarang di suatu perguruan akan terdapat situasi seperti disini . Aku percaya jika mereka akan menjadi penunjang naiknya keluarga ini hingga ke tingkat tertinggi di kerajaan emas biru " jelas lan wu yang entah mengapa membuat dang begitu senang .


"Jika kakak dang tidak keberatan , aku hendak melatih mereka dalam berpedang dan menyempurnakan fondasi mereka " ucap lan wu


Dang menjawab dengan senang , ia bahkan memanggil beberapa murid berbakat untuk menyimak apa yang akan di lakukan oleh lan wu .


Lan wu mulai memperkenalkan namanya. Lan wu mempraktekan beberapa jurus pedang yang di saksikan oleh seluruh murid di situ .


"Bukankah itu hanya gerakan pedang dasar ?" Ucap seorang murid inti dengan nada meremehkan .


"Saudari suyie , kau begitu lancang terhadap tuan sein " ujar xifun dengan nada tinggi .


Lan wu menatap suyie dengan senyum tenang sembari menanyakan beberapa hal .

__ADS_1


"Jika begitu apakah nona suyie bersedia menjadi lawan dari jurus dasar ini ?" Lan wu melontarkan tantangan dengan tenang sembari berharap jika suyie termakan ucapannya .


Dengan nada angkuh suyie pun menerima tantangan lan wu " baiklah tuan sein , namun jika kau kalah , kau harus bersedia menjadi budak ku " suyie menatap lan wu dengan senyum mengejek .


Lan wu tertawa pelan melihat keangkuhan dari murid inti di depannya ." Baiklah none suyie , namun jika aku yang menang , maka kau yang akan menjadi budak ku ." Balas lan wu mempersilahkan suyie untuk maju .


Suyie menyerang lan wu dengan serius , namun lan wu mampu menahan setiap serangan dari pedang suyie . Hampir puluhan jurus kuat yang di lepaskan oleh suyie tidak berhasil menggores lan wu sehelai pun , malah sebaliknya beberapa kali suyie terpukul mundur akibat gerakan dasar pedang yang di gunakan oleh lan wu .


Suyie mengaliri pedang nya dengan energi dalam seraya menciptakan butiran kristal es yang menyatu dan membentuk puluhan pedang es .


"Perhatikan ini , kalian aku akan menunjukan perbedaan penguasaan dasar pedang yang telah sempurna, dengan Daras pedang yang tak di pedulikan oleh kalian semua " ujar lan wu .


Lan wu menerjang puluhan pedang yang menghujaninya dari depan , lan wu melemoar pedangnya melewati cela dari puluhan pedang es yang mengarah kepadanya . Lan wu menghindari setiap serangan yang tertuju padanya dan kini telah berhasil melewati puluhan pedang tersebut .


Lan wu menarik pedang nya yang melaju cepat ke arah suyie . Tak di sangka suyie mengeluarkan jurus terkuatnya yang membentuk sebuah naga es dengan aura dingin yang begitu kuat .


"Pantas kesombongan nya begitu tinggi " ujar lan wu sembari menunduk dan menggunakan langkah pedang dasar untuk mendekati suyi


Sebelum naga es tersebut menyentuh lan wu , dengan cepat lan wu menyayat tangan suyie yang memegang pedang tersebut . Suyie yang merasakan sakit akhirnya melepas pedangnya lalu terdiam melihat pedang lan wu yang kini berada tepat di lehernya .


Seluruh murid dan para petinggi keluarga Mio tidak bisa berkata , bagi mereka menghadapi jurus kuat seperti milik suyie hanya dengan gerakan pedang dasar , itu sangat mustahil untuk mereka lakukan .


Kembali terfikir kan oleh dang, apa jadinya jika lan wu menggunakan seluruh kemampuannya .


"Apakah kalian sekarang sudah paham , tentang pentingnya menguasai dengan sempurna dasar berpedang ?" Tanya lan wu sembari menyarungkan pedang miliknya .


"Sudah guru sein .. kami sudah mengerti .." teriak seluruh murid terkecuali suyie yang masih terdiam


"Beraninya orang liar seperti mu mempermalukan ku !!" Seru suyie dengan nada marah .


Suyie merah pedang nya kembali sembari menerjang dari belakang lan wu dengan jurus naga esnya .


Lan wu seketika mengaktifkan aura neraka dan membuat seluruh murid di tempat tersebut merasa sesak nafas


Lan wu menetralkan kembali auranya usai mendengar tangis xuya dari dalam kamar di kediaman tersebut .


Ia menatap suyie yang mematung  menahan gemetaran di tubuhnya akibat aura lan wu . Ia tidak percaya bahwa kemampuan lan wu berada di tingkat yang sangat jauh dari dirinya .


 


Terlihat para tetua dan pemimpin dang mengeluarkan ekspresi serupa dengan para murid lainya . Bahkan mereka yang merupakan orang terkuat di keluarga Mio , begitu tertekan dengan aura milik lan wu .


"Apakah sekarang kau sudah mengerti ?" Tanya lan wu sembari menatap suyie


"a.a..aku mengerti tuan sein " suyie terbata menjawab pertanyaan lan wu .


Lan wu kemudian menyuruh seluruh murid tersebut untuk mulai berlatih seperti yang di ajarkan oleh lan wu sebelumnya .


Lan wu mendekat ke arah dang beserta sifun yang masih mengeluarkan ekspresi tak percaya dengan apa yang barusan terjadi .


**


Lan wu kini tengah berada di kamar yang di siapkan oleh dang untuk nya , terlihat juga pelayan dan qio yang tengah memakaikan xuya pakaian usai mandi .


Pelayan tersebut meminta izin untuk keluar dan menyusui xuya . Lan wu pun menyetujuinya . Sementara qio mengajak lan wu untuk berbincang .

__ADS_1


 


 


__ADS_2