
Terlihat keluarga Dong saling berbisik seakan tengah membicarakan Lan wu.
Setelah beberapa menit saling berbisik, akhirnya Dong Fan mengatakan sesuatu kepada Lan wu.
"Jika memang benar, maka aku akan merasa terhormat melayani murid dari leluhur naga iblis, namun bukti apa yang bisa kau tunjukan kepada kami?" Tanya Dong Fan dengan nada serius.
"Baiklah" singkat Lan wu sembari mengeluarkan inti api iblis di telapak tangannya.
Sontak saja hal tersebut mengagetkan keluarga Dong, mereka begitu tercengang sekaligus senang dapat melihat api iblis yang sering di bicarakan seluruh ras yang ada di dunia iblis.
Api iblis begitu langka, tidak banyak dari ras naga iblis di dunia iblis yang memiliki nya, yaitu raja naga iblis, dan leluhur naga iblis di alam utuh.
"Sungguh suatu berkah dapat melihat sendiri inti api iblis, rasanya sudah Beratus tahun sejak raja naga iblis memperlihatkan bentuk inti dari api iblis kepada kami para pemimpin keluarga naga iblis di area bawah" ucap Dong Fan begitu senang.
"Marilah ikuti aku menuju kediaman keluarga Dong, nanti kita pikirkan waktu yang tepat untuk mu bersama Dong Xan berangkat menuju istana naga iblis" ujar Dong Fan yabg yang di setujui oleh Lan wu.
Beberapa hari Lan wu berada di kediaman keluarga Dong, hingga akhirnya mereka menggunakan kunci untuk pergi ke istana naga iblis.
**
"Tuan Lan, kita telah sampai di gerbang masuk istana naga iblis" ujar Dong Xan yang menyadarkan Lan wu dari lamunannya.
"Bagaimana cara untuk membuka pintu ini?" Tanya Lan wu seraya menatap gerbang besar di hadapannya.
Dong Xan tidak menjawab pertanyaan Lan wu, ia nampak mengeluarkan aura khusus ras naga iblis hingga terlihat beberapa prajurit membukan gerbang tersebut.
Tanpa banyak bicara mereka langsung bergegas menuju ke dalam area istana.
Lan wu nampak begitu terkejut melihat suasana di istana tersebut.
"Aku akan menemui tetua naga untuk melaporkan kedatangan kita" ucap Dong Xan menghentikan langkahnya.
"Baiklah, ingat untuk tidak mengatakan apa-apa mengenai identitas ku sebagai murid naga iblis" jelas Lan wu yang berjalan ke arah lain.
Ia terus mencari-cari keberadaan putri dari Gurou, akan tetapi sejak awal ia tidak melihat para petinggi ataupun tetua istana. Sedari tadi hanya terlihat orang-orang yang berlalu lalang sembari membawa hidangan.
"Aduh..!" Rintih seorang gadis dari arah depan Lan wu.
Lan wu sontak mencari keberadaan gadis tersebut akan tetapi ia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan gadis tersebut.
"Hemm aneh.." pikir Lan wu sedikit bingung.
"Hey.. tuan.. aku di bawah..!" Teriak suara tersebut sontak mengejutkan Lan wu.
"Ah... Maaf nona, aku sungguh tidak melihat mu yang tergeletak di bawah" ucap Lan wu dengan senyum canggung sembari membantu gadis tersebut berdiri.
"Ah.. aku harus buru-buru memanggil ratu.." ucap gadis tersebut seraya berlari.
Lan wu sontak mengikuti gadis tersebut yang ia yakini akan membawanya ke hadapan putri dari Gurou.
Beberapa menit ia mengikuti gadis tersebut dari kejauhan. Kini ia telah sampai di sebuah taman besar yang terletak di tepi danau, Lan wu melihat seorang wanita berparas cantik tengah duduk sembari memegang secangkir teh.
Lan wu membiarkan gadis tersebut berbicara dengan putri Gurou hingga akhirnya gadis tersebut pergi meninggalkan Putri Gurou seorang diri.
"Tuan, apakah kau tidak lelah berdiri di sana?" Ujar putri tersebut seraya menatap ke tempat Lan wu bersembunyi.
__ADS_1
Lan wu akhirnya memutuskan untuk menghampiri putri tersebut. Lan wu di persilahkan untuk duduk lalu putri tersebut menuangkan teh di cangkir yang berada di depan Lan wu.
"Apakah paman naga di alam utuh menyampaikan sesuatu kepada mu?" Tanya Putri tersebut sedikit mengejutkan Lan wu.
"Aku mengetahui kedatangan mu serta asal mu dari anak keluarga Dong" sambung putri tersebut seakan mengetahui pikiran Lan wu.
"Lebih tepatnya aku di utus langsung oleh ayah mu untuk menemui mu.." jawab Lan dengan tenang.
"Brak. !!" Sontak meja yang berada di hadapan Lan wu hancur dengan sendirinya.
Aura putri yang semula tenang, kini berubah menjadi begitu menakutkan. Lan wu hanya diam seraya meminum teh yang berada di cangkirnya.
Putri tersebut masih terdiam sembari berusaha mengontrol emosi yang membara di tubuhnya.
"Dengarkan aku nona, aku telah mengalami banyak kejadian tidak menyenangkan selama perjalanan ku menemui mu, aku bahkan tidak tau untuk apa Gurou menyuruhku menemui mu, bahkan naga tua itu tidak memberikan penjelasan apa-apa" ucap Lan wu yang semula diam.
"Intinya ayah mu masih hidup, ia tersegel dalam sebuah tungku, dan menunggu untuk di bebaskan" jelas Lan wu seraya berdiri dari duduknya.
"Oh.. iya, terimakasih atas teh mu. Aku harap kau tidak menyulitkan ku untuk keluar dari istana mu." Lan wu kini berjalan pelan meninggalkan Putri tersebut yang masih duduk tanpa suara.
"Apa... Apa yang ayahku berikan untuk mu..? Apakah kau orang yang di maksud kunci oleh ayahku?" Terdengar suara dari mulut putri tersebut.
"Aku juga ingin memastikan nya." Ujar Lan wu sembari mengeluarkan aura miliknya.
Perlahan-lahan aura neraka berubah menjadi aura naga kiamat, hal tersebut membuat putri di belakang Lan wu sedikit merinding, hingga akhirnya aura tersebut berubah menjadi butiran-butiran emas yang menyelimuti tubuh Lan wu.
Aura tersebut begitu dasyat dan terasa begitu berwibawa sekaligus menyeramkan.
Tanpa di sadari oleh Lan wu, kini ratusan prajurit beserta jendral dan penghuni istana telah berada di hadapannya.
"Ini adalah aura milik ayah.." ucap putri Gurou yang telah berdiri tepat di samping Lan wu.
Sontak seluruh orang di hadapannya memberi hormat kepada Lan wu yang begitu heran melihat tingkah orang-orang di sekelilingnya.
"Sungguh senang dapat bertemu dengan anda kembali" ucap pria tua tersebut sembari bangkit dari hormat nya.
"Kau salah paham tetua, aku hanya bertemu sekali dengan raja kalian. Aku bukan reinkarnasi dari raja kalian" jelas Lan wu nampak di maklumi oleh tetua tersebut.
"Aku paham tuan, meskipun begitu kau tetap adalah pemimpin kami sebab aura milik raja Gurou berada di dalam tubuh mu. Kau adalah jawaban dari permintaan kami" jawab pria tua tersebut.
"Dengan adanya dirimu, ras naga iblis semakin aman" sambung pria tersebut.
Sementara Dong Xan yang melihat hal tersebut menjadi begitu tercengang, belum habis ia kagum akibat api iblis, kini ia kembali terkagum-kagum mengetahui kejadian saat itu.
"Mohon anda memimpin kami hingga raja Gurou terbebas dari segel nya" ucap pria tua tersebut di ikuti oleh seluruh orang-orang yang berada di tempat tersebut.
Lan wu menatap kearah putri di sebelah nya sembari berkata. "Bisakah kau menentang perkataan tetua itu?"
"Kau adalah orang yang di maksud ayah ku, dan tetua wuji adalah orang kepercayaan ayah ku. Aku tidak bisa menolak perkataan tetua wuji" jawab Putri tersebut seraya tersenyum manis.
"Ah.. baiklah.. baiklah... " Jawab Lan wu seraya tertawa canggung.
"Sekarang silahkan kembali mengerjakan urusan kalian, aku hendak berbicara dengan putri" sambung Lan wu yang di iya kan oleh mereka.
Usai seluruh orang-orang tersebut tidak terlihat lagi nampak Lan wu menghela nafas panjang sembari menggeleng.
__ADS_1
"Aku harus kembali ke alam utuh, ada beberapa hal yang hendak aku kerjakan" ujar Lan wu seraya menatap Putri tersebut.
"Apakah kau hendak mengecewakan ras naga iblis? Aku paham kau hanya menyampaikan maksud ayah ku, namun bisakah kau menjaga kepercayaan mereka?" Tanya Putri Gurou.
"Oh.. sial... Heyy.. naga tua.. lakukan sesuatu kepada orang-orang mu..!" Teriak Lan wu dengan nada kesal.
"Heh.. kau pergilah tidak akan ada yang melarang mu.." terdengar suara Gurou entah di mana.
"Ayah..?" Ujar putri tersebut sembari mencari asal suara.
"Putri ku.. aku hanya menunjukkan pada mu dan yang lain bahwa aku belum hilang. Aura yang ku berikan kepada Lan wu merupakan salah satu cara agar aku dapat berkomunikasi dengan kalian di istana. Ketahuilah bahwa Lan wu memiliki takdir yang besar, ia bukan hanya penyelamat ras kita, akan tetapi seluruh kehidupan yang berada di alam ini. Biarkanlah dia pergi" jelas suara tersebut dengan nada lembut.
"Tapi ayah.. bagaimana cara ku meyakinkan tetua wuji dan lainya.. mereka telah begitu berharap kepada tuan Lan.." tanya Putri Gurou dengan nada bimbang.
"Lan wu.. berikanlah sedikit aura milik ku kepada Qimei, nanti aku sendiri yang akan berkomunikasi dengan mereka melalui nya" ujar Gurou akhirnya menenangkan Lan wu.
"Kalau begitu akan ku berikan semua aura mu.. agar di..." Ucapan Lan wu terputus.
"Bocah ini.. apakah otak mu hanya kau gunakan untuk minum arak? Kau pikir tubuh putri ku sama dengan tubuh kasar mu..?" Balas Gurou dengan nada kesal.
"Hoy.. naga tua.. apa maksud mu dengan otak serta tubuh ku..? Apakah kau ingin berkelahi?" Lan wu juga nampak menjadi kesal mendengar perkataan Gurou.
"Tenanglah ayah.. tuan Lan.., aku paham maksud perkataan ayah ku. Aura milik ayah ku begitu besar tentu saja tubuh serta jiwa ku tidak mampu menerima seluruh aura milik ayah ku" jelas Qimei seraya tersenyum melihat tingkah ayahnya dan Lan wu.
"Bilang dari awal dong.. hais.. bikin kesal saja" gerutu Lan wu.
Usai memberikan sedikit aura dari Gurou, Lan wu memutuskan untuk pergi dari istana tersebut untuk menemui putra dari penguasa ke 2 yang sedang menunggunya di bawah.
"Tuan Lan, apakah kau tidak ingin melihat-lihat istana ini?" Ucap putri Gurou yang belum ia ketahui namanya hingga kini.
"Mungkin lain kali saja, aku memiliki urusan yang begitu mendesak.." jelas Lan wu dengan nada tergesa-gesa.
Baru saja ia keluar dari area taman tersebut, mendadak ia di datangi oleh beberapa jendral istana yang meminta Lan wu untuk menghadap ke tetua wuji.
Mendengar hal tersebut, Lan wu mau tidak mau akhirnya mengikuti para jenderal tersebut menuju tempat tetua wuji.
"Maaf mengganggu waktu tuan.." ucapan tetua Wuji yang telah menyambut kedatangan Lan wu di depan pintu.
"Tetua begitu sungkan.." Lan wu tersenyum seraya memasuki ruangan tersebut.
Ternyata di dalam ruangan tersebut telah berkumpul 5 pria tua yang mungkin telah berumur ratusan tahun. Lan wu merasakan aura hebat serta kebijaksanaan terpancar dari ke 5 pria tua tersebut.
"Jadi dirimu yang memiliki aura naga ilahi?" Ucapan salah satu dari 5 pria tua tersebut.
"Benar tetua... Aku hanya beruntung dapat bertemu dengan Gurou" jawab Lan wu.
"Apakah keberadaan mu disini untuk memimpin ras naga iblis? Atau kau memiliki tujuan lain.?" Kini terdengar pertanyaan dari pria tua yang paling ujung.
"Sebenarnya aku hanya di utus oleh Gurou untuk menemui putrinya, dan berniat kembali ke alam utuh usai menyelesaikan tugas dari Gurou. Selanjutnya akan di sampaikan oleh Gurou sendiri kepada para tetua sekalian" jelas Lan wu nampak membuat tetua Wuji begitu keheranan, namun berbeda dengan 5 pria tua yang terlihat tenang.
"Jadi begitu.." salah satu dari 5 pria tua tersebut nampak melompat dan berdiri di hadapan Lan wu.
"Sebutkan nama mu wahai pemilik takdir.. biar orang tua ini dapat melindungi mu saat berada di area penguasa ke 2" ucap pria tersebut sontak membuat Lan wu tercengang.
"Ah .. Lan... Aku bernama Lan wu" ucap Lan wu masih di selimuti keheranan.
__ADS_1
Pria tersebut hanya tersenyum seraya menepuk pundak Lan wu. Tidak lupa juga ia menyuruh salah satu dari jendral yang berada di situ untuk mengantarkan Lan wu menuju gerbang turun.