Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
LEMBAH PEDANG DEWA II


__ADS_3

Lan wu menghirup udara pagi usai melakukan beberapa gerakan dengan maksud merenggangkan otot nya .


Rasanya ia begitu rindu dengan pemandangan ini . Kediaman lan wu yang semula hanya di tempati 3 orang kini terlihat begitu ramai dengan adanya Ling ,heeng , serta ke 3 muridnya yang berasal dari kekaisaran Ning .


Lan wu semula ingin memilihkan beberapa villa pedang dewa yang masih kosong namun di tolak oleh ke 3 muridnya tersebut . Sebab mereka merasa lebih nyaman jika berada dekat dengan Ling yang merupakan paman mereka . Mendengar keputusan tersebut lan wu akhirnya mengiyakan keinginan murid-muridnya .


"Hanya kurang kalian berdua " gumam lan wu sembari menatap mentari yang perlahan naik dari cela bukit


Ia terus terjahit dalam lamunannya hingga Zhen mendatanginya seraya memberi hormat .


"Guru apakah guru menginginkan secangkir teh ?" Tanya Zhen seraya menyodorkan gelas berisi teh di tangan kanannya tersebut .


Lan wu tersenyum dan segera memegang cangkir teh tersebut


Ling zi di bersama xionglue membawa bangku kecil untuk lan wu dan mempersilahkan lan wu untuk duduk .


Tingkah para muridnya membuat lan wu sedikit heran bahkan mereka seakan lebih memperdulikan dirinya ketimbang Ling yang merupakan paman kandung mereka


"Hey..hey .mengapa para putri serta pangeran yang begitu di hormati kini menjadi seperti seorang pelayan ?" Ujar lan wu memasang tampang tidak enek usai lue mulai memijit pundak lan wu


"Hahahhah guru kamu begitu lucu jika memasang wajah seperti itu " ujar lin zi membuat Zhen dan lue tersenyum mendengarnya


" Aku ini guru mu bocah" geram lan wu seraya memukul pelan kepala lingzi yang kini tengah mengaduh sembari mengusap kepalanya .


"Guru pukulan anda mengapa begitu kuat hah!!!" Bentak linzi seraya mendekatkan wajahnya ke arah lan wu dan beradu tatapan dengan lan wu .


"Kampr*t ini , mengapa kau mendekatkan wajah mu pada ku " kini lan wu berdiri dari kursinya sembari membalas tatapan lingzi dengan wajah geram bercampur konyol .


Melihat suasana tersebut akhirnya Zhen dan lue tak kuasa menahan tawa mereka . Sementara lan wu dan Lingzi serentak mengarahkan pandangan tajam ke arah Zhen dan lue .


"Hehehe lingzi bagaiman jika kita memberi beberapa pelajaran kepada mereka berdua " ucap lan wu seraya mengusap kepalan tangan nya sembari cengengesan menatap kedua orang yang mendadak merasakan firasat buruk .


"Aih... Guru mana mungkin aku menolak perintah mu , lagi pula aku ingin sekali melihat kakak Zhen botak" jawab Lingzi sembari mendekat ke arah lue dan Zhen .


Melihat ekspresi lan wu serta lingzi kini kue dan Zhen sedikit menjaga jarak .


"Tidak !! Jangan harap kalian bisa menyentuh rambut ku " teriak Zhen bersamaan dengan kue yang tengah berlari


"Tangkap mereka " teriak lan wu sembari berlari mengejar bersamaan dengan lingzi


Mereka berlari mengitari villa sembari saling membalas perkataan dan bahkan beberapa Zhen berteriak meminta Ling untuk menghentikan lan wu dan Lingzi


"Wuahhhh... Paman Ling bantu tolong hentikan guru lan dan Lingzi mereka begitu menginginkan rambutku " teriak Zhen  sembari menatap Ling dengan wajah memelas dari kejauhan


Ling bersama heeng yang menyaksikan kejadian tersebut hanya tertawa puas hingga tak ada suara yang terdengar lagi dari tawa mereka .


Lan wu dan lainya saling mengejar hampir 1 jam dan mendadak mereka ber 4 terkapar usai merasakan kelelahan hingga tak sanggup berdiri .


" Aku ... Aku hampir mati kehilangan nafas " ujar lan wu ngos-ngosan


" Guru jika bukan karena mu dan lingzi kita tidak akan berada di kondisi ini " jelas Zhen yang terkapar tidak jauh di samping lingzi yang berhasil menyentuh rambutnya namun ia tak memiliki banyak tenaga untuk memotong rambut Zhen .


Sementara lingzi telah terlelap akibat kelelahan yang di deritanya usai berlari sekuat tenaga tanpa menggunakan tenaga dalam .


"Bocah ini bagaimana kau bisa tidur " teriak lan wu mendengarkan dengkuran lingzi


"Hahahaha kalian sungguh mampu membuatku melupakan beban sejenak " ujar lan wu tertawa lepas yang bahkan ia sudah lupa kapan terakhir ia benar-benar merasakan sensasi dari perasaan senang nya


" Hahaha guru kami hanya ingin anda tau jika kami juga mampu menjadi bantuan bagi mu meski sekarang kami pasti masih kalah jauh ketimbang kakak yi-yi dan li-li jelas Zhen sembari memasang senyum kecewa


" Kalian suatu saat akan lebih kuat dari ku , dan suatu saat kalian akan menjadi 5 pendekar yang mengendalikan aturan serta menolong yang membutuhkan . Maka dari itu beberapa ajaran yang ku berikan harus kalian sempurnakan hingga akhir . Untuk saat ini aku hanya memiliki 2 pedang sunyi dan belum sempat membuat lagi . " Jelas lan wu yang kini telah mampu berdiri .


Ia kemudian mengeluarkan pedang sunyi yang terdapat di cincin ruang . Pedang sunyi tersebut telah sedikit di tambahkan dengan api suci hingga mampu menciptakan kerusakan yang lebih kuat dari anak pedang sunyi .


Lan wu sengaja menyiapkan ke 2 pedang tersebut sebagai hadiah untuk yi-yi dan li-li . Namun di karenakan kondisi tertentu akhirnya lan wu meneruskan untuk memberikan pedang tersebut kepada Zhen dan Lingzi .


Zhen beserta lingzi begitu kagum akan aura yang memancar dari pedang tersebut dan segera meminta diri untuk berlatih jurus pedang sunyi di sisi lain kediaman nya


" Hemm untuk putri lue sepertinya sedikit lebih spesial " ujar lan wu sembari mengecilkan suaranya


"Apa itu guru ?" Tanya lue tak sabar


Lan wu mengeluarkan sebuah pedang berwarna biru yang memancarkan hawa dingin begitu kuat .


Pedang tersebut merupakan ucapan terima kasih dari naga dewa dengan memberikan 1 tulang sayap nya yang berelemen es sebagai alat untuk mengontrol api suci yang kala itu belum terlalu bisa di kendalikan lan wu sebaik ini .


Lue begitu senang hingga tak sadar memeluk lan wu .


"Guru aku begitu senang hingga tak sadar a.aku.." ujar lue sedikit malu dan merasa tidak sopan terhadap lan wu yang kini merupakan gurunya


"Hahaha. Putri lue kau begitu sungkan pada ku " ujar lan wu seraya tersenyum manis


Lue akhirnya kembali memasang senyum memikatnya .


Lan wu memberikan sebuah buku berisi cara penguasaan jurus pedang tersebut  kepada lue


"Pergilah dan mulai latihan mu , jika kau mendapat kesulitan segera bertanya pada ku " ujar lan wu di sertai dengan anggukan lue.


 

__ADS_1


**


Lan wu menghadiri pertemuan antar tetua di aula utama dengan tujuan membuka pelatihan pagoda suci pada hari itu . Ketua Jian meminta pendapat dari para tetua termasuk lan wu dan semuanya akhirnya sepakat bahwa pelatihan tersebut bisa segera di mulai .


Usai membubarkan pertemuan. ketua Jian memberi pengumuman langsung di depan pagoda suci yang di saksikan seluruh murid inti .


Ketika ketua Jian hendak meresmikan pelatihan tersebut mendadak lan wu datang seraya di temani tetua aula luar dan seluruh murid luar pedang dewa.


Jian segera menyapa lan wu dan ketua ma .


Lan wu pun segera menyampaikan maksudnya beserta kedatangan ketua dan para tetua serta murid luar pedang dewa .


"Ketua Jian tujuan ku membawa pagoda ini dikarenakan ingin memperkuat lembah pedang dewa yang tengah mengalami penurunan akibat beberapa insiden . Maka aku memutuskan pagoda ini adalah milik semua orang di pedang dewa tanpa memandang latar belakang serta tingkat kekuatan mereka . Jadi aku hendak membawa mereka untuk menyaksikan hari baik bagi perguruan ini dan melihat apakah mereka memiliki hal yang mengejutkan seperti heeng " jelas lan wu yang di mengerti oleh ketua Jian .


Ketua Jian pun menyampaikan bahwa tidak ada yang tidak bisa memasuki pagoda ini untuk berlatih termasuk seluruh murid luar


Serentak seluruh murid luar yang lebih banyak dari murid inti bersorak ria


Pelatihan pun di mulai dan para murid segera memasuki pagoda tersebut di mengikuti ketua Jian beserta ketua ma yang memimpin jalan di depan . Sementara lan wu hanya berdiam di luar sembari mengawasi jikalau ada yang berniat memanfaatkan pagoda emas demi kerakusan mereka .


Usia memastikan tidak ada orang lain akhirnya lan wu memutuskan untuk memulai aksinya dalam mencari tau tempat perguruan pedang tunggal yang semuanya merupakan murid serta tetua pedang dewa yang melakukan kudeta namun berhasil di hentikan oleh Jian yang di bantu oleh prajurit istana kaisar an .


Lan wu menelusuri berbagai tempat di pedang dewa yang kini telah menjadi sebuah kota kecil namun begitu ramai .mereka semua awalnya merupakan para pedagang serta pendekar yang berkelana tanpa tujuan dan akhirnya memelih menetap di sakte pedang dewa . Setiap 1 tahun sekali mereka akan menyerahkan upeti kepada Jian sebagai biaya sewa dan perlindungan mereka .


Pada awalnya Jian menolak ia menganggap kehadiran para pedagang tersebut justru banyak membantu saktenya dengan menyediakan berbagai bahan untuk kultivasi dan lain-lain  yang awalnya susah untuk mereka dapatkan .


Jadi Jian menganggap hal tersebut sudahlah wajar jika ia menjamin keselamatan mereka semua .


Namun tanpa di duga pemimpin kota kecil tersebut terus memaksa agar Jian mengambil upeti yang merupakan hak nya sebagai pemilik tempat . Melihat hal tersebut akhirnya Jian menerimanya dan menyampaikan siapa saja yang hendak menjadi murid di pedang dewa akan di terima dengan baik tanpa ada penunggunya biaya dan lainnya


.


"Tetua muda apakah Anda menginginkan beberapa senjata kelas atas " tanya pemilik toko yang mengenali jubah yang di pakai lan wu .


" Tidak , namun apakah kalian kamu bisa memperbaiki pedang ku " tanya lan wu seraya mengeluarkan pedang sunyi nya yang telah patah akibat bentrokan dengan tongkat langit


Pemilik toko tersebut begitu terkejut melihat pedang yang di serahkan lan wu padanya


"Aku begitu senang bisa bertemu dengan tetua lan yang banyak di bicarakan orang .  Aku sungguh bersyukur " ujar pemilik toko yang  kini meletakan pedang lan wu di sebuah box kaca yang merupakan tempat penyimpanan bagi pedang khusus


" Tetua lan jika anda dapat membantu ku maka aku pasti akan memperbaiki pedang mu tanpa menunggu biaya sedikit pun dari tetua lan " ujar pemilik toko tersebut menatap lan wu dengan harap


" Baiklah paman katakan apa yang bisa aku bantu "


"Eh tetua lan aku mendengar bahwa anda telah berkunjung di kekaisaran Ning dan bahkan membawa berbagai benda berharga yang anda bagikan ke para tetua . Aku hendak membeli semua batu mulia kelas rendah yang anda miliki " jelas pemilik toko tersebut


Batu mulia merupakan batu yang berisi energi murni dengan elemen tertentu . Batu tersebut dapat meningkatkan kekuatan jika di serap dengan jumlah lebih dari 2 . Selain itu batu mulia dapat memurnikan jurus dari elemen yang cocok dengan nya serta merevolusi berbagai tingkatan jurus tersebut .


"I...ini. inti hewan gaib???!!!" Kaget pria tersebut bercampur senang . Ia tak menyangka bahwa lan wu mempunya banyak inti kelas atas yang begitu memiliki harga jual yang tinggi .


"Tetua lan aku akan membeli semuanya silahkan anda sebutkan harga " ujar pemilik toko tersebut sembari meminta pelayannya mengambilkan uang nya


Lan wu menggeleng pelan sembari tersenyum .


"Paman aku memberikan ini pada mu jadi terimalah , jika pedang ku sudah jadi tolong kabari aku " ujar lan wu sembari melangkah keluar dari toko tersebut .


Sementara pemilik toko hanya tertegun mengetahui bahwa pendekar sekuat lan wu memiliki sifat rendah hati serta dermawan . Sifat yang bahkan langka di temui di kekaisaran QIN terlebih lagi jika pendekar tersebut telah memiliki nama .


Beberapa hari begitu tenang . Lan wu menghabiskan waktunya untuk melatih ke tiga murid nya sembari diam-diam mengumpulkan informasi keberadaan pedang tunggal dari beberapa sumber nya .


Namun seperti sebelumnya informasi tersebut tidak tepat dan membuat lan wu beberapa kali pulang dengan tangan kosong . Ia semakin geram dan juga putus asa untuk menyelamatkan ke dua muridnya begitu sulit di tambah lagi beberapa kejadian ringan di pagoda antara murid inti dan luar yang kian hari makin melonjak .


Padahal lan wu telah mengatakan bahwa tak ada larangan untuk berlatih dari murid luar tauoun dalam , namun selalu saja ada beberapa murid dalam yang memprovokasi murid luar dan mengundang perkelahian di tempat tersebut .


Nampak sebuah burung pengantar pesan hinggap di tangan lan wu membawa sepotong kertas yang terikat di kaki nya . Lan wu pun bergerak cepat usai membaca kertas tersebut . Ia mengarah ke kota pedang dewa dan memasuki toko yang beberapa hari lalu di datanginya .


"Paman apakah pedang ku sudah selesai ?" Tanya lan wu sembari menyapa


"Ah tetua lan, tak ku sangka anda datang begitu cepat " ujar pemilik toko yang mengambil pedang berwarna hitam serta sarung pedang tersebut terdapat sebuah inti hewan langka .


Lan wu sedikit terkejut melihat tampilan pedang nya yang sedikit berubah serta inti hewan langka yang berada di bagian atas sarung pedang sunyi .


" Aku memeriksa kondisi pedang tetua yang tidak memungkinkan untuk di sambung kembali , akhirnya aku memutuskan untuk memindahkan aura pedang tetua ke dalam tungku penyatu  yang terdapat besi tak berbunyi kelas atas dan beberapa hawa pedang laku kemudia n memasukannya kedalam bodi pedang yang baru . Namun tetua tak perlu khawatir di karenakan aura pedang tetua tidak berubah ataupun terganti hanya saja bodinya yang saya ganti . Silahkan tetua mencobanya " ujar pemilik toko tersebut sembari memberikan pedang milik lan wu tersebut .


Lan wu berdecak kagum mengetahui kemurnian dari aura sunyi bertambah 10 kali lipat dan bodi pedang nya setara dengan senjata dewa kelas atas  .


"Paman memang luar biasa begitu beruntung aku bisa mengenal paman " lan wu sedikit membungkuk sembari mengucaokan terimakasih


"Ah..tetua lan mana pantas aku mendapatkan penghormatan anda " pemilik toko tersebut memegang pundak lan wu seraya menarik lan wu dari posisi membungkuk .


"Paman , panggil saja aku lan wu " ujar lan wu tersenyum tenang


Sementara pemilik toko tersebut menyebutkan nama nya


"Paman sung memiliki keterampilan yang tinggi aku bahkan tak bisa menciptakan bodi pedang sekuat paman " ujar lan wu  di sertai tawa canggung sung yi


Sementara asik berbincang di ruang tamu di dalam toko sung kini nampak seorang gadis seusia lan wu mendekati sung sembari memegang sebuah kertas


Lan wu mengerutkan dahi menerka apa yang tertulis di kertas tersebut

__ADS_1


" Nak lan , ini merupakan informasi yang aku kumpulkan beberapa bulan semenjak kudeta di mulai . Aku hanya asal mengumpulkan nya dan berfikir mungkin suatu saat akan di butuhkan , tidak di sangka aku mendengar bahwa kamu sedang mencari informasi terkait pedang tunggal sekarang informasi ini akhirnya bisa terpakai juga " ujar sung menyerahkan kertas tersebut  kepada lan wu yang kemudian segera membacanya .


Lan wu mengepalkan tangan nya usai mengetahui bahwa pemuda yang mengaku sebagai dirinya merupakan salah satu tuan muda yang berasal dari keluarga Jia dan merupakan anak dari saudar kaisar an yang dulu berniat melengserkan posisi Jia an .


"Jadi sakte meraka terletak di kota hoa , pantas saja aku begitu kesulitan menemukan mereka . Rupanya mereka sengaja menempati tempat yang begitu damai hingga tak mengundang banyak kecurigaan " ujar lan wu sembari membalikan kertas yang telah di bacanya kepada sung .


Lan wu akhirnya pamit dan segera menuliskan surat singkat perihal kepergiannya , namun lan wu tak mengatakan bahwa ia telah mengetahui keberadaan pedang tunggal serta kedok asli dari Jia gu zhi.


Lan wu mengikatkan surat tersebut di burung pengantar surat dan segera meninggalkan kota pedang dewa dengan mengendarai xioca .


Ia melaju dengan cepat dari balik awan sembari memantau keberadaan kota hoa dan akhirnya lan wu mendapati beberapa rombongan yang tengah mendekati gerbang kota tersebut , mereka seragam dari murid sakte yang di duga adalah murid pedang tunggal


Lan wu segera meminta xioca untuk menghampiri rombongan tersebut dengan cepat .


Kemunculan Phoenix dengan ukuran begitu besar membuat rombongan tersebut menahan ketakutan


Beberapa diantara mereka bahkan mencoba lari namun berhasil di hentikan oleh lan wu


" Apakah kalian murid  pedang tunggal ?" Tanya lan wu dari atas tubuh Phoenix  menatap tajam ke arah rombongan tersebut .


Mereka mengumpulkan keberanian dan kemudian menjawab lan wu


"Ka..kami merupakan murid dari pendekar pedang sunyi yang begitu di hormati apakah aku hendak mencari masalah " jawab sesworang dari rombongan tersebut sembari memberi ancaman berharap agar lan wu tak menyerang mereka .


" Berarti benar, sampaikan kepada ketua kalian beserta pendekar suci untuk segera mengembalikan ke 2 murid ku jika tidak aku sendiri yang akan mencabut kepala mereka " ujar lan wu di sertai tekanan aura dari xioca yang mampu menghabisi 3 orang yang berusaha kabur .


Melihat hal tersebut mereka segera bersujud sembari mengemis agar lan wu mengampuni nyawa mereka .


Lan wu akhirnya meminta mereka mengantarkannya ke dalam perguruan tersebut dan mereka menyetujuinya asalkan lan wu mengampuni mereka .


Lan wu melewati gerbang kota dan selanjutnya di bawa ke arah barat . Setelah menaiki tangga yang cukup tinggi akhirnya lan wu melihat seorang yang begitu familiar baginya .


"Yi-yi, syukur kau baik-baik saja " gumam lan wu tersenyum lega menyaksikan yi-yi tengah melatih jurus pedang sunyi pembantai naga .


Lan wu menyuruh orang yang mengantarnya pergi dan tak memunculkan mukanya lagi jika tidak lan wu tak segan membunuh mereka semua .


"Keparat itu....!!" Geram lan wu melihat seorang pemuda yang menyerupai dirinya sewaktu belum mendapatkan api suci.


Pria tersebut mendekati yi-yi sembari di temani oleh tetua 19 .


" Murid yi-yi pasti akan menjadi orang yang mengangkat pedang tunggal " ujar tetua 19 menepuk pundak yi-yi


" Ketua terlalu memuji aku bahkan belum setingkat dengan guru lan . Tenang saja saat aku bertambah kuat aku akan memberi perhitungan atas perbuatan lembah pedang dewa yang menyebabkan guru hampir meregang nyawa" jelas yiyi sembari memperlihatkan wajah geramnya


Lan wu yang menyaksikan dari kejauhan semakin tak kuasa menahan lonjakan emosi nya


Ia begitu ingin menghabisi 2 orang di depannya namun ia khawatir akan membahayakan yiyi serta li-li yang belum di ketahui berada di mana .


Di saat lan wu berniat meninggalkan tempat tersebut dan menyusuri keberadaan lili , mendadak salah satu murid yang mengantarnya berteriak dari arah samping nya Dengan keras


"Tetua lan , pria ini yang membuat kakak he terluka dan hampir mati dia pantas di bunuh " ujar pria tersebut


Lan wu dengan cepat menebas leher murid tersebut dan bertekat akan bertarung hingga akhir .


Di sisi lain nampak tetua 19 mendekatinya di ikuti yiyi dan pria yang mengaku sebagai lan wu


Lan wu akhirnya segera membuka mulutnya yang sedari tadi di tahan supaya tak bersuara


" Tetua 19 dan pangeran Jia xu begitu merepotkan ku , padahal aku hendak segera menghabisi kalian usai sampai di pedang dewa " lan wu mengaktifkan aura nerakanya seraya membuat ke dua pria tersebut melompat mundur .


Lain halnya dengan yiyi yang begitu mengenal aura lan wu . Yiyi segera mendekati lan wu dengan wajah tak berekspresi sembari menyentuh wajah pemuda yang berdiri di depannya


"Yiyi menjauhlah dari dia , pria ini begitu kuat kita perlu menunggu kedatangan leluhur xunling teriak xu memperingatkan yiyi


"Guru mengapa kau begitu berubah , kau dulu merupakan orang yang menantang bahaya demi menyelamatkan ku dan bahkan membunuh naga hitam yang berada jauh di level mu . Mengapa kau sekarang seperti orang pengecut!!" Teriak yiyi di sertai tangisan dan keluhan yang i a pendam selama ini .


"Yiyi aku masih mengalami luka dalam akibat rencana Jian beberapa tahun lalu " elak xu berusaha meyakinkan yiyi


"Maafkan aku guru lan aku memilih mati jika harus melihat mu seperti tak mengenalmu sama sekali  " uajr yiyi sembari mengisyaratkan lan wu agar membunuhnya


Lan wu yang melihat yiyi tengah memejamkan matanya sembari terus memegang wajah lan wu kini tersenyum senang mengetahui bahwa yiyi masih mengenali aura nya


"Siapa yang akan membunuh seorang murid yang jatuh cinta pada gurunya ? Bukankah itu sangat kejam " ujar lan wu membuat mata yiyi terbuka dan sontak memeluk lan wu dengan erat . ..


Yiyi akhirnya mengenali sosok yang tengah berdiri di depannya ia menangis sejadi -jadinya seraya memukul pelan dada lan wu yang menggambarkan kemarahannya atas kepergian lan wu ..


"Kau benar-benar guru lan, kau benar -benar guru lan " ujar yiyi yang tak terlalu jelas di karenakan tangisan pilunya


"Kau ...lan wu ...?? Bagaimana mungkin ?" Ujar tetua 19 tak percaya


Lan wu memanggil xioca dan menyuruh xioca melindungi yiyi disaat pertaruang akan berlangsung .


Xioca yang sedang dalam ukuran sedang kini hinggap di pundak yi-yi dan mengusap air mata yang tersisa di sudut mata yiyi dengan menggunakan sayap nya yang begitu lembut seperti sutra.


Yiyi tersenyum seraya mencium xioca yang begitu peduli padanya


"Yiyi aku tau kau memiliki banyak pertanyaan padaku , namun bisakah kau sekarang mencari lili dan membawanya bersama mu ke pedang dewa terlebih dahulu . " Ujar lan wu seraya memasang posisi siap menyerang


"Guru aku gak ingin meninggalkan mu lagi aku sudah cukup kehilangan mu " balas yiyi tak rela

__ADS_1


"Mengenai adik lili , ia tengah berada di tempat kakek jadi dia akan aman di sana " ujar yiyi yang kini membuat lan wu sedikit tenang


"Baiklah nampaknya kita sudah bisa menyelesaikan permasalahan kita " ujar lan wu sembari menguatkan aura neraka miliknya dan kemudian menerjang ke arah 2 orang di depannya


__ADS_2