
Lan wu yang kini telah berada di sebuah ruangan khusus. Ia dan beberapa prajurit zirah emas tengah mendapat arahan dari jendral Can yang juga merupakan pemimpin dari rombongan tersebut. Lan wu merasa akan sedikit sulit baginya untuk mengorek informasi penting mengenai tujuan pergerakan emas biru di kekaisaran Qin, selain itu lan wu yang telah mengetahui tujuan keberangkatan rombongan tersebut ke gunung biru, semakin memperjelas pemikirannya akan maksud buruk dari emas biru.
Usai menyiapkan segala keperluan dalam perjalanan. Lan wu dan rombongan yang di pimpin oleh jendral Can, kini berangkat menuju ke gunung biru. Perjalanan kali ini begitu lambat dari biasanya, karena setiap beberapa meter memasuki area hutan. Jendral selalu menyuruh beberapa prajurit zirah emas untuk memeriksa area depan yang akan mereka lalui.
"Kau, pergi dan periksalah hutan di depan. Aku khawatir jika terdapat beberapa perampok yang tengah bersiap menyerang kita diam-diam" suruh jendral Can kepada lan wu.
Lan wu menyetujui hal tersebut. Ia sebenarnya memang menanti kesempatan itu untuk menjauh dari rombongan tersebut. Lan wu berniat mengirim pesan suara kepada kaisar an, dan menanyakan perihal aneh yang terjadi di kekaisaran emas biru.
Dengan cepat lan wu melesat dari kudanya mengarah ke depan, tidak butuh waktu lama untuk bagi lan wu untuk sampai di dalam hutan tersebut. Ia terlebih dahulu memeriksa keadaan sekitar untuk memastikan tidak ada yang menguping pesan yang akan ia kirimkan kepada kaisar an.
Ayah mertua, aku kini sedang berada di kekaisaran emas biru. Ada beberapa hal janggal yang aku temui di sini, namun yang jelas. Kekaisaran emas biru telah mengerahkan banyak prajurit khusus untuk mengintai di wilayah kekaisaran Qin. Aku khawatir jika rencana emas biru beberapa tahun lalu untuk memperluas wilayah mereka, kembali mereka jalankan.
Ada baiknya bila ayah mertua mengutus beberapa mata-mata keluar istana, dan memantau pergerakan aneh di sekitar wilayah kekaisaran Qin. Perketat juga setiap pertahan di kota-kota, namun jangan menimbulkan kecurigaan dari pihak lawan. Bunyi pesan suara lan wu kepada kaisar an.
"Di saat seperti ini alangkah baiknya ada Chu Tian di sisi ku" pikir lan wu sembari berjalan menuju kearah rombongan jendral Can.
Ia berniat untuk memanggil naga emas, dan menyuruhnya untuk segera mengirim Chu ke alam fana namun lan wu khawatir bila energi naga emas akan menarik perhatian jendral Can dan lainya. Seandainya jika bukan karena pentingnya informasi mengenai tujuan pergerakan emas biru ke kekaisaran QIN, tentu saja rombongan jendral tersebut akan di bantai habis oleh nya.
"Aura ini.?!" Kaget lan wu seraya menajamkan matanya.
Lan wu nampak sedikit penasaran akan kemunculan aura tersebut, di sisi lain ia begitu familiar dengan aura tersebut. Lan wu berfikir sejenak seraya menebak aura tersebut hingga akhirnya ia ingat akan kejadian di atas kapal menuju ke emas biru. Ia saat itu berhadapan satu lawan satu dengan seorang pria tua yang mendadak muncul dari dalam lingkaran hitam.
__ADS_1
Hak tersebut semakin membuat lan wu penasaran, ia beberapa kali mencoba mencari keberadaan pria tersebut tetapi ia tak berhasil. Lan wu menduga bahwa pria tersebut masih berada di dalam dimensi lain dan berada cukup jauh dari tempatnya.
"Dia bukanlah lawan yang hebat, namun aura serta tehnik bersembunyi miliknya sangatlah berbahaya" gumam lan wu sembari tetap mengawasi sekitarnya.
"Alunan pedang sunyi" mendadak lan wu mengeluarkan jurus ilusi miliknya.
"Tarian pedang sunyi" sambung lan wu mengeluarkan jurus lainnya.
Tekanan angin dari jurus tersebut berhasil menggoyangkan seluruh pohon di sekitar lan wu.
Nampak dari arah kereta kuda milik putri, para pasukan dan jendral Can terlihat waspada akan hal tersebut.
Beberapa saat kemudian tercipta ledakan hebat yang menghancurkan area hutan hingga berbentuk sebuah kolam besar di tengah-tengahnya.
Nampak jendral dan lainya tercengang melihat kehebatan lan wu, mereka tidak menyangka bahwa prajurit tingkat zirah merah dapat mengeluarkan kemampuan sehebat itu yang bahkan melebihi kemampuan jendral Can.
"Huh.. jadi ini adalah orang mu?" Ucap suara yang berasal dari arah depan lan wu.
Nampak jendral Can segera turun dari kudanya dan menghampiri sosok gadis yang berdiri di hadapan mereka. Gadis tersebut mengenakan pakaian warna emas, dan tampak di kawal oleh 4 orang pria berjubah putih.
Masing-masing dari pria tersebut telah mencapai tingkat dewa bintang akhir, sementara gadis yang berpakaian emas setidaknya telah berada di permukaan gerbang ilahi.
__ADS_1
Lan wu begitu heran usai mengetahui hal tersebut, seharusnya seseorang yang telah melewati tingkat dewa bintang akhir akan mengalami tekanan hebat dari penolakan alam. Akan tetapi gadis tersebut seakan tidak mengalami penolakan, terlebih lagi ia begitu kaget mengetahui banyaknya pendekar asing yang telah berhasil mencapai tingkat dewa bintang akhir.
Sangat berbeda dari saat dirinya masih berada di alam fana. Sembari melamun lan wu mendadak di hampir oleh gadis berpakaian emas tersebut. Gadis itu begitu tertarik akan kemampuan pedang lan wu yang berhasil menghancurkan ruang dimensi yang ia bangun.
"Siapa nama mu?" Tanya gadis tersebut dengan nada datar.
"Salam kepada senior, namaku wu lan" ujar lan wu membalikan namanya.
Ia khawatir jika ia memakai nama sein akan di kenali oleh jendral dan para prajurit, sehingga ia memutuskan untuk membalikan namanya agar tidak di ketahui oleh jendral dan rombongan tersebut.
"Kemampuan pedang dan energi mu sangat hebat, aku tak menyangka bila orang berbakat seperti dirimu hanya mendapat jabatan rendah di kekaisaran, terlabih lagi aku sedikit kecewa mengetahui bahwa kekaisaran emas biru masih menyembunyikan pendekar hebat seperti ini.!" Ucap gadis tersebut seraya menatap kearah jendral Can dengan tatapan tajam.
"Ampun nona Yuli, aku pun baru bertemu dengan dirinya tadi. Ia mengatakan bahwa ia baru pulang dari liburannya dan memutuskan untuk membawanya dalam perjalanan menuju gunung biru" jelas jendral Can dengan nada sopan.
Lan wu dapat mengambil kesimpulan bahwa gadis tersebut memiliki jabatan tinggi di dalam sebuah organisasi rahasia, dan bisa jadi mereka merupakan bagian dari rencana emas biru melakukan pengintaian di kekaisaran Qin.
"Aku memaklumi hal ini, kalian segeralah bergerak menuju gunung biru. Ketua sakte telah menunggu kedatangan kalian sedari tadi" jelas gadis tersebut sontak membuat lan wu kaget bukan main.
Ia tidak mengerti lagi apa yang sedang terjadi, mengapa saat ia berkunjung ke gunung biru ia tidak mendengar mengenai Yui yang merekrut pendekar tingkat Asia gerbang ilahi. Semakin lan wu berfikir ia semakin bingung akan situasi tersebut.
Usai berbincang beberapa lama, akhirnya rombongan tersebut berangkat menuju gunung biru seraya di kawal oleh gadis tersebut dari kejauhan. Tidak beberapa lama akhirnya lan wu sampai di gerbang gunung biru. Terlihat banyak murid dan tetua yang menyambut kedatang rombongan tersebut di depan gerbang, namun anehnya lan wu sama sekali tidak melihat tetua gunung biru yang ia kenal.
__ADS_1
Wajah-wajah para tetua dan murid disitu begitu asing di mata lan wu. Tidak mungkin bila tidak ada tetua lama yang menyambut rombongan kerajaan tersebut. Di sisi lain lan wu tercengang melihat lambang sakte gunung biru yang berbentuk seperti sebuah gerbang berwarna emas, lamabang yang sangat berbeda dengan milik gunung biru sebelumnya.
"Ada yang salah dengan tempat ini" pikir lan wu seraya menatap sekitar.