
Kini lan wu berada di kediaman milik Chu Tian. Ia nampak bersantai seraya memainkan tombak milik Huanlin dengan tangan kirinya, ia tidak menyangka bahwa kemampuan nya dapat meningkat begitu pesat di bawah bimbingan Huanlin.
Lan wu begitu yakin, meskipun ia memiliki bakat yang besar, tentu saja sangat susah baginya untuk meningkatkan kemampuan nya hingga ke tahap sekarang tanpa bantuan Huanlin.
Mendadak dari arah belakang, mendekat seorang gadis berperawakan cantik menghampiri lan wu yang masih duduk seraya memainkan tombak tersebut.
"Hay.. ba.. bagaimana kabar mu?" Ujar wanita tersebut yang begitu familiar di mata lan wu.
"Kau sepertinya mengalami banyak perubahan kecil usai kejadian beberapa waktu lalu di istana harimau petir" jawab lan wu tersenyum kecil seraya meletakan tombak nya di atas meja.
"Ya.. aku telah tersadar akan masa dulu. Aku begitu egois dan sedikit pun tidak pernah mengerti akan posisi mu, atas kejadian silam aku sungguh minta maaf" ujar Fei seraya membungkuk.
"Hahahaha.. kau terlalu sungkan Fei, itu hanya masa lalu, dan aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut" sambung lan wu dengan senyum.
Lan wu mempersilakan Fei untuk duduk. Lan wu kemudian menanyakan beberapa hal yang menyangkut dengan kemunculan senjata hebat milik istana harimau petir.
Ia hendak melanjutkan sedikit penyelidikan tentang alasan dari senjata hebat tersebut muncul di alam dewa. Lan wu sedikit khawatir jika kemunculan senjata tersebut berhubungan dengan kekacauan besar yang akan terjadi.
"Sayang sekali, pedang iblis hanya sekali itu saja kita temui. Aku rasa pedang iblis mungkin telah di sembunyikan oleh ras harimau di suatu tempat" ujar Fei sedikit membuat lan wu berfikir.
__ADS_1
"Apakah sepulangnya kau dari penyelidikan tidak menemukan pergerakan yang aneh dari prajurit kekaisaran dan harimau petir?" Tanya lan wu yang masih di selimuti rasa penasaran.
"Tidak, usai perpisahan kita. Aku langsung kembali ke penginapan hanzeng dan lainya aku sama sekali tidak menemukan adanya hal yang aneh selama di sana, bisa jadi pedang iblis telah dikirim ke tempat lain" ujar Fei sembari menatap sesaat ke arah lan wu.
"Hmmm. Apakah pedang iblis di kirim ke alam lain?" Pikir lan wu sembari memegang ujung dagunya.
Usai berbincang cukup lama, Fei pamit undur diri. Ia besok akan menjadi pengawas pertandingan yang akan di adakan di lapangan utama teratai putih.
Lan wu mengantar Fei Samapi di depan pintu, kemudian masuk kembali untuk beristirahat.
"Tuan, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada anda" ucap Chu Tian yang telah berada di ruang tengah tempat lan wu dan Fei tadi berbincang.
Lan wu pun beranjak duduk tepat di hadapan Chu Tian seraya mempersilahkan nya untuk melanjutkan perkataannya.
"Aku sekarang merupakan murid inti di teratai putih, dan hal tersebut banyak memberikan ku pengalaman baik dan buruk. Aku hendak memenangkan pertandingan ini dan memasuki makam leluhur untuk menyelamatkan seseorang" sambung Chu Tian sedikit mengejutkan lan wu.
"Heh..? Sejak kapan kau jadi banyak bicara seperti ini?" Tanya lan wu sembari tersenyum heran menatap Chu Tian.
"Aku..aku.. tidak tau kapan tuan, hanya saja aku seperti merasakan sesuatu yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. Pada awalnya aku berasal dari senjata dewa yang mendapatkan wujud dari tuan Hui gu Tian, lalu menerima beberapa roh dari anda hingga mampu memiliki bentuk sendiri serta pemikiran" jelas Chu Tian yang hanya di simak lan wu sembari tersenyum.
__ADS_1
"Kini tanpa ku sadari roh ku terbentuk sendiri dan membuat aku seperti manusia pada umumnya. Aku dapat merasakan emosi dan perasaan lainya, ak.." ucap Chu Tian yang di potong oleh lan wu.
"Jadi apa inti dari semua ini?" Tanya lan wu dengan nada tenang.
"Aku hendak meminta anda untuk membiarkan ku menyelesaikan janji ku, jika sudah selesai barulah aku akan mengikuti anda kemanapun anda pergi" ucap Chu Tian dengan nada lantang.
Lan wu kembali tercengang mendengar perkataan Chu Tian, ia sedikit penasaran akan orang yang membuat Chu Tian sanggup membuat Chu Tian begitu peduli kepadanya.
"Baiklah.. jika kau berniat baik kepada orang. Aku akan mengijinkan mu menyelesaikan urusan-urusan mu" jawab lan wu sontak membuat Chu Tian begitu senang.
"Aku sungguh berterima kasih kepada tuan" ucap Chu Tian seraya memberi hormat.
"Hahahaha.. kau sungguh sopan" tawa lan wu seraya menyuruh Chu Tian untuk bangkit.
"Butuh berapa hari hingga pertandingan itu selesai?" Tanya lan wu.
"Sekitar 6 hari tuan, babak yang memakan banyak waktu ialah pada saat memasuki hutan kematian milik teratai putih" jawab Chu Tian.
"Hmmm.. baiklah, aku juga hendak mengerjakan beberapa urusan di istana naga, kau istirahat lah" ujar lan wu sembari berjalan ke arah kamarnya.
__ADS_1
Lan wu langsung beristirahat usai melakukan beberapa pelatihan kecil di kamar tersebut. Besok pagi ia hendak berangkat menuju istana naga untuk menemui naga dewa secara langsung.
Lan wu begitu yakin bahwa naga dewa mengetahui perihal pedang iblis melebihi orang mana pun di alam dewa, sekalian ia hendak menyampaikan kabar akan kebangkitan darah naga yang di alami ras naga di alam fana.