
"Tuan ku..! Mohon selamatkan aku..!"
Dari arah gerbang istana terdengar suara Kasim yang berteriak memohon pertolongan kepada kaisar Yeng.
Dengan wajah geram bercampur tidak percaya, ia mengepalkan tangannya dengan kuat diiringi oleh kobaran api merah.
"Bagaimana kau bisa lolos dari serangan kami.!"
Teriak kaisar Yeng membuat para prajuritnya seketika menutup kedua telinganya.
"Aku sebenarnya tidak ingin merendahkan kalian, namun kali ini harus ku katakan bahwa serangan kalian hanya bisa menghancurkan pakaian ku.."
Lan wu tersenyum tipis seraya memegang kepala Kasim yang tengah berlutut di sampingnya.
"Kau..! Aku akan menghancurkan mu jika membunuh 3 Kasim istana ku.!"
Kaisar melepaskan auranya yang membuat udara terasa lebih berat dan sesak.
"Oh..aku akan menyisakan satu untuk mu"
Lan wu mencengkram hancur kepala salah satu Kasim di depannya kemudian berjalan kesamping dengan santai seraya mengalirkan energi tajam di telapak tangannya.
"Bajingan.!"
Kaisar Yeng melesat kedepan dengan wajah geram menerjang kearah Lan wu, dengan sigap Lan wu menyambut tinju milik kaisar.
"Ugh.."
Kaisar menghembuskan nafas beratnya usai tinjunya berbenturan dengan tinju Lan wu.
Objek-objek di sisi kiri dan kanan keduanya hancur dan membuat para prajurit disekitar keduanya mundur beberapa langkah.
"Kaisar ini... Kekuatannya tidak sederhana"
Lan wu menatap wajah kaisar Yeng seraya menyentakan tinjunya mendorong kaisar kebelakang.
"Hanya pemuda biasa namun memiliki kemampuan yang begitu kuat, siapa dia..?"
Tanya kaisar dalam hati dengan posisi sedikit menunduk menahan tubuhnya yang terseret kebelakang.
"Apa yang kau inginkan? Bukankah kita tidka memiliki dendam?"
__ADS_1
Kaisar menetralkan energinya dan mencoba berdiskusi dengan Lan wu setelah memikirkan kerugian yang didapat jika meneruskan pertaruangan.
"Ada baiknya menjalin hubungan baik dengan pemimpin organisasi ini.."
Kaisar bergumam pelan dan membenahi pakaiaan nya usai pertempuran barusan.
Disisi lain Lan wu menjatuhi niat dihati kaisar.
"Dendam? Aku rasa sebelumnya memang tidak ada... Namun, bagaimana dengan hari ini? Pasukan anda telah membunuh belasan pengikut ku.."
"Kurang ajar.! Apa kau buta..?! Kaisar sudah berbaik hati melepaskan mu, kau malah menghinanya..?!"
Dari arah belakang muncul Long won yang mencela perkataan Lan wu dengan nada marah dan membuat Lan wu tersenyum tipis mendengarnya.
"Tenangkan dirimu jendral.."
Kaisar Yeng menahan situasi tersebut agar tidak menjadi buruk.
"Aku memang mengakui nya, namun prajurit ku lebih banyak yang tewas dibandingkan pengikut mu"
"Hohoho.. jadi anda yang memiliki dendam kepada ku?"
"Bajingan ini..."
Kaisar Yeng memaki dalam hati dengan senyum palsu menutupi kekesalannya.
"Ehem.. aku tidak mempermasalahkan hal tersebut, yang terpenting sekarang adalah menyelesaikan masalah ini dengan jalan damai.."
"Aku setuju dengan anda, sebelumnya kedatangan ku kesini hanya untuk berdiskusi dengan anda.."
Perkataan Lan wu membuat kaisar Yeng dan dua jenderal besar mengerutkan keningnya.
"Apa yang ingin kau diskusikan?"
Lan wu menghela nafasnya kemudian menjelaskan tujuannya.
"Aku mendengar bahwasanya dinasti dewa pedang ikut campur dalam urusan dataran barat, untuk memastikan hal tersebut aku ingin mendengarkan jawaban anda secara langsung"
Kaisar Yeng terbelalak kaget sembari membuang pandangannya kearah dua jenderal besar disisi kirinya.
"Apa yang kau bicarakan..? Walaupun aku berniat memperluas wilayah kekuasaan ku namun sama sekali tidak terpikirkan oleh ku untuk mencampuri urusan di dataran barat.."
__ADS_1
Lan wu sedikit terkejut mendengar jawaban dari kaisar Yeng. Dari ekspresi dan gaya bicara kaisar, ia dapat mengetahui bahwa apa yang di ucapkan oleh kaisar bukanlah sebuah kebohongan.
"Jika yang kau maksud adalah pernikahan antara pangeran ku dan putri dari salah satu kaisar disana maka hal tersebut adalah benar.."
Sambung kaisar usai melihat Lan wu terdiam.
"Pernikahan?"
"Benar, sebelumnya anak ku Yeng tanxu mengunjungi wilayah barat bersamaan dengan utusan dari istana naga putih.
Tujuan awalnya adalah untuk melihat secara langsung sosok besar yang bernama Lan wu yang begitu terkenal usai perang besar di wilayah barat.
Namun ditengah-tengah perjalanan, ia bertemu dengan rombongan keluarga Jia saat itu pemimpinnya adalah kesatria terkuat dinasti dewa pedang. Pada saat itulah ia bertemu dengan Jia yi.."
"Lalu?"
"Yeng tanxu membawanya ke istana miliknya. Ia juga baru mengetahui bahwa Jia yi memiliki tubuh Yin dan cocok dengan Yeng tanxu yang memiliki tubuh Yan.
Keduanya sepakat untuk melakukan kultivasi gabungan walaupun saat itu Jia yi menjelaskan bahwa tubuh nya tidak lagi murni. Akan tetapi rasa suka dari anak ku membuatnya tidak memperdulikan hal tersebut walaupun Jia yi telah menikah dan memiliki seorang anak.."
Mendadak niat membunuh yang begitu pekat muncul dari tubuh Lan wu. Kaisar dan beberapa jendral nya sontak menjadi waspada dan sedikit menjauh dari Lan wu.
"Teruskan..!"
Seru Lan wu dengan nada keras.
Kaisar terdiam sesaat kemudian melanjutkan perkataannya.
"Jia yi menyetujui pernikahan tersebut dan berkata bahwa hubungan suami-istri antara Jia yi dan suaminya telah berakhir beberapa bulan lalu.."
"Hey.. apa yang membuat mu begitu penasaran dengan hal ini?"
Tanya kaisar Yeng merasa kejanggalan dari Lan wu.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya memperingati anda untuk tidak ikut campur dengan urusan wilayah barat. Awasi keluarga anda dan putra mu Yeng tanxu baik-baik.
Niat tersembunyi mereka akan merugikan anda nantinya. Satu hal lagi, tidak perlu repot-repot mencari tau siapa diriku..
Katakan saja kepada putra mu itu bahwa orang yang ingin ia temui dulu akan datang untuk mengambil kepalanya.."
Ujar Lan wu sembari melangkah kearah gerbang keluar.
__ADS_1