Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Keputusan lan wu 2.19


__ADS_3

"sangat di sayangkan jika hal tersebut sesuai dengan pemikiran mu" ujar ketua sakte seraya menatap sedih.


"Ras legenda sungguh keterlaluan, jika benar mereka sengaja mencampurkan 3 darah murni di tubuh Fei itu sama saja mereka tidak memandang Fei sebagai keturunan mereka..!!" Nada Lou yu tampak meninggi bersamaan dengan raut wajahnya yang begitu geram.


"Bukankah sudah jelas bahwa mereka hanya menganggap Fei sebagai senjata rahasia? Jika benar Fei memiliki darah dari ras legenda aku yakin kebangkitan darah tersebut kemungkinan besar ras legenda akan mengirimkan orang mereka kesini, jadi aku bermaksud untuk memberitahukan perihal ini kepada ras naga dan 2 ras lainya" ujar lan wu sontak membuat ketua sakte begitu terkejut.


"Apakah kau serius?! Kita bahkan menutup diri dari mereka, namun kau malah hendak menemui mereka. Bisa saja mereka akan menggunakan kesempatan ini untuk merebut harta berharga yang menjadi incaran mereka selama ini" seru ketua sakte sesaat membuat  lan wu terdiam.


Melihat keteguhan di hati ketua sakte, lan wu jadi enggan untuk membujuk kembali ketua sakte


Lan wu berfikir sejenak, lalu kembali melanjutkan perkataannya.


"Kalau begitu bisakah ketua sakte mengumpulkan kekuatan dalam jumblah besar untuk melindungi Fei? Pada saat itu seluruh penjagaan akan di fokuskan kepada Fei. Aku besarta Chu Tian akan menekan tekanan dari kebangkitan darah, sementara ketua dan lainya memastikan tidak ada yang menggangu pada saat itu. Setelah kebangkitan darah berhasil di lewati, aku mungkin saat itu sudah tidak mampu lagi untuk bertarung. Sisanya hanya dapat mengandalkan ketua sakte" lan wu menjelaskan rencananya, seraya disimak dengan baik oleh ketua sakte dan Lou yu.


"Jika untuk 10 pendekar yang berada di tingkat raga ilahi awal aku bisa menemukannya, kebetulan tetua di keluarga yu telah kembali dari pertapaan mereka" ujar Lou yu seraya menepuk tangannya.


"Untuk urusan yang pelindung dan lainnya, aku rasa para tetua dan murid berkat di peringkat besar mampu mengurusnya. Ku fokuslah pada bagian mu, jangan hiraukan masalah di luarnya" ujar ketua sakte menatap tenang ke arah lan wu.


"Baiklah jika begitu" ujar lan wu menghela nafas.


Meskipun ketua sakte berkata seperti itu, tetapi lan wu tetap memikirkan cara lain untuknia gunakan pada situasi tersebut. Kekutan ras legenda tentulah sangat hebat, terlebih lagi Bahakan keluarga langit begitu waspada akan pergerakan dari ras legenda. Lan wu pamit undur diri setelah menyampaikan keperluanya. Chu Tian juga ikut pergi bersama lan wu.


Lan wu mengajak Chu Tian untuk pergi menemui Fei dan Aile, entah mengapa lan wu tidak merasa tenang jika belum segera bertemu dengan Fei. Meskipun lan wu menyadari bahwa ia tidak memiliki perasaan suka kepad Fei, namun tetap saja kehadiran Fei begitu membuat lan wu merasa tenang.


Sejenak lan wu tersenyum geli sembari mengingat kemarahannya usai mengetahui Huang mengirimkan pasukan untuk membunuh Fei. Lan u bahkatidak berfikir panjang untuk membunuh puluhan prajurit dan hampir merenggut nyawa dari saudaranya yang lain.


"Tuan, apakah ada khawatir?" Tanya Chu dengan ada sopan.


"Tentu saja, bagaiaman kemampuan dari ras legenda tidaklah lemah. Jika kaisar langit merasa begitu resah dengan mereka, apakah kemampuan ras legenda dapat kita tertawakan?" Ujar lan wu tersenyum tipis.

__ADS_1


"Aku akan melindungi anda meski harus mengorbankan nyawa ini" ujar Chu entah mengapa membuat lan wu tertawa begitu keras.


"Ada apa tuan? Apakah aku tidak cukup kuat untuk melindungi anda?" Tanya Chu dengan wajah heran


"Tidak bukan begitu, hanya saja aku merasa bahwa kau lebih mirip manusia ketimbang wujud dari senjata pusaka"lan wu menatap tenang ke arah depan seraya memasang senyum nya


Ada beberapa hal yang dapat membuat manusia menjadi hidup, dan salah satunya adalah perasaan senang di tengah situasi yang mencekam.


Lan wu mengarahkan tangannya ke arah langit seraya mengepalnya dengan kuat."sesuatu yang berharga bagi ku, akan aku lindungi sekuat tenaga ku" gumam lan wu sesaat sebelum menurunkan tangannya kembali.


Lan wu dan Chu kini telah berada di halaman villa milik Lou yu, lan wu dapat merasakan sebuah aura besar dari dalam villa tersebut. Lan wu segera berjalan ke adalah aura tersebut seraya meningkatkan kewaspadaannya.


Lan wu bernafas lega usai melihat Aile yang tengah duduk bersila dengan tenang di ruang tamu, lan wu menebak bahwa Aile telah memperkirakan kedatangan ras legenda.


Lan wu cukup senang dengan keberadaan Aile, dengan kehadiran Aile setidaknya kekuatan mereka akan bertambah dan dapat sedikit membuat lan wu merasa tenang. Lan wu berencana untuk memperkuat jurus pedang serta wujud dari aura neraka miliknya. Menurut pemikiran lan wu wujud neraka masih dapat berubah menjadi lebih sempurna, selain itu mata iblis menjadi lebih tajam dari sebelumnya. Lan wu dapat melihat dengan jelas beberapa titik lemah dari  jurus lawan nya.


"Masih ada cukup waktu untuk meningkatkan jurus pedang sunyi, dan bentuk wujud dari aura milik ku" pikir lan wu seraya berjalan ke arah kamar Fei.


Fei yang tengah duduk di meja riasnya sontak berlari dengan cepat ke arah lan wu. Ia melayangkan pukulan kuat di perut Lan wu. Lan wu begitu kesakitan hingga sedikit menunduk seraya mengelus perut nya.


"Hey..ini sudah cukup bukan?" Ujar lan wu melihat Fei yang nampak mengepal erat tangannya.


"Habislah aku.." ujar lan wu tertahan bersamaan dengan Fei uang ini memeluknya seraya menagis pelan.


Lan wu nampak heran dengan tindakan Fei, namun akhirnya lan wu tersenyum lega usai mengetahui Fei yang baik-baik saja. Ia menepuk pundak lan wu sesaat sebelum akhirnya hendak menyudahi pelukan tersebut.


"Sial..mengapa pelukannya begitu kuat?!" Keluh lan wu dalam hati.


Fei seakan tak memperdulikan lan wu yang beberapa kali mencoba untuk melepaskan pelukan nya. Fei tetap memeluk lan wu dengan erat seakan tidak rela melepaskannya. Kesedihan Fei berganti dengan senyum usai dapat berdiri begitu dekat dengan lan wu.

__ADS_1


"Menikahlah dengan ku.." ujar Fei sontak membuat lan wu tersendat nafasnya.


Tak terhitung berapa kali lan wu terbatuk usai Fei mengatakan hal tersebut pada lan wu. Lan wu kebingungan untuk menanggapi perkataan dari Fei.


"Ah..ba..bagaiman ya..? Aku bukanlah seorang pria bebas seperti yang kau pikirkan. Aku telah menikah dan memiliki istri serta anak di alam fana, mana mungkin aku menghianati mereka" ujar lan wu dengan nada pelan.


"Aku bersedia menjadi istri kedua mu, asalkan kau tetap berada di sisiku saja aku sangat senang. Aku tidak pernah tertawa dan menangis seperti ini sebelumnya, namun sejak pertemuan pertama aku pertama kali merasakan perasaan ini..a.ku sungguh menyukai mu, aku juga tidak mengetahui alasannya.." ujar Fei dengan suara yang tidak terlalu jelas.


Lan wu kembali kehabisan kata-kata, ia merasa serba salah.  Lan wu tak sanggup membuat Fei sedih, namun di sisi lain ia tidak mungkin menghianati yiyi yang begitu percaya kepadanya. Lan wu menarik nafas panjang seraya berhasil melepaskan pelukan Fei. Ia kini menatap wajah Fei dengan senyum tenang seraya mengeluarkan pedang sunyi dari sarungnya.


Tentu saja Fei begitu terkejut melihat perbutan lan wu. Ia menunggu penjelasan dari lan wu seraya menatap wajah dari pemuda berusia 22 tahun tersebut.


"Jika begitu gunakanlah pedang ini dan keluarkan jantung ku dari dalam tubuh ku ini, jika aku tetap hidup saat jantung ku berhasil kau keluarkan, maka aku akan menikahi mu dan akan selamnya tinggal di villa ini hingga ajal menjemput" ujar lan wu menyodorkan pedang sunyi ke arah Fei.


"Bagaiman itu mungkin?! Apak kau bodoh.?!" Nada Fei kini terdengar sedikit kesal.


Lan wu tersenyum sesaat sebelum akhirnya mulai menjelaskan maksud dari perkataannya barusan.


"Hati ku merupakan milik istri ku, setiap nafas dan gerak tubuh ku selalu berada dalam keresahannya. Dia memang berada di alam fana, namun janji dan ucapannya tersemat rapi di dalam hati ku. Aku tidak ingin kau mengeluarkan hati ku, itulah mengapa aku meminta mu untuk mengeluarkan jantungku. Hati hanya untuk satu orang, dan hati ku sudah memiliki pemiliknya. Tertinggal jantung ku yang masih menjadi milik ku sendiri, jika kau ingin memilikinya bukankah harus merebutnya dulu dari ku? Jika kau berhasil mengeluarkanya tuliskan nama mu dan masukan kembali dalam tubuh, namun itu tak menjamin bahwa jantung ku akan berdetak sesuai keinginan mu" Ujar lan wu yang kini menahan ucapannya.


"Aku yakin kau masih belum paham dengan maksud ku, tetapi kau cukup memahami ini. Aku tidak akan menikahi siapa pun, dan tindakan akan pernah mengkhianati yiyi. Kau boleh memegang perkataan ku" ujar lan wu yang kini memasang wajah serius.


Fei kini terlihat membisu, ia tak sanggup berkata sedikitpun usai mendengar jawaban dari lan wu. Ia hanya menatap lan wu yang pergi dari hadapannya dengan raut wajah terlihat kesal. Ia tidak menyangka bahwa lan wu yang tak pernah terlihat serius di depannya dapat menjadi sangat sensitif menganai persoalan hati.


...


"Cih.. apa-apaan permintaanya, kau pikir aku akan tetap hidup jika yiyi mengetahui jika hatinya ku duakan?" Lan wu menghela kesal bercampur dengan kegerian usai mengingat pukulan yiyi yang membuatnya terlepas dari kursi.


"Dia lebih mengerikan dari mu" lan wu kini nampak tersenyum kecut.

__ADS_1


Ia telah memutuskan untuk mengesampingkan persoalan hati, ia memang begitu nyaman dengan Fei namun untuk berfikir sampai ke arah sana, sungguh bukan tujuan dari lan wu. Ia hanya perlu fokus pada penekanan kebangkitan darah Fei, kemudian meningkatkan energi hitam miliknya, lalu mengakhiri perjalanannya dan memutuskan untuk hidup tenang bersama dengan keluarga kecilnya di pedang dewa.


__ADS_2