Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Memasuki gunung biru


__ADS_3

Genap seminggu lan wu telah berada di kediaman keluarga Mio . Banyak informasi yang telah berhasil di dapatkan oleh dang , salah satunya ialah soal penerimaan murid gunung biru yang akan di adakan 5 hari mendatang .


Lan wu berencana akan menuju ke gunung biru 3 hari kemudian.


Semenjak lan wu mengajari jurus dasar berpedang di para murid tersebut , kini banyak dari merek yang mengalami peningkatan . Terlebih lagi usai lan wu mengajari mereka cara yang benar untuk memperkuat fondasi kultivasi mereka .


Nampak xuya yang tertawa riang menyaksikan wajah lucu yang di sengaja oleh lan wu .


Lan wu pun nampak begitu senang usai melihat xuya yang begitu ceria


"Hey saudari kecil , bisakah kau menunggu ku dengan tenang di sini ? Aku akan mengurusi sebuah urusan penting di gunung biru " ujar lan wu sembari membiarkan xuya menyedot jempol lan wu ke mulutnya .


"Gua..gugugaga.." entah apa yang di katakan oleh xuya , namun melihat ekspresi tenang bayi imut tersebut . Lan wu menganggap nya bahwa itu merupakan persetujuan dari xuya .


Tatapan mata lan wu tertuju kearah langit " bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku tidak tertarik mengangkat mu sebagai murid ? " Ujar lan wu usai mengetahui bahwa suyie berada di belakang nya .


"Adik sein , suyie merupakan anak keluarga Mio yang memiliki bakat tertinggi di antara yang lainya . Aku yakin dengan bimbingan mu , dia dapat berkembang menjadi kuat " terdengar suara dang yang kini berdiri di samping lan wu sembari mengelus kepala xuya .


"Membuatnya menjadi kuat ? Lalu setelah itu dia akan menjadi ancaman bagi orang yang lebih lemah darinya." Lan wu sedikit menekan suaranya " kakak dang , aku tidak pelit akan ilmu ku. Hanya saja, aku tak dapat mengajari seseorang yang memiliki tingkat kesombongan melebihi rata-rata manusia di alam ini " jelas lan wu membuat suyie mengepal tanganya.


Mendengar ucapan lan wu , akhirnya dang hanya mengangguk berat tanpa sanggup memaksa lagi.


Beberapa hari yang lalu , suyie memohon kepada lan wu untuk di terima sebagai muridnya , namun lan wu menolak di karenakan lan wu mengetahui tujuan utama dari suyie. Ia juga merasakan aura kebencian yang begitu pekat dari tubuh suyie. Hal tersebutlah yang membuat lan wu ragu untuk mengajari beberapa jurus kepada suyie.


" Tuan sein , apakah anda pikir aku tidak bisa menjadi orang yang baik ?!" Tanya suyie dengan nada marah .


Suyie membelah sebuah kursi yang terdapat di sampingnya menggunakan pedang .


Lan wu menggelang pelan sembari mengeluarkan pisau api yang terbentuk tepat di punggung lan wu .


"Jika kau berniat menjadikan xuya sebagai alat mu untuk mengendalikan ku , maka kau sudah salah nona suyie. Aku berani bertaruh jika seluruh assassin yang tak terlihat oleh mata ku ini , akan ku bakar bersam dengan jadadmu hari ini " pancaran energi petarung kini keluar dari tubuh lan wu .


Dengan cepat lan wu menusuk dang yang sedang berada di sebelahnya, seketika mata suyie terbuka dan hendak melarikan diri , namun usahanya menjadi semu. Usai akar api iblis yang melilit di kedua kakinya .


Suyie menjerit usai melihat kepala 5 orang yang entah dari mana ,kini berada tepat di sekeliling nya .


"Ba.baba..bagaiman bisa ... Kau membunuh mereka secepat ini ?" Tanya suyie tak percaya dan di sertai tangis ketakutan nya .


Terlihat juga dang yang di sebelah lan wu , kini berubah menjadi sosok lain usai tertusuk pedang lan wu .


..


Terdengar suara beberapa orang berlari menuju ke arah lan wu. Mereka sontak menjerit usai melihat 5 kepala yang telah terpenggal dan berada di sekeliling suyie , yang kini kakinya terikat oleh api iblis .


"Tuan sein apakah yang sedang terjadi di sini ?" Tanya seorang tetua keluarga Mio


Lan wu terdiam sesaat sembari menetralkan energi petarung miliknya .


"Kau tanyakan saja kepada nona suyie , dia lebih mengenal kepala-keoala itu ketimbang dengan ku " ujar lan wu yang kini beranjak meninggalkan tempat tersebut .


Beberapa kali terdengar teriakan minta tolong dari suyie , namun lan wu tak memperdulikan hal tersebut  lan wu terus berjalan sembari menutupi telinga xuya , yang kini tengah di serang kantuk hebat .


"Apakah kau tidak lelah untuk tidur ? Bukankah kau baru bangun beberapa jam yang lalu ?" Ujar lan wu sembari memencet pipi imut xuya .


Lan wu pun menuju ruang pertemuan usai mengantarkan xuya ke kamar nya. Ia mendapat panggilan dari seorang tetua yang di suruh oleh dang .

__ADS_1


Lan wu kini memasuki ruang pertemuan dengan langkah tenang . Perhatian nya teralih kepada suyie yang tengah duduk tepat di tengah tatanan kursi yang membentuk huruf u .


Lan wu di persilahkan duduk di sebuah kursi dan kemudian pertemuan pun di mulai .


Dang membahas perihal muncul nya beberapa kepala yang merupakan pembunuh bayaran dari kelompok macan hitam, kemudian di lanjutkan dengan perihal lan wu membelenggu kaki suyie dengan api miliknya .


" Adik sein , bisakah kau menjelaskan perihal kau membelenggu kaki suyie ?" Ujar dang dengan nada tenang .


"Kakak dang , itu merupakan hukuman yang paling ringan buat nya " jawab lan wu singkat.


Para tetua lainya meras geram dengan nada sombong yang di lontarkan oleh lan wu , namun mereka memilih tidak memperlihatkan nya dan membiarkan dang yang mengambil alih situasi tersebut .


"Maksud adik sein ? Apakah suyie melakukan hal yang tidak baik pada mu?" Wajah dang di penuhi dengan berbagai pertanyaan .


Dang meyakini bahwa lan wu bukanlah orang yang akan sembarangan menyerang orang lain .


Nampak lan wu menghela nafas berat seraya menatap ke arah suyie yang tengah diam .


"Baiklah aku akan mengatakan nya . Yang pertama adalah perihal beberapa kepala yang kalian temukan, itu memang benar merupakan kepala dari pembunuh bayaran seperti yang di sebutkan oleh kakak dang sebelumnya, namun kemunculan mereka berkaitan dengan permintaan seseorang di kediaman ini .." ujar lan wu yang mendadak di ****** oleh dang dengan nada marah


"Orang tersebut berniat menjadikan xuya sebagai alat untuk mengendalikan ku , dan itu lah juga alasan ku membelenggu kaki nona suyie dengan api milik ku . Jika kalian ada yang tidak menerimanya ,atau bahkan mempercayai perkataan ku . Kalian bisa menanyakan hal tersebut kepada murid yang paling berbakat di keluarga Mio ini " jelas lan wu sembari beranjak dari kursinya .


Lan wu meninggalkan seluruh orang di ruangan tersebut yang masih berusaha mencerna perkataan dari mulut kan wu .


**


" Sebentar lagi !!" Seru lan wu yang kini tengah memacu kudanya memasuki gerbang kota tempat di mana sakte gunung biru berada .


Lan wu telah melakukan perjalanan tersebut selama satu hari penuh , usai menyelesaikan persoalan mengenai suyie di kediaman keluarga Mio .


Lan wu menitipkan kudanya di sebuah penitipan kuda . Ia juga menjelaskan kepada penjaga tersebut agar memberi makan kudanya dengan rumput iblis .


"Hais.. sepertinya aku harus mengikuti tahap ini " keluh lan wu usai melihat pengamat ujian tersebut hanya seorang murid inti dari perguruan gunung biru .


Lan wu melewati setiap ujian di bagian pertama dan kedua dengan kemampuan yang tidak terlalu mencolok .hingga kini ia telah berada di sebuah hutan dekat perguruan gunung biru untuk mengikuti ujian terakhir sebelum menjadi salah satu murid di perguruan tersebut .


Ujian tersebut merupakan ujian bertahan hidup selama 3 hari di dalam hutan yang terdapat berbagai macam hewan iblis tingkat rendah hingga tinggi . Lan wu pun berencana ingin mengumpulkan inti hewan iblis tingkat tinggi untuk di jadikan simpanan jika ia memerlukan uang dalam jumblah yang begitu besar .


.


Ujian tersebut memperbolehkan seluruh peserta untuk mengeliminasi peserta yang lain , dan merebut kartu spirit yang telah di berikan sebelumnya dengan masing-masing 100 poin


Lan wu mencari tempat yang terdapat hewan iblis tingkat tinggi . Pembagian wilayah tersebut hampir sama dengan lembah neraka di kekaisaran Ning .


Namun yang membedakan adalah , di hutan tersebut tidak terdapat tumbuhan langka ataupun harta yang berharga selain inti hewan iblis tingkat tinggi yang dapat membantu peningkatan kultivasi .


"Sepertinya di sini tempatnya " ujar lan wu yang merasakan aura dari hewan iblis di sekitarnya .


Tak lama kemudian muncullah seekor ular besar dengan sebuah tanduk di atas kepalanya. Lan wu mengeluarkan aura neraka sembari menerjang ular tersebut . Tak di sangka ekor dari ular tanduk tersebut dengan cepat memukul lam wu hingga menabrak pohon di arah kanannya .


Ular tersebut mengeluarkan cairan berwarna hijau ke arah lan wu. Lan wu melompat keatas pohon ,kemudian menerjang kearah kepala ular tersebut sembari menghunus pedang miliknya .


"Sampai jumpa " senyum lan wu sembari menebas mulus kepala besar ular tersebut .


"Dia cukup kuat juga " ujar lan wu yang kini berhasil mengeluarkan inti hewan iblis tersebut

__ADS_1


Mendadak dengan cepat muncullah 4 orang yang kini telah mengelilingi lan wu


Lan wu tersenyum tipis usai mengetahui niat dari ke 4 orang tersebut .


" Serahkan inti hewan iblis di tangan mu , dengan begitu kami akan membiarkan mu memiliki setengah poin di kartu " ujar salah satu dari ke 4 orang tersebut .


Dengan cepat lan wu telah berada di depan pria yang meminta inti  hewan tersebut . Lan wu memasang senyum dingin kearah ke 3 orang di sekitarnya sembari menendang kepala dari orang di depan lan wu .


Sontak ke 3 orang tersebut berusaha melarikan diri , namun dengan cepat pisau api lan wu berhasil meledak kan ke 3 pria tersebut di atas udara.


"Salahkan nasib kalian yang terlahir di emas biru " ujar lan wu sembari memasukan poin dari kartu spirit yang berhasil di dapatkan nya . Kini total poin lan wu berjumbalh 500 .


" Semoga saja si brengs*k tersebut menyaksikan hak ini , sehingga aku tidak perlu lagi memasuki sakte busuknya " ujar lan wu sembari melompat ke arah pohon lainya .


Ia terus mencari hewan iblis dan kemudian membunuhnya , tak terhitung dengan jari tangan berapa banyak hewan iblis tingkat atas yang telah di bunuh oleh lan wu. Hampir setiap tempat di lewatinya selaku terdapat 10 hewan iblis dengan jenis yang berbeda .


Lan wu juga kerap menyerang beberapa orang yang di lihat nya di perjalanan , dan tidak segan - segan untuk membunuh mereka .


Usai merasa jika poin miliknya telah cukup untuk meloloskan nya , akhirnya lan wu memilih bertapa di pinggir sebuah danau kecil di hutan tersebut . Ia kembali mempelajari jurus petir pengadil dan sesekali mempraktekannya untukbmengetahu hasilnya. Lan wu terus melanjutkan kultivasinya dengan tenang dan tidak begitu mempedulikan beberapa orang yang juga berada di sekitar danau tersebut .


Seketika lan wu membuka matanya usai mengenali aura seseorang yang berada tidak jauh dari nya .


Ia menelusuri setiap tempat di danau itu dengan matanya ,hingga pandangan nya terhenti di salah satu gadis yang tengah menatap hamparan danau dengan tatapan teduh .


Lan wu nampak tersenyum kecil sembari beranjak dari duduknya dan mendekat ke arah gadis tersebut . Sembari mengeluarkan aura neraka secukupnya .


Nampak gadis tersebut beraksi cepat dan menyerang lan wu , lan wu tersenyum lebar ketika menghindari jurus gadis tersebut .


"Dia semakin kuat " ujar lan wu yang mundur beberapa langkah usai terkena pukulan dari gadis tersebut .


Lan wu mengelus dadanya yang terasa sakit usai terkena pukulan tenaga dalam gadis tersebut .


"Kakak yu sepertinya bertambah kuat ya ?" Ujar lan wu sembari tersenyum lebar kearah gadis yang memasang wajah bingung di depannya .


Mendadak raut wajah gadis tersebut berubah dan seketika berlari memeluk lan wu .


"Ka.ka..kau sein ? Kau sudah kembali ?" Tanya Yui yang kini mengeratkan pelukan nya


Lan wu hanya diam dan membiarkan Yui menumpahkan perasaan nya hingga ia sendiri lelah . Lan wu mengelus punggung Yui Dangan lembut seraya menahan rasa sakit akibat pelukan Yui yang semakin menguat setiap saat .


"Amh...kakak yu , bisakah kau melepasku sekarang , aku merasa akan segera kehilangan nyawaku jika kau tidak melepaskan pelukan mu " ujar lan wu sedikit merintih .


Yui kini tersadar dan segera melepaskan pelukan nya , nampak wajah Yui memerah menahan malu akibat perbuatan yang tidak bisa di kendalikan nya .


Yui selalu memikirkan lan wu sejak pertemuan terakhirnya dengan lan wu . Ia juga entah sejak kapan selalu memikirkan lan wu dan begitu menanti saat ini di sepanjang hidupnya .


Yui menghapus sisa air mata yang masih tersisa di sudut matanya .


"Kau sejak kapan berada di sini ?" Tanya Yui yang kini mengeluarkan senyum manisnya


"Mungkin sekitar seminggu yang lalu , kebetulan aku mempunyai urusan kecil di sini, dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti penerimaan murid di gunung biru " ujar lan wu menjelaskan


Nampak senyum Yui semakin lebar usai mengetahui jika lan wu akan menetap lama di kekaisaran emas biru . Ia semakin semangat untuk menyelesaikan ujian tersebut .


"Aku juga hendak menjadi murid di gunung biru , aku tidak menyangka bisa menemui mu di sini"

__ADS_1


"Hahaha mungkin ini merupakan takdir, lalu apakah kakak sudah mendapat poin yang cukup ?" Tanya lan wu yang langsung di jawab dengan anggukan kepala Yui .


Akhirnya lan wu memutuskan untuk mengajak Yui pergi bersamanya untuk membunuh beberapa hewan iblis yang selanjutnya akan di  serap oleh Yui yang kini hendak memasuki tahap suci akhir.


__ADS_2