Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
duel


__ADS_3

Ia kembali memasukkan hewan tersebut kedalam segel formasinya dan menyerahkan token segel kepada Jidan untuk selanjutnya dibawa menuju puncak Zo.


"Dengan ini aku umumkan bahwa pemenang kompetisi babak ini adalah Kein, Long Qinde, dan Long rudo. Selanjutnya adalah babak pertaruangan untuk menentukan juara 1 dari kompetisi ini" jelas pengawas ujian tersebut.


Wajah Qinde dan Rudo terlihat begitu senang disertai dengan ucapan terimakasih kepada Lan wu atas bantuan yang ia berikan.


Adapun alasan lain kesenangan Qinde adalah, kemampuan Lan wu yang tidak dapat diprediksikan.


Situasi barusan membuka lebar mata murid-murid sakte immortal agar tidak meremehkan Lan wu. Sebagian dari mereka kini mengidolakannya dan sebagain lagi menyimpan dendam.


Lan wu memutuskan untuk kembali ke puncak Zo terlebih dahulu untuk beristirahat.


Diperjalanan pulang Lan wu dihampiri oleh seorang tetua puncak bernama He Zinzu.


Lan wu yang kini berhadapan dengan wanita tersebut masih memasang sikap tenang seraya menyapa tetua dihadapannya " salam tetua"


Dengan ekspresi wajah layaknya es He Zinzu mengabaikan ucapan Lan wu.


"Apakah anda punya masalah tetua? Jika tidak ada apa-apa tolong biarkan aku lewat" jelas Lan wu seraya memasang senyum.


Pertanyaan Lan wu dibalas dengan serangan cepat He Zinzu yang membuat Lan wu harus melompat mundur. Namun Zinzu tidak memberi Lan wu kesempatan untuk beristirahat dan memaksa Lan wu untuk terus bertarung.


Seraya menahan dan menghindari serangan Zinzu, Lan wu mengamati area sekitarnya yang terdapat 2 kesadaran pendekar ranah abadi akhir yang bersembunyi dibalik semak-semak.


"Hem..ingin menyelidiki ku.? Tidak mudah" gumam Lan wu dengan sengaja memperlambat pergerakannya hingga Zinzu berhasil mendaratkan satu pukulan keras di tubuh Lan wu.

__ADS_1


"Ada yang salah.." gumam Zinzu menatap kepulan debu tempat dimana Lan wu tersungkur.


Disaat Zinzu berfokus kearah debu-debu tersebut, dengan cepat Lan wu mucul dibelakang Zinzu lalu menepuk pantat wanita tersebut hingga membuatnya kehilangan keseimbangan.


"Dasar cabul.!" Teriak Zinzu dengan wajah memerah bercampur kesal.


Melihat ekspresi wanita tersebut sontak Lan wu tertawa dan berkata " salahkan dirimu yang tidak fokus" ujar Lan wu sesaat sebelum meninggalkan tempat tersebut.


"Bajingan ini..! Awas jika bertemu lagi, akan ku pecahkan kepalanya.!" Geram Zinzu yang merasa ternodai.


Dari arah semak-semak dibelakang Zinzu keluarlah 2 orang gadis bercadar yang sedari tadi bersembunyi. Salah satu dari gadis tersebut membisikan sesuatu ke telinga Zinzu.


"Benar juga...ketiga gadis itu berhubungan dekat dengannya.." ujar Zinzu dengan senyum aneh lalu melesat kearah berlawanan dengan Lan wu.


Esok harinya Qinde mendatangi puncak Zo untuk menjemput Lan wu dan bersama-sama berangkat ke area inti.


Sementara Lan wu terlihat tengah bersantai di halaman depan seraya menikmati secangkir teh.


Suara langkah kaki Qinde membuat Lan wu terbagun dari hayalan singkatnya. Qinde mendekati Lan wu dan berdiri tepat di samping kanan Lan wu dan menuangkan teh dari teko ke cangkir Lan wu yang telah kosong.


"Aku baru pertama kali melihat orang yang begitu santai seperti kamu.." ucap Qinde kemudian meminum teh yang tadi dituangkan olehnya.


Dengan ekspresi tenang Lan wu menatap singkat gadis tersebut kemudian berkata. " Aku tidak ingin mengikuti ujian selanjutnya, terlalu membosankan" ujar Lan wu sembari merenggangkan sendi jarinya.


"Tetua Jidan telah menunggu mu, bahkan guru Susu meminta ku untuk menjemput mu. Jangan buat penggemar mu menunggu lebih lama" balas Qinde menarik tangan Lan wu dengan paksa.

__ADS_1


Dilain tempat, arena pertandingan.


Pertaruangan sedang berlangsung sengit antara Fifi melawan Cui Al salah satu dari dewa pedang di puncak utama.


Pertandingan semula berlangsung begitu sengit hingga Cui Al mengeluarkan beberapa jurus pedangnya yang membuat Fifi terluka serius.


Selepas pertandingan keduanya, kini giliran Lan wu melawan Wun yuba.


Wun yuba dengan nada angkuhnya meneriaki Lan wu agar cepat naik ke atas arena.


"Akhirnya kau datang juga..! Hahaha..! Aku akan mengalahkan mu hari ini kemudian merusak kultivasi mu.!" Ancam Wun yuba seraya tersenyum licik.


Qinde mendorong Lan wu kedepan agar segera menaiki arena pertandingan.


"Yah..! Bagaimana cara mu mengalahkan ku?" Tanya Lan wu yang kini telah berada diatas arena.


Dari bangku ketua dan para tetua kini sedang beradu argumen siapa diantara Lan wu dan Wun yuba yang akan menang.


"Tentu saja murid ku tidak akan kalah dari tetua Jidan, meskipun Kein berbakat tapi minimnya sumber daya membuat kemajuan pelatihannya berkurang" jelas Losung memperkirakan.


"Heh...kau belum melihat kemampuan sebenarnya dari anak itu, aku bahkan sama sekali tidak pernah melihatnya berlatih. Namun kekuatan anak itu terus meningkat dan selalu berhasil mengejutkan kita.


Aku yakin kali ini dia akan memberikan kejutan lagi" balas Jidan dengan percaya diri.


"Mulai.!" Teriak wasit di arena yang mempersiapkan keduanya untuk mulai bertarung.

__ADS_1


__ADS_2