Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Episode 58


__ADS_3

"hmm..sejak kapan keluarga wu menjadi begitu pengecut ? Apakah tidak ada yang berani membela nya?" Ujar lan wu sembari menatap kearah Luan wu


Nampak tak ada yang bergeming usai mendengarkan pertanyaan dari lan wu. lan wu kini mengeluarkan separuh auranya dan kembali membuat raut wajah semua yang berada di situ bertambah pucat


"Sayang sekali, padahal aku mengharapkan sedikit pertarungan disini. Sepertinya aku datang ketempat yang salah."


Lan wu kini meletakan pedangnya di bahu seraya mendekat kearah Luan. Sorot matanya di penuhi oleh dendam yang terus di pendamnya selama beberapa tahun.


"La..lan wu.. bagaimanapun aku merupakan paman mu. Bisakah kau mengampuni ku?" Ujar luan yang kini membungkuk di hadapan lan wu


"Tidak kedengaran.." lan wu melayangkan pukulannya ke wajah Luan


Terlihat Luan yang kini terkapar sembari mengeluarkan darah dari mulutnya. Lan wu menarik rambut luan dan kemudian melemparnya kearah arena pertandingan. Seluruh anggota keluarga wu tak berani bergerak sedikitpun, atau berniat untuk menghentikan perbutan lan wu


"Am..am..pun...argh..!!" Rintih Luan seraya menahan sakit usai lan wu menendangnya tepat di perut.


"Aku tidak mendengarnya,apakah kau tidak bisa bicara?" Tanya lan wu sembari menginjak Luan tepat di perut


Nampak mulut luan yang menyemburkan darah segar usai di injak oleh lan wu. Tatapan mata Luan di penuhi oleh kesengsaraan. Rasanya setiap inci dari tubuhnya di penuhi oleh rasa sakit yang luar biasa.


"Apakah tidak ada yang membelanya ? Bukankah dia dulunya merupakan pemimpin yang kalian hormati? Bukankah demi dia makin rela memfitnah ayahku? Kalian bahkan memandang rendah usai melihat kedua orangtuaku meregang nyawa. Orang-orang seperti kalian pantas untuk di bunuh.!!" Ujar lan wu sembari merapatkan giginya


"Meskipun kau begitu kuat, namun kau tak bisa melanggar peraturan keluarga. Terlebih lagi membunuh seorang pemimpin dari keluarga wu.." ujar salah satu sesepuh yang menentang lan wu


Dengan cepat pisau api meluncur kearah sesepuh tersebut sebelum akhirnya memisahkan kepala sesepuh tersebut dari badannya. Para sesepuh yang tersisa kini di penuhi oleh ketakutan usai melihat jasad di depan mereka


"Ada lagi ?"tanya lan wu dengan nada dingin sembari menatap 3 sesepuh yang gemetaran di depannya


"Bagaiman peraturan tersebut bisa merenggut nyawa kedua orangtuaku ? Sejak awal peraturan tersebut hanya berlaku bagi mereka yang mematuhinya. Namun berkat kejadian silam,aku dapat mengetahui bahwa selama mempunyai kemampuan..tidak akan ada yang bisa melarangnya" ucap lan wu yang kini tersenyum sembari menggeleng


"Namun untungnya,orang tuaku mengajariku dengan baik. Aku akan mengampuni keluarga wu dan membiarkan kalian tetap berada di sini,namun jika suatu saat kalian melakukan kesalahan. Aku pastikan jika tubuh serta roh milik kalian akan musnah selamnya..!" Ucap lan wu menekankan perkataannya


Mendengar perkataan lan wu sontak Luan wu merinding sejenak. Setidaknya ia dapat mempertahankan nyawanya


Lan wu mendekat kearah tiang wu dan kemudian memberi hormat. Lan wu memanggil Yuni sembari menyampaikan perihal kedatangan. Tak membutuhkan waktu lama bagi tiang wu untuk menyetujui pembatalan perjodohan tersebut. Yuni kini dapat bernafas lega usai menyelesaikan kekhawatiran nya selama ini.


"Dimana kedua orangtuaku di makamkan?" Tanya lan wu dengan nada sedih


"Di belakang kediaman ayahmu dulu, aku memakamkan mereka berdampingan tepat di bawah pohon  persik yang di tanam oleh ibu mu" jawab Tiang wu bersamanya dengan lan wu yang melangkah meninggalkan tempat tersebut


Lan wu melangkah dengan hati bergetar usai melihat 2 buah nisan yang bertuliskan nama kedua orang tuanya


Ia bersujud di depan makam kedua orang tuanya seraya terdiam cukup lama. Air matanya mengalir tak terbendung. Ia membiarkan semuanya tumpah dan membasahi tanah tersebut. Setidaknya beban yang selama ini di pokoknya serasa berkurang seiring dengan keluarnya air mata.


"Anak yang tidak berbakti datang mengunjungi ayah dan ibu..maaf jika kalian menunggu ku begitu lama.." ucap lan wu yang kini telah dalam posisi berdiri


"Ayah..aku sekarang telah menjadi pendekar yang kuat seperti mu, aku banyak melakukan kebaikan di sepanjang perjalananku serta menemukan ratusan teman yang begitu menghargai ku.aku banyak mendengar kisah mu dari kakek Jian... Selanjutnya aku kini menjadi seorang guru yang memiliki 6 murid hebat yang kelak akan menjadi pendekar hebat di wilayah barat ini. Aku juga menemui seorang gadis yang sudah kita anggap seperti anak ku sendiri. Wajah gadis tersebut begitu mirip dengan ibu. Suatu saat ia pasti akan tumbuh menjadi gadis yang cantik seperti ibu. Aku begitu ingin menceritakan semuanya kepada kalian sembari menikmati teh buatan mu ibu.."lan wu menghentikan ucapannya


Ia menghapus air matanya seraya tersenyum lebar menatap kedua nisan tersebut


"Aku akan terus hidup seperti ini, dan Takan melupakan apa yang kalian ajarkan kepada ku .." seru lan wu sembari memberi hormat


**


Nampak di kediaman yang di tinggali oleh lan wu begitu ramai di penuhi oleh murid-murid keluarga wu. Mereka hendak memohon agar lan wu mengangkat mereka menjadi murid.


"Adik lan, bukankah seharusnya kau menanggapi para murid tersebut?" Ujar Cui wu yang merupakan sepupu dari lan wu


Lan wu menguk minumannya seraya mencubit pelan pipi xuya


"Aku tidak berkeinginan untuk mengangkat murid lagi, selain itu bukankah kakak ciu merupakan pendekar yang hebat di keluarga wu, seharusnya kakak juga memilih beberapa murid untuk meneruskan seluruh ilmu beladiri yang kakak miliki" jawab lan wu dengan tenang


"Hahahaha ..aku bahkan tidak setenar yang kau pikirkan, tentu saja aku masih kalah dari dan wu, terlebih lagi dengan xio wu. Ia merupakan anak dari keluarga wu yang paling berbakat. Tentu saja jika kau tidak di masukan dalam daftar tersebut"


Nampak dari pintu masuk terlihat seorang pengawal dari keluarga wu datang menghadap


"Tuan, pemimpin keluarga memanggil anda berdua ke ruang pertemuan."


"Ada perihal apa paman tiang memanggil kami?" Tanya Cui


"Leluhur qei telah kembali dari pertapaannya, dan hendak mengangkat beberapa murid dari keluarga utama " jelas pengawal tersebut


Akhirnya lan wu mengiyakan ajakan Cui untuk mendatangi ruang ruang pertemuan


Di ruang pertemuan, tepatnya lebih mirip seperti arena mini yang dapat di gunakan oleh 2 orang untuk bertarung. Kini di penuhi oleh pemuda serta gadis yang merupakan keluarga utama di keluarga wu.

__ADS_1


Keluarga utama,ialah keturunan langsung dari wu, sedangkan para murid yang datang berlatih di tempat tersebut biasanya di golongkan sebagai keluarga cabang dan tidak terlalu mendapat hak istimewa seperti keluarga lainya nya.


"Heh..bahkan masih di tingkat permulaan abdi,namun sudah begitu meninggikan diri"gumam lan wu tersenyum kecut usai membaca tingkatan dari seorang pria berumur senja yang tengah duduk di sebelah tiang wu


Cui memberi hormat kepada pria tersebut sementara lan wu hanya tersenyum sembari menatap xuya yang tertidur pulas di gendongan nya


Lan wu sontak menatap tajam kearah qei usai merasakan aura menekan yang cukup kuat mengarah kepadanya


"Leluhur ini ..apakah kau hendak membangunkan xuya? " Tanya lan wu sembari mengeluarkan aura neraka miliknya dan sontak mengejutkan qei


"Kebetulan aku hendak mengetahui bagaimana kemampuan dari leluhur qei. Aku memohon bimbingan dari leluhur qei " ucap lan wu sembari memberi salam kearah qei


qei tersenyum tipis seraya melompat ke arena tersebut,hentakan kaki qei membuat goncangan singkat dan membuat seluruh orang yang berada di tempat tersebut berdecak kagum.


"Hmm ." Gumam lan wu sembari memanggil menitipkan xuya kepada Cui


Lan wu menghela nafasnya seraya mengeluarkan seluruh aura neraka miliknya


"I...ini..?" Kaget qei usai merasakan dahsyatnya tekanan aura dari lan wu


Tanpa sadar ia bahkan kini di penuhi oleh keringat dingin yang terus bercucuran dari wajahnya. Ia begitu kaget usai merasakan tekanan aura yang setidaknya berada di tahap abadi akhir.


"Ka..kau apakah telah mencapai tingkat abadi akhir ?" Tanya qei berusaha menahan tekanan lan wu semampunya


"Apakah orang yang di juluki sebagai leluhur pantas untuk menanyai hal tersebut kepada ku? Aku bahkan hanya seorang pemuda biasa yang mengerti sedikit tentang kultivasi. Seharusnya anda yang bergelar leluhur dapat membaca tingkatan ku dengan mudah" jawab lan wu seketika membuat wajah dari qei berubah drastis


Ia kini menyadari maksud dari perkataan lan wu kepadanya. Sikapnya yang seolah merupakan orang yang mencapai keberhasilan besar tanpa di sadari berubah menjadi seseorang yang congkak dan gila hormat


"Tuan telah menyadarkan kesalahan ku..aku sungguh menyesali nya " ujar qei memberi hormat kepada lan wu


Wajah terkejut tak dapat di sembunyikan oleh seluruh orang yang menyaksikan kejadian tersebut


"Gunakanlah kemampuan mu untuk melindungi keluarga wu dengan baik, dan jangan sekalipun melakukan hal yang bertentangan dengan prinsip keluarga wu. Aku tidak menginginkan kalian semua melihat sisi ibkisku " ujar lan wu tersenyum tenang sembari mengambil xuya dari tangan Cui


Lan wu melangkah keluar dan meninggalkan seluruh orang yang masih mencerna maksud dari perkataannya. Sementara qei menjelaskan maksud dari perkataan lan wu kepada tiang wu dan lainya.


"Pemimpin tiang. Kali ini keluarga wu memiliki seorang pendekar yang sangat berbakat" ujar qei menatap lan wu yang kini telah menghilang dari pandangan nya


..


"Xioca..apakah kau sudah siap dalam kultivasimu? " Tanya lan wu sembari menatap xioca yang tengah bermain bersama xuya di halaman depan kediamannya


"Hmm..tentu saja kak, namun aku tidak begitu cocok dengan lingkungan ini." Jawab xioca sembari menundukkan lehernya agar xuya dapat turun


"Baiklah. Bagaiman jika sekarang kita berangkat menuju pedang dewa? Aku yakin kau dapat berlatih dengan tenang di sana" lan wu kini mendekat kearah xioca


Lan wu segera menyiapkan keperluanya dan mengunjungi makam kedua orangtuanya untuk berpamitan. Usai mengunjungi makam kedua orangtuanya. Lan wu segera berangkat menuju pedang dewa. Ia bahkan tidak menemui tiang wu dan memberitahukan kepergiannya. Ia sengaja tak memberitahu tiang wu,karna jika ia mengatakan soal kepergiannya pasti akan di tahan oleh tiang wu.


Lan wu memandangi hamparan luas yang terlihat di sepanjang perjalanan. Dari ketinggian lan wu dapat melihat rombongan pedagang yang sedang dalam perjalanan ke sebuah kota.


"Gawat..!!" Ujar lan wu sembari memukul jidatnya


"Apakah ada masalah kakak lan ?" Tanya xioca yang mendengar perkataan lan wu


"a..a..aku lupa mengajak nona yuni.." ucap lan wu merasa serba salah


"Hahahaha. Aku pikir ada apa. Tenanglah, nona yuni akan baik-baik saja" ujar xioca menenangkan lan wu


Lan wu menghela nafas seraya mengangguk. Sekali lagi ia menatap wajah xuya yang tengah tertidur pulas di gendongannya. Apa yang akan terjadi jika xuya mengetahui kematian ibunya di masa lalu? Apakah ia tetap akan seceria ini hingga besar. Pertanyaan demi pertanyaan terus mengisi benak lan wu. Bagiamanapun xuya wajib mengetahui perihal ibunya dan satu-satunya hal yang lan wu ketahui adalah pertemuanya dengan ibu xuya yang dalam keadaan sekarat.


"Sepertinya akan berat bagimu.." gumam lan wu menatap wajah imut xuya


**


Kaisar memgadakan jamuan besar yang di lakukan di pedang dewa. Seluruh pedekar di undang dan bersama-sama menikmati kemenangan atas peperangan yang berlangsung di kekaisaran Yon. Selain itu pesta tersebut di adakan bersamaan dengan menyambut kelahiran anak pertama dari Yuan dan  qinxu.


"Hais..nampaknya bintang utama dalam pesta ini sudah datang.." ujar Jian tersenyum usai merasakan energi dari xioca


"I..itu tetua lan..tetua lan akhirnya datang.." teriak para murid usai melihat xioca yang yang mendarat di tengah kerumunan para murid tersebut


Lan wu melompat turun dari punggung xioca bersamaan dengan xioca yang telah berada dalam ukuran sedang dan hinggap di pundak lan wu.


"Tetua lan, bagaiman perjalan anda?" Tanya salah satu murid yang berada di depan lan wu


"Wah...anak dari tetua lan begitu cantik.."

__ADS_1


"Tetua lan, siapa nama adik kecil ini?" Kini pertanyaan semakin berdatangan usai perhatian merek tertuju pada xuya yang tengah terlelap pulas di tangan lan wu


"Namanya xuya, kalian bisa menggendong nya kalau mau.." ujar lan wu bersamaan dengan para murid perempuan yang berebutan hendak menggendong xuya


"Ka..kalian jangan mendesak ku .." ujar lan wu berusaha menahan para murid yang terus menghimpitnya


"Ini?.." kaget lan wu usai melihat xuya yang menatap salah satu murid dengan penuh ketertarikan


"Kau ingin bermain dengan kakak ini?" Tanya lan wu bersamaan dengan tangan imut xuya yang menggapai tangan dari murid perempuan yang sedari tadi di tatap olehnya


"Ah..adik kecil..kau begitu imut.." ujar murid perempuan yang kini telah menggendong xuya


"Tetua bolehkah aku mengajak adik xu untuk berkeliling sebentar ?"


"Baiklah..jangan lupa untuk memberinya susu " ujar lan wu sembari melangkah mendekati kursi yang terdapat Jian dan lainya


Lan wu memberi salam kepada kaisar an sesaat sebelum duduk di sebuah kursi yang berdekatan dengan Yuan.


Pandangan lan wu tertuju kepada beberapa wajah dari para tetua yang duduk di tempat tersebut. Ia bahkan belum pernah menemui para tetua ini sebelumnya


"Apakah mereka adalah tetua baru di pedang dewa?" Tanya lan wu tak dapat menahan dirinya untuk bertanya


"Hmm..kau benar lan wu. Mereka merupakan tetua baru yang telah menyelesaikan ujian untuk mendapatkan posisi tersebut. Selain itu mereka merupakan orang yang memiliki bakat luar biasa " jelas Feng seraya meneguk minuman di cangkirnya


Lan wu sedikit terkejut usai mengetahui 5 tetua baru tersebut setidaknya telah mencapai tingkat suci akhir dan 2 orang di antaranya telah memasuki tingkat dewa awal dengan fondasi kultivasi yang sudah begitu kuat.


"Baiklah. Aku adalah lan wu memberi salam kepada para saudar sekalian. Aku harap kalian dapat menurunkan bakat kalian kepada generasi muda di pedang dewa" ujar lan wu seraya tersenyum lebar menatap para tetua baru di depannya


Tanpa di duga para tetua baru tersebut bahkan tidak menanggapi lan wu. Bahkan dengan jelas terlihat para tetua baru tersebut berbisik sembari membicarakan lan wu.


Lan wu sedikit tersinggung menanggapi sikap dari ke enam tetua baru di depannya. Jika bukan karena kehadiran kaisar dan para ketua sakte lainya, tentu saja lan wu secara terang-terangan akan membahas perihal sikap mereka kepadanya.


"Kakak lihatlah adik ini, bukankah ia terlihat begitu menggemaskan. Aku dia bahkan tidak terlihat seperti pendekar hebat yang di ceritakan oleh ketua Jian dan ketua lainya. Aku rasa para ketua terlalu berlebihan memandang adaik lan wu." Ujar seorang gadis yang duduk di samping tetua baru tersebut


"Murid wulan sui, bukankah ku terlalu keterlaluan kepada tetua lan?" Bentak Feng dengan suara yang dapat di dengar oleh para murid yang tengah menikmati kudapan di halaman depan dari aula pedang dewa


"Hahahaha..tetua Feng tenanglah, murid wulan hanya tau bagaiaman caranya menyajikan lelucon" lerai lan wu sembari tertawa


"Murid saudara sepertinya sangat berbakat ya?" Kini lan wu melontarkan pertanyaan kepada tetua baru yang kini menatap lan wu dengan serius


"Nama ku kein sui.dan Wulan merupakan adik ku apakah maksud dari pertanyaan yang kau ucapkan kepada ku?" Nampak kein menjawab lan wu dengan nada menekan


Sontak raut wajah lan wu berubah serius usai melihat sifat sombong dari tetua baru di depannya tersebut


Dari arah lain nampak yiyi beserta Ming yu yang mengeluarkan aura besar sembari mendekat kearah lan wu


Terlihat wajah keduanya yang tidak begitu senang atas perkataan yang di ucapakan kein kepada lan wu


"Tetua kein sebaiknya kau menjaga ucapan mu. Gurumu tidak pantas untuk berbicara seperti itu kepada guruku" ujar yiyi mengacungkan pedangnya ke arah kein dengan geram


"Hais...mengapa kau begitu pemarah? Sudahlah aku tidak mempermasalahkan itu" lerai lan wu menyudahi situasi tegang tersebut


"Hahahah..pantas saja adik lan begitu di hormati oleh kaisar dan ketua Jian. Tak di sangka kau mempunyai murid yang begitu hebat untuk melindungi mu dari berbagai masalah. Yang kau tau hanya menghamili wanita lalu membawa pulang anak haram ke pedang dewa ini..ishh..sungguh merusak nama baik pedang dewa" cerca Wulan menatap rendah lan wu yang kini sedikit menunduk


Ming yu segera melompat sembari mengeluarkan jurus pedang kilat dan menciptakan tekanan hebat di aula tersebut. Nampak Wulan menelan ludahnya usai merasakan kehebatan dari jurus Ming yu. Terlihat juga kein yang sedikit pucat tak menyangka bahwa Ming yu akan melakukan hal tersebut di depan ketua kaisar dan ketua lainya


"Apakah kau sudah selesai ?" Tanya lan wu seraya menahan pedang Ming yu yang hanya berjarak beberapa senti dari leher kein


Lan wu mengeluarkan aura neraka dan sontak membuat Wulan dan seluruh yang berada di aula mengucurkan keringat dingin dari wajah mereka.


"Ada apa?"tanya lan wu menatap dingin kearah kein dan Wulan yang kini memucat usai merasakan dahsyatnya aura milik lan wu


"Rasanya aku tidak dapat menemani kaisar dan lainya lebih lama. Aku merasakan kelelahan usai menempuh perjalan yang jauh. Mohon kalian melanjutkan nya tanpa aku" ujar lan wu memberi salam dan hendak meninggalkan aula tersebut


"Lan wu, duduklah sebentar lagi. Ada banyak hal yang ingin kami tanyakan kepada mu" ujar ketua Shu dengan nada tenang


"Maaf ketua Shu,takutnya aku akan membunuh beberapa orang malam ini karena tersinggung " ujar lan wu tanpa menoleh


Ia melangkah keluar sembari di temani oleh yiyi dan Ming yu yang berjalan di samping lan wu.


Sementara Jian nampak sedikit kesal usai mengetahui sikap dari kein yang tidak menghargai lan wu yang merupakan seorang tetua di pedang dewa


"Tetua kein, sebaiknya kau menjaga dirimu dan adikmu baik-baik. Bukan menakutimu,namun lan wu bukanlah orang yang gampang untuk kau permainkan. Selain itu adik mu telah menyebutnya dengan sebutan tidak pantas" saran Yuan berusaha mencegah agar Jian tidak mengeluarkan kemarahannya


"Bisakah tetua Yuan membantu ku untuk membujuk tetua lan?" Tanya kein dengan nada khawatir

__ADS_1


"Maaf aku tidak bisa melakukanya meskipun aku mau." Jawab Yuan sembari menggeleng pelan


__ADS_2