
"Itu...akar roh milik leluhur naga, roh naga petir...!" Ujar tetua Losung dengan wajah terkejut.
"Itu...itu..adalah pedang naga yang legendaris. Sungguh bakat dewa bermunculan di sakte ini.." sambung ketua sakte dengan wajah senang.
"Hahaha.. bahkan jika dibandingkan dengan semua roh mu, maka itu tidak sebanding dengan senior Long Qinde hahaha..!" Teriak Wun yuba merendahkan Lan wu.
"Lalu jika dibandingkan dengan milik mu apakah kau lebih baik?" Balas Lan wu yang membuat beberapa murid tak kuasa menahan tawa mereka.
"Bajingan..!" Geram Wun yuba dengan wajah menahan malu.
"Hanya bentuk dari roh naga petir bukan masalah untuk ku. Bahkan jika dia memiliki roh terkuat dari ras naga, bakatnya hanya akan tertahan diranah pelepasan imortal 6.
Jika boleh jujur maka ketua sakte sendiri kesulitan untuk menembus level tersebut bukan?" Tanya Lan wu dengan santainya melangkah kearah pintu keluar.
Ucapan Lan wu berhasil membuat wajah orang-orang di ruangan tersebut berkerut.
Namun tanapa disangka, ketua sakte dengan sendirinya membenarkan hal tersebut.
"Hahahaha..menang anak muda yang berbakat, aku awalnya tidak percaya dengan tetua Jidan namun hari ini mata ku terbuka lebar.." ujar ketua sakte bersamaan dengan munculnya hawa dingin yang dirasakan oleh Jidan.
"Ah..anu, Kein...aku hanya mengatakan bahwa kau menyembuhkan tubuh ku dengan tehnik kuno. Kau tenang saja aku tidak.."
"Aku tau tetua, namun dengan tersebarnya hal ini maka akan banyak penjilat yang berdatangan kepada ku.
Aku akan tegaskan jika terjadi sesuatu yang buruk nanti, maka jangan salahkan aku" balas Lan wu dengan wajah dingin lalu meninggalkan tempat tersebut.
Wun yuba semakin membenci Lan wu dan memikirkan ribuan cara untuk membunuhnya. Dan salah satu rencananya ialah dipertandingkan esok hari.
**
__ADS_1
Kabar Lan wu yang membangkitkan banyak akar roh membuat beberapa murid senang dan sebagian lagi ingin membunuhnya.
Hari pertandingan antar murid sakte immortal telah tiba, Lan wu dan ketiga saudari seperguruan puncak Zo berjalan bersama-sama menuju tempat pertandingan.
Mereka kemudian berpisah menuju tempat perkumpulan peserta untuk bergabung dengan murid-murid sesuai ranah mereka.
"Pertandingan ini adalah pertandingan berkelompok, aku khawatir adik Kein akan kesulitan menemukan kelompok.." ujar Sinling.
"Bukan masalah besar. Aku kebetulan ingin mencari sesuatu yang kuat" balas Lan wu seraya berjalan kesisi kanan lapangan tersebut.
Pengawas pertandingan mengumumkan peraturan kompetisi babak pertama, dimana setiap peserta bisa membentuk kelompok sebanyak 5 orang.
Penilaian akan dihitung berdasarkan banyaknya inti hewan buas yang dikumpulkan. Setelah pengumuman selesai, suasana menjadi sedikit ribut oleh peserta yang memilih anggota kelompoknya.
Hanya Lan wu yang masih begitu tenang dan tidak tertarik untuk memiliki orang ataupun bergabung dikelompok lain.
"Aku tidak tertarik, maaf" balas Lan wu dengan nada acuh.
"Jika saudara khawatir dengan keberanian ku maka itu tidak perlu diragukan.." ujar Long rudo.
"Bagus kalau kau mengerti, aku ingin memasuki wilayah inti dari hutan kutukan. Aku hanya tidak ingin kesulitan untuk menjaga bayi"
"Hahaha..saudara kita sepemikiran, aku juga muak dengan hal tersebut. Terlebih lagi jika harus bergabung dengan tuan muda manja dan gadis yang mengandalkan kecantikannya.
Kau tenang saja, aku memiliki kemampuan untuk menjaga diri ku" jawab Long rudo yang membuat senang Lan wu.
"Oke kalau begitu mohon bantuannya" balas Lan wu.
Long rudo menjelaskan bagian-bagian dari hutan kutukan yang tidak begitu didengarkan oleh Lan wu. Hingga ucapan Long Rudo tertahan dengan munculnya seorang gadis cantik yang membuat Long rudo tercengang.
__ADS_1
"Apakah aku bisa bergabung dengan kalian?" Tanya gadis tersebut dengan nada lembut.
"Maaf, aku tidak kepikiran untuk menambah anggota lagi" jawab Lan wu masa bodoh.
"Ehh..anu saudara, dia..dia..adalah nona ku dari keluarga Long. Mohon anda mengijinkan nona ku untuk bergabung.." potong Long rudo dengan nada yang terdengar canggung.
"Kalau begitu kau akan lebih mudah untuk menjelaskan kepada nona mu perihal tujuan ku. Akan repot nantinya jika harus menjaga nona kecil ini.."
"Kau..! Aku hanya ingin bergabung dengan mu karna kau terlihat tidak seperti penjilat.
Jangan terlalu memandang rendah orang" potong gadis tersebut dengan senyum mengancam.
"Sial beraninya dia menolak ku. padahal banyak tuan muda dari keluarga besar memohon agar bisa dekat dengan ku.." kesal gadis tersebut dalam hati.
"Kalau soal kekuatan saudara Kein tidak perlu khawatir, nona ku merupakan jenius yang membangkitkan roh naga petir dan pedang naga" ujar Long rudo yang membuat Lan wu tau siapa gadis tersebut.
"Long Qinde bukan?" Tanya Lan wu.
"Benar, aku akan melindungi mu jika kau mengijinkan ku untuk.."
"Terserah, hanya saja jangan merepotkan ku" tegas Lan wu seraya berjalan lebih dulu.
"Sial..! Beraninya dia mengabaikan ku si nona canti ini..! Aku akan menggigit telinganya" teriak Ling Qinde seraya melompat beberapa kali saking kesalnya.
"Ah..nona, lebih baik kita segera bergegas" sergah Long rudo kemudian menyusul Lan wu.
Setelah memasuki portal, mereka telah berad di dalam hutan kutukan dan langsung mendapatkan serangan dari hewan buas.
Akan tetapi dengan mudah di singkirkan oleh Long Qinde dan Long rudo.
__ADS_1