
Lan wu merasakan sejenak nuraninya bekerja. Ia selama ini hanya mengikuti hasratnya tanpa melihat dari sudut pandang orang yang melakukan sebuah kejahatan. Ia mungkin akan bertindak sama seperti yang di lakukan oleh para penjahat jika ada seseorang yang mengusik rumah mereka. Ia baru menyadari bahwa tidak selamanya orang yang berada di dunia hitam senang untuk membunuh.
Mungkin saja mereka terpaksa melakukan hal tersebut karena di ancam, ataupun memiliki dendam besar kepada lawannya. Ia sontak teringat akan banyaknya nyawa orang-orang kekaisaran emas biru yang di renggut olehnya. Ia bahkan tidak memandang profesi orang tersebut sebelum membunuhnya. Ia merasa begitu bersalah, namun sangatlah terlambat untuk menyesali hal tersebut.
Masa lalu tidak bisa di putar kembali, dan masa depan tidak bisa di prediksi. Mungkin saja di masa mendatang akan banyak orang dari keluarga yang pernah ia bunuh datang dan menuntut balas atas perbuatannya. Lan wu kiniasamg senyum kecut. Ia menertawakan dirinya yang bahkan telah sam seperti pamannya yang membunuh ayahnya untuk mendapatkan kekuasaan.
"Sanyang sekali, mengapa aku harus memiliki dendam dan kekuatan sebesar ini?" Tanya lan wu pada dirinya.
Ia menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Ia melanjutkan perjalanannya dengan tenang sembari mengamati orang-orang yang tengah berlalu-lalang di sekitarnya. Kini pandangan lan wu tertuju kepada sepasang suami-istri yang tengah duduk sembari bercanda bersama kedua anaknya. Mereka terlihat begitu senang meskipun bukan berasal dari keluarga pendekar.
"Papa.. aku ingin menjadi seorang pendekar hebat" ucap anak laki-laki yang berusia sekitar 6 tahun.
"Hahahahah.. kalau begitu kamu harus makan yang banyak biar cepat besar" jawab ayah dari anak tersebut.
"Wah.. kakak lihat, paman itu sepertinya seorang pendekar" sambung adik perempuannya sembari menunjuk ke arah lan wu.
Sontak anak lelaki tersebut berlari ke arah lan wu. Ia terlihat begitu senang usai berada sangat dekat dengan lan wu. Lan wu hanya memasang senyum sembari berlutut dan mengusap rambut anak lelaki tersebut.
"Hmm.. beri tau aku apa alasan mu ingin menjadi seorang pendekar?" Tanya lan wu seraya tersenyum senang.
"Tentu saja aku ingin melindungi keluarga ku, aku ingin setiap hari bisa melihat ibu, ayah, dan adik ku bahagia" jawab anak tersebut dengan wajah menggemaskan.
"Baiklah, ambil ini. Jik kau telah berusia 11 tahun kau boleh menemui ku di sakte pedang dewa" jelas lan wu sembari menyerahkan beberapa kita kultivasi dasar serta kitab jurus pedang dasar.
Lan wu juga menyerahkan sebuah pisau kecil yang ia bentuk dari aura neraka miliknya, tidak lupa juga lan wu memberikan sekantong emas kepada anak tersebut. Wajah anak itu terlihat begitu senang. Ia bahkan melompat beberapa kali sembari berteriak dengan keras. Sontak kedua orang tua dari anak tersebut mendekati lan wu. Mereka khawatir jika anaknya menyinggung lan wu.
"Tuan, jika anak ku berbuat kesalahan mohon anda memaafkannya" ucap ayah dari anak tersebut.
__ADS_1
"Saudara terlalu sungkan, anak saudara memiliki semangat tinggi untuk menjadi seorang pendekar. Tidak di pungkiri kelak ia akan berdiri di puncak dunia berdampingan dengan para pendekar hebat lainnya" jelas lan wu dengan nada ramah.
"Suadara hanya perlu menyemangatinya, dan membiarkan anak ini untuk berjalan di jalan yang ia pilih. Jika berjodoh aku sendiri yang akan mengajari anak ini" ucap lan wu kemudian pamit.
Pria tersebut hanya tersenyum sembari bersyukur dapat bertemu dengan lan wu. Ia tidak lagi meragukan keinginan anaknya, usai melihat sendiri beberapa kitab serta pisau yang di beriy oleh lan wu. Pria tersebut baru menyadari bahwa ia telah bertemu dengan seorang tetua dari sebuah perguruan hebat yang berada di wilayah barat.
**
Usai berjalan cukup jauh, akhirnya lan wu menemukan sebuah restoran yang nampak begitu ramai. Ia memesan makanan terlebih dahulu di pintu masuk sembari menyuruh para pelayan tersebut mencarikannya tempat duduk.
Tidak lama datanglah salah satu pelayan yang telah menemukan tempat duduk untuk lan wu. Pelayan tersebut meminta lan wu untuk mengikuti nya menuju tempat yang telah di sediakan oleh pelayan tersebut.
Lan wu duduk di salah satu meja yang tidak begitu ramai seperti di tingkat pertama. Hanya separuh meja di tempat tersebut yang terisi, dan mayoritas pengunjung di tingkat tersebut berasal dari kalangan bangsawan maupun pendekar sakte, namun sayangnya tidak ada seseorangpun yang lan wu kenali di tempat itu, kebanyakan dari para pendekar di situ adalah pendekar muda yang mungkin baru beberapa tahun bergabung dalam sebuah sakte.
"Hahahahaha.!! Siapa yang berani melawan ku di sini.?! Aku merupakan veteran perang di kekaisaran Yon. Aku telah bertemu dengan banyak pendekar hebat serta membunuh ratusan musuh di medan perang. Bagi ku untuk menghadapi pendekar bau kencur serpti kalian bukanlah masalah besar.!" Terdengar suara keras dari sudut ruangan tersebut.
Mereka sebaliknya malah terlihat menikmati pertunjukan tersebut, dan sesekali tertawa melihat tingkah ketiga murid tersebut yang begitu kebingungan hendak melakukan apa. Melihat kondisi yang semakin memburuk. Lan wu memutuskan untuk melerai mereka, ia sendiri juga tidak tenang jika menyantap hidangannya dengan keadaan rusuh sepeti itu.
Lan wu mendadak mengeluarkan sedikit aura neraka miliknya, tak di sangka sedikit aura dari lan wu mampu mengheningkan situasi yang semula begitu ribut. Nampak wajah dari pria yang sedari tadi begitu arogan mendadak pucat. Ia berfikir bahwa aura tersebut berasal dari tetua sakte yang datang akibat melihat muridnya di tindas.
Ia nampak melirik kesana-kemari seraya memeriksa keadaan sekitar untuk membenarkan pikirannya.
"Sepertinya aku perlu sedikit berekting" gumam lan wu seraya tersenyum.
" Tuan ini, apakah pantas anda menindas ketiga murid sakte ku? Terlebih lagi kau menindasnya tepat di depan mata ku.! Selera makan ku sungguh terganggu.!!" Bentak lan wu sembari memukul meja.
__ADS_1
Pria arogan tersebut begitu kaget. Ia dengan cepat menurunkan kakinya kemudian berlari ke arah lan wu. Tak di sangka pria tersebut sontak berlutut semabri memohon ampun kepada lan wu. Seluruh orang di ruangan tersebut mendadak mengalihkan pandangannya kepada lan wu. Mereka baru menyadari asal aura yang begitu manakutkan tersebut.
"Tetua.. aku sungguh bodoh.. aku begitu lancang menindas murid anda. Mohon agar tetua memberikan kesempatan kepada ku" mohon pria tersebut semabri membenturkan kepalanya di lantai.
Lan wu hampir tak kuasa menahan tawa usai melihat kelakuan Pria tersebut yang berubah 190°. Akibat gertakan kecil dari lan wu.
"Baiklah, karna kau juga merupakan orang yang ikut terlibat dalam perang besar, maka aku akan membiarkan mu kali ini. Silahkan lanjutkan makan mu" ujar lan wu bersamaan dengan anggukan pria tersebut.
Tidak lama mendekatlah tiga orang murid sakte yang di bantu oleh lan wu. Mereka terlihat sedikit ragu untuk mendekati lan wu, namun mereka memaksakan dirinya.
Lan wu mempersilahkan ketiga orang tersebut untuk duduk dan menyampaikan alasan kedatamg mereka ke meja lan wu.
"Kami tidak tau asal dari senior, namun berkat senior kami berhasil lolos dari situasi buruk tadi" jelas salah satu dari ketiga orang tersebut.
"Kalian jangan sungkan. Aku juga kebetulan tidak begitu senang jika makan dalam keadaan yang begitu ribut" jawab lan wu dengan wajah santai.
"Kalau boleh tau, senior berasal dari perguruan mana?"
"Aku berasal dari kekaisaran QIN, dan merupakan salah satu tetua di pedang dewa. Kalian boleh memanggil ku dengan nama lan wu" ujar lan wu sontak membuat ketiganya kesulitan untuk bernafas.
"A..an..an..anda adalah pahlawan.." keget ketiganya yang segera di cegah oleh lan wu.
"Ya.. kalian benar, bisakah kalian menjaga rahasia ini?" Ucap lan wu seraya tersenyum tenang.
"Te..tentu tuan.."
__ADS_1
"Baiklah kebetulan aku tidak memiliki teman untuk minum, kalian boleh menanyakan hal apapun kepada ku, dengan syarat kalian harus menemaniku minum" tawar lan wu sembari menuangkan arak ke gelas yang baru di antar oleh pelayan restoran.
Ketiganya mengangguk senang, mereka tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan bertanya langsung kepada lan wu. Mereka telah lama mendengar kehebatan lan wu, selain itu mereka juga mengetahui kemampuan lan wu dalam menyelesaikan permasalahan kultivasi para pendekar lainya.