
"Bagaimanapun Xuya dan Wu Jia masih membutuhkan mu..." Ucap Lan wu yang membuat seisi ruangan menjadi tegang.
"Dengan ini hubungan suami istri, guru dan murid telah putus.!" Teriak Lan wu seraya menyayat mata kirinya hingga berdarah.
Tindakan Lan wu membuat seisi ruangan tercengang sekaligus tidak menyangka akan keputusan yang di buat oleh Lan wu.
"Kaka Aile... tolong sembuhkan dia.." pinta Yiyi dengan suara bergetar menahan tangis.
"tidak perlu..! Mata ku hanya akan sembuh oleh takdir.." cegah Lan wu dengan wajah serta pakaian yang berlumuran darah.
Lan wu kini berjalan pelan menuju Wu Jia yang duduk disamping Alie.
"Hey bocah nakal, bagaimana latihan mu..?" Tanya Lan wu yang berlutut seraya mengusap rambut Wu Jia.
"Baik ayah...tapi.." jawab Wu Jia yang memalingkan wajahnya dari Lan wu.
"Aku tau kau sedih dan kecewa kepadaku, namun ini adalah takdir yang harus kita hadapi. Kelak mungkin kau akan menjadi pendendam dan menghunus pedang mu untuk membunuh ku, namun..
Jangan lupakan bahwa darah seorang pemberani mengalir di tubuhmu. Kau ditakdirkan untuk menjadi hebat dan aku akan mendengarkannya suatu saat nanti" jelas Lan wu dengan penuh kasih sayang.
Tanpa disadari Wu Jia menyembunyikan tangisannya dari Lan wu. Hal itu ia lakukan sebab janjinya kepada Lan wu yang tidak akan pernah menangis dihadapan ayahnya.
"Aku ingin memastikan sesuatu sebelum pergi, apakah kelak jika aku kembali dan mengajak mu untuk keluar dari istana ini kau bersedia..?" Tanya Lan wu.
Wu Jia mengangguk dengan pelan serya mengusap air mata yang hampir keluar.
"Baiklah, aku akan memberikan sesuatu untuk mu sebelum pergi" ujar Lan wu seraya menyentuh jidat Wu Jia.
Setelah selesai ia berdiri dan mengarah keluar pintu istana.
"Suatu hari aku akan membayar rasa sakit dari cucuku, tunggu saja hari kematian mu.!" Ujar suara misterius yang mendadak terdengar oleh seisi ruangan.
"Aku menantikan hal tersebut.." ujar Lan wu seraya berjalan meninggalkan tempat tersebut.
**
Beberapa hari kemudian terdengar Lan wu yang seseorang berhasil menerobos tingakat awal gerbang ilahi dan menjadikannya sebagai orang terkuat setelah Lan wu di kekaisaran Qin.
Invasi kekaisaran terhadap pemberontakan semakin mengerikan dibawah pimpinan orang tersebut. Ratusan ribu nyawa melayang termasuk rakyat yang tidak bersalah.
Organisasi topeng darah mendadak tidak terdengar setelah markas cabang mereka dihancurkan, lalu membuat kekaisaran Qin mendapatkan kembali kuasa penuh atas kota-kota besar.
__ADS_1
Kabar tidak terduga juga terdengar di telinga Lan wu mengenai kunjungan pangeran dari wilayah timur yang bernama Yeng Tanxu dalam rangka mengajukan lamar pernikahan serta kerjasama antara kedua kekaisran.
Hal tersebut membuat Lan wu semakin yakin dengan adanya konspirasi dari pihak kekaisran Qin untuk menjadi satu-satunya negara yang berdiri di wilayah barat.
( Kembali saat dimana Lan wu pulang dari kediaman jendral Higin).
"Pasukan rahasia milik kaisar An telah sepenuhnya siap untuk memulai pergerakan.
Kaisar berharap jendral Axe bisa merangkul suku gunung untuk bersatu dibawah pimpinan kaisar An" ujar seorang pria berpakaian serba hitam dari kegelapan.
Lan wu menggunakan tehnik ruang untuk menyembunyikan hawa keberadaan untuk mendengarkan pembicaraan rahasia kedua orang tersebut lebih jauh.
"Pihak kuat lainnya sudah menyetujui perjanjian kita dan akan segera datang kesini , namun permasalahannya adalah kaisar Lan wu yang mungkin akan menolak mentah-mentah hal ini..."
"X....kau tidak perlu terlalu berpikir, bagaimanapun juga rencana ini telah dijalankan semenjak putri Yiyi masuk ke pedang dewa..
Lan wu tentu tidak bisa mengambil jalan lain selain memberikan kekuatannya untuk mencapai tujuan besar ini. Lagian dengan kehadiran Wu Jia yang merupakan naga milik kita tentu akan menekan Lan wu.." balas jendral Axe seraya mengawasi sekelilingnya.
"Benar...aku terlalu khawatir, hanya saja kemampuan kaisar Lan wu bukanlah hal remeh.."
"Aku setuju, namun ayah dari yang mulia kaisar An sebentar lagi akan mencapai tingkat tertinggi dalam kultivasi. Itu tidak akan lama sebelum Lan wu menjadi pelayan kekaisran..."
**
Hanya saja Lan wu tidak menyangka bahwa sandiwara Yiyi terasa begitu nyata. Ia masih berharap bahwa semua ini hanyalah mimpi dalam tidurnya.
"Huh...apa yang akan dikatakan naga dewa jika mendengar penyelamat tiga alam dibodohi seperti ini..." gumam Lan wu seraya tersenyum pahit.
"Sepertinya tidak akan lama sampai pertempuran kita akan benar-benar terjadi, hanya saja aku berharap disaat-saat seperti itu kau akan sadar" pikir Lan wu seraya melanjutkan perjalanannya menyusuri hutan.
"Tolong..! Tolong...!' terdengar teriakan beberapa orang tidak jauh didepan nya.
Lan wu mempercepat langkahnya dan mendekati asal suara. Terlihat 2 orang pria dan wanita sedang dikepung oleh beberapa orang di tingkat langit akhir.
Lan wu mengayunkan tongkat kayu miliknya dan berhasil membuat orang-orang yang menyerang keduanya terhempas kebelakang.
Orang-orang tersebut menjadi kesal dan kembali bergerak kearah Lan wu. Kali ini Lan wu menancapkan tongkatnya ketanah dan menimbulkan tekanan hebat yang kemudian melayangkan nyawa orang-orang tersebut secara bersamaan.
"Terimakasih senior... Aku Bai Xiali dan kakak ku Bai Co berhutang budi kepada anda" ujar gadis dibelakang Lan wu yang terluka oleh para penyerang tersebut.
"Aku hanya kebetulan lewat. Mendekatlah kepada ku, aku akan menyembuhkan kalian" balas Lan wu.
__ADS_1
Ia mengalirkan energi miliknya dan berhasil mengeluarkan racun-racun di tubuh dua orang tersebut, setelah pulih mereka mengajak Lan wu dalam perjalanan mereka.
"Aku dan kakak ku sebenarnya ingin pergi ke makam orang suci. Namun tidak disangka bahwa akan terlibat situasi seperti tadi. Beruntung senior lewat dan membantu kami.."
"Bagaimana jika senior bersama kami? Tentu saja hasil dari makam tersebut akan dibagi rata?" Tawar Xiali yang dengan cepat disetujui oleh Lan wu.
Mereka bertiga memulai perjalanan hingga akhirnya sampai di pintu makam yang dimaksud yang terlihat begitu banyak orang ditempat tersebut.
"Yo...tuan dan nona muda keluarga Bai akhirnya sampai juga" ujar seorang pria dengan senyum licik di bibirnya.
"Jia Jiling..! Dasar bajingan licik.! Kau sengaja menjebak dan berniat membunuh kami..!" Balas Bai co dengan nada geram.
"Hehehe.! Mana mungkin aku begitu berani dengan tuan muda seperti anda"
Terlihat seorang pria tua berbisik kepada Jia Jiling seraya melirik kearah Lan wu. Hal tersebut membuat Lan wu menjadi waspada dan mengira bahwa identitasnya telah terbongkar.
"Senior...aku begitu kagum dengan kemampuan anda dan ingin menawarkan ada sebagai pengikut ku, anda tidak perlu khawatir akan gadis dan uang" ujar pria dihadapannya dengan cepat di potong oleh Xiali.
"Kau begitu lancang..! Kau bahkan berani merampas orang dihadapan ku?"
"Hehehe! Hanya aku yang bisa membuat senior ini merasa nyaman.."
"Maaf tuan muda Jia, aku telah menjadi pengikut nona Xiali dan tidak bisa mengikuti anda.." potong Lan wu yang membuat Xiali terkejut.
"Jika senior berkata begitu maka junior ini tidak bisa memaksa, tapi jika senior berubah pikiran maka bisa menemui ku nanti" balas pria tersebut tersenyum tipis lalu meninggalkan ketiganya.
"Senior ini..."
"Ya, aku membutuhkan tempat tinggal untuk sementara waktu. Untuk membayar biaya sewa maka aku akan berkerja sebagai pelindung anda" jawab Lan wu dengan nada tenang.
"Baiklah jika itu kemauan senior.."
Setelah gerbang makam terbuka, mereka berlomba-lomba untuk masuk kedalam makam.
Didalam makam terdapat banyak lorong yang diperkirakan adalah salah satu jalan menuju gudang harta.
"Tunggu sebentar.." cegat Lan wu dengan suara kecil.
"Adapa senior?" Tanya Bai Co dengan nada heran.
Lan wu tidak menjelaskan secara langsung akan tetapi hanya mengisyaratkan keduanya untuk menunggu tanpa suara. Setelah orang-orang telah masuk ke lorong masing-masing barulah Lan wu mempersilahkan keduanya bergerak.
__ADS_1
"Pintu sebenarnya bukan berada di antara lorong-lorong tersebut, melainkan dibawah" jelas Lan wu seraya menginjak hancur lantai di hadapannya.
"Energi yang sangat kuat..! Ini pasti berasal dari gudang harta" tutur Xiali kemudian melompat diikuti oleh Lan wu.