
Pada detik awal Wun yuba langsung menyerang Lan wu dengan kekuatan penuh.
Namun Serengan kuat milik Wun yuba terlihat begitu mudah dipatahkan oleh Lan wu.
"Hais..aku sungguh membuang-buang waktu." Tutur Lan wu yang melepaskan aura neraka miliknya.
"Apa..apa..ini..?!" Wun yuba kini kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya.
Ia kehilangan keberanian untuk menatap langsung mata Lan wu. Wun yuba memiliki firasat buruk jika ia berani melakukannya.
"Uhug..! Si...si..sial..!"
Wun yuba mengumpat dengan suara kecil seakan-akan ia tidak sanggup lagi bersuara.
Disisi lain terlihat Lan wu yang masih berdiri tenang seraya mempertahankan aura miliknya.
"Arrrhh! Kau bajingan, aku akan membunuhmu.!" Teriak Wun yuba yang kini mengeluarkan roh macan gila untuk menyerang Lan wu.
Dengan ekspresi biasanya Lan wu menatap Wun yuba yang berjarak tidak kurang dari setengah langkah darinya.
"Hahaha..! Apa kau takut..?! Gemetar lah dihadapan tuan mu ini..!" Teriak Wun yuba mengira bahwa Lan wu tidak lagi memiliki keberanian.
Akan tetapi sikap angkuh Wun yuba menghilang dengan cepat usai dirinya tiba-tiba tersungkur di arena dengan wajah yang tepat berada di atas kaki Lan wu.
Hal tersebut membuat penonton yang menyaksikan sontak terdiam diiringi dengan beberapa murid-murid ditempat tersebut yang terduduk lemas akibat aura Lan wu yang bertambah kuat dari sebelumnya.
"Coba 50%" gumam Lan wu kemudian meningkatkan kembali auranya.
Dalam hitungan detik seluruh murid-murid yang menonton ataupun yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi sontak terkapar menahan sakit.
Tekanan aura tersebut juga membuat para tetua kesulitan untuk bergerak dan beberapa lainnya memuntahkan darah segar.
"Hentikan..!" Teriak seorang pria tua yang berada di ranah pelepasan 2 seraya mengeluarkan sebuah batu hitam besar untuk mengurangi efek dari tekanan aura Lan wu.
"Anak ini tidak biasa, bahkan aku yang merupakan salah pendekar terkuat di kota amor harus menggunakan pusak roh untuk melindungi orang-orang ini." ( kota dimana Lan wu mengikuti ujian penerimaan murid sakte immortal).
Merasa bahwa hal tersebut cukup memberi pelajaran bagi murid-murid yang tidak menyukainya, Lan wu kini menetralkan auranya.
__ADS_1
"Ketua, aku ingin mengundurkan diri dari kompetisi ini. Aku harap anda tidak menghukum ku" teriak Lan wu seraya tersenyum tipis kearah tempat ketua sakte duduk.
Dengan wajah kesal bercampur lega, ketua sakte mengabulkan permintaan Lan wu.
"Kau benar-benar monster nak, aku bahkan kesulitan bernafas akibat tekanan aura mu barusan" ujar ketua sakte yang tidak ditanggapi oleh Lan wu.
Sebaliknya ia malah menyuruh para tetua untuk mengobati sebagian murid yang rohnya terluka.
Namun tidak disangka seorang pria tua dengan pakaian serba putih muncul dan menyerang Lan wu dari arah belakang.
Kemunculan pria tua misterius yang langsung menyerang Lan wu tidak sempat untuk dihindari olehnya.
Ledakan hebat bersamaan dengan hancurnya arena kompetisi membuat situasi tersebut semakin mencengangkan.
"Hehehe..! Mati kau Kein, salahkan dirimu t yang begitu sombong.!" Ujar Wun yuba kini tengah dipapah oleh beberapa pengikutnya.
"Leluhur..kau sudah menerobos ranah separuh imortal..?" Tanya ketua sakte seraya memberi hormat kepada pria tua tersebut.
"Jadi lelaki sejati itu harus tegas dan jangan menyerang dari belakang. Prinsip pria sejati tidak ku sangka akan rusak oleh generasi tua yang hidup hampir 100 tahun" ucap Lan wu seraya bergerak cepat menerjang pria tersebut dengan tinjunya.
Tekanan dari tinju Lan wu berhasil mendorong mundur pria tersebut hingga ke luar arena yang telah hancur tersebut.
"Tapak immortal.!"
Sebuah telapak tangan berwarna putih dengan tekanan energi dasyat membuat orang-orang diarea tersebut kesulitan untuk bernafas.
"Cepat bawa murid-murid untuk menjauh!" Perintah ketua sakte dengan nada panik.
Disisi lain Lan wu juga mengeluarkan jurus miliknya. Akan tetapi jurus yang ia keluarkan hanyalah jurus gerakan dasar dari pedang sunyi.
"Pedang sunyi, tarian pedang" ucap Lan wu dengan senyum lebar menatap ratusan energi tajam dari pedangnya memotong habis jurus pria tua tersebut.
"Uhug..! Mustahil..!" Rintih pria tua dihadapan Lan wu seraya memegangi dadanya.
Lan wu menggunakan penggeser waktu dan berpindah tepat di sisi kiri seraya berbisik ditelinga pria tersebut. " Lihat kemana.?"
Pukulan Lan wu mendarat tepat di rusuk pria tua itu hingga membuatnya terhempas keluar dari area inti dan berhenti di luar gerbang.
__ADS_1
Ketakutan menyelimuti seluruh orang diarea tersebut usai melihat Lan wu yang melayang kearah luar gerbang dengan aura mengerikan terpancar ditubuhnya.
Puluhan bangun rusak ditabrak leluhur sakte immortal yang terhempas akibat pukulan keras milik Lan wu.
"Yo...! Apakah pria tua ini sudah tidak bisa bangun? Separuh immortal yang setingkat separuh orang gila ataupun orang bodoh.
Aku akan melepaskan mu hari ini mengingat aku begitu menyukai ketenangan di puncak Zo.
Namun jika kau masih berani melakukan hal tercela seperti tadi, maka aku akan menghancurkan seluruh tempat yang kau lindungi.!" Ucap Lan wu seraya melayang turun dan berdiri memandang pria tua yang tergeletak tak berdaya.
"Aku... Aku.. mengerti se.. senior. Uhugh..!" Jawab pria tersebut dengan nada terputus-putus seraya memuntahkan darah segar.
"Senior.. tolong maafkan leluhur, dia hanya menjaga tempat ini dan tidak berniat memprovokasi anda" sergah Jidan seraya membungkuk.
"Aku sebagai ketua sakte immortal hanya bisa meminta maaf atas perilaku yang menyinggung anda.."
Satu-persatu orang-orang penting di sakte tersebut datang dan memohon agar Lan wu tidak membunuh leluhur mereka. Hal tersebut selain akan menghancurkan sakte immortal, tentu juga akan membuat sakte immortal menjadi sasaran empuk beberapa organisasi.
Hanya leluhur mereka itu yang menjadi pelindung terkuat bagi sakte immortal dan alasan mengapa sakte tersebut bisa bertahan selama ini.
"Baik.. baik.. kenapa kalian begitu serius? Aku orang baik dan tidak suka membunuh. Namun, jangan menunjukkan perbuatan tercela dihadapan ku. Jika tidak maka aku.." ujar Lan wu seraya tersenyum kemudian menahan ucapannya.
"Akan membunuhmu.!" Sambung Lan wu bersamaan dengan ratusan pedang api melayang di udara dan melingkari orang-orang tersebut.
**
**mohon maaf lahir batin brother semua.
salah dan benar mengajarkan kita apa yang terbaik dan pantas.
pantas mengajari kita pilihan yang bijak dan selaras.
selaras dalam pola pikir, toleransi, saling menghargai antar tua muda dan berargumen.
argumen yang logis dibalut saran, saran akan kebajikan dan perubahan.
NIKAMATI HARI PENUH KEMENANGAN INI DENGAN SENYAMAN-NYAMANNYA.
__ADS_1
**
WAKTUNYA MASUK KE MODE DUDUK DIAM DAN BACA**.!