Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Mendekati kebangkitan darah 2.23


__ADS_3

"memang kakak Aile sangat pandai dalam mengobati" ujar lan wu seraya membuka perban di dadanya.


Ia berjalan kearah ruang tamu seraya mencari Lou yu dan lainnya. Lan wu begitu penasaran usai tidak melihat Fei selama beberap hari. Ia kini berniat mengunjungi ketua sakte untuk mendengarkan lebih lanjut penjelasan ketua sakte menganai pertandingan antar murid berbakat. Ia juga hendak mendengar sendiri kesiapan dari teratai putih menjelang kebangkitan darah Fei.


Di perjalanan lan wu bertemu dengan fui yang tengah berbicara dengan 3 murid di peringkat besar. Tatapan lan wu tertuju kepada seorang pria yang begitu asing di matanya. Orang tersebut ialah Dang wu yang bertengger di posisi ke 11 di papan peringkat usai fui serta lan wu yang mendadak memasuki peringkat di menara tersebut.


Lan wu segera memalingkan pandangannya usai fui menatao ke arah lan wu.


"Saudara lan, apakah kau ingin bergabung dalam pembicaraan kami?" Ujar taicung dengan senyum ramah.


Lan wu menatap taicung seraya menggeleng pelan."maaf saudara taicung, sepertinya lain waktu saja. Aku memiliki beberapa kesibukan hari ini" ujar lan wu kembali melanjutkan langkahnya.


"Apakah kau berasal dari keluarga wu?" Ujar dang wu sontak membuat langkah lan wu terhenti.


"Ya...aku adalah anak dari liang wu pemimpin ke 6 keluarga wu" ujar lan wu seraya membalikan badannya .


"Apa yang terjadi dengan pemimpin ke 7 keluarga wu?" Tanya dang wu memasang wajah dingin.


Lan wu tersenyum sinis seraya menatap dang wu yang kini terlihat dalam posisi siap menyerang.


"Aku hanya melakukan hal yang seharusnya ku lakukan dari dulu, namun sayangnya aku tidak tega membunuh bajing*n itu. Aku tidak peduli mengenai hubungan mu dengannya, namun jika kau memiliki sesuatu yang penting dengan ku, tentu saja aku akan melayani mu" ujar lan wu mengeluarkan aura neraka miliknya.


Terlihat 2 pedang api yang kini mengambang di udara. Lan wu menyilangkan tanganya di dada seraya mempersilahkan dang wu untuk menyerang.


"Kekuatan yang kau miliki mungkin sangat tinggi, namun bagi ku hal tersebut bukanlah masalah. Aku sarankan kau sebaiknya tidak mencari perkara labuh dengan ku.!" Lan wu memalingkan perhatiannya seraya menatap tajam ke arah dang wu.


"Baiklah, namun aku tetap akan menantang mu suatu saat nanti" ujar dang seraya menatap lan wu yang kini berjalan pelan.


Lan wu mendengar ucapan dang wu seraya tersenyum tipis. Ia juga sedikit heran usai mengetahui bahwa dang wu ternyata memiliki hubungan dengan Luan wu. Melihat hal tersebut lan wu sontak sedikit menebak rencana dari Luan wu, mungkin saja dia berniat menjadikan dang wu sebagai rencana terakhir untuk mendapatkan kembali posisinya di keluarga wu. Hal yang membuat lan wu tak habis pikir ialah, bagiaman bisa dang wu dapat naik ke alam dewa.


Jika memang kemampuanya sangat tinggi, mengapa ia tidak muncul saat lan wu mendatangi kediaman wu beberapa waktu lalu. Tanpa sadar lan wu tengah di ikuti oleh beberapa orang yang berada di belakangnya. Mereka terlihat menjaga jarak dari lan wu sembari terus memantau pergerakan lan wu dengan hati-hati.

__ADS_1


"Apakah aku di ikuti? Rupanya masih ada yang berani pada ku" ujar lan wu yang telah menyadari situasi tersebut.


Lan wu mempercepat langkahnya seraya menggiring mereka ke sebuah lorong yang terdapat di antara bangunan di arah depan lan wu.


"Kemana dia?!" Tanya salah satu dari tiga orang yang sedari tadi membuntuti lan wu.


"Apakah ia berhasil kabur?" Tanya seorang gadis yang memakai pakaian yang terlihat sedikit berbeda dari murid elit teratai putih.


Dari arah belakang nampak lan wu yang tengah menghunus pedangnya seraya mengalirkan energi hitam pada pedangnya." Badai acak" ujar lan wu bersaman dengan keterkejutan hebat dari ketiga orang tersebut.


Sekilas lan wu dapat melihat gadis di depannya membentuk sebuah segel di tangannya.


"Eh..itu?" Lan wu tak mampu menahan keterkejutannya usai melihat terdapat badai acak yang tengah menahan seragan dari lan wu.


Pusaran angin kencang seketika tercipta dan menghasilkan dorongan kuat di sekitar arena tersebut. Dalam hitungan menit terdengar ledakan sedang di tengah-tengah mereka. Lan wu melompat sembari mengaktifkan mata iblis untuk menyaksikan situasi di sekitarnya.


Meskipun ketiga orang tersebut tidak mengalami luka yang serius, namun tetap saja badai acak dari pedang lan wu sedikit meninggalkan bekas sayatan di tubuh ketiganya. Lan wu masih berdiri tenang seraya mempersiapkan serangan selanjutnya.


"Tenanglah adaik seperguruan. Kami tidaklah memiliki niat buruk kepada mu" ujar pria yang satunya.


"Heh? Lalu maksud kalian mengikuti ku apakah itu baik?" Tanya lan wu seraya menyarungkan kembali pedangnya.


"Soal itu nanti kau akan mengetahuinya" ujar pria tersebut seraya melompat ke sisi lain dari tembok di belakangnya.


Lan wu menggeleng sejenak sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya.


**


Di ruangan ketua sakte, nampak lan wu dan hanzeng yang tengah mendengarkan penjelasan dari ketua sakte. Setiap perkataan dari ketua sakte selalu mampu membuat lan wu dan hanzeng mengeluarkan wajah keterkejutan mereka. Lan wu menanyakan bebera hal yang menyangkut dengan pihak yang menyelenggarakan pertandingan tersebut, serta surat undangan yang di terima ketua sakte.


"Menurut isi surat tersebut, hanya di jelaskan mengenai lokasi pertandingan dan tidak menyebutkan pihak yang menyelenggarakan pertandingan tersebut"jelas ketua sakte.

__ADS_1


"Dimanakah tempat tersebut?" Tanya hanzeng terlihat penasaran.


"Hutan harimau petir" ujar ketua sakte sontak membuat wajah lan wu menyemburkan minuman dari mulutnya.


Ketua sakte dan hanzeng sontak melirik kearah lan wu. Mereka terlihat heran dengan reaksi lan wu barusan.


"Apakah kau mengetahui tentang ras harimau petir?" Tanya ketua sakte seraya menarik janggut nya.


"Hahahahaha.. aku memiliki hubungan buruk dengan ras harimau petir di alam fana" ujar lan wu dengan tawa canggung.


"Rupanya ras harimau petir juga berada di alam fana" ujar ketua sakte seraya menghela nafas.


"Bukankah hal tersebut tidak masalah? Terlebih lagi permasalahan mu dengan mereka bukan terjadi di alam dewa" ucap hanzeng dengan santai.


"Tentu saja itu merupakan masalah. Ras harimau petir setiap tahunnya akan membuka portal dimensi di tempat mereka. Para murid yang memiliki bakat tinggi akan di beri kesempatan untuk naik ke alam dewa, tentu saja mereka dapat mengetahui segala hal di alam fana dari yang berasal dari alam fana" ujar ketua sakte membuat lan wu tersenyum kecut.


"Sial, apakah lan wu tidak dapat mengikuti pertandingan tersebut?" Hanzeng terlihat sedikit kesal.


"Hahahaha, untuk saat ini ada baiknya bila kita fokuskan saja ke situasi kebangkitan darah Fei, untuk menghadapi ras harimau petir aku memiliki cara sendiri untuk mengatasinya" ujar lan wu bersaman dengan anggukan paham dari ketua sakte dan hanzeng.


"Kebangkitan darah murni milik Fei akan terjadi minggu depan. Aku telah mempersiapkan diri untuk menekan kebangkitan tersebut. Aku hendak menanyakan persiapan ketua dan lainya apakah telah sempurna?" Tanya lan wu dengan tenang.


"Tentu saja kami telah siap. Hanzeng dan lainya akan berjaga di luar menara, sedangkan aku dan para tetua akan berada di gerbang utama. Beberapa murid yang menguasai segel pelindung akan berada di dalam menara dan membantu mu untuk menahan tekanan dari kebangkitan darah tersebut" jelas ketua dengan nada yakin.


"Aku yakin akan sangat sulit bagi orang luar untuk menerobos masuk dari penjagaan di teratai putih. Satu hal yang harus kau ketahui, bahwa kebangkitan darah murni akan berlangsung selama kurang lebih 5 jam, dan selama itu kau juga tetap mengelurakan energi mu. Aku sedikit khawatir jika energi mu akan habis di tengah-tengah proses tersebut" ujar ketua sakte seraya menatap kearah lan wu.


"Tenang saja. Energi hitam yang kini ku miliki sudah lebih dari cukup untuk bertarung selama 5 hari penuh tanpa istirahat, yang terpenting adalah tidak terjadi gangguan dalam proses tersebut" ujar lan wu tersenyum tipis.


"Baiklah jika begitu, untuk saat ini kita hanya tinggal menunggu hari tersebut" hanzeng membenturkan tinjunya di telapak tangannya.


Lan wu akhirnya dapat menghela nafas lega usai mengetahui segala persiapan telah selesai. Kini ia dapat kembali menggunakan waktunya untuk melatih wujud aura miliknya. Wujud aura milik lan wu tentu akan sangat membantu dalam proses tersebut, terlebih lagi dengan adanya wujud tersebut lan wu akan lebih menghemat energi hitam miliknya.

__ADS_1


Lan wu pamit dari hadapan ketua sakte usai telah menemukan semua jawaban yang ia butuhkan. Lan wu berencana untuk menanyakan keberadaan Fei kepada Lou yu. Lan wu sangat yakin bahwa Lou yu mengetahui keberadaan Fei yang tidak terlihat dalam benerapa hari terakhir.


__ADS_2