
Usai makan. Tetua 13 pamit undur diri untuk kembali ke istana awan biru. Lan wu mengantar tetua 13 ke halaman depan. Ketika tetua 13 telah pergi nampak xuliy datang menghampiri lan wu, entah apa tujuannya berpakaian minim saat menemui lan wu di halaman depan kediamanya. Melihat kedatangan xuliy, lan wu memejamkan matanya sembari menyelimuti tubuhnya dengan bola api iblis.
Lan wu mengetahui niat xuliy menemuinya dengan mengenakan pakaian minim seperti itu, jangankan lan wu merasa tergoda ia bahkan sebaliknya hendak muntah melihat kelakuan xuliy yang begitu rendah.
"Sepupu xuliy, bukankah penampilan mu sedikit keterlaluan? Selain itu hari masih begitu terang dan kau tidak takut jika para murid melihat tubuh mu" ujar lan wu masih memejamkan matanya.
"Tuan lan, aku tau kau begitu menyukai wanita, dan aku rela melakukan apa saja untuk mu bahkan dengan tubuh ku" ucap xuliy tersenyum menggoda.
"Sepertinya sepupu xuliy salah sangka, di hidup ku aku hanya menyukai 2 wanita yaitu, yiyi dan xuya" jawab lan wu tersenyum tenang.
"Bagaimana jika aku dapat merebut perhatian mu? Jangan berpura-pura aku tau kau begitu tergoda dengan tubuh ku. Tenang saja aku tidak akan memberitahukan hal ini kepada yiyi" ucap xuliy semakin mendekat ke arah lan wu.
"Sepupu xuliy jangan melewati batas mu. Aku akan benar-benar kasar jika kau keterlaluan.!" Bentak lan wu dengan nada tinggi.
Xuliy tersentak sejenak usai memastikan bahwa lan wu tidak lagi bisa di goda olehnya. Samar-samar terasa aura menakutkan yang ia rasakan sewaktu bertarung dengan lan wu.
Di sisi lain nampak lan wu telah membuka matanya dan dengan cepat mengarahkan akar api untuk mencengkram leher xuliy.
Lan wu kemudian menarik akar api tersebut bersaman dengan sosok pria yang berada di lilitan akar api lan wu.
Xuliy sontak ketakutan melihat pengawal rahasianya berhasil di tangkap oleh lan wu dengan cepat.
Pria tersebut kini berada di cengkraman tangan lan wu yang mencekik leher pria tersebut dengan sangat kuat.
Sorot mata lan wu menjadi tajam di sertai wujud aura neraka yang terbentuk sepenuhnya.
"Akhirnya kau ku temukan" ujar lan wu menyeringai.
"Nona xuliy bagaiamana jika kita membuat kesepakatan. Kau jelaskan kepada ku tujuan mu sebenarnya ke pedang dewa, atau mati bersama ayah mu hari ini di tangan ku. Pilih saja.!" Seru lan wu dengan tatapan tajam.
Mendengar perkataan lan wu seketika tubuh xuliy merinding. Ia mencoba menenangkan dirinya sembari mengatur nafas dan kemudian menjawab pertanyaan lan wu.
"Tuan lan, mohon anda melepaskan tetua Yao. Bukankah kita masih memiliki hubungan saudara? Apakah kau tidak takut jika yiyi nantinya membenci mu?" Ujar xuliy berusaha menekan lan wu.
"Arghh.!!" Terdengar teriakan yao usai lan wu mengeratkan cengkraman tangannya di leher Yao.
__ADS_1
"Baiklah..baiklah.. aku akan menjelaskan tujuan kami, tapi lepaskan tetua Yao terlebih dahulu" ucap xuliy dengan panik.
Akhirnya lan wu menuruti perkataan xuliy, namun tak di sangka begitu lan wu melepaskan Yao. Mendadak xuliy beserta Yao hilang entah kemana. Tidak lama terlihat yiyi berlari keluar sembari berteriak ke arah lan wu dengan keras.
"Kakak lan.. kakak lan... Diamkan wu Jia? A..aku tak menemukannya di manapun" ujar yiyi sembari memeluk lan wu dengan erat.
Dengan wajah geram lan wu mengarahkan puluhan pisau api kearah luar kediamanya. Ia kemudian mengusap air mata yiyi seraya berkata. "Aku curiga sepupu mu mungkin yang membawa wu jia, entah mengapa xuliy mendadak hilang usai aku berhasil menangkap pengawal rahasianya" jelas lan wu berusaha tenang.
"Dimana paman mu?" Tanya lan wu.
"Dia sepertinya telah pergi dari sini" jawab Yuan yang mendadak berada di samping lan wu.
"Aku akan menyuruh para tetua pedang untuk mengejar mereka, dan mengintrogasi para prajurit yang berkemah di gerbang pedang dewa" sambung Yuan seraya melompat ke udara.
"Kakak lan, bagaiamana dengan wu Jia? Mengapa xuliy membawanya tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada ku" tanya yiyi dengan suara terisak-isak.
"Aku khawatir mereka telah merencanakan hal ini. Perjalanan mereka menuju bidang petir hanya dalih agar bisa bertemu dengan ku serta menganalisis kemampuan ku, namun meskipun begitu entah apa tujuan mereka membawa wu jia pergi" ujar lan wu sembari mengelus punggung yiyi.
Lan wu seakan bingung hendak berbuat apa. Ia bahkan tidak lagi merasakan keberadaan dari xuliy, seakan xuliy menghilang di tekan bumi dan tidak menyisakan sedikitpun energi. Lan wu beranggapan bahwa xuliy menggunakan sebuah pusaka tertentu untuk menyembunyikan keberadaannya, atau mungkin ia memiliki kemampuan khusus untuk menciptakan portal ruang.
"Yiyi tenanglah, jika kau memberitahukan kaisar takutnya akan terjadi kesalahpahaman diantara mereka. Aku yakin paman mu pasti telah menempatkan beberapa orang-orangnya di sekeliling kaisar" cegah lan wu.
"Bagaiamana aku bisa tenang.?! Nasip wu Jia kini di pertaruhan.!" Bentak yiyi dengan nada tinggi.
"Tenanglah.. aku akan mencari jalan keluarnya. Aku juga yakin bahwa paman mu tidak mungkin mencelakai wu Jia" kelas lan wu berusaha menenangkan yiyi.
"Kakak lan, apakah kau tidak memperdulikan wu Jia? Mengapa kau bisa tenang menghadapi kondisi seperti ini?!" Nampak yiyi menatap lan wu dengan pandangan marah.
"Hais... Aku tentu saja menyayangi wu Jia, namun untuk menemukan wu Jia kita harus berfikiran tenang" jawab lan wu seraya menyentuh kening yiyi.
"Plak.!!" Yiyi dengan kuat menepis tangan lan wu.
"Aku kecewa pada mu kakak lan..!" Ujar yiyi seraya berjalan meninggalkan lan wu.
"Aish.... Akan ku kulit kepala mereka jika ku temukan.!" Ucap lan wu dengan nada kesal.
__ADS_1
Ia begitu bingung dengan sikap yiyi. Ia merasa bahwa ia tidak melakukan kesalahan apapun yang terkesan memancing amarah yiyi, namun tak di sangka yiyi malah menjadi begitu marah kepadanya.
"Bukankah yang pantas untuk kau marahi adalah paman mu? Mengapa jadi aku yang kena?" Pikir lan wu sembari menggaruk punggung kepalanya.
"Energi ini?!.." kaget lan wu usai merasakan energi kuat yang memancar dari arah makam gurunya.
Dengan cepat lan wu melesat kearah jurang pedang dewa. Ia sedikit khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk pada makam gurunya tersebut. Lan wu dengan cepat telah berada dekat dengan makam gurunya. Ia terkejut melihat beberapa orang yang tengah berdiri mengelilingi makan gurunya tersebut.
"Bajing*n mana yang berani melakukan itu..?!" Ujar lan wu dengan geram seraya melesatnya tapak api iblis menerjang beberapa orang yang tengah mengelilingi makan gurunya.
Sontak orang-orang tersebut melompat mundur untuk menghindari serangan lan wu, namun dengan cepat tapak api lainya menindih orang-orang tersebut hingga hancur. Bersamaan dengan tapak api lan wu yang berhasil membunuh beberapa orang tersebut, nampak seseorang yang bersembunyi di sebuah pohon terlihat mencoba melarikan diri.
Dari tempat tersebut.
Lan wu menggunakan penggeser waktu dan berpindah cepat di hadapan orang tersebut. Lan wu melancarkan pukulan dan berhasil menjatuhkan orang tersebut di tanah bersamaan dengan energi hitam milik lan wu yang membentuk sebuah sangkar berwarna hitam. Lan wu kini mendarat dengan cepat dan kemudian berjalan mendekati orang tersebut yang kini telah terkurung oleh jurus lan wu.
"Aku tau kau takkan berbicara, jadi aku akan membiarkan mu mati kehabisan energi di dalam sangkar hitam ini" jelas lan wu seraya berjalan melewati orang tersebut.
"Tu..tu..tungg.. aku akan memberitahukan mu dalang dari semua ini" ujar pria tersebut setengah berteriak.
"Bagaiamana jika aku tidak tertarik? " Jawab lan wu dengan nada datar.
Mendengar perkataan lan wu, sontak orang tersebut menelan ludah. " Ini berhubungan dengan kaisar Kun, dan putri xuliy" jelas orang tersebut sembari menahan gemetaran di tubuhnya.
"Emm.. baikalah kau boleh mati" ujar lan wu seraya tersenyum manis.
Lan wu membiarkan orang tersebut di dalam sangkar hitam, sementara lan wu memeriksa kondisi makam gurunya.
Beruntung tidak terjadi hal-hal diluar dugaan nya. Lan wu akhirnya memutuskan untuk kembali ke kediamannya usai memastikan tidak ada orang lain di sekitar makam gurunya.
"Tu..tuan.. aku mohon lepaskan aku.. energi ku telah habis di serap oleh sangkar ini" mohon orang tersebut.
"Iblis tidak pernah mengampuni" balas lan wu sembari berjalan menjauh dari tempat tersebut.
__ADS_1