
Sungai darah tersebut mendadak menyembur keatas dan membentuk sebuah tornado raksasa yang mengelilingi Lan wu dan kaisar dewa.
Tornado tersebut perlahan-lahan mengecil seiring dengan bertambahnya tekanan dari jurus milik kaisar dewa. Lan wu semakin terdorong mundur kearah dinding tornado darah tersebut.
Darah segar di mulutnya kembali keluar, dan kini dadanya terasa begitu panas. Otot-otot tubuhnya mulai kehilangan kekuatannya bersamaan dengan berkurangnya energi dari jurus Lan wu.
"Krek..!" Terdengar seperti bunyi retakan yang berasal dari tengah-tengah pertemuan kedua jurus hebat tersebut.
"Sial..! Aku tidak sanggup lagi..!" Rintih Lan wu dengan wajah kesakitan menahan tekanan.
"Arghh..!! Teriak Lan wu bersamaan dengan serangan kaisar dewa berhasil menghancurkan jurusnya.
Di saat genting tersebut, mendadak dari arah belakang Lan wu nampak sebuah tombak besar menembus tornado darah lalu mengarah lurus menerjang serangan kaisar dewa yang berada beberapa senti dari tubuh Lan wu.
"Tombak terakhir dari 4 pilar langit..!" Kaget Lan wu seraya mengusap darah di mulutnya.
Ia dengan cepat mengarahkan tangannya keatas dan munculah 3 buah pilar langit yang tadi terhempas jauh usai jurus Lan wu berhasil di hancurkan.
"Pilar langit, pemusnah...dunia!" Ucap Lan wu dengan tatapan mata tajam kearah kaisar dewa.
Ke 3 tombak tersebut bergerak cepat kearah tombak berwarna ungu yang tengah menahan serangan kaisar dewa, ke 3 tombak tersebut nampak mengeluarkan aura dengan warna yang berbeda-beda.
Dengan ke 4 tombak yang menahan serangan kaisar dewa, perlahan-lahan kaisar dewa terdorong mundur oleh ke 4 tombak milik Lan wu.
__ADS_1
Ke 4 tombak tersebut nampak bergerak lurus keatas menembus tornado yang kian mengecil. Lan wu ikut melompat keatas mengejar ke 4 tombak miliknya yang kini telah menyatu dan menciptakan sebuah tombak besar yang memiliki 4 aura berbeda.
Lan wu memegang gabungan pilar langit menggunakan tangan dari wujud aura neraka dari sisa energi yang ia miliki. Lan wu kini hanya bertaruh kepada serangan tersebut.
Kaisar dewa juga terlihat sudah begitu lemah, tangan kanannya tidak berhenti membersihkan darah yang mengalir dari mulutnya.
Ia mengarahkan satu tangannya kearah Lan wu dan terlihat roh yang sedari tadi menyelimuti tubuhnya bergerak cepat kearah Lan wu seraya bersiap menebaskan pedangnya.
"Bledar.!!!!" Bunyi ledakan besar di susul dentuman hebat yang menggetarkan seluruh alam dewa.
Ledakan tersebut begitu singkat membuat seluruh area pertaruangan keduanya terselimuti oleh debu tebal. Di balik debu-debu tersebut terlihat bayangan sebuah pilar besar yang menancap begitu dalam di tanah.
Sekeliling pilar tersebut terdapat sebuah jurang dalam yang begitu lebar memisahkan pilar tersebut dengan sosok pria berambut emas yang terbaring lemah ditanah seraya menutup matanya.
Darah terlihat keluar dari tubuh orang tersebut yang kini membuka matanya menatap kearah atas pilar dengan 4 aura tersebut.
Kaisar dewa mengarahkan tangannya keatas puncak pilar besar seraya tersenyum kecil.
Matanya perlahan-lahan meneteskan butiran air bening yang terkandung penyesalan besar di dalamnya.
"Perkataan..gu.. guru.. memang... Benar.." ujar kaisar dewa seraya menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyum lebar.
Di atas pilar nampak sosok pemuda dengan ratusan luka di tubuhnya, tergeletak tanpa suara sedikitpun. Sosok tersebut adalah Lan wu, seorang pemuda yang memiliki banyak kenangan pahit semenjak kecil.
__ADS_1
Lan wu masih terbaring tak sadarkan diri tepat di atas pilar langit miliknya. Tubuh Lan wu di penuhi luka besar serta beberapa tusukan pedang yang masih terus mengeluarkan darah segar yang tergenang di sekeliling tempatnya berbaring.
Baju Lan wu sepenuhnya telah terkoyak tiada sisa akibat pertaruangan sengitnya melawan musuh terbesar alam utuh.
Langit perlahan-lahan mendung di susul butiran air yang lama-kelamaan semakin deras. Hawa dari pertarungan keduanya tadi, kini mulai menghilang tersapu hujan.
Dari kejauhan terlihat puluhan orang berlari cepat kearah pilar tempat di mana Lan wu terbaring tak sadarkan diri. Terlihat wajah kegembiraan melekat di orang-orang tersebut. Namun, beberapa dari mereka terlihat sedih dan khawatir.
"Chi'er..!" Teriak Aile dengan suar sedikit serat.
"Kakak.. aku yakin dia berada di sekitar sini.." ucap Aile yang matanya terlihat membengkak.
"Tenanglah.. aku yakin Chi pasti masih hidup.." jawab Huanlin menenangkan.
"Ketua sakte..! Aku menemukan sebuah pilar aneh..!" Teriak Hanzeng dari kejauhan.
Mendengar hal tersebut, sontak mereka bergegas menuju tempat dimana Hanzeng berada, dan mereka begitu terkejut melihat tubuh kaisar dewa yang terbaring di dekat pilar besar tersebut.
"A.. aku.. sungguh tidak percaya.." ucap para pemimpin istana dengan suara tergagap-gagap.
Mereka sontak berteriak kegirangan mengetahui perkataan dari singa iblis dan Huanlin adalah benar. Sedangkan Huo Tian dan lainnya terus mencari keberadaan Lan wu.
**
__ADS_1
sory boy.. gw gak muncul selama 3 hari.
jaringannya kemarin eror.