Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Perubahan situasi ll 2.16


__ADS_3

Perubahan lan wu begitu membuat seluruh yang memandang nya menjadi ketakutan. Tekanan hawa mengerikan serta naga emas raksasa yang sedari tadi menatap tajam ke arah mereka semakin menambah perasaan takut. Lan wu masih diam tak bergerak seakan menunggu para prajurit datang mendekat ke arahnya. Api es berkobar besar dan menciptakan kristal es di pakaian lan wu, ia nampak seperti memakai amor kristal dengan hawa dingin yang begitu kuat.


Api suci dan api iblis nampak bersatu dan membalut pedang sunyi di tangan lan wu. Sungguh sebuah perpaduan yang menciptakan tekanan serta dampak yang besar.


"Adik Chi, apakah kau berniat membantai seluruh keluarga mu demi seorang gadis keturunan ras legenda?!" Terdengar teriakan dari Huo yang mengeluarkan tombak beserta zirah spirit yang kini terpasang rapi di tubuhnya.


Naga emas menerjang Huo yang melompat ke arah lan wu. Huo menahan tabrakan naga emas dengan menggunakan tombak langit di tanganya. Tak di sangka kini terlihat ekor naga emas yang terdapat kobaran energi mengarah cepat ke arah samping dari Huo. Melihat hal tersebut sontak Meili melompat dan mengeluarkan elemen angin miliknya untuk menahan terjangan ekor naga emas.


"Alunan pedang sunyi" lan wu membenturkan pedang di sarung nya.


Bunyi yang di timbulkan oleh alunan pedang sunyi, mampu membuat seluruh Indra dari Huo dan lainya melemah. Naga emas kini membentuk sebuah meteor dengan balutan api emas mengarah tepat ke Huo dan Meili yang bersiap menyambut serangan hebat tersebut.


"Kemampuan dari ras naga memanglah sanggup mengguncang dunia langit" ujar Huo seraya mengaliri energi besar di tombak nya.


Di sisi lain, lan wu tengah menerjang para prajurit yang menghalangi pintu keluar. Tebasan lan wu sungguh tidak dapat di tahan oleh para prajurit. Mereka bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mendekat ke arah lan wu.


"Tarian pedang sunyi" lan wu kini bergerak dengan lincah seraya menebas para prajurit yang ia lewati.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi lan wu untuk membunuh seluruh prajurit yang berdiri di depannya. Lan wu menatap ke arah belakang usai mendengar bunyi tembok hancur.


Nampak naga emas yang terpukul ke luar bersamaan dengan mendekatnya Huang ke arah lan wu dan naga emas.


"Saudara lan, sungguh pemimpin keluarga langit bukankah tandingan ku. Jika aku membawa leluhur naga dewa dan naga hitam mungkin kita masih bisa mengalahkan dia" ujar naga emas dengan raut wajah sangar.


"Setidaknya kau sudah berhasil membuat jendral Huo dan 4 lainya terluka, aku masih memiliki rencana untuk kabur dari sini" ucap lan wu menatap Huang yang melayang di udara seraya menatap lan wu.


"Chi'er, kau sungguh membuat hati ku sakit. Kau bahkan tega melukai saudara-saudara mu, apakah kau di buatkan oleh perasaan mu pada gadis itu? Jangan memaksa ku untuk melukai mu" ujar Huang dengan nada sedih.


Lan wu mengetahui betul jika Huang bukanlah tandingan nya, bahkan untuk memukul mundur Huang sangatlah mustahil bagi lan wu.

__ADS_1


Naga emas menerjang dengan cepat ke rah Huang, nampak pertarungan sengit terjadi antara Huang melawan naga emas,namun dalam waktu yang singkat naga emas berhasil di pukul mundur oleh satu jurus dari Huang.


"Kaisar langit memang sesuai rumor yang beredar, tapi ras naga bukanlah ras yang dapat kau remehkan.!!" Naga emas menggumpulkan energi besar di mulutnya. Wajah Huang kini sedikit berubah, Huang mengarahkan pedangnya ke langit bersamaan dengan munculnya sebuah pedang berbentuk cahaya dengan warna bening.


Aura Huang nampak lebih kuat dari sebelumnya, naga emas melepaskan energi dari mulutnya dan terciptalah serangan hebat yang mengarah cepat ke arah Huang.


Melihat hal tersebut, lan wu segera berlari menjauh dari area tersebut. Huang mengendus kesal usai mengetahui rencana dari lan wu.


Terdengar ledakan hebat dari arah belakang lan wu bersamaan dengan terciptanya tekanan angin kuat yang menghancurkan separuh istana khusus dan beberapa bangunan di sekitar istana.


"Kalian memang pantas di sebut sebagai pemimpin alam dewa, tapi seharusnya kalian mengetahui bahwa ras langit bukanlah mudah untuk di hancurkan oleh mu" Huang menatap naga emas yang kini mengalami beberapa luka akibat benturan hebat dari jurus tersebut.


Terlihat juga Huang yang mengalami goresan ringan di lengannya. Darah segar mengalir dari lengan baju Huang.


Pedang Huang terlihat beberapa aliran darah yang berasal dari luka di lengannya, namun meski begitu Huang sama sekali tidak terlihat panik ataupun tertekan. Ia begitu tenang menatap ke arah naga emas yang sebaliknya terlihat khawatir.


Lan wu kini telah berada di depan portal, ia melompat masuk sembari menggigit jarinya dan menuliskan segel kuno di telapak tangan kirinya. Ia segera mengalirkan energi ke telapak tangannya bersamaan dengan terciptanya lingkaran dengan simbol kuno yang terbuka di udara.


"Sedikit terlambat, aku kira kau dapat menahan ayah ku lebih lama" ujar lan wu yang kini telah berada di dalam portal.


"Cih..apakah kau mengejek ku? Kemampuan kaisar langit tidak bisa kau bayangkan, bukankah kau yang merupakan anaknya juga memiliki kemampuan besar sepertinya?" Ujar naga emas membuat lan wu tersenyum canggung.


"Bersiaplah aku akan mengaktifkan portal ini" ujar naga emas seraya mengaliri energi ke arah sebuah batu dengan tulisan kuno di atasnya.


Cahaya perlahan mengisi ruangan portal tersebut, namun mendadak tubuh lan wu tersedot keluar dari dalam portal.


Ia terhempas di luar, dan dengan cepat segera berguling menghindari serangan hebat dari arah sampingnya. Puluhan segel formasi terlihat menghiasi langit bersamaan dengan keluarnya serangan-serangan kuat dari dalam segel formasi tersebut.


Lan wu melompat seraya menghindari serangan tersebut, ia terus berpindah tempat dan mencari orang yang mengaktifkan segel formasi itu.

__ADS_1


"Ugh..!!" Lan wu terkena Sambaran petir dari salah satu formasi yang berada di langit.


Meskipun tidak terlalu parah, tapi seragam petir tersebut mampu membuat lan wu tidak bisa menggunakan energinya sesaat. Lan wu kini memanfaatkan gerakan pedang dan juga tekanan aura neraka .


Pergerakan lan wu semakin sulit, ia merasa tubuhnya seakan di tindih dari atas oleh sebuah gunung.


Lan wu melemparkan pedangnya ke udara seraya menggunakan tehnik penggeser waktu.


Dengan cepat ia telah berada di udara sembari meraih pedang sunyi kembali. Lan wu bergerak dengan cepat ke arah depan sembari menebaskan pedangnya dengan kuat.


"Apakah kau tidak bisa melawan ku secara langsung?" Ucap lan wu yang kini berhasil menghancurkan sebuah penghalang yang tak terlihat oleh mata.


Kini lan wu dapat melihat orang yang sedari tadi menciptakan segel formasi tersebut. Baru saja lan wu hendak menebaskan pedangnya, mendadak dari arah belakang sebuah pusaran angin menabrak lan wu hingga terhempas ke tanah.


"Kuat sekali?!" Gumam lan wu seraya berguling ke belakang.


Nampak semburan api beserta tekanan angin mengarah dengan cepat ke arah lan wu. Kedua elemen tersebut Napak menyatu dan menciptakan sebuah pusaran angin dengan kobaran api di dalamnya. Mata lan wu melebar usai melihat badai tersebut mendekat ke arahnya.


"Aku belum bisa menggunakan energi ku kembali" lan wu terlihat sedikit gelisah.


Beberapa saat sebelum pusaran tersebut mengenai lan wu. Lan wu menggunakan penggeser waktu dan berpindah ke udara dengan cepat, namun tak di sangka dari arah atas sebuah energi besar menabrak lan wu hingga tersungkur di tanah. Lan wu terkapar di tanah dengan kondisi tubuh yang penuh luka akibat jurus yang di terima sepenuh nya oleh lan wu.


Perlahan di sekeliling lan wu tercipta sebuah formasi energi berbentuk kotak yang kini telah mengurung lan wu di dalam nya. Lan wu berusaha bangkit seraya mengayunkan pedangnya ke salah satu dinding formasi yang berada di depanya, namun ketika pedang lan wu mengenai dinding tersebut, lan wu sontak berteriak kesakitan bersamaan dengan munculnya sayatan pedang di dadanya.


"Adik Chi, sebaiknya kau jangan melukai diri mu sendiri, kurungan hampa hanya dapat di hancur dengan kekuatan besar dari luar, sebaliknya jika kau menyerang dari dalam seluruh serangan mu akan di pantulkan kembali pada dirimu, dan arah dari pantulan itu bahkan tak mampu untuk kau lihat" ujar miren yang kini berdiri di luar kurungan hampa tersebut.


"Mengapa kalian begitu ingin menghalangi ku?! Kau pikir aku akan menyerah hanya dengan ini?" Ujar lan wu seraya mengayunkan pedangnya.


Namun kembali serangan lan wu mengenai dirinya sendiri dari lain arah. Ia menebaskan pedangnya berkali-kali bersamaan dengan darah yang menetes dari tubuhnya akibat pantulan dari serangan lan wu.

__ADS_1


Semakin banyak darah yang menetes di tanah, tubuh lan wu semakin lemah. Sesaat lan wu menghela nafasnya seraya memandang ke arah langit.


"Sedikit lagi.." ujar lan wu menggenggam erat Pedangnya.


__ADS_2