Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
bangkit 2.84


__ADS_3

Lan wu membuka matanya yang begitu silau di sapa cahaya matahari dari balik tirai jendela. Suasana harum semerbak di kamar tersebut membuat Lan wu mengingat saat yiyi membangunkannya dengan kecup lembut di kening.


Lan wu hanya melirik kearah jendela sembari membiarkan pikirannya terbang dengan bebas meninggalkan raga busuk yang telah letih menghadapi ratusan cambuk takdir.


Dari arah luar kamar terdengar suara langkah kaki dari beberapa orang mendekat kepadanya. Dari aura serta suara sapaan yang di lontarkan orang-orang tersebut dapat dengan mudah Lan wu ketahui namanya.


Mereka adalah ketua sakte teratai putih, Lao yu, serta Chu Tian yang menjenguk Lan wu usai melihat Fei yang semalam datang sembari membawa Lan wu.


Fei telah menceritakan situasi yang ia dan Lan wu alami malam tersebut dengan begitu rinci. Fei juga meminta agar mereka dapat mengembalikan semangat Lan wu seperti dahulu.


"Bagaimana perasaan mu? Apakah kau masih merasa sakit?" Tanya ketua sakte seraya menatap Lan wu yang masih memandang kearah jendela.

__ADS_1


"Aku tidak tau apa yang telah kau alami hingga membuat mu seperti ini.. akan tetapi tidak baik jika kau terus terjebak dalam rasa sakit itu. Kau masih memiliki banyak saudara dan orang-orang yang mengkhawatirkan mu di dunia ini" ucap ketua sakte dengan nada penuh ketenangan.


"Aku sangat khawatir jika yang anda katakan itu benar.. bahkan seseorang yang telah ku anggap saudara berbalik meninggalkan ku, dan menganggap ku tidak lebih dari hewan buas.." jawab Lan wu dengan nada sesak.


"Aku yakin dia pasti memiliki tujuan tertentu hingga berbuat seperti itu.. kau hanya perlu menerima hari baru, dan mengindahkan yang lalu. Kau harus bersyukur masih ada yang mau membukakan mata mu yang sesa'at merasa tinggi di udara. Kembalilah.. banyak orang yang masih membutuhkan mu" ujar ketua sakte sembari menepuk pelan pundak Lan wu.


"Adik Lan.. jika kau membutuhkan tempat untuk bercerita, aku akan selalu terbuka untuk mu.. jangan terlalu banyak menyiksa diri.. bangkitlah.." sambung Lao yu memasang senyum ramah.


"Tu..tuan.. aku pantas di hukum.. kalau saja aku tidak menolak perintah anda untuk pergi bersama.. mungkin saja anda tidak akan menjadi seperti ini.." ujar Chu Tian dengan perasaan bersalah.


"Kau tidak perlu memikirkan hal tersebut, ini masalah yang ku buat sebelum aku menemui mu. Bisakah kau meninggalkanku sendiri.. aku mohon" ucap Lan wu tanpa mengubah posisinya.

__ADS_1


Kepala sakte dan lainya hanya tersenyum kecewa mendengar jawab Lan wu. Mereka dengan berat hati akhirnya menuruti permintaan Lan wu.


Ketua sakte paham betul, untuk melewati rasa sakit. seseorang perlu mengendalikan seluruh bagian dalam dirinya. Dengan begitu dia akan memiliki kontrol yang baik soal emosi dan rasa.


Lan wu tengah berperang melawan dirinya sendiri. Di satu sisi ia paham betul apa dampak dari takdirnya jika ia berhenti saat ini. Cukup lama ia memejamkan mata seraya beradu dengan dirinya hingga akhirnya ia sontak berdiri tegak dan mengeluarkan seluruh aura miliknya.


ia segera menghunuskan pedangnya dan memotong rambutnya hingga putus.


ia menggenggam rambutnya yang telah terpotong lalu membakarnya dengan api iblis.


"aku melakukan ini sebagai pertukaran dari rasa sakit serta kebodohan ku yang aku alami saat ini.. dan ini adalah kali terakhir kau takdir sial*n bisa menertawakan ku..!" sambung Lan wu bersamaan dengan rambut di genggamnya terbakar habis.

__ADS_1


__ADS_2