Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
berangkat


__ADS_3

Dari seberang sungai, terlihat dua orang wanita mendekat kearah pondok. Keduanya berjalan diatas air dengan tenang nan anggun seraya menyiratkan senyum manis di bibir mereka.


"Salam tuan.."


Kedua gadis tersebut menyapa Lan wu dengan penuh kesopanan dan tutur kata yang lembut.


"Bingxue, Sying.. naiklah"


Jawab Lan wu mempersilahkan keduanya untuk bergabung.


Setelah keduanya duduk, Lan wu terlebih dahulu memeriksa tingkat pelatihan keduanya.


"Bingxue sudah menyentuh ranah immortal sempurna 9 dan satu langkah lagi akan memasuki ranah dewa.. setidaknya segel pengekang yang kuberikan sebelumnya berfungsi cukup baik"


Gumam Lan wu puas akan pencapaian Bingxue.


Sementara Sying berada di ranah separuh immortal 9, sebenarnya Lan wu mengagumi kecerdasan Sying akan politik, bisnis, dan cara mengatur kelompok Diyuze.


Lan wu bahkan tidak perlu turun tangan untuk melakukan hal tersebut.


"Pencapaian kalian sungguh memuaskan"


"Terimakasih atas pujian tuan"


"Bagaimana dengan permasalahan putri Yeng?"


Tanya Lan wu.


"Setelah kompetisi berlangsung, kami berhasil menguasai orang dalam istana dan perlahan-lahan bisa mengendalikan putri Yeng. Kini dia tidak lebih dari budak yang bergantung dengan organisasi kita"


Jelas Bingxue dengan senyum penuh arti.


"Bahkan jika tuan memintanya untuk melepaskan seluruh pakaiannya, dia tidak akan berpikir panjang.."


"Uhuk.!."


"Apa yang kau katakan wanita licik..?"


Lan wu tersedak nafasnya mendengar perkataan sensitif Bingxue.


"Hehehehe..maaf tuan, pelayan ini sudah lama tidak bertemu dengan anda. Aku sedikit rindu untuk menggoda tuan"


Bingxue tertawa kecil melihat ekspresi Lan wu.


"Hais.. sudahlah kakak Bing, kasihanilah tuan"


Lerai Sying.


"Ehem...!"


"Aku pikir sudah saatnya kita untuk meninggalkan dinasti dewa pedang"


Lan wu menghela nafasnya.


"Sudah hampir setahun aku berada di sini dan tujuan ku untuk mengumpulkan kekuatan sudah terpenuhi, selain itu informasi tentang penundaan keberangkatan Jia yi telah dipastikan. Bagaimana menurut kalian?"


Tanya Lan wu meminta pendapat keduanya.


Bingxue tersenyum kemudian mengangguk setuju dengan keputusan Lan wu.


Disisi lain Sying juga menyetujui nya.


Alasan mereka mengikuti Lan wu dikarenakan pilihan mereka dan sudah keharusan bagi mereka untuk menuruti kemauan tuannya.

__ADS_1


"Aku akan mempersiapkan kapal untuk mengangkut seluruh pasukan inti Diyuze"


Bingxue pamit undur diri terlebih dahulu.


"Aku juga akan mengurus persiapan pasukan kita dan mengabari perihal ini kepada 4 saudara lainnya"


"Sebentar Sying..."


Tahan Lan wu.


"Ada apa tuan?"


"Utus 5 orang terkuat diantara pasukan elite kita untuk menjemput murid ku di sakte dewa, sekalian bunuh seseorang bernama Yeng Dau"


Sying menyanggupi permintaan Lan wu kemudian pamit undur diri.


Lan wu tidak lagi bisa menahan keinginannya untuk segera kembali menuju dataran barat.


Dengan senyum penuh arti, Lan wu memejamkan matanya.


"Kekaisaran Qin, aku tidak tau kualifikasi apa yang kau miliki untuk mencari masalah dengan ku. Membunuh mu tanpa membuat dirimu merasakan rasanya di hianati tidak akan merik bagi ku"


"Terlepas dari dendam ku terhadap mu, aku sebetulnya tidak tega untuk membantai seluruh keluarga mu, tapi..."


Ia menghela nafas beratnya serya bangkit dari duduk.


"Ambisi mu merupakan duri dalam kedamaian yang ku jaga"


,,


Sebulan berlalu dan segel formasi yang dijanjikan oleh Tei sung telah di pasang di gunung mistis. Pangeran ketiga juga telah sembuh total dan menerobos ketanah separuh immortal awal.


Lan wu melakukan perjanjian khusus dengan pangeran ketiga di istananya untuk membahas rencana kompetisi perebutan tahta kekaisaran yang sudah mulai dilaksanakan.


150000 anggota luar Diyuze mengumumkan dukungan mereka kepada pangeran ketiga di kompetisi perebutan tahta, sebagai balasannya pangeran ketiga berjanji akan melindungi semua orang-orang yang berhubungan dekat dengan Lan wu, terutama muridnya dan keluarga Kai.


Jumblah yang begitu sedikit disebabkan oleh banyaknya anggota elite Diyuze yang telah berumur dan mengembangkan tugas penting dalam keluarga mereka.


Sebagian lagi memiliki kesibukan dan sisanya ditugaskan Lan wu untuk menjaga gunung mistis dan mewakilinya untuk melatih anggota luar.


Untuk menghindari kecurigaan, Lan wu membagi kelompok yang akan berangkat menjadi lima bagian.


Kelompok yang akan berangkat pertama kali adalah kelompok Lei Qibo, dua hari kemudian disusul oleh kelompok Zixuan, dan yang paling terakhir adalah kelompok Gang ju.


Keberangkatan mereka berselang 2 hari dari kelompok pertama dan nantinya akan berkumpul di kekaisaran Yon sebelum akhirnya mulai menyebar luaskan area kekuasaan mereka.


Berbeda dengan Lan wu, Bingxue, 3 king bersaudara, Sying dan Yuali. Mereka akan berangkat terlebih dahulu menggunakan monster khusus milik King zuwun dan akan menyiapkan tempat tinggal mereka saat berada di sana.


"Hari ini.. aku ingin mengucapkan terimakasih atas keberanian dan pengorbanan kalian selama mengikuti ku.


Gunung mistis yang sunyi perlahan-lahan berubah menjadi seramai kota.


Kalian mengusir rasa bosan ku dan aku menghargai hal itu. Aku tau jika kalian begitu ingin menunjukkan kemampuan kalian di peperangan ku kali ini. Namun, ada hal penting yang harus kalian lakukan"


Lan wu bediri tenang dihadapan ratusan ribu anggota Diyuze.


Mereka yang mendengar ucapan Lan wu terlihat begitu mengagumi sosok pria yang berdiri tenang di hadapan mereka.


"Lindungi keluarga kalian dan gunung mistis. Aku yakin dalam waktu beberapa tahun kedepannya tidak mustahil bagi kalian untuk menjadi salah satu dari 5 kekuatan besar.


Untuk itu, aku akan menunjuk pemimpin sementara kalian hingga aku kembali.."


Nafas semua orang-orang ditempat tersebut menjadi tertahan menunggu Lan wu menyebutkan sosok beruntung tersebut.

__ADS_1


"Kai Zhengjie... Murid ku yang akan menjadi pemimpin kalian. Ia mungkin akan datang beberapa bulan lagi ke gunung mistis ini, saat itu dia akan menjelaskan tujuan kalian kedepannya"


Sambung Lan wu seraya melirik kearah Bingxue yang mengisyaratkan bahwa mereka siap berangkat.


"Apa ada pertanyaan.?!"


Sambung Lan wu dengan suara keras.


"Tidak ada tuan..!"


Orang-orang tersebut serentak berteriak menjawab pertanyaan Lan wu barusan.


Lan wu tersenyum tenang seraya berjalan mendekati Bingxue dan lainnya yang telah berdiri diatas sebuah rajawali emas.


"Selamat jalan tuan.!"


"Semoga berhasil..!"


"Nona Bing, tolong jaga tuan Diyuze..!"


Orang-orang tersebut kini terdengar ribut meneriaki Lan wu yang telah berada di atas rajawali emas.


Mereka mengharapkan yang terbaik akan Lan wu dan memberikan dukungan kecil berupa teriakan-teriakan penyemangat.


Rajawali emas perlahan-lahan terbang naik kemudian melesat cepat bersamaan den


Teriakan pengantar mengiringi kepergian mereka.


Ratusan ribu orang-orang tersebut nampan memandangi punggung pemimpin mereka yang perlahan-lahan kabur terhalangi jarak pandang.


Mereka mempercayai kemampuan pemimpin mereka, dan bertekad untuk mencapai prestasi besar hingga hal tersebut akan terdengar ditelinga pemimpin mereka.


Kini tugas mereka adalah menunggu kedatangan murid dari pemimpin mereka dan mendengarkan instruksinya.


"Ada apa tuan?"


Bingxue melirik kearah Lan wu yang tampak terdiam sunyi dengan ekspresi gusar menghiasi wajahnya.


Lan wu membalas tatapan Bingxue kemudian meletakkan tangannya diatas kepala wanita tersebut seraya tersenyum paksa.


"Aku merindukan 2 matahari ku... Aku tidak tau seperti apa rupa mereka sekarang.."


Ucap Lan wu dengan nada yang terdengar sedih.


Apa aku bisa mengenali mereka?


Lan wu menghela nafasnya kemudian mengarahkan pandangannya kedepan.


Hamparan hijau yang perlahan-lahan berganti menjadi lautan biru membawa Lan wu kedalam pikirannya yang telah terbebani begitu lama.


Tindakan serta apa yang ia rencana masih jadi pertanyaan besar. Sanggupkah dirinya jika nanti harus berhadapan hidup mati dengan orang-orang yang pernah berjuang bersamanya.


Kekaisaran Qin, kekaisaran Ning, dua kekaisran tersebut adalah rumah dari orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengannya.


Lan wu sadar bahwa dirinya tidak memiliki hak untuk menyalahkan kedua kekaisran tersebut, setiap pemikiran seseorang berbeda-beda dengan yang lainnya.


Saat ini Lan wu melakukan apa yang ia anggap benar, disisi lain kedua kekaisaran tersebut juga melakukan apa yang menurut mereka benar.


Diplomasi..?


Lan wu memejamkan matanya sesaat.


"Untuk apa kata itu diciptakan, jika keputusan mutlak adalah peperangan..?"

__ADS_1


Dengan pandangan sayu Lan wu membuka kembali matanya.


"Tidak... Keyakinan ku tidak boleh tergoyahkan. Ini demi kebaikan mereka, kebaikan dari generasi muda yang akan mendiami dunia ini.."


__ADS_2