Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
sejarah wilayah barat


__ADS_3

"Kakak lihatlah! Banyak barang-barang berharga.!" Teriak Xiali dengan ekspresi senang.


Disisi lain Lan wu justru mengamati aura tempat tersebut yang dipenuhi oleh niat jahat dan perasaan aneh yang berasal dari sebuah pintu hitam yang tetutup rapat.


Belum selesai Lan wu menerka keadaan tempat tersebut, mendadak terjadi guncangan hebat yang membuat ketiganya menjadi panik.


"Apa yang kalian lakukan?!" Tanya Lan wu seraya mendorong Xiali dan Bai Co sesaat sebelum bongkahan batu besar jatuh.


"Kau baik-baik saja senior?" Teriak Bai co dari sisi lain bongkahan batu yang memisahkan Lan wu dan mereka.


"Kalian ambillah barang-barang berharga sebisa kalian lalu keluar terlebih dahulu, aku akan menemui kalian nanti" ucap Lan wu.


"Tapi senior, apakah kau menemukan jalan lain di situ?" Tanya Xiali dengan nada khawatir.


"Ya...dan juga aku menemukan beberapa benda berharga, tunggu aku diluar.!" Tegas Lan wu kemudian memukul hancur pintu hitam yang ia lihat tadi.


Lan wu berjalan lebih jauh melewati pintu tersebut dan menemukan ruangan besar yang terdapat 3 peti kecil dan 1 peti besar.


Di belakang peti besar tersebut terdapat sebuah tengkorak yang mengenakan mahkota putih dan jubah sutra berwarna biru.


Di samping tengkorak tersebut terdapat dua buah patung orang dengan baju perang yang sedang menunggangi kuda berkepala naga.


"Mungkin tengkorak ini adalah orang suci yang dimaksud. Tapi, mengapa aku merasakan aura dari salah satu patung tersebut begitu familiar?" Gumam Lan wu seraya mencoba mengingat.

__ADS_1


"Penyusup.! Bunuh.!" Terdengar suara berat bersamaan dengan melesatnya sebuah energi berwarna merah kearah Lan wu.


Lan wu sontak tersadar dari lamunannya dan bergerak cepat menghindari serangan tersebut. Kini dihadapan Lan wu berdiri seorang pria gagah yang menunggangi kuda berkepala naga menatapnya dengan tajam.


"Patung ini hidup..!" Gumam Lan wu kembali menghindari ayunan tombak pria tersebut.


Serangan dari pria tersebut begitu ganas dan kuat. Pertaruangan keduanya bahkan menghancurkan seisi ruangan tersebut dan menyebabkan barang-barang berharga ditempat itu hancur.


Tombak milik pria tersebut berbenturan dengan tongkat kayu milik Lan wu dan secara mengejutkan berhasil memukul mundur Lan wu yang saat itu telah menggunakan hampir 30% kekuatannya.


"Cih..! Api iblis tidak mempan.!" Kesal Lan wu seraya melompat mundur usai membakar pria dihadapannya dengan api.


Kobaran api iblis masih menyelimuti tubuh pria tersebut namun ia nampak tidak terluka ataupun melemah.


Lan wu terus-menerus menyerang lawannya lalu diakhiri dengan salah satu jurus pamungkas dari tombak miliknya yang membuat seluruh ruangan tersebut terbakar oleh energi dari pilar langit.


Setelah memastikan bahwa lawannya telah berubah kembali menjadi patung, Lan wu akhirnya menetralkan energi dan mengatur nafasnya.


"Fyuh..tidak disangka bahwa melawan sebuah patung akan melelahkan.." tutur Lan wu yang membersihkan debu-debu di pakainya.


Tanpa ia sadari tempat yang semula rusak parah akibat pertaruangan barusan, entah sejak kapan pulih total seperti semula. Dan satu-satunya yang berubah adalah aura di tempat tersebut menjadi lebih tenang.


Lan wu berkeliling tempat tersebut untuk mencari hal-hal lain yang mungkin bisa berguna baginya, namun sudah cukup lama ia berkeliling ia sama sekali tidak menemukan barang habv yang menarik perhatiannya.

__ADS_1


Palingan hanya bahan-bahan kultivasi serta beberapa senjata kelas langit yang telah ia masukkan kedalam cincin ruang untuk diberikan kepada tuan dan nona muda Bai.


Tiba-tiba pandangan Lan wu tertuju kepada sebuah buku kuning yang terletak dibawah peti besar. Ia kemudian mengambil buku tersebut dan membukanya.


Buku tersebut bertuliskan seorang pria yang dulunya menguasai seluruh wilayah barat dan menjadi satu-satunya kaisar di wilayah barat.


Namun seiring bertambahnya usia, ia tidak bisa lagi mengatur dinastinya. Ia memutuskan untuk membagi wilayah barat menjadi 4 bagian dan mempercayakan wilayah tersebut kepada 4 murid kepercayaannya.


Selang beberapa tahun, tidak disangka dua murid dari pria tersebut menyerang dan hendak menjatuhkan dua bagian wilayah lainnya lalu mengendalikan kedua wilayah tersebut dibawah mereka.


Kedua murid yang berkhianat itu bermarga Jia dan Zi, sementara dua murid yang membantu pria tersebut bermarga Dang dan Xen. Pertaruangan tersebut menyebabkan kekacauan di wilayah barat.


Pemenang dari perang tersebut adalah kaisar Jia dan kaisar Zi. Sementara pria tersebut beserta dua muridnya yang tersisa bersembunyi di makam tersebut.


Kekaisaran Yon dan emas biru menguasai wilayah kecil yang berdekatan langsung dengan wilayah timur. Hal tersebut sengaja di biarkan pada masa itu dengan tujuan menyembunyikan kebenaran mengenai ambisi dua orang tersebut.


"Sejarah yang mengejutkan, pantas saja kaisar An memiliki ambisi besar untuk menyatukan seluruh kekaisaran dibawah pimpinannya.." ujar Lan wu seraya menutup buku tersebut.


Lan wu terlihat berpikir mengenai rencana kaisar An, ia juga baru sadar bahwasanya pernikahan Ming yu dan Lue tidak lain adalah untuk menyatukan kedua kekaisran tersebut.


Adapun emas biru telah berhasil di taklukkan oleh kaisar An sebelumnya dengan memanfaatkan dendam dari Ling. Lan wu mencemaskan perihal keterlibatan pedang dewa dan istana laut awan dalam perang nanti.


"Aku harus mengumpulkan beberapa orang untuk membalikkan situasi dalam perang nanti..." Gumam Lan wu kemudian memutuskan untuk keluar dari tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2