Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Goresan yang berarti.


__ADS_3

Wujud dari kebangkitan darah milik Yiyi berbentuk perisai emas yang bisa digunakan untuk bertahan dan menyerang. Tekanan dari perisai tersebut tidak kalah dengan besi hitam milik Hui Tian.


"Yang mulia putri Yiyi, aku tidak melihat mu sebelumnya. Tolong maafkan tingkah kurang sopan ku" ujar Bai Fen yang tertekan oleh perisai emas milik Yiyi.


"Tingkat gerbang ilahi akhir?!.. Bagaimana bisa putri Yiyi menjadi begitu kuat bahkan melewati kultivasi kakeknya..!" Heran Xiali dengan wajah yang memucat.


"Untunglah penggabungan singa iblis dengan ku memungkinkan diriku untuk menempa tubuh dan memiliki wajah baru. Jika tidak maka aku tidak akan bisa melihatnya" pikir Lan wu yang melepaskan 4% dari aura singa iblis.


Tekanan dari aura tersebut berhasil menolak aura perisai emas. Nampak Yiyi melirik kearah Lan wu dengan tatapan menyelidik sebelum akhirnya mendarat dihadapan Lan wu.


"Aku tidak tau siapa senior hebat ini? Wajah anda seperti bukan berasal dari kekaisaran Qin.." tanya Yiyi dengan nada lembut.


"Yang mulia benar, aku adalah pemimpin dari sakte rahasia dan tidak terlalu suka dunia luar. Karena bosan aku memutuskan untuk berjalan-jalan dan tidak sengaja bertemu dengan tuan Bai Fen" jawab Lan wu penuh ketenangan.


"Sakte rahasia..? Mengapa aku tidak mendengarkan ini sebelumnya?!" Keget Yiyi seraya bergerak lebih dekat dengan Lan wu.


"Aku tidak menyangka bahwa wanita yang ku nikahi adalah penggoda yang mahir.." gumam Lan wu dengan ekspresi dingin.


"ya, tentu saja karena keberadaan kami bukanlah hal yang bisa anda pahami. Aku berada disini hanya karena kebaikan dari keluarga Bai, jika anda berniat jahat kepada mereka maka aku tidak segan untuk berurusan dengan mu!" Jawab Lan wu menjauhi Yiyi.


"Hmm..menarik, aku akan menyampaikan hal ini kepada ayahku...dan, aku ingin mengundang mu secara khusus ke istana" tutur Yiyi seraya tersenyum licik.


Tingkah Yiyi tersebut semakin membuat Lan wu hampir hilang sabar. Ia hendak menghancurkan wajah munafik tersebut untuk menghilangkan rasa bencinya.


"Oh iya...aku harus mengingatkan kepada mu bahwa keluarga ku memiliki hubungan dekat dengan Kaisar langit di alam atas, jadi tidak ada ruginya bila kau menerima undangan ku." Sambung Yiyi sebelum terbang menjauh bersama Tai Hung.


Lan wu hanya bisa mengepalkan tangannya seraya memaki dalam hati.


"Memanfaatkan ku, dan menggunakan nama kaisar langit..? Sungguh mata ku terbuka lebar.


Jika bukan demi Xuya dan Wu Jia maka aku akan menghancurkan seluruh keluarga mu.!" Gumam Lan wu dengan niat membunuh yang keluar tanpa ia sadari.


"Senior..ada apa..?" Tanya Xiali menyadarkan Lan wu.


"Ah..maaf, aku hanya kurang suka dengan wanita itu" jawab Lan wu kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Sungguh beruntung keluarga kita memiliki pelindung seperti senior, hahahaha..!" Tawa anggota keluarga Bai dengan ekspresi bahagia.


Bai Fen menyuruh anggota keluarganya untuk membersihkan mayat-mayat halaman mereka lalu mengajak Lan wu untuk masuk kedalam rumah.


Ia meminta pelayan keluarganya menyediakan makanan serta minuman sebagai ucapan terimakasih atas bantuan Lan wu.


"Co'er, sampaikan kepada anggota keluarga kita untuk mengadakan pesta besar atas kemenangan ini. Undang juga keluarga Yue untuk bergabung" ucap Bai Fen yang di laksanakan oleh Bai Co dengan senang hati.


"Xiali...kau obati dulu luka mu, jangan membiarkan senior ini melihat mu yang kotor itu" sambung Bai Fen yang membuat Xiali mendadak pergi dari ruangan tersebut dengan wajah memerah.


Lan wu hanya tersenyum seraya meneguk anggur di cangkirnya.


"Sebelumnya aku tidak mengetahui nama senior, aku Bai Fen dengan tulus mengucapkan terimakasih kepada anda. Jika bukan karena bantuan anda maka keluarga kami akan lenyap dari kota ini" tutur Bai Fen seraya mengangkat cangkir lalu meminum agur didalamnya.


"Jangan terlalu sungkan tuan Bai, dan kau bisa memanggilku Kein" balas Lan wu.


"Baiklah tuan Kein, aku sungguh terperangah dengan kemampuan anda. Tidak ku sangka kau begitu mudah menghadapi 4 master abadi" kagum Bai Fen yang terlihat begitu senang.


"Bahkan anda bisa menarik perhatian putri Yiyi yang memiliki banyak rahasia itu, aku bahkan tidak tau apa ranah kultivasi nya sekarang" sambung Bai Fen seraya berpikir.


"Bagaimana..bisa..?! Bahkan seluruh ahli di kekaisaran Qin tidak bisa mengalahkan satu dari mereka?" Tanya Bai Fen dengan nada tidak percaya.


"Ya, aku tidak bisa berbohong. Selain itu kemampuan putri Yiyi tidaklah sesuai dengan ranahnya saat ini. Ia membangunkan sebuah kemampuan spesial dari ras langit kuno" tambah Lan wu yang kini berhasil membuat wajah Bai Fen pucat.


"Sial..! Dengan kata lain keluarga kami akan dipaksa tunduk dengan mereka..!" Geram Bai Fen dengan sorot mata tajam.


"Tidak perlu begitu khawatir tuan Bai, di istana laut awan masih terdapat dua orang yang telah memasuki ranah gerbang ilahi awal dan satunya bahkan merupakan panglima perang di ras naga.


Jika mereka merasa terancam, maka tidak akan sulit bagi kelompok pemberontak untuk memotong kepala kekaisaran Qin" jelas Lan wu seraya mengikat rambutnya.


Mendadak pandangan Bai Fen tertuju kepada bekas sayatan panjang di mata kiri Lan wu. Ia begitu terkejut sekaligus penasaran dengan sosok yang bisa melukai pria sekuat Lan wu.


"Emm..maaf sedikit lancang tuan Kein, aku hanya penasaran pendekar mana yang bisa melukai orang sekuat anda?" Tanya Bai Fen merasa tidak enak.


"Oh...kau juga memperhatikannya ya..? Ahahaha.." tawa Lan wu tanpa beban.

__ADS_1


"Aku terluka oleh seorang pria yang bernama Lan wu.."


"Yang mulia Lan wu..?! Apakah maksud anda mantan suami dari putri Yiyi?" Tanya Bai Fen sesuai dengan tebakan Lan wu.


"Ya, sebetulnya aku kesini untuk mencari keberadaan nya. Aku hendak membalaskan dendam atas kebodohannya..!" Ujar Lan wu dengan wajah geram.


"Sayang sekali.." tutur Bai Fen seraya menggelengkan kepalanya dengan lesu.


"Ada apa tuan Bai?"


"Yang mulia Lan wu merupakan seorang yang bijak dan baik hati. Hanya dalam waktu singkat ia mengambil posisi kaisar, ia telah berhasil mensejahterakan rakyat kekaisran.


Aku masih tidak percaya bahwa yang mulia memberontak dan dihukum mati oleh kakek mertuanya.." jelas Bai Fen yang tidak disangka oleh Lan wu.


Lan wu tersenyum senang dan bersyukur setidaknya usaha menciptakan kedamaian di kekaisaran Qin bisa diingat oleh beberapa orang.


"Tidak disangka, namun aku masih tidak percaya bahwa orang sehebat dia bisa dikalahkan oleh kakek mertuanya.." sambung Lan wu memancing.


"Aku juga berpikir begitu tuan Kein, selain itu tindakan kaisar An yang semena-mena merampas tambang dan aset beberapa keluarga bangsawan, secara tidak langsung telah menciptakan pemberontak untuk kesekian kalinya..


Selain itu aku mendengar beberapa rumor gelap mengatakan bahwa orang-orang dari wilayah timur tengah menyusun rencana untuk menyerang kekaisaran Yon..


Jika kekaisaran Yon jatuh, maka wilayah barat akan dikuasai oleh orang-orang dari timur dan tentu saja masyarakat kita akan diperlakukan seperti budak..!" Jelas Bai Fen yang secara tidak langsung membuat Lan wu terpikir sesuatu.


"Anda benar..namun, hal tersebut bukan berarti bisa terjadi dengan mudah. Jangan lupakan mengenai istana naga putih dan istana ras harimau petir" balas Lan wu yang membuat Bai Fen menjadi sedikit tenang.


"Benar...! Anda benar senior!"


Setelah seluruh anggota keluarga Bai berkumpul, pesta perayaan tersebut akhirnya dimulai. Masing-masing dari mereka bertukar cerita dengan tawa keras seakan-akan telah melupakan pertempuran tadi.


Lan wu pamit secara pribadi kepada Bai Fen dan menyerahkan cincin ruang yang dipenuhi oleh barang-barang berharga dari makam suci.


Lan wu juga menyerahkan buku kuning dan meminta agar Bai Fen menyembunyikan apapun yang dikatakan oleh buku tersebut.


Tujuan perjalanan Lan wu yang sekarang adalah wilayah timur!.

__ADS_1


__ADS_2