Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
gerakan


__ADS_3

Lan wu kini terdiam seraya mengepalkan tangannya dengan kuat, wajahnya berganti murka dengan sorot mata merah seperti iblis.


"Kau memang tidak mengetahuinya, wanita memang tidak akan bisa mengerti... Sebab kelembutan dari seorang wanita beda tipis dengan kelicikan yang disembunyikan.


Belasan tahun aku memberikan mereka kesempatan, dan belasan tahun mereka menjalankan rencana mereka tanpa hambatan.


Bagaimana rasanya hati mu saat orang yang kau sayangi selama puluhan tahun ternyata memanfaatkan mu demi kekuasaan?


Melakukan hal tidak pantas dengan pria lain dan menjadikan anaknya sebagai boneka untuk meraih kejayaan..?!"


Lan wu berdiri dari duduknya kemudian menghancurkan meja disamping dengan sekali hentakan.


Yuali nampak tercengang bercampur rasa takut melihat kemarahan yang dipancarkan oleh Lan wu.


"Bagaimana pendapat mu..?! Persetan dengan pendapat mu.. persetan dengan wanita sejenis mu.. enyah dari hadapan ku sebelum aku membunuh mu.!"


Lan wu melemparkan giok langit kearah Yuali, ia berusaha menangkap giok yang dilemparkan Lan wu namun tak disangka ia malah terpental kebelakang dengan begitu kuatnya hingga keluar dari gerbang kediaman Lan wu.


"Enyah..!"


Lan wu menatap Yuali sesaat sebelum akhirnya berbalik kearah pintu masuk kediamanya.


Disisi lain nampak Yuali terdiam dengan tubuh yang penuh luka-luka, dengan wajah sedih ia memunggut giok langit kemudian berjalan perlahan meninggalkan kediaman Lan wu.


"Ada apa adik Yuali?"


Tanya King zuwun yang baru kembali dari misinya kemudian melihat Yuali yang berjongkok seraya menutup wajahnya dengan kedua lututnya.


"Kakak... Aku.. aku... Membuat tuan marah.. hiks..hiks.."


Yuali menjawab pertanyaan King zuwun dengan isak tangis.


Sontak King zuwun menjadi heran, ia tidak tau apa yang membuat Lan wu menjadi begitu marah.


"Tuan mengusir ku... Kakak.. aku.. aku harus bagaimana..?"


Sambung Yuali mengangkat wajahnya yang dipenuhi oleh air mata bercampur darah dari goresan-goresan disekitar wajahnya.


"Tuan... Apakah anda tidak memiliki toleransi bagi seorang wanita? Dia bahkan terluka separah ini..."


Gumam King zuwun kemudian menenangkan Yuali. King zuwun mengajaknya ke kediamanya untuk beristirahat dan mengobati luka ditubuh Yuali.


Di lain tempat, Lan wu tengah berbaring di ranjangnya seraya menunggu mimpi untuk menghampirinya. Sorot mata sayup perlahan-lahan mulai menutup hingga akhirnya ia tertidur.


**


"Yang mulia...! Kami menerima surat dari pangeran ketiga di benteng perbatasan yang menyampaikan perihal pergerakan dari dinasti darah putih.."

__ADS_1


Seorang prajurit dengan langkah yang terburu-buru menghampiri kaisar Yeng.


"Apa..?! Apa yang membuat mereka bergerak.?!"


Kaisar Yeng sontak bangkit dari duduknya kemudian mendekati prajurit yang tengah berlutut dihadapannya.


"Pangeran mahkota yang kita tangkap beberapa bulan lalu di benteng perbatasan, berhasil melarikan diri. Penyelidikan kami membuktikan bahwa adanya keterkaitan antara pangeran mahkota dan sebuah kelompok yang mengenakan topeng..."


"Diyuze...! Apakah ini ulah mereka..?!"


Kaisar seketika terduduk di tahtanya.


"Sial... Jadi penyerangan beberapa hari lalu hanya pengalihan, apa yang sebenarnya direncanakan oleh bajingan itu.."


Gumam kaisar sembari mantap tajam kearah depan.


"Sebarkan dekrit kekaisaran, aku ingin setiap kekuatan di dinasti ini ikut terlibat dalam pertempuran ini. Turunkan semua jendral terbaik dan musnahkan keparat-kepart itu..!"


"Baik yang mulia"


Pengawal tersebut pamit meninggalkan undur diri dan meninggalkan kaisar Yeng yang masih terganggu oleh situasi tersebut.


"Aku akan melihat permainan seperti apa yang kau mainkan.."


**


Sakte immortal, sakte 5 pilar pedang, sakte dewa, sakte sayap Phoenix, dan sakte pedang bumi serta seluruh kekuatan besar lainnya.


Dari semua kekuatan itu, sosok pemuda yang akhir-akhir ini menjadi terkenal usai menjadi juara pertama dalam pertemuan generasi muda kini menjadi pusat perhatian.


Sosok dengan pedang sunyi serta pemilik aura mengerikan menjadikan dirinya sebagai salah satu wakil ketua dari aliansi.


"Kai zhengjie... Pemuda ini, dalam waktu singkat telah menerobos tingkat pelepasan 6.. masa depannya nanti tidak akan terbatas. Aku harus menjalin hubungan baik dengannya.."


gumam Seorang pria dari keluarga dewa yang menatap Zhengjie dari kejauhan.


Pandangan Zhengjie mendadak terarah kepada seorang gadis yang begitu familiar baginya. Tanpa basa-basi, ia langsung mendekati gadis tersebut kemudian memeluknya.


"Akhirnya.... Akhirnya... Aku bisa menemui mu.."


Dengan nada serak dan perasaan campur aduk, Zhengjie mengeratkan pelukannya.


"Lancang..! Beraninya kau menyentuh adik seperguruan..!"


Seorang pemuda dengan cepat menarik Zhengjie kemudian melemparkan nya kebelakang.


"Jangan mengganggu..!"

__ADS_1


Sebuah tekanan aura yang begitu manakutkan mendadak menghentikan langkah pemuda dari sakte sayap Phoenix.


Zhengjie mengangkat pedangnya kemudian bergerak cepat kearah pemuda tersebut dengan wajah geram.


"Uhuk..! Argh...!"


Zhengjie mendadak tersungkur ketanah hingga pedangnya terlempar dan diambil oleh pemuda yang hendak diserangnya.


"Hahaha..! Sampah seperti mu tidak disangka memiliki pedang dewa sunyi ini... Aku akan membantu mu menjaganya.."


"Keparat..! Kembalikan pedang ku!"


Zhengjie menggunakan langkah penggeser waktu dan berpindah sekejap mata dihadapan pemuda tersebut, namun dengan cepat ia melompat mundur usai merasakan niat membunuh yang kuat terpancar dari sisi belakang pemuda itu.


"Ada master tingkat separuh immortal awal yang melindunginya.. sial..!"


Kesal Zhengjie yang kebingungan untuk merebut kembali pedang sunyi.


"Ada apa..? Tidak disangka jenius berbakat seperti mu sebenarnya hanyalah sampah.. kau beruntung aku dan adik junior ku tidak ikut serta dalam pertandingan itu.."


Kini orang-orang disekitar mulai memperhatikan Zhengjie dengan pandangan curiga.


"Tentu saja, aku dari awal merasa aneh dia tiba-tiba bisa sekuat itu.."


"Heh... Paling dia menggunakan trik kotor untuk memenangkan pertandingan.."


"Lagian semuanya telah terbukti kan..?"


Zhengjie merapatkan giginya menahan amar dari perkataan yang ia dengar.


Jika saja tidak ada master separuh immortal yang ikut campur, mungkin dia dapat menangani orang-orang tersebut.


"Guru... Apa yang harus aku perbuat..? Perbedaan kekuatan ku saat ini masih begitu jauh dari lawan ku. Apakah aku harus menyerahkan pedang itu?"


Tanya Zhengjie dalam hatinya seraya mantap wajah adiknya yang seakan malas tau dengan dirinya.


"Lin'er... Mengapa kau tidak menganggap ku..?"


Wajah Zhengjie seketika berubah sedih. Ia telah kehilangan kepercayaan diri untuk membawa adiknya pulang. Ia menyadari bahwa Kai Lin hanya memikirkan kekuatan dan mungkin juga telah membunuh perasaan manusiawinya.


"Apakah perkataan ku dulu tidak anda hiraukan patriark Fao.?"


Tekanan aura yang dasyat serta suara yang begitu familiar nampak membuat tubuh orang-orang tersebut seketika menggigil ketakutan.


Disisi lain nampak wajah Zhengjie begitu senang usai melihat kearah atas dan mendapati sosok pria bertopeng yang melayang turun kearahnya.


"Apa kau baik-baik saja Zheng'er..?"

__ADS_1


__ADS_2