
"jadi di istana mu terdapat surat dari Ku?" Tanya naga emas seraya di perhatikan oleh Yuan dan lainya
"Benar tuan leluhur, menurut perkataan para pendahulu ku. Perintah dari anda ialah untuk menaklukkan alam ini,dan menjadikannya wilayah milik ras naga. Bagi yang berhasil melakukannya, maka dia akan memperoleh kesempatan untuk naik ke alam atas dan bertemu para leluhur dari ras naga" jawab xunxi dengan nada sopan
Lan wu yang menyaksikan situasi tersebut, kini berdiri sembari merenggangkan sendinya. Ia melangkah hendak meninggalkan ruang walikota tersebut,namun dengan cepat di tahan oleh naga emas
"Saudara lan, kau hendak kemana?" Tanya naga emas bersamaan dengan berhentinya lan wu
"Hmm..aku tidak tertarik dengan urusan mu, terlebih lagi. Aku harus menjemput xuya di istana kaisar zi." Jawab lan wu dengan senyuman
"Bisakh kamu menunggu sejenak? Aku masih harus menyelesaikan beberapa hal dengan xunxi" ungkap naga emas dengan cepat membuat lan wu tersenyum tipis
"Apa hubungan nya dengan ku? Terlebih lagi aku masih belum bisa memaafkannya sepenuh hati. Apakah kau tidak takut jika seketika aku tak dapat mengendalikan diriku?" Lan wu memasang senyum
"Aku telah melakukan kontrak darah dengan mu, selain itu aku hanya dapat berada di dekatmu. Tolonglah agar kau memberiku kesempatan agar menuntaskan persoalan ini " jelas naga emas berusaha menahan lan wu
"Tuan lan, sopanlah kepada leluhur ku. Ka..." Ucapan xunxi terputus usai merasakan tekanan luar biasa dari lan wu
Raut wajah lan wu di penuhi oleh kemarahan usai mendengar perkataan yang terlontar dari xunxi
"Woy berengs*k... Apakah kau pikir aku tidak bisa membunuhmu di depan naga emas ? Bahkan jika naga dewa yang melindungi mu aku pastikan dia tidak akan dapat berbuat banyak.!!" Ucapan lan wu sontak membuat xunxi menelan ludah.
Ia tidak menyangka bahwa lan wu mengetahui pemimpin tertinggi dari ras naga tersebut. di sisi lain nampak naga emas beserta tetua13 juga ikut terkejut dengan perkataan lan wu
Melihat situasi yang hendak memburuk, sontak yiyi dengan lembut menarik tangan lan wu agar duduk di sebelahnya . Hal tersebut secar tidak langsung membuat sui sedikit merasa kesal
"Guru.." ucap yiyi sembari menatap lan wu
Lan wu akhirnya menghela nafasnya serayaempersilahkan naga emas untuk melanjutkan perktaaan nya
"Naga putih merupakan panglima hebat di kerajaan naga, tidak hanya itu. Dia bahkan menorehkan banyak perestasi dalam tugas penting yang di berikan kepadanya. Oleh karena itu, aku mengabulkan permintaannya agar membangun ras naga di alam bawah. Namun dengan persyaratan, dia tidak boleh terlalu ikut campur dengan urusan di alam ini. Aku tidak menyangka bahwa dia menyimpang dari jalannya dan memiliki ambisi yang begitu tinggi " ucap naga emas dengan nada sedih
"Aku memberikan mu kesempatan sekali lagi. Pergunakan kemampuan mu untuk melindungi dunia ini,dan jangan sekalipun menciptakan peperangan besar seperti ini terjadi kembali " sambung naga emas bersamaan dengan berlutut nya xunxi sembari mengucapkan terimakasih
"Aku hendak menanyakan satu hal lagi.." ujar lan wu yang sedari tadi diam
"Silahkan tuan lan " jawab xunxi menunggu pertanyaan lan wu
"Apa balasan yang tepat bagi mu, jika suatu hari nanti kau mengulangi kesalahan mu?" Tanya lan wu entah mengapa membuat xunxi begitu ketakutan
"a..a..aku akan .." xunxi seakan tak sanggup melanjutkan perkataannya
"Jika kau melakukan nya lagi,. Maka aku akan membantai seluruh orang di istana mu..apakah kau keberatan ?" Ujar lan wu dengan tatapan dingin
"Ten..tu saja tidak..aku pasti akan mengingat pesan serta ucapan dari naga emas dan tuan lan" jawab xunxi sesaat sebelum kembali menunduk wajahnya
Lan wu kini menatap kearah tetua13. Ia tak menyangka bahwa tetua13 merupakan panglima dari ras naga. Pantas saja kemampuanya begitu tinggi. Namun jika ia merupakan orang dari ras naga, lalu mengapa naga perang berada bersama denganya. Bukankah ia tidak perlu menggunakan perjanjian darah . Pertanyaan terus mengisi kepala lan wu namun ia memilih untuk tidak menanyakan hal tersebut.
Yang perlu ia lakukan adalah secepatnya menemui xuya sebelum akhirnya ia akan meninggalkan alam ini
"Tidak disangka, dengan ledakan petir pengadil. Secara langsung dapat membawa ku menerobos 4 gerbang ilahi. Hanya perlu menerobos gerbang hidup dan mati sebelum akhirnya mencapai tingkat gerbang ilahi.." pikir lan wu sembari memegang ujung dagunya
" Sungguh bakat yang begitu mengerikan ..." Gumam lan wu sembari menghela nafasnya
**
Hampir 5 hari usai perang berlalu, kini satu-persatu para ketua dan pendekar telah meninggalkan kekaisaran Yon.
Entah mengapa suasana terlihat begitu sunyi,dan hanya terlihat beberapa pedagang yang memulai aktivitas mereka kembali. Lan wu memilih untuk tinggal sejenak di kota ain sembari menunggu ketua Jian pulih lalu akhirnya memutuskan untuk pergi menjemput xuya di istana kaisar zi
__ADS_1
" guru aku hendak menemui ayah terlebih dahulu sebelum akhirnya akan kembali ke pedang dewa.." ujar lue yang sedari tadi berbincang dengan lan wu
"Kapan kau akan berangkat?" Tanya lan wu sembari menguk teh di cangkirnya
"Mungkin besok..dan kebetulan kak yiyi dan lili bersedia untuk menemani ku di perjalanan" sambung lue sembari menatap yiyi dengan senyum nya
"Hmm..ha..hanya saja..a..aku .." ucapan yiyi tertahan bersamaan dengan sebuah surat yang di letakan lan wu di depannya
"Aku telah mengirimkan surat kepada kaisar mengenai perjodohan ku dengan putri sui,dan kebetulan aku mendapat balasanya tadi pagi .." ujar lan wu dengan tingkah malas tau
"Yeh....guru kau memang yang terbaik.." teriak lili sontak memeluk lan wu
"Hey ...baju ku basah .." kesal lan wu usai bajunya di tumoahi teh akibat gerakan lili yang tiba-tiba
Yiyi dan lue yang menyaksikanya kini memasang senyum sembari melihat ekspresi kesal dari lan wu
"Ehem.. dengarkan aku sejenak.." ucap lan wu kini bernada serius
"Tidak selamanya aku akan berada di sisi kalian. **** atau lambat kalian akan menjalani jalan kalian seorang diri, tugasku untuk membimbing kalian akan segera berakhir.." ucap lan wu tertahan usai melihat raut sedih dari yiyi dan lainya
"Maksud guru?" Tanya yiyi dengan nada rendah
"Kalian telah dewasa,dan sedikit lagi akan lulus dari pedang dewa, terlebih lagi kalian adalah anak dari kaisar. Nasib kerajaan bergantung pada kalian. Aku hanya ingin mengingatkan, agar jangan melupakan tujuan awal dari kultivasi yang kalian jalani. Jika ada waktu tentu kita akan bertemu kembali " seru lan wu yang kini mengambil posisi berdiri
"Kami mengucapkan terimakasih atas bimbingan guru selama ini.." hormat ketiganya sesaat sebelum meninggalkan lan wu yang menatap senja di hadapannya
"Maaf..aku tak bisa mengatakan yang sebenarnya .." ucap lan wu sesaat sebelum memejamkan matanya
..
Berita kemenangan di negara Yon, kini tersebar begitu luas. Banyak orang dari berbagai kekaisaran ikut bergembira atas kemenangan besar tersebut. Secara tidak langsung kemenangan dari peperangan tersebut. Membawa nama wilayah timur melambung tinggi di wilayah lainya, terlebih lagi soal lan wu yang merupakan kunci dari kemenangan tersebut. Lan wu kini di kenal oleh wilayah lainya dengan julukan dewa perang, sementara di wilayah barat ia tetap di kenal dengan julukan pendekar sunyi.
Pedang dewa kembali kewalahan untuk menanggulangi banyaknya murid yang hendak bergabung di perguruan tersebut, dan tujuan mereka bukan hanya ingin menjadi kuat. Namun hendak melihat secara langsung bagaimana wajah dari orang no 1 di wilayah barat tersebut
**
Rasanya lan wu begitu senang setiap kali melihat xuya tertawa puas.
Sudah hampir 3 hari lan wu berada di istana kaisar zi. Ia hendak segera kembali ke pedang dewa,namun ia teringat kembali akan perkataanya kepada ketua bukit dewa. Terlebih lagi janjinya untuk menghancurkan keluarga wu. Lan wu merasakan bawahwa ini merupakan saat yang tepat baginya
"Hmmm..maukah kau mengikuti ku untuk mengunjungi seseorang?" Tanya lan wu sembari mencubit pelan pipi xuya
"Mmmm.." ujar xuya dengan nada menggemaskan
"Hahahaha kau akan menjadi gadis yang sangat imut nantinya " tawa lan wu tanpa sadar di lihat oleh kaisar dan permaisurinya
"Ehem..apakah aku menganggu waktu mu?" Tanya kaisar sontak membuat lan wu terkejut
Lan wu membalikan badannya seraya menatap kaisar beserta permaisuri dan seorang gadis lainya
"Tentu saja tidak.. lagian aku hanya bermain dengan xuya" jawab lan wu sembari mendekat kearah kaisar
Kaisar mempersilahkan lan wu untuk duduk sembari ia memangilkan pelayan untuk menyediakan beberapa cemilan
"Aku mendengar perkataan mu mengenai keluarga wu , namun beberapa waktu usai kau meninggalkan kediaman istana langit. Tersebar rumor mengenai tewasnya pemimpin keluarga wu di tangan seorang pendekar " ujar kaisar begitu mengagetkan lan wu
"Apakah itu benar? Lalu bagaiman kabar dari anggota keluarga ku yang lainya ?" Tanya lan wu dengan nada gusar
"Tebangalah, menurut informasi dari nona yuni. Pendekar tersebut merupakan kakak seperguruan mu. Xu lan" sambung kaisar
__ADS_1
Lan wu terdiam sejenak sembari mencerna perkataan tersebut. "Jadi maksud kaisar, keluarga wu sudah kembali di pegang oleh pendukung ayah ku?" Tanya lan wu kembali
"Yah kau benar..sekarang keluarga wu di pimpin oleh tiang wu dan mengalami banyak kemajuan usai berkerja sama dengan keluarga xu"
Lan wu bernafas lega usai mengetahui keadaan pamannya. Tak di sangka bahwa xu lan begitu banyak membantunya
"Apakah tidak ada yang hendak afan katakan pada ku tuan?" Ucap seorang wanita yang duduk di samping selir
Lan wu tersadar dari lamunannya seraya menatap kearah wanita tersebut "apakah kau merupakan nona yuni?" Tanya lan wu
"Benar..dan jika tidak keberatan bolehkah aku meminta satu hal kepada mu ?" Ucap Yuni dengan senyuman
"Tentu saja , kau telah membantu ku dalam mengumpulkan informasi penting. Apa yang hendak kau minta ?" Jawab lan wu menatap Yuni dengan tenang
"Bisakah anda berpura-pura menjadi tunangan ku? Aku hendak menghindari lamaran yang di ajukan oleh seorang tuan muda pada ku " ucap Yuni membuat lan wu tersenyum kecut
Ia bahkan baru lolos dari situasi buruk soal perjodohan dan tidak di sangka ia kembali menemui hal tersebut
"Apakah ini kode dari takdir? Mengapa aku selalu terlibat dalam hal perjodohan .." keluh lan wu dalam hati
"Kalau boleh ku ketahui siapa nama dari tuan muda tersebut ?" Tanya lan wu kembali
"Aku yakin tuan lan telah mengenalinya. Dia adalah sepupu tuan,namanya dan wu" jelas Yuni sontak membuat lan wu tersenyum sinis
"Hahahaha..aku rasa ini saatnya untuk menghabisi dia. Baikalah kita akan berangkat besok ke kediaman keluarga wu. Aku tidak sabar melihat reaksi mereka nanti " ucap lan wu sembari memperbaiki posisi xuya yang kini telah tertidur di pangkuannya.
Keesokan harinya lan wu beserta Yuni berangkat menuju kota Fen dengan mengendarai xioca. Tak butuh waktu lama sebelum akhirnya lan wu sampai di depan gerbang kota tersebut. Sesaat lan wu tertegun sembari mengingat masa lalunya ketika menemani ayahnya berkeliling di kota tersebut.
Tak terasa butiran air matanya menetes namun dengan cepat di hapus oleh lan wu .
Lan wu melangkahkan kakinya melewati gerbang kota dan akhirnya telah berada di pusat kota tersebut.
Tak di sangka kota fememgalami banyak kemajuan dari sebelumnya, ia meyakini bahwa bisnis dari keluarga wu begitu berkembang pesat usai kepergiannya dari kota tersebut.
"Apakah tuan lan hendak beristirahat sejenak?" Tanya Yuni seketika di jawab dengan gelengan dari lan wu
Ia tidak sabar hendak melihat kediaman ayahnya. Ia hendak mengunjungi makam kedua orang tuanya dan memberikan penghormatan kepada mereka.
"Tidak banyak yang berubah" ujar lan wu pelan usai berada di depan gerbang kediaman keluarga wu
"Ada keperluan apa kalian berada di sini?" Ujar salah seorang dari penjaga gerbang tersebut
"Katakan kepada pemimpin kalian, bahwa aku adalah kakak dari nona yuni dan hendak membahas mengenai perjodohan yang di bicarakan oleh tuan muda dari keluarga wu" ujar lan wu seirama dengan kedua penjaga yang saling bertukar pandang
"Baikalah silahkan masuk."
Lan wu kini melangkah menuju salah satu mansion yang di gunakan oleh para petinggi keluarga wu untuk berkumpul. Nampak di halaman mansion tersebut begitu ramai di penuhi oleh seluruh anggota dari keluarga wu.
Terlihat sebuah arena dan 2 orang pria seumurannya yang tengah bertarung di atas arena tersebut
"Duar..!!!" Ledakan besar terjadi di atas arena bersamaan dengan kedua pemuda tersebut yang terhempas kelura arena
Wajah tegang nampak dari setiap orang yang menatap kearah arena yang di penuhi oleh debu lebat tersebut.
Beberapa pengawal dari keluarga wu kini berjejer rapi di setiap sudut arena sembari menunggu debu di arena tersebut menghilang
" Tak di sangka jika kakak lan masih memberikan ku kesempatan untuk menghabisi mu , Luan wu.." Napak lan wu yang berdiri di atas arena sembari mengacungkan telunjuknya kearah Luan wu yang duduk mematung di samping tiang wu .
"Lan..lan wu..hahaha kau kembali..akhirnya .." ujar tiang wu dengan nada senang usai mengenali pemuda yang tengah berdiri di arena tersebut
__ADS_1
Di sisi lain nampak wajah dari Luan wu di penuhi dengan keringa dingin. Ia tentu saja telah mendengar nama lan wu yang begitu tenar usai memenangkan perang besar di kekaisaran Yon. Selain itu berkat pamor dari lan wu secara tidak langsung keluarga wu di untungkan dalam berbagai perebutan tambang berharga di kekaisaran ning. Hingga akhirnya menempati posisi kedua sebagai keluarga terbesar di kekaisaran tersebut
"Katakan...kau ingin mati dengan cara seperti apa?" Tanya lan wu menyeringai kearah Luan wu