Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Menuju istana ras harimau petir 2.27


__ADS_3

Di alam fana tepatnya di pedang dewa, nampak Ling yang tengah mengawasi pelatihan xuya. Ia begitu serius memberikan xuya arahan. Setiap gerak xuya terus di amati oleh Ling dan menegur xuya apa bila terdapat kesalahan dalam gerakanya. Di dalam rumah nampak yiyi tengah menyeduh teh sembari menggendong Jia wu.


"kakak Ling, bagaiamana perkembangan xuya?" Tanya yiyi sembari menyuguhkan secangkir teh kepada Ling.


"Dia sangat berbakat dalam waktu singkat ia berhasil menguasai alunan sunyi dengan baik" ucap Ling seraya meneguk minumannya.


"Yiyi, mengapa kau tidak mengunjungi kaisara An? Aku rasa wu Jia perlu membiasakan dirinya di area istana" ucap Ling mengelus kepala wu Jia.


"Aku sangat nyaman di sini, terlebih lagi aura milik kakak lan dapat terasa di sini. Aku menghabiskan masa-masa indah ku bersamanya, melatih, bercanda, makan, dan banyak hal indah lainnya. Aku akan tetap menanti kakak lan kembali, bahkan hingga maut menjemput ku terlebih dahulu" ujar yiyi seraya tersenyum manis.


Ling memasang senyum kagum mendengar perkataan yiyi.


"lan wu kau sangat beruntung memiliki istri seperti yiyi" Ling beranjak bangkit dari duduknya usai melihat Ming yu yang mendekat seraya memberi salam kepada Ling dan yiyi.


"Tetua Ling, anda di panggil oleh ketua Yuan untuk menghadiri pertemuan pra tetua" ujar Ming yu dengan nada pelan.


Yuan baru beberapa hari di angkat menjadi ketua sakte menggantikan Jian yang melakukan pelatihan untuk menerobos dewa akhir bintang 6. Jian juga telah menutup diri selama beberapa Minggu dan tidak melibatkan dirinya pada urusan mengenai sakte dan dunia luar.


...


"Baiklah, Ming yu kau wasilah latihan xuya. Aku telah mengajarkannya beberapa jurus pedang sunyi untuk menambah kemampuan berpedang miliknya" ucap Ling seraya melangkah meninggalkan yiyi dan lainya.


"Kakak Ming mau minum apa?" Tanya yiyi seraya menatap Ming yu.


"Ah tidak perlu repot-repot, aku hanya ingin menyaksikan perkembangan xuya sebelum akhirnya kembali menjalankan misi sakte di kerajaan Ning" ujar Ming yu.


Yiyi menyerahkan wu Jia kepada Ming yu, dementar ia beranjak ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka. Ming yu tertawa terbahak-bahak usai berhasil membuat wu Jia menangis kesal. Ming yu segera membujuk wu Jia. Ia begitu khawatir bila yiyi mendengar tangisan wu Jia.


"Hahahaha kau sangat menggemaskan, rasanya aku sedang menggendong guru" ucap Ming yu tertawa geli.


Ming yu mendekat ke arah xuya sembari melemparkan sebuah pedang berukuran sedang.


"Usia mu sekarang sudah 6 tahun, ada baiknya kau memulai menguatkan fondasi tubuh mu" ujar Ming yu seraya mengusap kepal xuya.

__ADS_1


"Benarkah guru? Aku tidak sabar untuk menjadi lebih kuat" ucap xuya terlihat antusias.


"Hahaha kalau boleh tau apa tujuan mu menjadi kuat?" Tanya Ming yu bermaksud menggoda xuya.


"Aku akan menyusul ayah ke alam atas, dan membawanya pulang untuk bertemu dengan ibu. Aku sangat sedih setiap kali melihat ibu meneteskan air mata sembari menatap langit" wajah xuya sontak terlihat murung.


Ming yu juga turut merasa sedih usai mendengar perkataan xuya. Semua yang berada di pedang dewa tentu begitu merindukan sosok lan wu, namun lan wu memiliki takdir yang tidak bisa di cegah oleh mereka.


"Aku akan membuat mu semakin kuat, dan kau harus berjanji untuk tidak bermalas-malasan dalam berlatih" ujar Ming yu menyemangati xuya.


Tidak lam kemudian terdengar suara yiyi yang memanggil Ming yu dan xuya untuk mengisi perut. Xuya terlebih dahulu membersihkan diri seraya mengganti baju miliknya kemudian ikut bergabung di meja makan.


Ming yu menjelaskan beberapa hal yang berhubungan dengan bidang petir milik pedang dewa. Ia mengatakan bahwa terdapat beberapa pendekar asing yang menyamar sebagai murid dari elang surgawi demi memetik bunga petir didalamnya.


"Mengapa mereka begitu berani?" Tanya yiyi dengan nada heran.


"Mungkin saja karena pernah dewa tidak lagi menunjukan keganasannya seperti beberapa tahun lalu. Berkat guru lan,  pedang dewa menjadi sangat di takuti oleh seluruh pendekar di dunia ini. Kabar mengenai perginya guru serta ketua Jian yang menutup diri menjadikan Pendekar-pendekar rakus memanfaatkan kesempatan ini" jelas Ming yu


"Semoga saja ini tidak menjadi tambah buruk" sambung Ming yu menghela nafasnya.


Di alam dewa, nampak lan wu yang tengah mengenakan jubah murid teratai putih tengah berjalan bersama Fei menuju halaman balai utama. Terlihat 3 murid yang beberapa waktu lalu terlibat pertarungan denganya di jalan menuju ke balai utama. Nampak gadis tersebut menatap lan wu seraya memasang senyum manis.


Lan wu sontak mengalihkan perhatiannya. Ia tidak begitu menyukai aura membunuh yang di mikik oleh 3 murid tersebut. Rasanya jutaan ribu orang telah mati di tangan mereka.


"Jadi ini maksudnya?" Tanya lan wu dalam hati.


"Maksudnya?" Tanya Fei sembari menatap heran ke arah lan wu.


"Ais..bagaiaman aku bisa lupa dengan hal ini, bisakah kau memberiku sedikit privasi? Aku Bahakan hampir gila karena menahan setiap pikiran ku" ujar lan wu memukul jidatnya beberapa kali.


"Aku tidak bisa, hehehehe" tawa Fei semakin meledek lan wu.


"Hah.. lupakanlah,tapi apakah kau mengetahui 3 murid tersebut? Rasanya aku baru pertamakali melihat mereka" tanya lan wu sedikit berbohong.

__ADS_1


"Benar juga kau kan orang baru." Ujar Fei seraya menyentuh bibirnya dengan jari telunjuk.


"Mereka merupakan murid rahasia yang dilatih khusus untuk mengintai pergerakan musuh dari markas mereka. Total ada sekitar 10 murid rahasia yang masing-masing telah berada di tingkat dunia ilahi menengah hingga akhir, untuk menjadi bagian dari murid rahasia kau harum memiliki kecepatan dalam mempelajari sebuah jurus dan tentu saja memiliki bakat hebat. Aku juga mendengar bahwa tetua yang melatih 10 murid rahasia tersebut berada di tingkat raga ilahi akhir, kemampuan mereka bisa di setarakan dengan ketua sakte" jelas Fei membuat lan wu sedikit tercengang.


Lan wu tidak menyangka bahwa ia berani menghadapi 3 murid tersebut yang bahkan berada 1 tingkat di atasnya, namun lan wu tidak merasa kesulitan usai berhadapan dengan mereka, hanya saja terdapat seorang pria yang berhasil menahan serangan lan wu dengan tenang tentu saja kemampuan pria tersebut tidaklah rendah, dan bisa jadi mereka sengaja menyembunyikan kemampuan mereka yang sebenarnya.


Kini terlihat ketua sakte yang berdiri di hadapan seluruh murid di peringkat 10 besar bersiap menyampaikan sesuatu. Lan wu menyimak dengan baik apa yang hendak di sampaikan oleh ketua sakte.


"Maaf membuat kalian sedikit menunggu, sayang sekali terdapat beberapa perubahan dalam pertandingan antar murid berbakat" seru ketua sakte sontak membuat para murid bertanya-tanya. Lan wu juga nampak penasaran dan menebak alasan yang akan di katan Ketu sakte.


"Menurut informasi yang di bawa oleh senior kalian, pertandingan murid berbakat hanya bisa dibikuti oleh 5 murid saja, namun jika kalian hendak melihat dunia luar tentu saja aku mempersilahkannya" sambung ketua sakte.


"Guru lantas siapa yang akan mengikuti pertandingan tersebut?" Seru beberapa murid tersebut.


"Hehehe simpel saja, kalian cukup saling bertarung dan memperebutkan 5 tempat tersebut" ujar salah satu dari murid rahasia.


"Hais..hanya sebuah pertandingan mengapa harus saling bertarung? Terlebih lagi kami semua baru pulih dari cidera yang kami alami usai kebangkitan darah tersebut" ucap lan wu yang mendapat dukungan dari murid lainya.


"Heh, kau hany melakukan penekanan dengan tenang apakah sebanding dengan kami yang bertarung menghadapi pasukan ras legenda?" Balas murid rahasia tersebut dengan senyum mengejek.


"Oh ya? Dengan bantuan seluruh murid dan 3 ras naga? Itu pun senior masih mengalami luka parah" lan wu balas mengejek murid tersebut.


Nampak aura petarung murid rahasia terasa oleh lan wu.


"Senior, rupanya ada sengaja merendahkan kami para murid di 10 peringkat besar.!!" Ujar Fei sembari mengeluarkan aura hebat miliknya.


Aura Fei berhasil membuat 3 murid tersebut menelan ludah akibat ketakutan. Lan wu segera menggenggam tangan Fei seraya menenangkan emosi Fei.


"Aku mengundurkan diri dari pertandingan ini, terlebih lagi kondisi lengan kanan ku belum bisa digunakan" ujar lan wu bersaman dengan Fei yang juga mengundurkan diri.


Setelah melakukan perundingan akhirnya terpilihlah 5 murid yang akan mewakili teratai putih di pertandingan antar murid berbakat tersebut. Murid yang mengikuti pertandingan itu ialah, hanzeng, fui, taicung, dang wu, dan bouzu yang berada di peringkat ke 5 dari 10 peringkat besar. Sedangkan lan wu dan Fei berencana untuk mengumpulkan informasi mengenai 8 kekuatan besar yang ikut serta dalam pertandingan tersebut.


Setelah usai mempersiapkan diri akhirnya mereka berangkat menuju istana harimau petir menggunakan hewan ajaib milik salah satu dari tiga murid rahasia. Lan wu menatap ke arah depan seraya membayangkan jika ia bertemu dengan salah satu tetua dari ras harimau petir saat ia berada di alam fana.

__ADS_1


"Mungkin kali ini aku akan berhadapan lagi dengan ras harimau" pikir lan wu seraya tersenyum sinis.


__ADS_2