Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
rahasia kaisar Lan wu


__ADS_3

"Ternyata memang benar..." Tutur tetua Chi dengan nada pelan.


"Apakah nenek mengetahui sesuatu?" Tanya Liling penasaran.


"Master ku mengatakan bahwa sewaktu ia melakukan pelatihan menembus ranah dewa , ia secara tidak sengaja memasuki sebuah tempat yang sedang terjadi pertaruangan sengit antara 2 orang yang memiliki tingkat pelatihan sangat tinggi.


Beberapa jurus pedang dan tombak milik master ku didapat dari seorang pemuda yang memenangkan pertaruangan tersebut.


Orang-orang memanggilnya dengan sebutan Lan wu" jelas tetua Chi seirama dengan Zhishu yang memukul meja begitu keras.


"Adapa apa nona Shu..?" Tanya tetua Chi dengan nada heran.


"Yang...yang...mulia...bernama Lan wu...!" Jelas Zhishu sontak membuat seisi ruang begitu terkejut.


"Bagaimana... bagaimana mungkin...?!"


"Bukankah kaisar An mengatakan bahwa anak mantunya yang bernama Lan wu telah mati?!" Ucap Liling yang begitu terkejut.


"Entahlah...aku tidak mengerti mengapa kaisar An menyembunyikan identitas dari yang mulia Lan wu, bahkan di istana hanya beberapa tokoh penting yang mengetahui nama dari yang mulia..


Akan tetapi tidak ada ekspresi wajah berlebihan saat mereka berbincang atau bertemu dengan yang mulia, semacam mereka menganggap bahwa status yang mulia hanya sebatas kaisar.." jelas Zhishu penuh selidik.


"Mungkinkah bahwa dirinya menghapus ingatan orang-orang mengenai kejadian tersebut? Rasanya aneh jika orang setingkat dewa pedang sunyi tidak di segani atau dikenali terlebih lagi dia merupakan seorang kaisar.." tutur Liling yang sependapat dengan lainya.


"Hmmm...atau memang itu hanya strateginya agar bisa menekan beberapa pihak besar. Namun jika dilihat dari kemampuannya bisa jadi dirinya adalah murid dari dewa pedang sunyi..."


"Lalu mengapa dia bisa menikahi istri gurunya?" Tanya Zhishu yang membuat mereka sontak terdiam.


**


Pagi harinya sesuai janji, Lan wu menemani Sasa menuju ke sakte tempat pelatihannya.

__ADS_1


Sesampainya di sakte sayap surgawi, mereka di tahan oleh beberapa penjaga sakte yang bertugas.


"Huh...! Kau hanya sampah yang telah di usir mengapa berani datang lagi..?!" Gertak pengawas didalam sakte.


"Pengawas, aku sama sekali tidak melakukan kesalahan. Aku hanya di fitnah oleh Ninye.." jelas Sasa dengan nada merendah.


"Hahahah...dasar sampah keluarga Guzo, berani sekali kau memfitnah nona muda ini yang berasal dari keluarga Won..!" Sambung seorang gadis dengan penampilan elegan yang mendadak muncul.


Tanpa disadari mereka telah di kerumuni murid-murid sakte yang menjadikan mereka sebagai bahan tontonan.


"Nona Won, tolong jangan melakukan ini kepada ku.." mohon Sasa dengan mata berkaca-kaca.


"Ho...karna kau memohon maka lepaskanlah seluruh pakaian di tubuh mu, mungkin aku akan mempertimbangkan permohonan mu..heheh" balas gadis dihadapan Sasa dengan wajah kesenangan.


Orang-orang yang menonton pertunjukan tersebut sontak mendukung perkataan Won Ninye, hal tersebut membuat Sasa menjadi begitu terhina.


"Hahahaha...! Rupanya ada yang berani menindas saudari ku. Sungguh siapa itu begitu lancang..!" Teriak Lan wu yang sedari tadi hanya diam.


Ucapan Lan wu bersamaan dengan munculnya kepala dari wujud neraka yang membuat seluruh murid-murid ditempat tersebut ketakutan.


"Kamu...kamu...pasti pembohong..!" Teriak Ninye dengan wajah pucat seraya menginjak hancur lencana tersebut.


"Siapa itu yang membawa-bawa nama keluarga ku biar kulihat..!" Potong sebuah suara pemuda dari balik kerumunan murid-murid.


Pemuda tersebut mendarat tepat dihadapan Lan wu kemudian menatap sekilas.


"Aku bahkan tidak pernah melihat mu disana" sambung pria tersebut yang bernama Hu Den dan merupakan adik ke 3 dari Haiyung.


"Hahahaha...sudah ku duga, senior Den kau harus memberikan pelajaran kepada penipu itu!" Hasut Ninye.


"Tuan Hu..."

__ADS_1


"Tenanglah Sasa mana mungkin aku menipu mu. Apakah kau percaya?" Potong Lan wu yang kini berjalan beberapa langkah didepan Sasa.


"Aku percaya tuan" jawab Sasa bersamaan dengan Lan wu yang bergerak cepat menyerang Hu Den.


Hu Den juga mulai mengeluarkan jurusnya bersiap menyambut Lan wu. Namun tak disangka Lan wu dengan mudah membuat Hu Den terjatuh kemudian bergerak terus hingga berhasil mencengkram leher Ninye.


"Jika identitas sebagai tuan muda keluarga Hu adalah kebohongan bagi mu, bagaimana jika segel ini..!" Ujar Lan wu denan nada dingin.


Terlihat lelapak tangan sebelah kiri Lan wu mengeluarkan cahaya berwarna emas yang sama persis dengan bendera kekaisran Qin.


"Itu...! Itu segel khusus milik keluarga kerajaan... Keluarga Jia..!" Kaget orang-orang yang menonton kejadian tersebut.


"Tidak.... tidak mungkin...!" Ujar Ninye yang kesulitan untuk bernafas.


Disisi lain Hu Den dan Sasa mematung usai mengetahui identitas lain dari Lan wu.


"Jangan pernah kau berbuat sesuatu kepada saudari ku atau kau akan mati.!" Tegas Lan wu seraya membanting gadis tersebut.


Ia kemudian berjalan kembali mendekati Sasa yang masih mematung. Lan wu menepuk pundak gadis tersebut lalu tersenyum tipis.


"Tenang saja, keluarga mu akan berada dalam lindungan ku setelah kita menjalin kerjasama" ucap Lan wu dengan nada pelan.


"Berani membuat keributan di sakte ku, apakah ini tempat para berandalan..?!" Terdengar suara seorang wanita bersamaan dengan munculnya sosok gadis cantik yang perlahan-lahan turun dari udara.


"Tingkat permulaan abadi..?! Sungguh semenjak takdir ku terpenuhi entah mengapa banyak sekali orang-orang yang mencapai tingkat abadi. Mungkin saja pengaruh hancurnya segel pengekang energi alam fana menjadi alasan mengapa orang-orang berbakat bermunculan.." pikir Lan wu seraya mantap gadis tersebut.


"Salam master Xiannu, ini adalah salah ku tidak ada hubungannya dengan tuan Hu.." Jawab Sasa seraya membungkuk.


"Bukankah kau sudah dikeluarkan dari sakte ku?" Tanya Xiannu membuat Sasa terdiam sejenak.


"Master, saudari ku difitnah oleh salah satu murid disini hingga membuatnya di usir. Aku kemari hanya ingin memberikan pelajaran kepada orang tersebut dan mencari keadilan bagi saudari ku" timpal Lan wu dengan nada tenang.

__ADS_1


"Ho...? Siapa kau yang begitu lancang memutuskan kesalahan murid sakte ku..?!" Tanya Xiannu dengan nada dingin disertai tekanan aura.


"Enyah dari sini.!" Bentak Xiannu seraya melepaskan jurus energinya yang berbentuk jari besar kearah Lan wu.


__ADS_2