Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
melemah 3.8


__ADS_3

Kedua tangan dari wujud aura nampak melepaskan pukulannya bersamaan dengan bola api yang berada di genggaman tangan wujud aura tersebut.


"Ledakan abadi..!" Teriak Lan wu.


"Segel darah, cahaya kebangkitan..!" Sambung kaisar dewa yang di sekelilingnya muncul sebuah segel formasi yang menembakkan semburan darah kental.


Pertemuan jurus tersebut menciptakan badai besar ditambah petir yang menyambar bertubi-tubi. Langit sontak menjadi gelap seakan-akan telah malam.


"Uhug..!" Lan wu tanpa sadar memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Di sisi lain terlihat kaisar dewa yang juga di sela bibirnya mengalir darah segar.


Akan tetapi kaisar dewa terlihat menyeringai dan menjilati darah di bibirnya.


Ia tertawa begitu keras bersamaan dengan wujud aura Lan wu yang sedikit terdorong mundur oleh semburan darah tersebut.


"Lingkaran energi aktif..!" Teriak Lan wu bersamaan dengan munculnya 100 lingkaran energi besar yang memancarkan tekanan hebat.


Perlahan-lahan wujud aura Lan wu berhasil menyeimbangkan serangan kaisar dewa, namun Lan wu terus mengeluarkan darah segar dari mulutnya bersamaan dengan giginya yang ia rapatkan.


"Wujud aura ganda.. pedang sunyi penebas galaxy" terlihat wujud aura Lan wu nampak membelah.


Kini di sampingnya telah berada wujud aura Lan wu yang lainnya. Wujud aura tersebut sama persis dengan yang asli akan tetapi wujud yang berdiri di sampingnya nampak memegang pedang panjang.


Wujud tersebut menerjang ke sisi kanan kaisar dewa dan dengan cepat ia menebaskan pedangnya seiring dengan ratusan ribu pisau angin yang mengiringi tebasan tersebut.

__ADS_1


Ledakan hebat tercipta menutupi area tersebut dengan debu. Lan wu tersungkur ketanah dengan kondisi baju terkoyak-koyak akibat ledakan barusan.


Ia terlihat begitu kesakitan hingga tak sanggup untuk bergerak dari posisinya tersebut, sementara kaisar dewa belum di ketahui kondisinya.


Dari arah atas terlihat sebuah tombak besar mengarah kepada Lan wu yang masih tak sanggup menggerakkan tubuhnya.


Ia hanya berdesis kesal melihat ujung tombak yang semakin mendekati nya.


"Lan wu.! Bertahanlah..!" Terdengar suara singa iblis yang mencoba untuk menyelamatkan Lan wu namun ia masih di hadang oleh serangan dasyat dari panah milik wanita yang di hadapinya.


"Sial tidak sempat..!" Geram naga emas yang terdesak oleh beberapa lawannya.


Lan wu hanya tersenyum kesal sembari terus berusaha menggerakkan tubuhnya, namun naas ia sama sekali tidak mampu melakukannya.


Ia sekarang telah pasrah jika saat tersebut adalah ajalnya. Ia perlahan memejamkan matanya seraya menunggu tombak tersebut menghujam tubuhnya.


Ia sontak membuka matanya dan melihat sebuah tombak besar yang menghantam mundur tombak berwarna emas dari atas Lan wu.


Lan wu melihat tubuhnya yang melayang di atas sebuah tangan berwarna putih transparan. Tangan tersebut perlahan-lahan mendarat di tanah kemudian nampak lah ke 9 kakak Lan wu yang menatapnya dengan wajah cemas.


"Adik Chi.. bagaimana kondisi mu?" Tanya Huo Tian dengan wajah khawatir.


"Ah.. kakak Huo.. aku baik-baik saja" ucap Lan wu seraya tersenyum menutupi rasa sakitnya.


"Kau masih tidak berubah ya Chi..?!" Potong Aile seraya menjitak kepala Lan wu.

__ADS_1


Lan wu hanya bisa mengaduh seraya tersenyum kecut. Aile kemudian mengobati Lan wu sementara saudaranya yang lain ikut bergabung dalam pertemuan.


Di sisi lain nampak pendekar kelana beserta Huanlin yang juga telah sampai dan langsung menyerang musuh yang masih tersisa.


Hingga mendadak pandangan pendekar kelana tertuju kepada seorang pemuda yang berdiri tenang di belakang beberapa pengawalnya seraya menatap kearah singa iblis dan lainya yang perlahan-lahan berhasil mendesak pasukannya.


"Fyusi kemarilah dan hadapi aku. !" Teriak pendekar kelana seraya berpindah begitu cepat ke arah seorang pemuda yang berdiri tenang di belakang beberapa pengawalnya.


Sontak para pengawal tersebut menerjang pendekar kelana, akan tetapi dengan mudah ia dapat menghabisi seluruh orang yang menyerangnya.


Kini ia telah berhadapan satu lawan satu dengan sosok pemuda di hadapan. Pendekar kelana terlihat mengeluarkan senyum mengerikan seraya melepaskan seluruh auranya.


Lan wu yang berada cukup jauh dari pendekar kelana, dapat merasakan aura mengerikan yang memenuhi udara seakan-akan mengalahkan seluruh aura yang terlibat di pertempuran tersebut.


"Wah.. rupanya pangeran dari kerajaan pedang tak berbunyi masih hidup sampai saat ini.." jawab pemuda tersebut dengan nada tenang.


"Heh.. aku tidak bisa mati sebelum mengambil nyawa mu dan seluruh keluarga mu" ujar pendekar kelana seraya menepuk pundak pemuda tersebut.


Nampak beberapa orang mengelilingi pendekar kelana seakan-akan tengah menunggu perintah untuk menyerangnya.


"Mundur lah.. monster ini bukan lawan bagi kalian.. sebaiknya kalian ikut bergerak dan membantu para jenderal kaisar dewa, kelihatannya posisi mereka sudah tidak menguntungkan" ujar pemuda tersebut masih dengan nada santai nya.


Orang-orang tersebut mematuhi perkataan dari pemuda tersebut dan bergerak cepat kearah pertempuran yang sedang berlangsung antara perwujudan alam, para pemimpin istana, serta kesembilan anak dari kaisar langit.


"Nah.. sampai dimana kita..?" Ucap pemuda tersebut yang kini mengeluarkan aura kuat setara dengan milik pendekar kelana.

__ADS_1


Di sisi lain nampak gadis dengan busurnya terlihat begitu senang usai merasakan munculnya aura milik Fyusi. Ia kemudian melanjutkan serangannya seraya bersiul-siul kecil seirama dengan panah energinya melesat.


__ADS_2