
Pusat ibukota dengan ibukota bagian barat berjarak sekitar 100 kilometer, jarak yang begitu jauh dibatasi oleh 4 istana anak-anak kaisar dinasti dewa pedang yang menguasai masing-masing satu bagian ibukota.
Untuk ibukota bagian barat dikuasai oleh seorang putri kaisar yang bernama Dan jijie.
Putri Jijie begitu berbakat dalam menyusun strategi dan menjalankan autaran diwilayahnya.
Istana miliknya memiliki 100.000 lebih prajurit dengan 2 jenderal dari keluarga Long dan Mu serta seorang ahli hebat yang menjadi penjaga setia disisinya.
Perihal terdengar nya kabar kemunculan organisasi Diyuze, ikut menarik perhatian putri Jijie untuk menarik organisasi tersebut masuk sebagai pengikutnya.
Dan salah satu langkah untuk mencapai tujuannya, ia memanfaatkan keluarga Kai dengan mengadakan perlombaan antara dua keluarga kerajaan untuk menarik keluarga Kai ke sisinya.
Adapun kemunculan master Ex dan Wuo zanju hanyalah tes kecil untuk membuktikan kebenaran dari dukungan organisasi Diyuze terhadap keluarga Kai.
Dan hasil dari tes tersebut sesuai dengan prediksi putri Jijie.
Ia mulai melancarkan langkah selanjutnya untuk mendapatkan kemaunya, sementara pihak Lan wu dan keluarga Kai tidak menyadari keterlibatan putri Jijie.
**
Sebuah kedai minuman, pusat ibukota.
Lan wu yang sudah begitu lama tidak minum sampai mabuk memutuskan untuk mengambil kesempatan tersebut agar menuntaskan hasrat minumnya.
Ia ditemani oleh dua pelayan wanita yang melayani dirinya. Sudah merupakan tugas dan peraturan di tempat tersebut bagi seorang pelayan dan tamu yang datang.
Meskipun pada awalnya ia menolak, namun apa boleh buat jika ketetapan ditempat tersebut tidak bisa di tolak. Bahkan keluarga bangsawan dan anggota istana tidak bisa menolaknya.
Sejenak Lan wu terpikirkan untuk menemui pemilik kedai arak tersebut dan melihat sendiri tampang sosok yang bisa melawan keinginan dari orang-orang besar.
"Tuan, apakah anda ingin kami menari?" Tanya pelayan wanita yang bersandar dibahu Lan wu dengan sikap manjanya.
Lan wu memalingkan wajahnya dari apa yang tidak pantas dilihatnya seraya berucap, "tidak perlu, aku hanya ingin minum dengan tenang" ujarnya tanpa ekspresi dipaksakan.
"Tapi bagaimana dengan menceritakan kepada ku tentang bos kalian?" Sambung Lan wu seraya tersenyum.
Kedua wanita itu mengangguk dengan lembut dan berpindah ke paha Lan wu lalu duduk diatasnya. "Hmm.. bagaimana jika Xuya melihat ku seperti ini..tapi..ini tidak buruk..hehehe" pikir Lan wu yang tersenyum kecil.
"Bos kami dipanggil nona Bing hei seorang ahlkemis hebat dan keturunan dari sakte es kuno, 10 tahun yang lalu nona Bing hei datang ke sini dan menyembuhkan penyakit kaisar. Sejak saat itu kaisar menghormatinya dan memberikan tempat ini sebagai hadiah" jelas pelayan wanita seraya menuangkan arak di cangkir Lan wu.
"Hmm..Bing hei.. nama marganya mirip dengan Bingxue, apakah keduanya ada hubungan?" Tanya Lan wu dalam hati.
__ADS_1
"Jadi seperti itu... Aku sungguh kagum dengan nona mu.." sambung Lan wu merasa cukup bertanya.
Tidak terasa ia telah minum begitu banyak, Lan wu merasa sedikit pusing dan memutuskan untuk mencari tempat beristirahat.
Setelah membayar, ia keluar dari kedai tersebut dan menyusuri jalanan mencari penginapan.
"Tuan..! Tuan...! Tolong aku, ku mohon..!" Teriak seorang gadis yang terdapat banyak luka di sekujur tubuhnya.
Gadis tersebut berlari dengan langkah tidak menentu menghampiri Lan wu yang berdiri didepannya.
"Haha..jal*ng..! Percuma saja, berhenti melakukan hal yang sia-sia..!" Sahut seorang pria yang mengenakan jubah layaknya pangeran.
Saat tangan pria tersebut hampir menyentuh gadis tersebut, dengan cepat pedang energi milik Lan wu melesat dan menebas putus tangan pria tersebut.
Dengan wajah menahan sakit, pria tersebut hendak melarikan diri akan tetapi satu pisau api milik Lan wu terlebih dahulu menusuk jantung pria tersebut.
"Hah.. bajingan itu... Aku begitu kesulitan menahan mual, dia malah menciptakan situasi yang menjengkelkan..!" Ujar Lan wu dengan wajah kesal.
"Oh..gadis ini..? Kenapa tidur?" Heran Lan wu yang menatap gadis di bawah kakinya.
Tanpa pikir panjang ia menggendong gadis tersebut dan membawanya menemukan sebuah penginapan.
**Pagi harinya**
"Kyaa..!" Teriak seorang gadis bersamaan dengan hancurnya pintu penginapan.
"Mesum..! Apa yang kau lakukan pada ku.!" Sambung gadis tersebut yang menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Aduh...." Rintih Lan wu yang berdiri seraya mengusap kepalanya. "Tenaga macam apa itu? Sejak kapan tamparan seorang gadis bisa menerbangkan ku hingga menghancurkan pintu.." ujarnya merenggangkan tubuhnya.
Lan wu mendekati gadis yang masih menatapnya dengan tatapan benci kemudian menunjuk kearah selimut yang dipakainya.
"Saras mesum..! Kau bahkan ingin melakukannya secara langsung..! Tidak tau malu.!" Balas gadis tersebut sembari melemparkan bantal.
"Hey... wanita tua, kau bodoh atau apa? Lihatlah kedalam selimut itu dan pastikan apakah tubuh mu sedang telanjang?" Ucap Lan wu dengan nada kesal sembari menyibak tirai di jendela.
Gadis tersebut mengintip pelan kedalam selimut kemudian tersenyum lega. "Hah...aku masih suci, aku masih suci" gumam gadis tersebut dengan wajah bahagia.
"Anu..taun..aku minta maaf atas perilaku kasar ku, aku tidak tau kalau anda yang menyelamatkan.." ujar gadis tersebut dengan wajah memerah yang dihentikan oleh Lan wu. "Idiot, kemana perginya kesombongan mu itu" ujar Lan wu.
"Bajingan.! Kau memanggilku idiot..! Mati kau..mati.!" Gadis tersebut melompat dari ranjangnya seraya menjambak rambut Lan wu dengan keras.
__ADS_1
Keduanya asik dalam pertikaian itu sehingga tidak menyadari bahwa pemilik penginapan tersebut telah lama melihat adegan itu.
"Ehem..tuan, jika kau ingin melakukan itu setidaknya tutup pintu.."
"Diam.!" Potong Lan wu dan gadis tersebut seraya menatap tajam pemilik penginapan itu.
Setelah situasi lebih tenang, Lan wu turun untuk membayar biaya sewa penginapan. Gadis tersebut masih mengikuti nya dari belakang sembari memegang ujung baju Lan wu.
"Bisakah kau berhenti mengikuti ku?" Tanya Lan wu yang begitu risih dengan garis dibelakangnya.
Gadis tersebut menggembungkan pipinya seraya menatap Lan wu dengan ekspresi kesal. "Hmph..! Kau harus bertanggung jawab, kau pasti sudah meraba-raba tubuh ku saat aku tidak sadarkan diri.."
"Anak ini..! Kenapa pikiran mu begitu kotor..?!" Lan wu memukul kepala gadis tersebut seraya mendengus kesal.
"Aku tidak percaya, kau harus ikut dengan ku ke perguruan sayap Phoenix. Biar guruku yang melihatnya.." ujar gadis tersebut yang nampak mengejutkan Lan wu.
"Hmm..sayap Phoenix? Bukankah itu adalah tempat dimana adik Zhengjie berada.." gumam Lan wu.
"Bagaimana apakah kau berani?" Tanya gadis tersebut memecahkan lamun Lan wu.
"Baik..ayo pergi"
Keduanya berjalan cukup jauh menyusuri jalan yang ramai hingga menjadi sepi, setelah melewati pasar di pusat kota. Keduanya bergerak terus hingga sampai di sebuah gunung tinggi melebihi gunung mistis.
"Ini adalah tangga menuju sakte sayap Phoenix, hanya keturunan yang memiliki darah Phoenix yang bisa menaiki tangga ini.
Namun karena aku yang membawa mu maka aku akan membawa mu naik" tutur gadis tersebut menyombongkan dirinya.
"Tidak, aku bisa mengurus diri ku sendiri. Pimpin saja jalanya" jawab Lan wu yang mengabaikan gadis itu.
Dengan wajah kesal, gadis itu mulai berjalan diikuti dengan Lan wu yang berada satu langkah dibelakang nya.
Jumlah total tangga tersebut sebanyak 1000 anak tangga. Semakin banyak tangga yang dilewati maka tekanan roh akan semakin meningkat.
Hal tersebut hampir mirip dengan tangga ujian di istana ras naga yang dimana Lan wu saat itu bisa menghancurkan tekanan aura dari naga dewa.
"Tidak buruk, dengan kultivasi seseorang di level immortal akhir belum tentu bisa mencapai tangga ke 800.. pasti orang-orang sakte sayap Phoenix ini memiliki cara khusus untuk melewati tempat ini.." pikir Lan wu seraya tersenyum tipis.
Pada tangga ke 799 nampak pijakan Lan wu begitu berat hingga membuat anak tangga yang dipijak olehnya retak.
gadis yang berada di depan Lan wu terlihat begitu terkejut dengan ketahanan Lan wu yang berhasil mencapai anak tangga ke 800 tanpa menggunakan artefak pelindung ataupun energi miliknya.
__ADS_1