Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Kepercayaan


__ADS_3

Kemunculan lan wu dan rombongan laut awan ,sedikit mengejutkan orang istana . Mereka muncul tepat di halaman depan istana kaisar . Mendengar kedatangan laut awan . Kaisara beserta seluruh anaknya segera menghampiri Ning dan lainya .


Lan wu mengerutkan dahi usai tidak mendapati keberadaan lue beserta yiyi dan lili


"Guru bagaimana kondisi anda ?" Tanya Zhen yang mendengar lan wu mengalami luka dalam sewaktu berada di laut awan.


"Aku baik-baik saja , namun dimanakah keberadaan saudara mu yang lain ?" Tanya lan wu balik seraya menampilkan senyum tenang nya .


"Kakak yiyi dan lainya tengah berada di halaman belakang istana. Kebetulan terdapat berbagai tanaman kultivasi yang tumbuh di sekitar kolam " jelas Zhen sembari mempersilahkan lan wu untuk mengikutinya


Lan wu mengangguk pelan seraya memohon diri kepada kaisar untuk menemui yiyi di halaman belakang istana


"Tuan lan , aku membutuhkan mu untuk mengadakan pertemuan di ruang rapat . Bisakah kau menunda untuk menemui nona yiyi ?" Kaisar berusaha menahan lan wu


Lan wu tersenyum tipis sembari membuka mulutnya " yang mulia , tujuan ku kemari untuk menemui yiyi dan mengurusi masalah tentang perjodohan tersebut. Sepertinya aku tidak perlu mengikuti pertemuan tersebut " jelas lan wu sembari melangkahkan kakinya .


Kaisar hendak menahan lan wu namun segera di tahan oleh tetua 13. Akhirnya kaisar mengurungkan niatnya untuk menahan lan wu lebih jauh.


Lan wu mengikuti Zhen sembari meminta Zhen untuk menjelaskan semua informasi tentang perjodohan yiyi .


Zhen menjelaskan bahwa yiyi hendak menolak,namun yiyi merasa berat jika harus membuat ayahnya dan kaisar zi kecewa .


Lan wu semakin merasa geram ,namun tetap menahan amarahnya sembari memikirkan cara untuk mengatasi masalah perjodohan tersebut .


Kini lan wu dapat melihat yiyi dan lainya yang tengah melakukan kultivasi dengan bimbingan Ling beserta Ming yu


Melihat kedatangan Zhen dan lan wu . Ming yu segera memberi hormat kepada lan wu di ikuti dengan sapaan dari Ling .


"Kakak Ling . Bagaimana kondisi mereka beberapa akhir ini ?" Tanya lan wu sembari menatap ke 3 murid perempuanya yang tengah berkonsentrasi dalam kultivasi


"Mereka mengalami peningkatan pesat semenjak tiba di istana ini , terlebih lagi usai mereka mendengar rencana penyerangan yang akan di lakukan oleh istana naga putih ." Jawab Ling


"Kemampuan mu sepertinya mengalami peningkatan tinggi " ujar Ling mencoba mengalihkan pembicaraan


Ling melihat kemarahan di wajah lan wu ,meskipun ditutupi oleh lan wu . Mungkin saja lan wu tidak ingin membuat para muridnya merasa khawatir akan tindakannya .


"Ming yu . Bagaimana latihan mu dengan jurus tusukan kilat ? Apakah kau berhasil menyempurnakannya ?" Tanya lan wu menatap Ming yu yang sedari tadi hany menyimak pembicaraan Ling dan lan wu


"Hanya tinggal beberapa pemahaman lagi guru , aku merasa bahwa kemampuan ku belumlah cukup untuk memaksimalkan gerakan terakhir dari jurus tersebut . Aku berencana akan kembali ke dasar gerakanya dan memperkuat nya kembali .." jelas Ming yu yang terlihat sedikit kecewa pada dirinya


"Kau hanya perlu memahami tujuan dari jurus itu . Fondasi jurus dan tubuhmu sudah sangat memenuhi syarat untuk mempelajari jurus tersebut . Yang kurang hanyalah pemahaman serta penyatuan jiwa dengan pedang mu .." lan wu memberi masukan dengan bahasa sederhana kepada Ming yu


Ming yu mendengarkan perkataan lan wu sembari beberapa kali manggut-manggut . Sonta ming yu menarik pedangnya dan melakukan beberapa gerakan dari jurus tusukan kilat . Ia merasakan sensasi lebih dan akhirnya menemukan kelemahan nya dalam menyempurnakan jurus tersebut . Ming yu meminta izin kepada lan wu untuk memulai pelatihan jurus nya . Lan wu mengiyakan permintaan Ming yu .


Sementara Zhen kini terlihat tengah duduk bersila sembari mengeluarkan aura yang begitu di kenali uleh lan wu . Lan wu tersenyum sejenak melihat aura neraka milik Ming yu hampir mencapai tahap tinggi , meskipun masih kalah jika di bandingkan dengan milik lili , namun lan wu cukup yakin jika Zhen akan meningkat seiring dengan berjalannya waktu .  Kini lan wu hanya perlu mengajarkan jurus terakhir dari pedang sunyi yang berada di tingkat permulaan ilahi kepada semua muridnya .


"Aku terlalu bergantung kepada api suci dan iblis , mengapa aku bisa melupakan jurus pemberian dari guru Xin ?" Tanya lan wu dalam hati sembari di Liputi oleh kekecewaan pada dirinya sendiri .


Semenjak lan wu mendapatkan api suci , ia bahkan hanya beberapa kali menggunakan jurus pedang sunyi . Bahkan kemampuan pedang sunyi nya mengalami penurunan . Terbukti saat berhadapan dengan beberapa orang kuat . Lan wu bahkan tak mampu mematahkan jurus lawanya dengan menggunakan tebasan iblis, itu menunjukan bahwa kemamouanya telah menurun . Di sisi lain lan wu hanya ingin mengalahkan lawannya dengan cepat dan terus bergantung kepada jurus kuat dari api suci .


"Sudah saatnya aku kembali menggunakan pedang sunyi .." ujar lan wu sembari mengeluarkan pedang sunyi yang di simpanya di dalam cincin ruang .


Lan wu melakukan beberapa gerakan dasar sebelum akhirnya menggunakan rangkaian jurus pedang sunyi , lan wu mengulang terus gerakan pedang sunyi dari awal hingga akhir . Sementara Ling menyaksikan dengan kekaguman usai melihat sendiri jurus pembantai naga yang di ciptakan oleh lan wu dari beberapa gerakan pedang sunyi .

__ADS_1


Melihat lan wu yang melatih gerakan pedang sunyi , entah mengapa Ling jadi tertarik untuk melakukan latih tanding dengan lan wu . Ling bahkan tidak ingat kapan terakhir kali ia sparing bersama dengan lan wu .


Tanpa berfikir panjang . Ling segera mencabut pedang miliknya sembari menerjang lan wu yang dengan cepat menahan pedang Ling menggunakan pedangnya .


Lan wu tersenyum di ikuti dengan Ling yang memberi salam sebelum memulai pertarungan tersebut .


Lan wu maju dan mengeluarkan jurus pedang sunyi bersamaan dengan aura neraka miliknya . Ling tersenyum tipis usai merasakan tubuhnya begitu berat akibat tekanan lan wu , meskipun begitu. Ling tetap mampu menahan pedang lan wu dengan tenang . Ling menghindar beberapa kali sembari menunggu moment yang tepat untuk membalas serangan tersebut .


"Alunan pedang sunyi " ujar Ling bersamaan dengan mundurnya lan wu beberapa langkah


"Tekanan ini ?!"lan wu nampak panik usai merasakan aura jurus tersebut


Lan wu tak menyangka bahwa seluruh Indra nya seketika menjadi tumpul . Lan wu sontak membalikkan badan nya sembari menyambut pedang Ling yang hendak menusuk punggungnya . Benturan pedang pun terjadi beberapa saat . Meskipun kedua pedang tersebut saling berbenturan ,namun entah mengapa tidak menimbulkan bunyi seperti pada umumnya .


"Tebasan putaran sunyi " lan wu mengeluarkan jurusnya yang menciptakan tekanan angin yang kuat berdama melajunya pedang lan wu kearah Ling yang bersedia menyambut serangan tersebut


"Tebasan 5 arah putaran sunyi " Ling mengeluarkan jurus yang sedikit berbeda dengan milik lan wu


Lan wu terpukul mundur beberapa langkah akibat gerakan acak dari jurus Ling . Lan wu mengerutkan dahinya usai melihat kehebatan dari jurus putaran sunyi yang di modifikasi oleh Ling


Melihat lan wu yang terseret kebelakang . Ling sontak melompat maju sembari mengarahkan pedangnya .


Namun ketika pedang tersebut berada tepat di depan lan wu . Lan wu segera membenturkan pedangnya di sarung dan mengeluarkan jurus "alunan pedang sunyi "  Ling melompat mundur usai merasakan efek dari alunan sunyi


"Tusukan 4 arah pedang sunyi " dengan cepat pedang lan wu bergerak menusuk dan membuat Ling sedikit kewalahan .


Pedang lan wu berhasil menggores baju Ling ,sementara celana lan wu juga terdapat sayatan kecil


 


Ming yu menelan ludah nya usai melihat lan wu dan Ling bertukar jurus yang begitu dahsyat , bahkan terdapat goresan pedang yang begitu panjang di tanah menandakan kuatnya energi pedang milik mereka


Nampak lan wu dan Ling diam sejenak sembari mengambil posisi


"Kombinasi alunan sunyi . Tebasan dewa sunyi !!" Teriak keduanya seraya saling mengarahkan jurus mereka


Ledakan kuat terjadi dan menciptakan pusaran angin kuat . Yiyi dan lainya yang tengah berkultivasi, kini menyudahi aktivitas merek usai merasakan ancaman yang begitu kuat dari tekanan aura pedang keduanya .


"I..ini..?!" Kaget yiyi melihat lan wu dan Ling yang saling menahan pedang keduanya yang di akhiri dengan ledakan besar dan membuat yiyi dan lainya terpental cukup jauh


 


"Ku...kuat sekali ..." Ucap Ming yu sembari mempertahankan tubuhnya agar tidak terhempas oleh ledakan tersebut


Samar-samar terlihat 2 orang yang berdiri berhadapan tanpa mengalami luka sedikitpun .


"Hahahahah rasanya sudah lama ya ?" Ucap Ling tertawa puas


"Hahaha iya kak, aku bahkan masih belum bisa mengalahkan mu.." balas lan wu sembari menyarungkan pedang miliknya


"Kau sudah menang , lihatlah aku bahkan mengalami luka akibat serangan terakhirmu " ujar Ling sembari menunjukan lengan kanan nya yang terdapat goresan sedang


Lan wu menggeleng pelan sembari menunjukan luka sayatan di lehernya

__ADS_1


"Kakak , jika jurus terakhirmu di rujukan untuk membunuh , tentu saja aku yang kehilangan nyawa terlebih dahulu . Aku sangat senang usai berlatih dengan mu , kini aku sadar jika jurus dari guru bukanlah jurus buta yang tak mengenal mana kawan dan lawan " ucap lan wu tersenyum senang " aku yang terlalu bergantung pada kemampuan baru ku ,secara tidak langsung jadi melupakan jurus pedang sunyi " sambung lan wu sembari menatap pedang sunyi di tangan nya


"Kau terlalu menyalahkan dirimu . Guru pernah berkata pada ku ,bahwa kau akan menjadi orang yang di segani dunia dengan kemampuan mu , jurus pedang sunyi hanya sebagai penjagamu sebelum kau mendapatkan kemampuan yang lebih dari pedang sunyi . Akan sangat konyol jika kau tidak menggunakan kemampuan mu yang begitu hebat hanya di karenakan pedang sunyi " jelas Ling membuat lan wu merasa sedikit tenang


Ling juga mengatakan bahwa lan wu telah melampaui Xin dan dirinya . Ling merasakan bahwa lan wu masih menahan setiap serangan ,meskipun Ling juga melakukan hal serupa . Hanya saja jika pertarungan tersebut dengan maksud untuk saling membunuh , maka bisa di pastikan Ling yang akan mengalami luka serius di jurus terakhir tersebut .


"Kakak Ling terlalu melebihkan , sudah jelas jika pemahaman dan teknik pedang sunyi mu melebihi ku " lan wu membantah ucapan Ling ,karna ia merasakan sendiri perbedaan tekanan alunan sunyi keduanya


"Baiklah , jika begitu kita berdua seri .. dan beberapa tahun kemudian kita akan bertarung lagi " ucap Ling tersenyum seraya menatap lan wu


"Hahaha baiklah kak. Aku tidak sabar melihat jurus terakhir dari pedang sunyi yang kau latih selama ini .." jawab lan wu seketika membuat Ling sedikit terkejut


"Kau mengetahui nya ?" Tanya Ling tak percaya


"Tentu saja , sejak aku kembali ke pedang dewa . Aku merasakan aura dari pedang sunyi miliknya hampir menyamai punya guru Xin . Selain jurus gerakan 10 ilahi sunyi , apa lagi yang bisa mengeluarkan aura yang begitu kuat ?" Jawab lan wu dengan tingkah sok tau


"Hahahha dasar bocah .." Ling tersenyum kesal melihat tingkah lan wu


Yiyi beserta heeng dan lili segera mendekati lan wu dan Ling . Mereka menahan keduanya dan membuat jarak keduanya terpisah sejauh 3 langkah .


Lan wu dan Ling saling beradu pandangan dan berusaha mencerna apa yang di lakukan yiyi dan heeng


"Guru .. tetua Ling , bukankah kalian adalah saudara ? Mengapa saling bertarung ?" Ucap yiyi menatap lan wu dan Ling bergantian


"Guru ... Segala perkara bisa di selesaikan tanpa harus bertarung , terlebih lagi tetua lan banyak membantu ku " sambung heeng yang membuat lan wu dan Ling seketika tertawa keras


Melihat reaksi Ling dan lan wu , akhirnya yiyi dan heeng mengerti apa yang sedang terjadi . Wajah malu terlihat dari keduanya yang berusaha mengalihkan pandangan dari lan wu dan Ling


"Bodoh .. kau pikir aku sedang bermusuhan dengan adik ku ?" Ucap Ling kesal sembari menggetok kepala heeg pelan


"Hehehehe.. maaf guru " jawab heeng yang kini mengusap kepalanya usai terkena tinju Ling


**


Kini lan wu tengah duduk bersama yiyi,lue,dan lili. Lan wu menanyakan soal keputusan yang akan di ambil oleh yiyi terkait permintaan ketua bukit dewa. Wajah yiyi seketika berubah sedih usai mendengar perkataan lan wu .


"Guru . Aku tak punya kemampuan untuk menolak , terlebih lagi ini berhubungan dengan nasio seluruh orang di wilayah barat . Aku belum tentu dapat menyelamatkan mereka semua dengan kemampuan ku , Nunun dengan ini aku rasa itu bukanlah mustahil " jawab yiyi seraya tersenyum paksa


Lan wu menghela nafas nya sembari menarik botol susu dari mulut xuya " bagaiman jika aku melarang mu untuk menerima permintaan ketua bukit tersebut ?" Lan wu melontarkan pertanyaan seketika membuat yiyi menatap bimbang ke arahnya


"Guru .. aku hanya ingin berguna bagi tanah air dan seluruh orang yang ku sayang . Aku hanya ingi..." Ucapan yiyi tertahan usai melihat lan wu yang mendadak berdiri sembari memasang muka kesal


"Apakah kau tidak yakin pada kemampuan ku sebagai guru mu ? Haruskah aku mendatangi istana naga putih dan memenggal kepala pemimpin mereka ? Atau haruskah aku memusnahkan bukit dewa ?" Lan wu terlihat geram namun masih berusaha menahan Mada tingginya


"Kau tenanglah , besok di pertemuan tersebut . Aku akan mengurusi permasalahan ini , yang perlu kau lakukan adalah fokus kepada pelatihan mu !" Seru lan wu dengan nada tegas


Yiyi mengangguk pelan sembari menyimpan wajah sedih bercampur kekhawatiranya.


"Guru ..  jangan terlalu kasar kepada kak yiyi " lue berusaha menenangkan lan wu


"Iya guru . Kak yiyi hanya ingin melakukan sebisanya dalam perang yang akan terjadi nanti " sambung lili menarik tangan lan wu agar kembali duduk


Lan wu menghela nafasnya dan duduk kembali di kursinya . Ia menatap wajah yiyi yang menunduk tak berani mengangkat pandanganya ke arah lan wu. Lan wu merasa bersalah usai melontarkan beberapa kata yang menurutnya sedikit keterlaluan untuk di dengar yiyi .

__ADS_1


" Maafkan aku yiyi , namun bisakah kau mempercayaiku kali ini ? " Tanya lan wu sembari memegang dagu yiyi dan mengangkat wajah yiyi untuk menetap nya


"Baik guru . Murid menurut perkataan guru " kini yiyi memasang senyum manis dengan wajah nya yang memerah


__ADS_2