
larut malam lan wu terbangun akibat rasa lapar yang melilit perutnya. ia melepaskan pelukan yiyi dengan hati-hati kemudian beranjak turun dari ranjangnya.
sesaat lan wu menatap wu Jia yang tengah terlelap pulas tempat tidurnya, kemudian lan wu beranjak ke dapur untuk memasak beberapa makanan.
lan wu tersenyum lebar ketika melihat beberapa makanan yang sore tadi di masak oleh yiyi berada di atas meja. tanpa basa-basi lan wu segera menyantap makanan tersebut hingga tak sanggup lagi untuk makan.
usai makan lan wu memutuskan untuk mencari angin segar di luar seraya menyerap energi hitam untuk meningkatkan kemampuannya. ia sangat khawatir jika kekuatan yang kini di miliki oleh nya masih sangat kurang untuk menghadapi takdirnya.
Ia kini berada di halaman depan, sontak matanya teralih ke sebelah kanan tidak jauh dari tempatnya berdiri. lan wu melihat seorang gadis berpakaian biru tengah berlatih gerakan pedang.
lan wu akhirnya memutuskan untuk menyapa garis tersebut, terlebih lagi gadis itu secara tidak langsung telah memasuki kediamannya tanpa meminta ijin sebelumnya.
"mohon maaf nona, aku sepertinya baru melihat anda? dan kalau boleh tau apa tujuan anda memasuki halaman ku tanpa ijin?" tanya lan wu dengan nada ramah.
gadis tersebut menghentikan latihannya dan berbalik menatap lan wu dengan tatapan heran. "justru aku yang harusnya bertanya seperti itu? terlebih lagi kau berani tidur di kediaman guru Ling.!" ujar gadis tersebut terdengar jengkel.
"hahahaha.. ternyata murid dari kakak Ling.. hmm pantas saja aku baru melihat mu" lan wu tersenyum tenang seraya mengangguk beberapa kali.
"kakak? aku bahkan tidak pernah mendengar saudara lain dari guru Ling selain tetua lan" pikir gadis tersebut sembari menerka identitas lan wu.
"apakah kau tetua lan?" tanya gadis tersebut seraya menunjuk wajah lan wu.
lan wu hanya membalas dengan senyuman kemudian mengeluarkan pedang sunyi dari cincin ruangnya. melihat hal tersebut gadis di depan lan wu sontak berlutut dan memohon ampun atas perkataannya barusan.
"murid sungguh tidak mengenali tetua, mohon tetua lan menghukum hamba" pinta gadis tersebut seketika membuat lan wu tertawa kecil.
"mengapa harus di hukum? kau bahkan tidak berbuat kesalahan sedikitpun, bagaimana kalau gantinya kau memberitahukan nama mu serta menceritakan pada ku awal kau bisa bertemu dengan kakak Ling, serta asal seragam sakte yang kau kenakan itu" tanya lan wu mempersilahkan gadis tersebut untuk berdiri.
"murid bernama Caianxu wan, murid berasal dari kekaisaran Ning dan merupakan anak dari pemimpin keluarga zi bagian cabang. aku hanya beruntung dapat menarik perhatian guru Ling sehingga menawarkan ku untuk menjadi muridnya" jelas gadis tersebut yang ternyata berasal dari keluarga zi cabang.
lan wu sedikit terkejut mengetahui hal tersebut, ia bahkan baru mengetahui bahwasanya keluarga zi juga memiliki cabang.
"oh.. lalu mengapa kau tidak menggunakan nama marga zi?" tanya lan wu kambali.
__ADS_1
"aku menjadi keluarga cabang tidak lain karena ibu ku yang merupakan putri dari keluarga wan. menantu dari luar keluarga zi tidak akan mendapat hak seperti keluarga utama, itulah sebabnya ayahku membawa beberapa menantu keluarga zi untuk membangun sebuah perkotaan yang cukup jauh dari kekaisaran. kami selama bertahun-tahun hidup menutup diri dan hanya fokus untuk mengembangkan kemampuan, hingga muncullah zenra wan, ia menjadi perhatian keluarga utama setelah berhasil membasmi kelompok penjahat seorang diri" jelas Caianxu.
"kami tidak dapat menggunakan marga zi, namun tetap menjadi bagian dari keluarga itu. singkat cerita aku dan zenra di panggil menghadap kaisar, zenra di angkat menjadi murid tetua 13 sedangkan aku memilih untuk berlatih pedang dari guru Ling. aku sungguh merasa beruntung dapat bertemu pahlawan besar seperti anda" sambung Caianxu seraya membungkuk.
lan wu menyuruh anxu untuk bangkit kemudian mengajaknya ke tempat yang biasa lan wu gunakan untuk berlatih pedang.
entah mengapa lan wu sedikit tertarik untuk melihat tahap penguasaan pedang milik anxu.
setelah sampai di tempat tersebut, lan wu segera meminta anxu untuk menunjukan seluruh jurus sunyi yang di kuasai oleh anxu.
mendengar hal tersebut anxu akhirnya menurut.
anxu mulai mengeluarkan jurus-jurus pedangnya dan sanggup membuat lan wu tersenyum senang melihatnya. gerakan anxu begitu cepat, dan sulit diprediksi.
di sisi lain gerakan pedang anxu sangatlah lembut dan tidak sedikitpun terlihat kaku di mata lan wu. anxu kembali menyarungkan pedangnya seraya mengaliri pedangnya dengan energi.
ia melompat ke arah depan sembari mengeluarkan "tebasan dewa sunyi". lan wu begitu kagum dibuatnya. tidak di sangka anxu yang baru beberapa waktu berguru kepada Ling sudah sanggup untuk mengeluarkan jurus tingkat tinggi dari pedang sunyi.
"sungguh mengagumkan.. kau pantas menjadi murid kakak Ling" ucap lan wu seraya bertepuk tangan.
"hmmm.. sepertinya kau terlalu banyak membuang energi" ucap lan wu seraya tersenyum tipis.
"anda benar tetua.. aku yang masih berada di tingkat suci awal dan tidak dapat menggunakan tebasan dewa sunyi berkali-kali. guru Ling pernah berkata bahwa jiwa ku belum menyatu dengan pedang, namun aku sendiri tidak mengerti bagaimana cara menyatukan jiwa dengan pedang, mohon bimbingan tetua" ujar anxu menatap lan wu.
"hmm.. penyatuan jiwa ya.." ucap lan wu sembari mengangguk pelan.
"aku tidak dapat menjelaskan dengan baik karena aku sendiri belum pernah melakukan hal tersebut, namun jika mengikuti pemahaman ku mungkin saja kakak Ling bermaksud agar kau tidak menganggap pedang mu hanya sekedar alat untuk membunuh. pedang dapat berubah-ubah seiring dengan banyaknya energi yang ia tampung dan ia lepaskan. pedang merupakan benda buta, ia dapat membantu sekaligus melukai mu. cobalah untuk memahami pedang mu dan tujuan utama mu dalam menggunakan pedang" ucap lan wu seraya tersenyum.
"murid akan mencobanya" sanggup anxu.
"oh.. besok aku dan xuya hendak pergi ke bidang petir, jika kau ada waktu ikutlah bersama ku untuk menguatkan fondasi tubuh mu" ujar lan wu sesaat sebelum melangkah pergi.
lan wu meninggalkan anxu yang masih berdiri tenang memandangi punggung lan wu.
__ADS_1
lan wu melesat cepat menuju makam gurunya dan memutuskan untuk mengumpulkan energi hitam dengan tenang di situ.
ia memulai pengumpulan energi hitam dengan tenang. lan wu sedikit kaget usai mengetahui jumblah energi hitam yang begitu banyak di alam fana.
dalam waktu beberapa jam lan wu akhirnya menyudahi pengumpulan energi tersebut. ia kembali melanjutkan pelatihnya dengan menyempurnakan wujud aura miliknya.
tidak di sangka kini wujud aura lan wu telah memiliki lengan dan badan. ia hanya tinggal membentuk kaki untuk menyempurnakan wujud tersebut.
"hahahaha.. sungguh tidak di sangka wujud aura neraka dengan sendirinya mampu membentuk bagian tubuhnya, aku tidak sabar untuk melihat bentuk sempurna dari wujud aura neraka" ucap lan wu tertawa senang.
ia kembali fokus untuk menyempurnakan wujud aura neraka hingga tidak sadar jika langit perlahan menjadi terang, nampak matahir perlahan-lahan naik dari cela bukit dan menciptakan warna kemerah-merahan.
lan wu membuka matanya yang terasa sedikit silau akibat cahaya matahari. ia segera bangkit dari duduknya dan merenggangkan badannya yang terasa begitu kaku akibat duduk berjam-jam.
pandangan lan wu teralih kepada dasar jurang bersamaan dengan mendekatnya elang muda dari dalam jurang. lan wu tersenyum tenang menatap elang muda yang terlihat jauh lebih kuat dari sebelumnya.
"bagaimana pelatihan mu?" tanya lan wu dengan nada tenang.
"sungguh mengagumkan tuan. aku begitu terbantu dengan pedang api yang tersusun rapi di sini" jelas elang muda dengan nada kagum.
lan wu hanya mengangguk pelan sembari melangkah perlahan ke arah pedang dewa.
elang muda terbang dan mengikuti lan wu dari samping. ia sedikit heran melihat wajah lan wu yang terlihat begitu senang.
senyum di bibir lan wu bahkan tidak pernah hilang sedikitpun. ia terlihat seolah tengah melihat sesuatu yang menjadi keinginan utama dalam hidupnya. tak sanggup menahan rasa penasaran akhirnya elang muda memberanikan diri untuk bertanya kepada lan wu.
"tuan, apa yang membuat anda terlihat begitu senang?" tanya elang muda seraya menatap lan wu.
lan wu menghentikan langkahnya sesaat."taukah kau apa yang ada di pikiran ku?" lan wu balik bertanya.
elang muda hanya menggeleng.
"aku sedang memikirkan hal yang paling indah di seluruh alam" ujar lan wu mengalihkan pandangannya ke arah langit.
__ADS_1
"hal apa itu tuan?" tanya elang muda dengan wajah penasaran.
"persatuan dan kedamaian" jawab lan wu yang kini melanjutkan langkahnya.