
Malam berganti. Kini seluruh anggota dari gunung langit telah berangkat menuju medan pertempuran. Area gunung langit hanya terdapat kaum lansia, serta wanita dan anak-anak yang berada di tempat tersebut.
Kepemimpinan gunung langit di serahkan kepada salah satu tetua yang bernama Saojin. Ia merupakan tetua lama yang telah hidup ribuan tahun yang lalu.
Meskipun ia masih mampu untuk bertarung, akan tetapi ia di perintahkan langsung oleh serigala putih untuk menjaga gunung langit dari pihak yang hendak mengambil keuntungan dari situasi tersebut.
Lan wu nampak tengah duduk tenang di kediaman milik serigala putih. Mendadak ia merasakan tekanan energi kuat mengarah tepat ke gunung langit.
"Tuan.. di arah barat terlihat sebuah meteor raksasa yang mengarah cepat kesini..!" Ucap seorang murid dengan nada tergesa-gesa.
Lan wu sontak melompat dari duduknya dan berlari menuju tempat yang di maksud oleh murid tersebut. Di tempat itu telah berkumpul puluhan tetua beserta murid khusus yang memiliki kemampuan di atas murid-murid yang lain.
"Menghancurkan benda tersebut memerlukan energi macam apa..?" Tanya salah satu tetua dengan wajah cemas.
Meteor tersebut lebih mirip seperti bola besar dengan energi padat disekitarnya.
Terlebih lagi sangat mustahil jika meteor tersebut mendadak muncul tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.
"Kalian menjauh dari sini, bersiaplah jika ada kepingan dari benda ini yang jatuh kemari" ujar Lan wu seraya melesat ke udara.
Ia menarik pedang sunyi seraya menambahkan kecepatan menyongsong meteor tersebut yang kini terlihat memancarkan aura berwarna merah pekat.
"Pedang sunyi.. pembelah galaxy..!" Ujar Lan wu seraya menciptakan tekanan hebat dan beberapa retakan di langit.
__ADS_1
Jurus Lan wu mengarah lurus dan menembus meteor tersebut tanpa hambatan di susul suara gemuruh serta letusan besar dari meteor tersebut.
Tekanan angin begitu kuat hingga membuat Lan wu sedikit menjauh kearah belakang.
"Tuan awas..!" Terdengar teriakan dari salah satu tetua menyadarkan Lan wu.
Ia dengan cepat menarik pedangnya dan memotong meteor baru yang muncul di samping kanan meteor yang sebelumnya barhasil di hancurnya.
"Pedang api abadi.." ucap pelan Lan wu.
Pedang besar nampak menusuk meteor tersebut hingga terbakar menjadi abu. Sontak hal tersebut mengagetkan Lan wu.
Ia yakin jika api abadi takan bisa untuk membakar tanah, terkecuali tanah yang di lapisi dengan energi.
Perhatian Lan wu mulai fokus menatap sekitar hingga pandangannya tertuju ke atas yang kini telah muncul sosok pria berpakaian serba putih.
Lan wu terbang mendekat kearah pria tersebut yang memandang Lan wu dengan senyum aneh. Di sekeliling pria tersebut terdapat sebuah kain berwarna emas yang melayang membentuk bulatan di belakangnya.
"Aku sangat senang mengetahui lawan ku bukanlah seperti pemilik takdir sebelumnya" ucap pria tersebut seraya tersenyum senang.
"Jadi kau yang bernama sang kesempurnaan, melihat kemampuan mu yang mengerikan aku dapat langsung menebak" jawab Lan wu dengan raut wajah geram.
"Kau benar, bisa dibilang aku adalah salah satu dari 2 orang terkuat di dunia ku. Aku menemui mu untuk menawarkan sesuatu" ucap pria tersebut dengan nada tenang.
__ADS_1
"Katakanlah" singkat Lan wu.
"Jadilah wadah ku, maka aku jamin orang-orang ku tidak akan pernah menyentuh alam ini selama raga mu yang ku kenakan tidak rusak" jelas pria tersebut seraya tersenyum lebar.
"Datang kemari dan coba kau ambil sendiri..!" Balas Lan wu dengan senyum geram seraya melepaskan seluruh aura neraka miliknya.
Percikan api semakin membesar seiring dengan kedua aura tersebut beradu. Perlahan-lahan energi petarung dari keduanya memuncak hingga menciptakan tekanan hebat di sekitar mereka.
Lan wu dengan cepat menyerang pria tersebut menggunakan pedangnya, disisi lain balasan juga di berikan oleh pria tersebut menggunakan kain emas untuk menahan serangan pedang Lan wu.
Pertaruangan keduanya begitu cepat hingga tak mampu di lihat oleh orang biasa. Hanya terdengar bunyi pukulan serta ledakan dari jurus masing-masing.
Pedang Lan wu berhasil ia lilitkan di kain milik pria tersebut. Lan wu kemudian menarik pedang besarta kain berwarna emas , lalu mengarahkan salah satu tombak Huanlin ke tubuh pria di hadapannya.
Nampak wajah tidak percaya terlihat dari pria di hadapan Lan wu yang memuntahkan darah segar dari mulutnya. Lan wu berhasil menarik kain berwarna emas tersebut lepas dari pria tersebut lalu mengarahkan pedangnya tepat ke jantung pria tersebut.
"Hanya ini kemampuan dari alam atas?" Tanya Lan wu sembari menusuk lebih dalam pedangnya ketubuh pria tersebut.
"Ghahahaha... Sungguh calon wadah ku tidak mengecewakan" tawa pria tersebut tersendat darah di mulut nya.
"Aku berikan kain itu kepada mu sebagai hadiah atas hiburan ini.. cepatlah datang ke medan pertempuran.. aku akan menunggu mu di sana.." ucap pria tersebut yang perlahan berubah menjadi sosok lain.
Lan wu mengalirkan api abadi dan membakar jasad orang tersebut hingga tak tersisa. Ia memandang senyap kain berwarna emas yang berada di tangan kirinya.
__ADS_1
"Dia menggunakan tubuh orang lain.. untuk menemui ku.." gumam Lan wu pelan lalu melesat turun kearah para tetua yang terlihat senang.
"Sampaikan pesan ku kepada seriga putih mengenai kemunculan pria tersebut, kabari aku secepatnya" ucap Lan wu yang di sanggupi para tetua tersebut.