Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
pilihan


__ADS_3

2 minggu kemudian kota Ziyou telah selesai di renovasi, kaisar An juga sudah mengirimkan pengganti walikota yang lama dan saat ini sudah sampai di kota Ziyou.


"Yang mulia... seluruh pasukan dari naga merah dan hitam telah sudah siap untuk kembali bertugas" ujar Haiyang bersamaan dengan Yifan.


"Silahkan, kalian adalah tembok kekaisran punggung yang kuat untuk memikul harapan seluruh rakyat. Tetaplah menjadi naga buas untuk musuh dan jadilah naga suci untuk rakyat mu.


Sayang sekali aku tidak bisa memantau langsung prestasi kalian, namun aku akan mengawasi kinerja kalian dari balik layar.


Siapapun yang membangkang dari tugas akan di hukum.!"


"Baik yang mulia..kami akan senantiasa menanamkan nasehat anda dihati kami.!" Jawab para pasukan dengan suara tegas.


"Mohon ampun yang mulia...namun, bisakah aku mengikuti mu?" Tutur Haiyang nampak membuat Lan wu keheranan.


"Aku akan berkelana ke berbagai tempat yang berbahaya hingga ajal ku tiba. Aku tidak ingin nyawamu terbuang sia-sia demi diriku yang tidak lagi memiliki tujuan hidup" balas Lan wu.


"Tidak yang mulia, selama bisa melindungi anda maka aku akan senang"


"Haiyang...kau memiliki tanggung jawab untuk nyawa dari pasukan mu. Selain itu aku membutuhkan mu untuk mengawasi anak-anak ku. Saat waktunya tiba aku akan datang kembali dan menjemput mereka.


Entah saat itu kau akan ikut atau tidak terserah kepada mu" jawab Lan wu sembari menepuk pundak Haiyang.


Terlihat wajah kecewa ditunjukkan oleh Haiyang namun dengan cepat ia menutupinya.


"Baik yang mulia...aku akan menunggu.!" Seru Haiyang lalu memberi hormat kemudian berjalan meninggalkan gerbang Kota.

__ADS_1


Lan wu mengarahkan tangannya ke depan dada bersamaan dengan hinggapnya seekor merpati. Ia kemudian mengambil kertas di kaki burung tersebut dan membacanya.


"Nak, aku tau kau marah kepada orang tua serakah ini. Namun, bagaimana bisa Yiyi menelantarkan mu demi laki-laki lain yang tidak sebanding dengan dirimu..?


Selain itu Xu'er sudah besar dan memahami masalah ini setidaknya kau pikirkan anak-anak mu yang akan kehilangan suasana keluarga lengkap.


Namun jika keputusan mu sudah bulat, aku sama sekali tidak bisa mencegahnya. Hari ini seluruh pemuka keluarga Jia dan para tetua pedang dewa telah berkumpul di istana.


Aku menunggu mu" isi pesan di kertas tersebut yang dituliskan oleh kaisar An.


Lan wu dengan cepat melesat ke udara dan mengarah ke ibukota. Tatapan mata yang tajam serta ekspresi datar seakan-akan menghancurkan setiap udara yang ingin menyegarkannya.


Kecepatan Lan wu tidaklah terkira hingga dalam waktu beberapa jam, Lan wu telah sampai di luar gerbang istana.


"Salam yang mulia" sapa para penjaga gerbang dengan hormat lalu membuka gerbang.


Xioca, Ming yu, dan Ling.


Lan wu melewati ketiga orang tersebut tanpa suara sedikitpun. Ia sebenarnya tidak ingin melakukan hal tersebut namun entah mengapa ia mendadak begitu membenci mereka.


"Guru...maaf aku..." Ucap Ming yu dengan cepat di tahan oleh Ling seraya menggelengkan kepalanya.


Didalam ruang istana telah berkumpul orang-orang penting dari keluarga Jia dan pedang dewa. Terlihat juga Aile yang duduk berdampingan dengan Yiyi, Lili, Xuya dan Wu Jia.


"Salam yang mulia.." ujar orang-orang diruang tersebut.

__ADS_1


"Hentikan basa-basi ini, aku sedang terburu-buru!" Jawab Lan wu dengan nada dingin.


"Katakan apa yang kalia Ingin sebagai ganti dari rasa malu Yiyi saat ku ceraikan" sambung Lan wu disis lain terlihat Yiyi yang tertunduk sedih.


"Huf... katakanlah Yiyi" pinta kaisar An dengan nada yang terdengar lemah.


"Aku...aku..hiks...hiks.." ucap Yiyi tertahan oleh Isak tangis.


Suasana menjadi sunyi dan hanya menyisakan suara tangis Yiyi yang tidak berhenti. Hati Lan wu begitu tercabik-cabik melihat orang yang paling ia sayangi menangis sedemikian rupa.


"Aku ingin meminta dua hal kepada mu...kau hanya boleh mengabulkan satu permintaan.." ucap Yiyi setelah menenangkan dirinya.


"Katakan" singkat Lan wu.


"Yang pertama aku ingin melakukan pertaruangan hidup dan mati dengan mu.."


"Yiyi apa yang kau katakan..!" Bentak kaisar An dengan nada tinggi.


"Yang kedua aku meminta sebelah mata mu" sambung Yiyi membuat orang-orang di ruangan tersebut begitu terkejut.


"Ibu...apa yang kau katakan..? Apa harus seperti ini...aku akan membenci kalian berdua.!" Ucap Xuya yang menangis kemudian berlari meninggalkan ruangan tersebut.


"Jika kau tidak bisa melakukannya maka kita tidak akan bercerai dan aku akan menjelaskan kepada mu semua ini" ucap Yiyi berharap agar Lan wu tidak memilih apapun.


"Lan'er...apa susahnya mendengar penjelasan Yi'er..?" Tutur Jian yang tidak ingin situasi tersebut berlangsung lama.

__ADS_1


"Bagaimanapun Xuya dan Wu Jia masih membutuhkan mu..." Ucap Lan wu yang membuat seisi ruangan menjadi tegang.


__ADS_2