
Hilangnya raja iblis Mo tian membuat pasukan iblis mundur kembali ke lembah hitam dan meninggalkan area kota Banteng.
Pasukan pembantai iblis muncul 4 jam setelah ledakan tersebut dan berusaha menemukan Lan wu dari permintaan walikota.
Selama 5 hari, mereka melakukan pencarian dengan menyusuri setiap tempat namun tidak membuahkan hasil apa-apa. Pemimpin pasukan pembantai iblis akhirnya memutuskan untuk menghentikan pencarian dan akan kembali ke ibukota untuk melaporkan hal tersebut.
Lan wu mendapatkan gelar kehormatan sebagai pahlawan kota dan pemimpin pasukan pembantai iblis sendiri berjanji untuk terus melakukan pencarian.
Di lain tempat, kabar mengenai pertempuran dahsyat antara Lan wu melawan Mo tian akhirnya terdengar di telinga Shang chen.
Ia tampak tidak percaya bahwa sosok Lan wu mampu bertarung imbang melawan seseorang ditingkat raja iblis.
Shang chen menggunakan koneksinya dengan keluarga utama di ibukota meminta agar mereka mengirimkan orang-orang terkuat untuk menemukan Lan wu.
Ia mengatakan bahwa selama giok yang dimiliki nya belum hancur, itu berarti Lan wu masih hidup.
Mundurnya pasukan iblis dan hilangnya Mo tian secara langsung ikut mempengaruhi kekuatan ras iblis, 4 raja iblis lainnya juga menarik seluruh pasukan mereka dari wilayah manusia.
Kabar ini tentu membuat seluruh orang-orang di tempat tersebut senang, setelah begitu lama mendapatkan tekanan dari pihak iblis akhirnya merek dapat bebas u ntuk waktu yang cukup lama.
Banyak orang mulai penasaran dengan sosok pahlawan tersebut dan ikut melibatkan diri dalam pencariannya.
#1 BULAN KEMUDIAN#
Di sebuah gua diatas gunung yang tinggi, terlihat seorang pria dengan rambut putih panjang tengah bertarung melawan seekor hewan buas tingkat tinggi.
Akan tetapi dalam satu gerakan pedang, pria tersebut berhasil membunuh hewan tersebut. Ia kemudian memikul hewan buas dan membawanya masuk kedalam gua.
"Berapa lama lagi waktu yang kau perlukan untuk memperbaiki pedang ku...?"
Tanya pria berambut merah tersebut.
Cih..!
"Kau pikir mudah memperbaiki pedang mengerikan ini.?!"
Balas pria lainnya dengan nada kesal.
"Sial... Mengapa aku bisa terjebak dengan pria kasar seperti mu..?!"
Gumam pria berambut putih.
"Apa kau bilang..?!"
Hahahaha...tidak..
"Ngomong-ngomong, sudah berapa lama kita berada di gunung ini..?"
Pertanyaan pria tersebut sontak membuat pria yang tengah asik memperbaiki pedang mendadak terdiam.
"Sebulan.. aku rasa.. apa kau merindukan kehidupan berdarah mu tuan Mo yang agung..?"
Balas pria tersebut seraya tersenyum tipis.
__ADS_1
"Hais... Kau pikir raja iblis hanya menyukai pembantaian..? Sejujurnya kami tidak berbeda dengan kalian ras manusia. Kami tentu tidak akan menyerang jika tidak di provokasi.."
Balas pria tersebut sembari duduk dan memotong hewan buruannya.
"Selesai..! Pedang mu berhasil ku perbaiki, selain itu kondisi mu sudah kembali normal jadi aku tidak perlu menunggu mu lagi.."
Sergah Lan wu seraya menyerahkan pedang merah kepada Mo tian.
Dengan wajah senang, Mo tian menerima pedangnya.
"Merawat ku ya...? Jika saat itu aku tidak menggunakan sisa energi ku untuk membunuh hewan buas apa kau bisa bicara merawat ku..?"
Ucapan serta senyum sinis Mo tian membuat Lan wu tersenyum canggung dengan tetesan keringat dingin diwajahnya.
"Ah..hahahaha aku hanya bercanda, lagian tingkatan kultivasi kita berbeda, sudah seharusnya yang kuat melindungi yang lemah.."
"Cihhh... Dasar pembual.. sudah jelas kau bisa mengalahkan ku.. apa kau meledak ku.?"
"Keparat ini... Kau sengaja mengalah kan saat itu..?!"
Lan wu meraih rambut panjang Mo tian kemudian menariknya beberapa kali.
Aduh...! Aw..!
Bocah.. apa yang kau lakukan..?!"
Mo tian menarik sebelah kaki Lan wu hingga membuat dirinya terjatuh.
Keduanya bertukar puluhan jurus sebelum akhirnya serangan keduanya membuat makanan yang telah di siapkan oleh Mo tian tumpah..
"Tidak...!"
"Gawat...! Kita nanti makan apa bodoh..?!"
"Salahkan dirimu sendiri, setiap kali kau memancing kita untuk bertarung pasti selalu saja berakhir dengan bencana besar. !"
Balas Mo tian seraya menjitak kepala Lan wu dengan kuat.
"Kau yang memulai nya tolol.!"
Keduanya terus berdebat hingga hari semakin gelap.
Mereka akhirnya memutuskan untuk membagi tugas menyiapkan makan malam.
Mo tian bertugas untuk memburu hewan dihutan, sementara Lan wu akan mencari sumber air dan beberapa herbal untuk menyembuhkan luka dalamnya yang belum sembuh sepenuhnya.
"Mo tian... Pria ini benar-benar mengingatkan ku dengan teman lama.."
Gumam Lan wu sembari tersenyum.
Mendadak Lan wu merasakan adanya aura mengerikan yang bersembunyi dibalik pepohonan.
Dengan perasaan was-was, Lan wu mengamati area sekitarnya sebelum akhirnya ia bergerak menghindari beberapa pisau yang mengarah padanya.
__ADS_1
"Cih.. tidak disangka bahwa kalian akan menemukan ku secepat ini..."
Ujar Lan wu w senyum sinis.
Dihadapannya kini telah berdiri dua sosok yang begitu dikenal oleh dirinya.
"Mo gui.. Mo fan..?"
"Ku akui bahwa kemampuan mu setara dengan yang mulia raja iblis.. namun saat ini kau sedang terluka, jadi tidak susah untuk membunuh mu.!"
Kedua iblis tersebut dengan cepat menyerang Lan wu.
Lan wu sekuat tenaga berusaha menghindar serangan cepat keduanya. Pukulan Mo gui dan serangan Mo fan memiliki akurasi tinggi hingga setiap gerakan harus dihindari dengan tepat oleh Lan wu.
"Tinju gelombang iblis..!"
"Gawat..!"
Lan wu menggunakan telapak tangan api untuk menghalau serangan gabungan keduanya.
Cih... Luka ku kembali terbuka..
Lan wu melompat mundur dengan mulut yang mengalirkan darah segar.
Luka yang dialami Lan wu membuat nya tidak bisa mengeluarkan seluruh energinya dengan bebas.
Uhukk.. uhukk..!
Gawat...!
Lan wu kembali memuntahkan darah segar, ia seketika kehilangan tenaga dan terjatuh ketanah.
Disisi lain Mo fan sedang bergerak hendak membunuh Lan wu yang sedang tidak berdaya.
Ketika jurus Mo fan hanya berjarak beberapa jengkal dari kepala Lan wu, mendadak aura mengerikan yang lebih besar muncul.
Mo fan seketika terpental mundur dan menabrak pohon hingga muntah darah.
"Bajingan rendahan mana yang berani menyakiti saudara dari raja iblis ini..!"
Teriak Mo tian dengan ekspresi geram seraya memikul seekor hewan buas dipundaknya.
"Mohon ampun yang mulia, kami tidak tau jika anda berada di tempat ini.."
Kedua jenderal iblis tersebut seketika berlutut dan memohon maaf atas kesalahannya.
Wajah Mo tian tampak begitu mengerikan, ia melirik kearah Lan wu yang tersungkur di tanah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Ia mendarat ditanah kemudian mengangkat Lan wu dan membawanya kedalam gua.
Setelah membantu meringankan luka dalam Lan wu, Mo tian meletakan sebuah buku kultivasi dan giok miliknya. Ia juga telah menyiapkan daging hewan buruannya yang telah ia asar terlebih dahulu.
Setelah itu, ia berjalan keluar gua lalu terbang ke udara bersama kedua pengikutnya.
__ADS_1