
Lan wu menyuruh Chu untuk kembali mengumpulkan energi hitam, walaupun tubuh Chu mendapat suplai energi namun tetap saja energi yang di keluarkan dan yang masuk ketubuh Chu tidaklah sebanding.
Dengan adanya wujud aura lan wu dapat sedikit menghemat energi miliknya. 2 tersisa sebelum darah murni di tubuh Fei bangkit sepenuhnya.
Selang beberapa saat mendadak retakan muncul di sangkar hitam milik lan wu. Aura kuat terlihat menerobos keluar dan menciptakan tekanan mengerikan bagi lan wu. Tekanan tersebut mampu di rasakan oleh naga dewa dan lainya yang berada di luar formasi pelindung.
"Ugh..mengapa jadi sangat kuat" keluh lan wu seraya menahan tekanan tersebut menggunakan tapak api dan tapak neraka miliknya.
Tekanan tersebut semakin kuat dan berhasil memukul mundur lan wu hingga terpental ditanah. Chu segera mengaktifkan energi seraya mengarahkan pedangnya ke arah Fei.
"Chu hentikan itu.!" Teriak lan wu seraya menahan tangan Chu menggunakan akar api iblis.
"Tuan, nona Fei telah dikendalikan oleh kekuatan tersebut. Penekanan energi tidak lagi berfungsi banginya" jelas Chu seraya melompat ke samping lan wu.
"Aku paham, namun menurut naga emas kita tidak boleh menyerang Fei. Aku rasa naga emas mengetahui sesuatu mengenai kebangkitan ini" ujar lan wu seraya membentuk ulang wujud auranya.
Terlihat seluruh wujud dari kebangkitan darah telah berkumpul di samping Fei. Satu-persatu wujud tersebut melebur menjadi energi kemudian menerobos masuk kedalam tubuh fei.pemggabungan tersebut berhasil menciptakan ledakan dasyat yang mampu mengobrak-Abrik segel pelindung milik naga dewa dan lainya.
Fei kini terlihat sedikit berbeda dengan sepasang sayap biru di punggungnya ia juga terlihat memakai amor berbentuk kepala harimau, di tangan kanannya terdapat sebuah pedang berbentuk naga dengan aura menyerupai naga asli dari ras naga. Perubahan yang saat mengejutkan, sekaligus mengagumkan.
Tidak diketahui seberapa kuat kekuatan Fei sekarang ini, namun jika di ukur dari aura milik Fei. Lan wu meyakini bahwa kemampuanya tidak di bawah naga emas. Lan wu segera melompat mundur usai melihat salah satu bola kecil berwarna merah mengarah kepadanya. Bola tersebut merupakan wujud dari kebangkitan ras legenda, terdapat 6 bola yang melayang di sekitar lengan kiri Fei.
Lan wu menerjanv bola milik Fei yang kini menyerupai wujud dari seorang manusia. Pertarungan sengit terjadi juga di luar segel tersebut, nampak anggota teratai putih yang tengah menghadapi sekelompok orang berpakaian merah dengan lambang 6 bola di punggungnya. Naga dewa dan 2 naga lainya juga terlibat dalam pertarungan tersebut. Mereka menghadang para penyerang yang hendak mendekat ke arah lan wu dan Fei yang tengah berada di dalam segel pelindung.
"Fei, apakah kau melupakan ku?! Bagaiaman bisa kau membiarkan kemampuan itu mengendalikan tubuh mu" teriak lan wu sembari menahan seragan dari bola merah milik Fei.
"Ini tidak akan selesai, terlebih lagi energi ku banyak terkuras pada penekanan sebelumnya" pikir lan wu mengamati Fei yang mengambang di udara dengan tenang.
"Duar..!!" Ledakan kuat terjadi di bagian luar segel pelindung.
__ADS_1
Lan wu akhirnya memahami apa yang telah terjadi di luar, pergi dugaannya bahwa ras legenda pasti akan muncul untuk membawa Fei.
"Aku yakin naga dewa mampu mengurus yang di luar, sekarang aku hanya perlu menyadarkan Fei"pikir lan wu seraya memberi kode kepada Chu untuk menggantikannya melawan bola merah tersebut.
Chu segera melompat bersamaan dengan lan wu yang menggunakan penggeser waktu untuk berpindah ke udara.
Lan wu mengeluarkan tapak api seraya menghalau Sambaran petir dari arah depan yang mengarah kepadanya.
Lan wu kembali menggunakan penggeser waktu untuk berpindah ke sisi lain dari tapak api yang tengah berbenturan dengan Sambaran petir milik Fei.
"Badai acak, tebasan dewa sunyi, pemusnah langit, tebasan pembantai naga" ujar lan wu mengeluarkan jurus pedang sunyi terus-menerus.
"Trang..!!" Lan wu terkejut usai pertama kali mendengar bunyi benturan dari pedang.
Ini kali pertama pedang sunyi memgeluarkan suara benturan usai berbentur dengan 5 bola merah yang membesar dan menutupi Fei dari luar. Lan wu segera melompat mundur usai merasakan angin tajam mengarah kepadanya.
"Mengapa kemampuan miliknya sangat mengerikan? Apakah harus mengeluarkan biaya membunuh?" Pikir lan wu merasa ragu untuk mengeluarkan jurusnya dengan nafsu membunuh.
Hawa panas api tersebut hampir setara dengan milik naga dewa.
"Fei, apakah tidak da cara lain selain bertarung? Apakah kau begitu membenciku hingga dimanfaatkan oleh kekuatan brengs*k tersebut?!" Teriak lan wu dengan keras.
Suara lan wu dapat di dengar oleh ketua sakte dan lainya yang tengah bertarung di luar. Mendengar suara lan wu ketua sakte sontak menyuruh Lou yu dan 3 murid rahasia untuk membantu lan wu yang tengah dalam situasi berbahaya. Naga dewa yang mengetahui hal tersebut sontak menghentikan ketua sakte.
"Tenanglah, kita hanya perlu membersihkan sampah-sampah ini secepatnya. Aku yakin jika terlalu lama bertarung, mungkin saja orang kuat di ras legenda akan segera sampai kesini" ujar naga dewa sembari mengeluarkan pusaran angin kuat yang memghempaskan beberap orang di sekitarnya.
"Lan wu lebih memahami situasinya ketimbang kita, jangan sampai kedatangan kalian akan merusak rencananya" sambung naga dewa sesaat sebelum kembali menerjang ke arah samping.
Ucapan naga dewa akhirnya menyadarkan ketua sakte."habisi pengganggu ini, siapa saja yang membunuh lebih banyak, aku akan memberikanya imbalan besar" teriak ketua sakte dengan nada lantang.
__ADS_1
Semangat para tetua dan murid teratai putih semakin berkobar usai mendengar perkataan dari ketua sakte. Dengan senyum lebar meraka menerjang musuh-musuhnya tanpa memperdulikan darah yang mengalir di tubuh mereka.
Beruntung petarung kuat dari ras legenda hanya berjumblah 30 orang, hak tersebut mempermudah teratai putih yang di bantu oleh naga dewa dan 2 naga kuat lainya untuk menghabisi kelompok tersebut.
....
"Tuan, biar kau yang menghadapi nona Fei " ucap Chu berhasil mengalahkan wujud bola merah milik Fei.
"Pergilah dan bantu ketua sakte beserta. Aku akan mengatasi hal ini" ujar lan wu menyambut serangan Phoenx yang semakin dekat kepadanya.
"Api milik mu hanya satu jenis, bagaiaman bisa mengimbangi 3 jenis api milik ku" ujar lan wu setengah berteriak.
"Tapak neraka, roda api 3 dasar" teriak lan wu dengan keras.
Tekanan hebat kembali tercipta bersamaan dengan hawa panas yang mengeringkan pepohonan di sekitar area tersebut. Terlihat 2 roda api milik lan wu yang menerjang lurus kearah Phoenix yang tengah menyemburkan api dari mulutnya, namun dengan cepat sayap Phoenix tersebut menutupi tubuhnya dan hanya menciptakan beberapa goresan serta luka bakar ringan di sayapnya.
Tapak neraka berhasil menembus kobaran api tersebut dan menghantam Phoenix yang fokusnya teralih kepada roda api milik lan wu. Ledakan besar terjadi usai tapak neraka mendarat sempurna di tubuh Phoenix milik Fei.
Nampak Phoenix tersebut melebur menjadi butiran-butiran cahaya yang mengarah cepat kedalam tubuh Fei .
Fei nampak tenang menatap lan wu yang tengah kelelahan usia mengeluarkan 2 jurus terkuat miliknya.
Fei menerjang secara langsung ke arah lan wu. Lan wu terdorong mundur usai beradu pedang dengan Fei, tak di sangka pedang milik Fei sangatlah kuat. Lan wu merasa tengah menghadapi seorang dewi khayangan yang tengah menunggangi naga kuat dalam bentuk pedang. Kemampuan seperti ini sangatlah menakutkan, namun lan wu merasa beruntung dapat bertahan cukup lama menghadapi kekuatan hebat dari Fei.
Mereka kembali beradu pedang dengan cepat, lan wu terus terkena sayatan serta jurus kuat milik Fei. Ia tak memperdulikan rasa sakit dan mempercepat langkah serta menguatkan setiap serangan miliknya.
"Brakk..!!" Lan wu terpental keras ketanah hingga menciptakan kubangan sedang di sekitarnya.
"Uhuk..! Arghh..!" Lan wu memuntahkan darah segar dari mulutnya.
__ADS_1
Sesaat Ia mengaliri api suci di sekitar luka-luka miliknya sebelum akhirnya kembali melompat ke atas untuk menyerang Fei. Pertarungan ganas Kemabli terjadi, tidak teras kini di sekitar are nampak di penuhi oleh lubang-lubang hasil dari ledakan hebat kedua jurus milik mereka. Kondisi lan wu semakin melemah, kini kecepatan miliknya snagat jauh menurun. Lan wu lebih banyak bertahan dan menghindari serangan kuat milik Fei walaupun ia harus mengorbankan dirinya dan terkena pedang ganas milik Fei.
"Aku hanya dapat bertaruh pada serangan terakhir ini" ujar lan wu bersiap mengeluarkan jurus rahasia miliknya.