Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Mencari 2. 48


__ADS_3

Usai memesan kamar. Lan wu segera mengobati wanita tersebut. Ia menyalurkan energi miliknya sembari membekukan racun yang berada di setiao lubang jarum di tubuhnya. Tidak di sangka lan wu membutuhkan waktu hampir 4 jam penuh untuk membekukan racun tersebut, sebelum akhirnya membakar racun tersebut menggunakan api iblis.


Usai mengobati wanita tersebut, pan wu berniat untuk melanjutkan perjalanannya. Ia sedikit kecewa bercampur lega bahwa wanita yang tengah terluka parah tersebut bukanlah yiyi, namun lan wu berada tidak tega untuk membiarkan gadis tersebut sendirian. Ia hanya menatap keluar jendela sembari mengawasi sekitar berharap dapat menemukan tanda-tanda keberadaan yiyi dan xuya.


"Argh.. kepala ku.." terdengar suara rintihan di belakang lan wu.


Lan wu segera membalikkan badannya. Lan wu tersenyum tenang usai wanita yang pingsan sedari tadi akhirnya telah sadarkan diri.


"Nona, jangan terlalu banyak bergerak dulu. Kondisi mu masih lemah akibat luka di tubuh mu" jelas lan wu sembari memejamkan matanya.


"Kau..!! Kemana mata mu menatap.?!" Teriak wanita tersebut sembari menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Hais.. aku bukannya ingin mely tubuh mu, namun akan sangat merepotkan jika mengobati mu dengan pakaian melekat ditubuh mu" jelas lan wu kembali berbalik ke arah jendela.


Wanita tersebut terdiam sejenak. Ia beranjak dari ranjang sembari meraih pakaian yang telah tersedia di atas meja, kemudaian menggenakan pakaian tersebut.


"Te.. terimakasih.. aku sungguh tidak tau bahwa kamu yang telah menyelamatkan ku" ucap wanita tersebut dengan nada sopan.


"Nona tidak perlu begitu sungkan. Semua ini karen takdir yang mempertemukan kita" jawab lan wu memasang senyum.


"Marilah, nona butuh beberapa makanan untuk menguatkan badan" ujar lan wu berjalan terlebih dahulu keluar kamar.


Mereka memutuskan untuk makan di sebuah restoran yang berada di tempat tersebut. Nampak lan wu merasa kagum atas kemajuan kekaisran Qin. Padahal sewaktu ia menuju ke kekaisaran emas biru ia sama sekali tidak melihat kota kecil seperti sekarang. Yang ia lewati adalah hutan lebat yang sama sekali tidak tersentuh oleh pembangunan.


Mereka memutuskan untuk naik ke tingkat dua, dan mencari meja yang terletak di samping jendela. Meskipun harus membayar dua kali lipat namun bagi lan wu itu sangat wajar mengingat pelayanan di tingkat dua tersebut sangatlah baik. Usai memesan makanan lan wu mengajak wanita tersebut untuk berbincang sekaligus menanyakan kenapa wanita itu mungkin saja ia melihat yiyi dan xuya.


"Jadi kamu sedang mencari istri dan anak mu?" Tanya wanita tersebut usai mengetahui tujuan lan wu.

__ADS_1


"Benar.. mungkin saja nona melihatnya sewaktu berada di perjalanan" jawab lan wu dengan nada tenang.


"Aku sungguh minta maaf, mungkin saja Mereka memang melewati jalan tersebut, namun saat itu kondisi ku tengah fokus untuk bertarung dan sama sekali tidak teralih kemanapun" ucap wanita tersebut nampak membuat lan wu sedikit kecewa.


"Namun menurut ku mungkin saja mereka masih berada di kota Ten. Aku dengar dari para pedagang yang melintas mereka mengatakan bahwa kapal menuju kekaisaran emas biru tidak akan berlayar sampai festival di kota Ten selesai" sambung wanita tersebut.


Sontak lan wu merasa senang. Ia kini memiliki harapan besar untuk bisa menemukan yiyi dan xuya.


"Festival..? Aku baru pertama kali mendengarnya" ucap lan wu dengan nada heran.


"Benarkah..? Aku pikir setiap orang di kekaisaran Qin mengetahui hal ini. Festival tersebut dia adakan untuk merayakan kembalinya sang anak langit di kota Ten. Anak tersebut katanya telah berlatih sejak usai 5 tahun di alam atas, dan turun ke alam fana untuk menciptakan aturan-aturan di alam ini" jelas wanita tersebut bersamaan dengan wajah heran yang ditampakkan lan wu.


"Sepertinya ku tau banyak soal ini" ujar lan wu tersenyum manis.


"Aku hanya mendengar saja dari orang-orang, lagi pula ini kali pertama bagi ku pergi ke sana" ujar wanita tersebut memasang wajah cuek.


Usai menunggu beberapa saat akhirnya makanan yang mereka pesan telah siap. Lan wu hanya memesan seporsi nasi dan sip daging di tambah dengan seteko arak, sementara wanita di hadapannya nampak memesan berbagai macam makanan. Lan wu yang melihat porsi makan dari wanita di hadapannya sontak merasa sedikit takut. Ia baru pertamakali menemui wanita dengan selera makan sebesar itu.


"Emh.. kagau tigak makan bangak, aku tigak bisa cegek pugih(kalau tidak makan banyak, aku tidak bisa pulih)" ujar wanita tersebut sembari terus memasukkan makanan ke mulutnya.


"Apa yang dia katakan?" Tanya lan wu dalam hati.


Lan wu memilih untuk tidak menggangu wanita tersebut. Ia lebih memilih santai sembari menikmati arak di cangkirnya. Saat lan wu tengah menikmati santainya, nampak 3 orang pria mendekat ke arahnya sembari memasang wajah tidak ramah. Lan wu yang melihat hal tersebut hanya diam seakan tidak memperdulikan tiga orang  tersebut yang semakin dekat ke arahnya.


"Hey..!! Apakah kau berniat pamer di hadapan kami..?!" Ujar salah satu dari tiga orang tersebut sembari memukul meja di hadapan lan wu.


"Anak ini..!!" Geram ketiganya usai melihat lan wu yang masih duduk tanpa memperdulikan kehadiran mereka.

__ADS_1


"Wah..wah.. pantas saja dia begitu angkuh, rupanya ******* miliknya merupakan pendekar tingkat suci ya" sambung pria tersebut sembari menatap wanita di hadapan lan wu dengan tatapan menggoda.


Mendengar perkataan pri tersebut sontak wanita di hadapan lan wu mendadak bangkit sembari menatap tajam ke arah tiga pria tersebut.


"Nona duduklah, hais... Senior-senior ini mengapa begitu mempersulit ku? Katakan saja apa yang kalian inginkan" ujar lan wu memutuskan untuk terlibat.


Ia sebenarnya malas untuk meladeni tiga orang tersebut, namun melihat wanita di depannya terpancing akhirnya lan wu mau tidak mau harus turun tangan. Selain itu tingkat pelatihan tiga orang tersebut berada satu tingkat di atas wanita di depannya, tentu akan mustahil bagi wanita tersebut untuk menang jika melawan tiga orang tersebut,  terlebih lagi kondisi wanita tersebut belumlah pulih total dari luka-lukanya pada pertarungan sebelumnya.


"Hahahaha.. akhirnya mau bicara juga, baiklah kaeran aku sudah memohon maka aku akan membiarkan gadis mu hidup lebih lama, namun sebagai bayaran atas kebaikan ku, bagaimana jika kau mentraktirku makan dan minum di restoran ini.?" Ujar pria tersebut memasang seringai.


"Baiklah.. senior sekalian silahkan duduk di sini. Aku akan membayar semu biaya kalian" ujar lan wu sembari beranjak berdiri.


Ia memanggil wanita dihadapannya dan berjalan menuju meja kasir. Lan wu menyerahkan sekantong emas lalu turun dari tingkat dua tersebut. Wanita di samping lan wu nampak begitu terkejut melihat jumblah uang yang di keluarkan oleh lan wu. Ia mengira bahwa lan wu merupakan seorang bangsawan dari keluarga besar yang tidak ia ketahui.


"Emh.. mengapa kau menuruti mereka?" Tanya wanita tersebut seraya melirik lan wu.


"Aku hanya menguji apakah uang benar-benar berguna, ternyata memang berguna untuk mereka-mereka yang membutuhkan" jawab lan wu sembari memasang senyum tenang.


Nampak wanita tersebut masih kebingungan mencetak perkataan lan wu, sementara lan wu terus berjalan dengan tenang seakan tidak merasa kesal atas sikap ketiga orang tersebut.


Mereka kini mengarah kembali ke penginapan untuk beristirahat. Lan wu telah mengatakan sebelumnya bahwa ia tidak akan tidur sekamar dengan wanita tersebut.


Ia mengatakan bahwa ia akan beristirahat di ruang tamu yang tersedia di depan meja kasir penginapan tersebut. Sebenarnya ia hendak memesan kamar lain, namun semua kamar telah di tempati dan hanya tersedia satu kamar yang lan wu sewa sebelumnya. Akhirnya mau tidak mau lan wu memutuskan untuk tidur di ruang tamu penginapan tersebut.


**


Baiklah... ini jadwal up PK.

__ADS_1


Senin-Sabtu, jam 10:00 ( pengiriman naskah ke pihak MT/NT).


Dan di terapkan Senin depan guys ..


__ADS_2