
"Huhf..." Ketua sakte menghela nafasnya sembari balas memandang Lan wu dengan rasa bersalah. "Baiklah, aku akan mengumumkan perihal ini" sambungnya.
"Aku harap tetua Lan bisa memaafkan kejadian yang lalu"
"Tentu saja, selama anda tulus maka aku tidak akan mengingatnya lagi" Jawab Lan wu.
Kini ia mengarhkan pandangannya pada Lingxi guen "senang bisa melihat anda tetua Guen, wanita yang berbakat memang tampak begitu mengagumkan" ucap Lan wu seraya tersenyum.
"Tetua Lan terlalu memuji, aku malah sebaliknya merasa begitu terhormat bisa bertemu dengan seorang pria yang benar-benar seperti pria sesungguhnya"
Balas Lingxi guen menatap tajam kearah Lan wu.
"Sungguh..? Aku sebelumnya ingin menegaskan pada anda, bahwasanya sebutan tetua bukan lagi milik ku. Anda boleh memanggil ku dengan nama ku secara langsung.."
"Selanjutnya, aku ingin mengusulkan agar murid ku dimasukkan dalam daftar peserta kompetisi sakte"
Sambung Lan wu yang kini membuat ketua sakte dan Hong sui terkejut.
Bagaimana bisa dia memiliki murid, bukankah dulu ia menolak ku..?
Hong sui bergumam pelan sembari melirik ke arah ketua sakte.
"Jadi tetua Lan, maksud ku junior Lan. Apakah anda akhirnya tertarik untuk melatih seorang murid?"
Ketua sakte bertanya pada Lan wu dengan ekspresi tidak percaya bercampur senang. Hal tersebut tentu saja merupakan berkah bagi saktenya sebab, tidak semua orang bisa berkesempatan menjadi murid dari sosok misterius seperti Lan wu.
"Aku harus memperhatikan baik-baik murid yang dimaksud ini..."
Pikir ketua sakte seraya menunggu jawaban Lan wu.
__ADS_1
"Wu Chen, sebenarnya memiliki bakat yang rendah. Namun ia memiliki nilai tersendiri yang membuat ku tertarik. Dan juga, aku terpaksa mengikut sertakannya kedalam pertandingan untuk menutupi kurangnya jumblah peserta kami"
"Selain itu, ini akan menjadi pengalaman bagus untuknya. Bagaimana tanggapan tetua Guen?"
Lan wu mengalihkan perhatiannya pada Lingxu yang sejak tadi terdiam.
"Baiklah, namun aku yang akan memutuskan apakah dia akan bertanding atau tidak nantinya"
"Aku senang mendengarnya, kalau begitu aku pamit untuk beristirahat"
Ujar Lan wu mengakhiri tujuannya.
Ia berdiri dari duduknya kamudian berjalan menuju pintu keluar dengan tenang.
"Tetua Lan..!"
Panggil Hong sui sembari berjalan cepat menghampiri Lan wu.
"Ada apa Sui'er?" Tanya Lan wu dengan nada lembut.
Hal tersebut membuat gadis tersebut sedikit kaget. Entah mengapa ia merasa bahwa sikap Lan wu berbeda dari sebelumnya.
Bisa dibilang bahwa kali ini ia merasakan perasaan nyaman saat berdekatan dengan Lan wu.
"Tetua..aku.."
Bagiamana ini, mengapa aku tiba-tiba lupa dengan apa yang akan aku katakan..?
Hong sui kembali terdiam mendadak, ia tampak kebingungan untuk melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
"Keraguan bisa dianggap sebagai halangan besar untuk mencapai tingkat selanjutnya. Jangan bimbang untuk memutuskan, aku yakin kau memiliki kemampuan lebih"
Ujar Lan wu yang mengusap rambut gadis tersebut.
Hong sui tersenyum lebar sembari mengangguk paham menanggapi ucapan Lan wu.
"Bisakah aku menjadi murid mu tetua Lan?"
Tanya Hong sui sembari bersujud tepat didepan kaki Lan wu.
"Maaf Sui'er, saat ini aku tidak memiliki keinginan untuk menambah murid.." jawab Lan wu dengan nada yang terselip penyesalan.
Hong sui yang mendengar jawaban Lan wu seketika bangkit dari sujudnya dengan wajah kecewa. "Apakah aku tidak cukup berbakat..?!" Tanya gadis tersebut setengah berteriak.
"Apakah kemampuan murid mu itu jauh lebih tinggi dari ku..?!" Sambung Hong sui sembari melepaskan aura spiritualnya.
Tekanan dari aura tersebut setidaknya setara dengan kultivator tingkat spritual awal dimana berada satu tingkat diatas kultivasi gadis tersebut.
"Maka aku akan membuktikan kepada anda bahwa aku pantas untuk menjadi murid mu.!"
Gadis tersebut berlari meninggalkan Lan wu dengan perasaan kecewa. Lan wu hanya terdiam membiarkan gadis tersebut melewatinya tanpa menoleh.
"Bukan karena bakat mu yang rendah.. hanya saja, aku takut jika kau akan terlantar seperti murid-murid di dunia ku sebelumnya. Entah apa yang akan aku hadapi selanjutnya?"
Ucap Lan wu pelan akan tetapi dapat didengar dengan jelas oleh ketua sakte dan Lingx guen beberapa langkah darinya.
"Tujuan ku belum jelas, sudah sewajarnya jika aku mati setelah melawan kaisar dewa. Tapi dunia ini malah membawa ku tanpa menjelaskan apa yang akan aku lakukan"
Gumam Lan wu seraya berjalan meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Setelah menjalani pertaruangan terakhir, Lan wu menyadari bahwa situasi dunia ini tidak jauh berbeda dengan dunianya sendiri. Kehidupan dunia tersebut hanya berputar, sewaktu-waktu akan damai dan sewaktu-waktu akan kacau kembali.
Orang-orang mengejar kekuatan hanya untuk berdiri di puncak tertinggi, kemudian akan dikhianati lalu memulai semuanya dari awal lagi. "Apa tujuan ku sebenarnya?"