Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Lan wu vs hanzeng 2.2


__ADS_3

Lan wu dan rombongan Lou yu mempercepat langkah mereka dengan tujuan agar dapat tiba di sakte teratai putih sebelum gelap. Beruntung di sepanjang perjalanan mereka tidak menemui halangan sedikitpun. Mata lan wu terus menjelajah kesekalilingnya seraya memastikan tidak ada yang mengintai mereka dari tempat tersembunyi,sementara Lou yu terlihat memasang wajah tenang.


"Kakak Lou kita telah sampai di gerbang utama" seru seseorang di luar kereta tersebut


Lou yu segera mengajak lan wu dan Fei yu untuk keluar dari dalam kereta. Mata lan wu terbuka lebar usai melihat gerbang emas yang berdiri kokoh di hadapannya.


"Sungguh mengagumkan" lan wu tak dapat menahan perkataanya


Lou yu tersenyum usai melihat reaksi lan wu yang begitu terpikat akan sakte teratai putih. Sakte teratai putih memiliki total bangunan sebanyak 100 villa bagi para tetua, 500 kediamn sedang bagi para murid, 5 aula pertemuan dan, 9 tambang berharga beserta tempat lainya yang sangat berguna dalam pelatihan. Kini lan wu paham mengapa sakte teratai putih di anggap sebagai ancaman bagi 8 kekuatan besar, hal tersebut di karenakan sumberdaya dan pola pikir mereka yang begitu tinggi dan penuh perhitungan. Mereka hanya membutuhkan belasan tahun untuk menstabilkan kondisi mereka setelah meninggalkan kota utama.


Pemilihan tata letak sakte juga di perhatikan sedemikian rupa, terdapat beberapa ruang penting yang memiliki hawa energi murni yang sangat di perlukan oleh tubuh seorang pendekar


"Ini?" Kaget lan wu usai merasakan aura menakutkan yang sanggup membuat kepalnya pusing


Dari kejauhan nampak seorang pria berambut panjang datang menghampiri lan wu seraya tersenyum.


"Apakah kau merasakan nya?" Tanya pria tersebut membuat lan wu sedikit merasa tidak enak


"Maafkan aku tetua, aku begitu lancang dan sembarang menatap kearah yang seharusnya tidak ku tatap" ujar lan wu menyadari kesalahannya


"Tidak apa-apa, kau merupakan orang baru di sini" pria tersebut tidak menunjukan ekspresi marah dan malah sebaliknya begitu ramah kepada lan wu.


Lou yu segera mengajak lan wu untuk mengunjungi villa nya. Lan wu segera pamit ke pria di depannya seraya menyusul Lou yu di depannya.


"Aku harus mengawasi anak ini, mungkin saja dia berjodoh dengan nya" ujar pria tersebut sembari menatap sebuah gedung yang pintunya di lindungi dengan formasi pelindung.


...


lan wu tak terus menatap sekelilingnya sembari mendengarkan penjelasan Lou yu mengenai ujian masuk tertai putih yang akan di lalui oleh lan wu.


"Sayangnya kita terlambat 2 hari dan ujian penerimaanaa tersebut telah selesai" ujar Lou yu


"Sayang sekali..nampaknya aku harus berkeliling sejenak sembari menunggu ujian selanjutnya " gumam lan wu tersenyum tenang menatap Lou yu yang malah memasang wajah menyesal


"Saudara lan, apakah kau tidak masalah jika harus menunggu 4 tahun lagi?" Ucap Lou yu sontak membuat lan wu tersendat nafasnya


" Bagaimana jika kakak Lou membicarakan ini kepada guru besar?" Kini Fei mengeluarkan pendapatnya


"Guru besar?" Heran lan wu


"Ya..kau benar adik Fei, aku akan segera membicarakan hal ini dengan guru segera " ujar Lou yu dengan semangat seraya berlari meninggalkan lan wu dan Fei yang masih terheran menyikapi Lou yu


Lan wu dan Fei bertukar pandang dan segera memalingkan muka mereka secara bersamaan, entah mengapa jantung lan wu berdegup begitu kencang usai menatap wajah Fei dari jarak yang begitu dekat.


Mereka berdua berjalan pelan sembari hanyut dalam pikiran mereka masing-masing hingga mendadak sebuah pedang meluncur cepat kearah lan wu yang dengan cepat mengindari pedang tersebut.


"Hmm.. siapa yang berani mendekati Fei yu ku?" Terdengar suara dari arah depan bersamaan dengan munculnya seorang pemuda dengan perawakan gagah berdiri menatap lan wu


"Hanzeng.!!.. bukankah sudah ku bilang bahwa aku tidak menyukai mu? Bisakah kau jangan mengejar ku lagi?" Nada Fei terdengar sedikit kesal seraya menatap pemuda yang menyerang lan wu


"Tapai aku sangat menyayangi mu, cara apa supaya kau dapat menerima ku?" Balas hanzeng dengan nada sedikit melemah


"Emm..maaf jika aku mencela perkataan senior, namun senior sebaiknya tidak membuat keributan di tempat umum seperti ini lihatlah sekeliling kita" ucap lan wu memasang senyum tenang


"Oh.. rupanya kau cukup bernyali untuk menceramahi ku, bagaimana jika kita bertukar beberapa jurus dan melihat apakah kemampuan mu sekuat ocehan mu?" Hanzeng kini tersenyum sinis seraya mengacungkan telunjuknya ke arah lan wu


"Oh sial, mengapa dia menunjuk ku?!" Lan wu menahan emosinya


"Lan wu jangan dengarkan dia" sergah Fei seraya menarik lan wu untuk menjauh


Melihat hal tersebut hanzeng tersenyum geram." Apakah kau hanya bisa berlindung di belakang wanita? Sangat memalukan untuk seorang pria" ujar hanzeng memprovokasi lan wu


Lan wu sontak menghentikan langkahnya usai mendengar perkataan hanzeng, lan wu mengeluarkan aura neraka serta meloncat kearah hanzeng sembari mengarahkan tinjunya


"Akhirnya mau bertarung juga" hanzeng mengarahkan pukulannya menyambut serangan lan wu


Tinju keduanya bertemu dan menciptakan tekanan angin sesaat sebelum keduanya melompat mundur.


Lan wu kembali menerjang hanzeng dan bertukar pukulan dalam tempo cepat. Lan wu menahan tinju hanzeng dan melancarkan pukulan tepat di perut hanzeng.


Pukulan lan wu mampu membuat hanzeng terseret mundur 4 langkah kebelakang. Nampak wajah hanzeng yang tidak senang terlukis di wajahnya

__ADS_1


Hanzeng mengumpulkan energi murni dalam jumblah besar dan mengumpulkannya di tangan kanannya. Energi tersebut sangatlah besar dan mampu mengoyak habis baju hanzeng tanpa jejak.


Lan wu menyadari bahwa jurus yang akan di keluarkan hanzeng bukanlah jurus rendahan seperti sebelumnya.


"Tinju kaisar langit" ujar hanzeng sembari mengarhkan dahsyatnya ke arah lan wu.


Tekanan tersebut membuat lan wu terseret mundur beberapa senti, lan wu segera melepaskan aura petarungya dan berhasil menghilangkan tekanan dari jurus hanzeng. Nampak telapak tangan lan wu terkumpul pusaran energi murni yang bercampur dengan api iblis sehingga membuat pusaran energi tersebut berwarna hitam pekat


"Kau pikir aku gentar dengan jurus mu?" Lan wu melompat menerjang ke arah hanzeng seraya mengarhkan seranganya menyambut tinju hanzeng


"Tapak matahari " teriak lan wu sesaat sebelum terciptanya ledakan energi yang menyebabkan kehancuran di sekitar pertarungan tersebut


Nampak di balik debu yang telah menipis, terlihat lan wu dan hanzeng yang masih berdiri tegap meskipun mengalami beberapa luka di tubuh mereka. Lan wu mendengus kesal usai merasakan sendiri kehebatan dari tinju kaisar langit.


Di sisi lain nampak hanzeng juga begitu terkejut akan jurus aneh dari lan wu, pukulan energi tersebut begitu mengandung hawa kegelapan yang mengerikan.


"Hahahahaha.. selain 5 orang idiot di sakte teratai putih tidak ada satupun yang dapat menahan serangan ku barusan, sepertinya aku harus serius jika ingin menang dari mu" ujar hanzeng sembari tersenyum puas bersamaan dengan bertambahnya tekanan aura yang di miliki oleh hanzeng


Lan wu menelan ludah usai merasakan kemampuan sesungguhnya dari hanzeng. Ini merupakan kali pertama bagi lan wu merasakan ketakutan yang begitu dahsyat hanya dengan sebuah tekanan aura.


"Hanzeng hentikan..!! Kau akan melukai seluruh murid yang berada di sini..!!" Teriak Fei yang mengenali 3 pedang besar yang melayang di sekitar hanzeng


"Sial..!! Dia telah serius" ujar lan wu yang kini memasang wajah cemas


"Pedang api suci" ujar lan wu sembari mengeluarkan 3 pedang suci


"Heh..menarik" ujar hanzeng menyaksikan pedang api milik lan wu


Mereka berdua bergerak bersamaan sembari mengarahkan jurus dasyat mereka. Raut wajah keduanya di penuhi oleh keyakinan pada jurus mereka masingmasing.


"Hiah.!!" Teriak mereka bersamaan dengan kedua jurus yang hanya berjarak beberapa senti sebelum berbenturan.


Mendadak terlihat seorang pria berambut putih dengan janggut panjang berdiri di tengah-tengah jurus tersebut seraya menahan jurus keduanya dengan jari telunjuk.


Mata lan wu terbuka lebar seakan tidak mempercayai apa yang di lihat olehnya.


"Anak muda memang di penuhi dengan semangat" pria tersebut tersenyum tenang seraya menggerakan kedua jari tangannya ke arah atas.


"Ku..kuat sekali" kagum lan wu yang masih tidak bisa memalingkan pandangannya dari pria yang melayang di udara tersebut


"Argh..!!" Rintih lan wu seraya memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Fei sontak mendekati lan wu dengan cepat seraya memapah lan wu agar tidak jatuh, di sisi lain ia begitu kagum akan kemampuan lan wu. Lan wu bahan dapat mengimbangi salah satu dari 10 kekuatan murid paling berbakat di teratai putih.


"Hanzeng apakah kau tidak merasa malu bertarung melawan pemuda itu yang bahkan masih berada di tingkat gerbang ilahi menengah? Sedangkan kamu merupakan murid berbakat yang telah menembus tingkat ilahi awal.." ujar pria tersebut berhasil membuat hanzeng terkejut


Ia tidak dapat percaya bahwa pendekar yang berada di tahap gerbang ilahi menengah dapat menyulitkannya hingga ketahap sekarang.


Hanzeng membayangkan seandainya lan wu berada di level yang sama dengannya, mungkin dengan kemampuanya yang sekarang ia Takan dapat bertahan dengan mudah.


"Guru besar apakah anda serius mengenai tingktanya?" Tanya hanzeng memastikan


"Apakah pernah bercanda mengenai tingkatan seseorang ?" Ucap pria tersebut yang kini telah berdiri di samping hanzeng .


"Cih.. tapi tetap saja tidak begitu menyulitkan ku" ujar hanzeng memalingkan wajahnya dengan acuh


"Bocah ini" pria tersebut memukul kepala hanzeng yang bertingkah di depanya


Hanzeng mengaduh sembari mengusap kepalanya. Sementara pria tersebut kini mendekati lan wu yang masih di papah oleh Fei.


"Kau memiliki bakat yang luar biasa, tadinya aku sedikit tidak percaya dengan perkataan Lou yu tapi setelah melihat sendiri kau mampu menahan serangan kuat dari hanzeng aku jadi sangat yakin untuk menerima mu sebagai sebagai murid teratai putih. Ingatlah bahwa kemampuan mu yang sekarang belumlah setara dengan hanzeng, dan jika bukan karena kehadiran ku kau mungkin telah kehilangan nyawamu di tangan hanzeng" nampak ucapan pria tersebut menyinggung lan wu.


Lan wu memilih diam dan hanya mengangguk seraya memohon ijin untuk menyembuhkan dirinya.


"Hoy..aku akan menantang mu lain kali, mulai sekarang kita adalah rival dalam kultivasi serta memperebutkan hati Fei. Huh..tentu saja kau akan kalah dari ku" hanzeng tertawa kecil seraya melompat meninggalkan lan wu yang masih berdiri tenang sembari memasang senyum tipis.


"Kau akan menyesalinya nanti" tawa lan wu pelan.


"Tua Bangka itu terlalu merendahkan ku, bagaimanapun aku belum mengeluarkan seluruh jurus yang kumiliki. Dia terlalu cepat menilai " gerutu lan wu sembari berjalan pelan mengarah ke vila Lou yu.


"Kau begitu ceroboh " ujar Fei sedikit mengejutkan lan wu

__ADS_1


"Hahahaha aku sangat menikmati peetarungan barusan, selain itu berkat hanzeng aku juga dapat di terima sebagai murid teratai putih" jawab lan wu tenang


"Mengapa kau tertawa?" Tanya Fei menatap lan wu yang tertawa tanpa suara


"Kau ternyata begitu mencemaskan aku, jangan-jangan kau menyukai ku" ujar lan wu dengan nada bercanda


"Buk" pukulan mendarat di perut lan wu bersamaan dengan rintihan keras yang menghiasi udara


"He..he..hei apakah kau tidak memiliki perasaan? Bagaimana jika aku mati akibat pukulan mu?" Ujar lan wu yang terbaring di tanah sembari memandang Fei yu yang berdiri di sampingnya


"Beraninya kau menggodaku " kesal Fei beranjak meninggalkan lan wu yang masih terbaring menahan sakit


"No..nona Fei..aku bersalah.. bagaiamana caranya aku bisa pulang? Hey... Setidaknya berikan alamat kepada ku?..ah..sial.." gerutu lan wu dengan lelehan air mata.


**


"Si bodoh itu kemana sih? Apakah menemukan villa saja tidak bisa ia lakukan?" Ujar Fei kesalh bercampur khawatir


Hari telah gelap sementara lan wu tak kunjung sampai di villa. Fei terlalu kesal akibat candaan lan wu dan tanpa sadar meninggalkan lan wu yang tengah berada dalam kondisi terluka, selain itu lan wu bahkan merupakan orang baru di teratai putih tentu dia tidak mungkin menemukan villa Lou yu dengan begitu mudah.


"Ah..aku tidak memberikan alamat villa ini kepadanya " kaget Fei seraya berlari keluar villa hendak mencari lan wu.


Fei mendatangi tempat dia meninggalkan lan wu namun ia tak menemukan lan wu di tempat tersebut, Fei memutuskan untuk mencari di beberapa penginapan yang di sewakan dan berharap agar ia dapat menemukan lan wu. Fei semakin gelisah usai tidak menemukan lan wu di penginapan manapun.


"Kemana perginya dia dengan kondisi terluka parah?" Tanya Fei seraya melanjutkan pencariannya.


....


"Ah...ini merupakan arak terbaik yang pernah ku minum" ujar seorang pemuda yang tubuhnya di balut oleh perban


"Hah..tentu saja, arak tertai putih begitu terkenal di alam ini. Kau saja yang berasal dari alam bawah yang baru merasakan kenikmatan arak ini" ujar seorang pria lainnya yang duduk didepan


"Namun, aku mengucapkan terimakasih atas pertolongan senior hanzeng, Haih.. aku tak bisa memikirkan bagaimana nasib ku bila senior tidak menemukan ku" ujar lan wu seraya meletakan gelas nya di meja


"Dasar lemah.. bahkan luka sekecil itupun sudah begitu menyiksamu" ejek hanzeng tersenyum mengejek


"Apa ?.. kau pikir gara-gara siapa aku sampai terluka? Selain itu kau pikir jurus mu itu tidak berbahaya?" lan wu  balas menatap hanzeng dengan tatapan kesal


"Kau bocah kecil..beraninya kau mengatai ku? Ngajak berantem ?" Balas hanzeng


"Heh? Kau pikir aku takut, ayo sini maju" lan wu mukul kepala hanzeng


"Anak ini..!" Hanzeng balas memukul kepala lan wu.


Keduanya terus bergantian hingga akhirnya berhenti akibat kelelahan beserta benjol yang menghiasi kepala mereka


Mereka terlihat begitu akrab layaknya saudara kandung, namun mereka tidak saling menunjukan hal tersebut,namun lebih kepada tindakan dengan sifat kerasa mereka masing-masing.


Lan wu menghabiskan malam sembari menikmati arak dan bertukar cerita dengan hanzeng.


"Sial..jika aku jadi kau, pasti akan ku hancurkan alam sialan itu" kesal hanzeng yang mendengarkan kisah perpisahan lan wu dengan yiyi


Hanzeng kini berdiri sembari terlihat oleh akibat mabuk.


"Aku mengakui mu sebagai pria sejati..kau sanggup menahan kesedihan mu padahal di pisahkan dengan istrimu. Yo..bocah kecil, jika suatu saat kau kembali ke alam bawah aku akan ikut bersama mu dan memukul wajah dari alam sombong tersebut" teriak hanzen membaut lan wu terkejut


Lan wu segera menarik hanzeng agar kembali duduk di kursinya.


"Hemm..idiot ini terlalu mabuk, silahkan tuan sekalian melanjutkan kesenangan kalian" ujar lan wu yang juga telah mabuk berat


Tanpa sadar keduanya tertidur di restoran dengan begitu pulas. Pemilik restoran tersebut untungnya mengenali hanzeng dan menguruh pelayan-pelayannya untuk tidak menganggu ke duanya.


Siapa yang menyangka dari musuh keduanya dapat menjalin ikatan saudara hanya di karenakan sebuah arak.


Namun jangan sampai terbuai oleh mabuknya arak, dan menjadikan arak sebagai pelarian dari ketidak mampuan menghadapi dunia. Jadikan arak sebagai awal pertemanan namun tidak secepat engakau sadar dari mabuk.


Jangan ketagihan, karna arak bukan pelindung rasa sakit mu.


"Jangan kelebihan ya..


Minuman keras bukan untuk menyembuhkan, namun sebaliknya malah memperparah."

__ADS_1


__ADS_2