
"Tidakkah kau di ingatkan untuk menyembunyikan rasa takut mu dari ku?" Tanya serigala putih seraya mengarahkan ekornya menyerang Lan wu.
Dengan sigap Lan wu menghindari serangan tersebut yang menciptakan lubang besar di tanah tempat ia berdiri tadi. Lan wu kembali merasa terancam akan aura yang di pancarkan oleh serigala putih.
"Kedua hewan rendahan tersebut masih mempercayai takdir dunia kepada manusia seperti kalian. Padahal sudah berkali-kali pemilik takdir seperti mu mati mengenaskan di ujung jalan, salah satunya adalah pria tua yang aku habisi di istana harimau petir." Ujar serigala putih sontak membuat wajah Lan wu menjadi geram.
"Hahahha.. bentuk dari perwujudan alam ternyata adalah sosok bejat seperti mu..!" Balas Lan wu dengan nada mengejek.
"Aku tidak mempermasalahkan ucapan mu mengenai ku, namun yang jelas aku tidak akan ikut campur dengan takdir menyedihkan yang kau jalani. Membunuh mu sangat mudah bagi ku, namun aku ingin melihat wajah putus asa mu saat menghadapi pasukan dari sang kesempurnaan yang beberapa bulan lagi akan turun di alam ini" jawab serigala putih seraya tersenyum licik memperlihatkan taringnya yang panjang.
"Tanpa bantuan dari iblis singa dan gurou kau hanyalah lalat yang menunggu untuk di tepuk oleh sang kesempurnaan, di saat kau sudah tiada barulah aku yang akan bertindak sebagai penyelamat" sambung serigala putih dengan wajah tenang.
Lan wu ingin sekali mengayunkan tangannya ke wajah dari serigala putih. Akan tetapi ia memikirkan kondisinya yang begitu lemah usai berhadapan dengan murid dari serigala putih.
Selain itu kemampuan dari serigala putih bukanlah tandingannya. Ia seketika merasa tidak berdaya usai mendengar dan mengalami situasi tersebut.
"Aku sungguh tidak menyangka bahwa kau yang begitu di hormati seluruh mahkluk rela melakukan hal rendah seperti ini, jika saja aku tidak kehabisan energi usai menghadapi murid mu. Mungkin saja saat ini pedang ku sudah berada di jantung mu..!" Geram Lan wu memperlihatkan giginya yang merapat.
"Kau..? Hahahahaha.. sungguh mental mu patut di puji.. namun.." ucap serigala putih menahan ucapannya.
"Kau akan tetap mati..!!" Sambung serigala putih sembari menepis tombak api dari arah belakangnya menggunakan kuku panjangnya.
__ADS_1
Tombak tersebut tergeletak di tanah lalu lebur menjadi kobaran kecil api iblis.
"Sampaikan kepada 2 hewan bodoh tersebut bahwa aku tidak akan berbuat apa-apa untuk membantu mu dan membebaskan mereka" ujar serigala putih sesaat sebelum menghilang bersama Yan lang.
"Bajing*n.!!!" Teriak Lan wu penuh amarah.
"Bagaimanapun caranya, aku pasti akan membebaskan singa iblis lalu menghabisi orang atas dan selanjutnya.. aku akan menguliti mu hidup-hidup..!" Ucap Lan wu dengan emosi yang memuncak.
Dari kejauhan terdengar beberapa suara yang memanggil-manggil Lan wu dengan keras. Lan wu segera melompat keluar dari kubangan dalam tersebut dan bergerak menuju asal teriakan tersebut.
"Paman naga hitam" ujar Lan wu yang langsung di hampiri oleh naga hitam dan souzi.
"Syukurlah kau baik-baik saja, aku sempat cemas dan mengira bahwa kau tewas dalam pertarungan barusan" jelas naga hitam dengan nada khawatir.
"Dimana Yan lang?" Tanya naga hitam membuat ekspresi Lan wu terlihat geram.
Ia kembali teringat akan perkataan serigala putih barusan. Ia juga menyesalkan dirinya yang masih menahan kemampuannya hsaat pertaruangan tersebut.
Seandainya jika ia menggunakan aura naga iblis serta pedang kiamat, mungkin pertaruangan barusan akan benar-benar membunuh Yan lang.
"Paman.. aku ingin menyampaikan sesuatu kepada mu dan paman naga dewa. Aku harap kita hanya bertiga dan tidak ada orang lain yang ikut dalam pembicaraan kita" ucap Lan wu dengan pandangan sayu bercampur risau.
__ADS_1
Naga hitam menyuruh souzi untuk memanggil naga dewa ke tempat tersebut, sementara Lan wu memulihkan kondisinya sebentar.
Tidak beberapa lama akhirnya naga dewa datang seorang diri. Ia bangkit dari duduknya dan mengeluarkan energi hitam yang menarik mereka semua kedalam badai kehancuran yang telah ia beri nama, dunia energi.
Naga dewa dan hitam begitu terkejut melihat dunia yang di ciptakan Lan wu dalam tubuhnya, terdapat banyak sekali energi hitam serta petir pengadil yang secara sendiri menyembuhkan tubuh Lan wu.
"Apa yang ingin kau bicarakan hingga membawa kami ke dunia alam bawah mu?" Tanya naga dewa dengan rasa penasaran.
Lan wu menghela nafas panjang seraya duduk kemudian membuka pembicaraan.
"Apakah Yan lang adalah murid pribadi mu paman?" Tanya Lan wu yang di balas anggukan oleh naga dewa.
"Setelah kami mengadu jurus terakhir kami. Aku terlempar bersamaan dengan Yan lang hingga tak sadarkan diri. Setelah aku sadar, aku mendengar suara Yan lang serta ruangan dari serigala putih.." ucap Lan wu terpotong oleh reaksi naga dewa dan hitam.
Mereka begitu kaget mendengar serigala putih di sebutkan oleh Lan wu.
"Aku terlibat adu tanya hingga akhirnya serigala putih mengatakan dengan sendirinya bahwa dia tidak akan ikut campur dalam pertempuran melawan dan kesempurnaan. Ia berencana untuk membiarkan ku mati barulah ia akan datang sebagai penyelamat" nampak Lan wu mengepalkan tangannya begitu kuat.
"Bagaimana bisa ia mengatakan hal tersebut.. bukankah dia merupakan bentuk perwujudan alam dan sudah tugasnya untuk membimbing dan mendampingi pemilik takdir untuk menyelesaikan takdir nya" heran naga dewa bersamaan dengan naga hitam.
"Aku paham.. akan tetapi setelah bertemu langsung dengannya tadi, aku benar-benar yakin bahwa ucapan nya tidak main-main. Bahkan ia tidak ingin membebaskan singa iblis dari segelnya. Aku berpikir mungkin dia hendak memanfaatkan singa iblis untuk menyelesaikan rencananya.." sambung Lan wu menambah keterkejutan dari naga dewa dan hitam.
__ADS_1
Mereka bertiga terdiam dalam pikirannya masing-masing. Lan wu terbayangkan saat dirinya tanpa bantuan siapapun berjuang sendiri untuk melawan sang kesempurnaan.
"Aku hanya bisa berharap dari bantuan paman dewa dan paman naga hitam. Akan tetapi aku tidak memaksa jika memang kalian tidak ingin membantu.." ujar Lan wu langsung di potong oleh naga hitam.