
Pertempuran sengit tersebut kini melibatkan seluruh pasukan dari kedua pihak, jedral suku bar-bar bahkan telah terjun langsung untuk menghadapi pasukan berkuda jedral benteng yang semakin mendekat.
"Jangan lupa keberadaan ku.!" Ujar suara misterius bersamaan dengan munculnya seorang pria dengan aura mengerikan.
Ia melepaskan ratusan energi tajam kearah pasukan dinasti dewa pedang, kedua tetua tersebut beserta ketua lembah pedang bumi secara bersamaan mengarahkan jurus mereka untuk melawan sernagan pria tersebut.
Akan tetapi sebagian dari energi tajam tersebut berhasil menerobos hingga menewaskan banyak pasukan dipihak pangeran ketiga.
"Siapa mereka.." gumam Lan wu seraya membunuh beberapa prajurit yang menghadangnya.
Lan wu sontak melomopat mundur usai merasakan hawa kehadiran. Benar saja, kini seorang pria berbadan besar dengan pedang lebar muncul dan menyerangnya.
Dalam beberapa gerakan, Lan wu berhasil mendorong mundur pria tersebut dan memotong pedang lebar menjadi dua bagian.
"Pedang mu tidak bersuara" ucap pria dihadapan Lan wu seraya membuang pedangnya ketanah.
Ia melepaskan seluruh energinya dan dalam sekejap ia telah berpindah didepan wajah Lan wu dengan pukulannya. Lan wu memiringkan kepalanya seraya tangan kirinya menahan pukulan pria tersebut.
Tekanan angin dari benturan keras itu membuat beberapa para prajurit yang sedang bertarung didekat mereka seketika terhempas beberapa langkah.
"Memiliki darah dari ras iblis..bukan berarti kau lebih kuat dari manusia.." ucap Lan wu yang merampas kepalan tangan pria tersebut kemudian meremukanya.
Lan wu menusukkan pedang sunyi ditangan kanannya menembus tubuh pria lalu menebasnya hingga terbelah dua.
"Mo..mon.. monster.." ucap beberapa prajurit suku bar-bar yang gemetaran.
Disisi lain kedua tetua dari lima pilar pedang dan pangeran ketiga nampan kesulitan mengalahkan pria misterius yang muncul bersamaan dengan 4 orang kuat lainnya.
"Nona Long..!" Terdengar teriakan keras K
Long rudo di telinga Lan wu.
Lan wu segera bergegas mendekati suara tersebut seraya membunuh beberapa prajurit musuh.
"Apa yang terjadi.?" Tanya Lan wu seraya melihat Long rudo yang terluka parah.
__ADS_1
"Jendral suku bar-bar..dia ditangkap oleh jendral suku bar-bar" jawab Rudo dengan nada lemah.
"Nona melindungi ku hingga membuat fokusnya teralihkan, ia ditangkap dan digunakan untuk menekan jendral benteng.." sambung Rudo sesaat sebelum Lan wu melompat keudara.
"Cih..! Merepotkan.!" Ujar Ran xiojan yang tengah dikepung puluhan prajurit.
Lan wu mengarahkan pisau apinya untuk membantu Ran xiojan seraya tetap bergerak mencari keberadaan Qinde.
"Mati.!" Bisik seorang yang tidak terlihat yang kemudian membuat Lan wu terpental kebelakang.
"Bajingan ini, padahal aku tidak ingin mencolok..!" Geram Lan wu bersamaan dengan akar api yang terdapat darah di ujungnya.
"Bantu para tetua dan pangeran, aku akan membereskan jendral bajingan ini.!" Perintah Lan wu kepada boneka yang baru ia keluarkan.
Lan wu kembali bergerak dan membunuh beberapa prajurit musuh dengan pedang serta akar api.
Dari arah depan Lan wu melihat jenderal benteng yang dikelilingi oleh puluhan prajurit dan 2 wakil jendral yang yang tersisa.
"Alunan pedang sunyi.."
"Kein...!" Kaget Qinde yang berhasil lepas dari penjagaan dua wakil jendral pasukan bar-bar.
"Bawa jendral benteng untuk mundur, pasukan kita hampir memenangkan situasi ini.." suruh Lan wu yang dituruti oleh Qinde.
"Kau.. jangan mati.!" Ucap Qinde dengan wajah khawatir sesaat sebelum meninggalkan Lan wu.
Jendral pasukan bar-bar yang telah lepas dari ilusi kecil pedang sunyi berinisiatif untuk menyerang Lan wu.
Dengan wajah dingin serta aura mengerikan, Lan wu menatap tajam jendral tersebut yang pedangnya berjarak beberapa senti dari mata Lan wu.
"Badai acak.." Lan wu melepaskan jurus pedangnya dan mencincang tubuh jenderal tersebut bersama wakil dan para prajurit yang menjaganya menjadi bagian-bagian kecil.
"Jadi kau pemimpin tertinggi nya..?!" Tanya Lan wu dengan nada dingin usai menebas hancur kereta kuda yang sedari tadi dikawal ketat oleh pemuda didalamnya.
"Kau..kau mau apa..?! Jangan mendekat.!" Teriak pemuda tersebut dengan nada ketakutan.
__ADS_1
"Tentu saja mengirim mu kedunia lain" jawab Lan wu seraya meninju wajah pemuda tersebut hingga kehilangan kesadarannya.
Lan wu mengangkat pemuda tersebut keudara kemudian mengeluarkan wujud dari aura neraka miliknya.
"Jendral kalian sudah mati, dan si bodoh ini berada ditangan ku. Apakah kalian ingin lanjut..?!" Teriak Lan wu yang membuat perhatian seluruh orang tertuju kepadanya.
Sontak sisa pasukan suku bar-bar menjadi begitu ketakutan dan mencoba untuk melarikan diri. Namun hal tersebut tidak dibiarkan oleh Lan wu.
Ratusan tombak api melesat cepat menembus tubuh sisa pasukan suku bar-bar yang mencoba untuk melarikan. Pemandangan itu tanpa disadari membuat seluruh orang dari pihak pangeran ketiga menelan ludah.
"Sial..! Untuk saja kita tidak melawan iblis seperti dia" ujar Huoli yang juga berhasil membunuh pria misterius dengan bantuan dua tetua serta Pangarengan ketiga.
"Kita menang.!.. kita menang..!" Sorak para prajurit dengan nada begitu senang seraya melemparkan helem pernag mereka keudara.
"Hais.. akhirnya berakhir juga" tutur Ran xiojan dengan nada kelelahan sembari membaringkan tubuhnya ketanah.
Wajah bahagia dan perasaan senang bercampur lega dirasakan oleh seluruh orang-orang yang terlibat dalam pertempuran tersebut.
Ketakutan akan kekalahan usai mengetahui lawan mereka bukan dinasti darah putih, membuat mereka menjadi ragu sebelumnya.
Namun sekarang hal tersebut terbayar dengan upah besar.
"Yang mulia, setelah ini kekuatan suku bar-bar akan berkurang banyak. Untuk sementara area sengketa kedua dinasti akan dikuasai oleh dinasti dewa pedang.." ujar jendral benteng yang sudah membaik.
"Hahaha..tentu, lagian mereka akan berpikir dua kali sebelum melakukan serangan. Kekalahan dari suku bar-bar merupakan pukulan besar bagi dinasti dewa pedang.
Selain itu pangeran dari suku bar-bar ada ditangan kita, kita bisa menggunakan mereka sebagai senjata rahasia nantinya.." jawab pangeran ketiga dengan perasaan senang.
"Aku malah tertarik dengan pria bernama Kein ini.. tidak disangka bahwa dia semengerikan ini..hahaha" sambung pangeran ketiga.
"Adik, kau baik-baik saja kan..?" Tanya Angwu yang telah berada di depan Lan wu.
"Aku baik-baik saja, mungkin hanya perlu tidur sedikit.." jawab Lan wu seraya duduk diatas tubuh pangeran suku bar-bar yang ia tangkap.
"Anda benar-benar luar bias tuan Kein, di usia yang masih muda anda telah menjadi begitu kuat.." ujar salah satu tetua lima pilar pedang yang baru sampai didekatnya bersama pangeran ketiga dan Huoli.
__ADS_1
"Senior terlalu memuji, jendral bentenglah yang menguras energi mereka dan aku hanya mengatasi sisanya" jawab Lan wu.