Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Gelombang pertama II


__ADS_3

"mau mengeroyok ku?" Seru lan wu bersamaan dengan munculnya 4 tapak api iblis  yang menyambut serangan kuat dari segala arah .


Benturan energi besar seiring dengan terhempasny leng dan lainya akibat tapak lan wu .


"Mundur!!" Ujar salah satu dari orang tersebut usai melihat Leng yang tergeletak di tanah. Jika Leng saja tidak dapat mengalahkan lan wu,lalu apa yang bisa di perbuat mereka  yang hanya merupakan bawahan yang  berada di tahap suci akhir.


Tujuan dari perjalanan mereka adalah untuk mengumpulkan informasi dengan menyamar sebagai rombongan pedagang, namun tak di sangka kaisar telah lebih dahulu menutup gerbang kota dan melumpuhkan semua aktivitas kelur masuk dari ibu kota tersebut.


Mereka menyelinap masuk beserta beberapa tetua dan jendral menggunakan hewan gaib,ketika para prajurit perbatasan tengah di sibukkan dengan serangan kejutan. Mereka hendak menguasai ibukota dan melumpuhkan kekaisaran Yon dari titik utama negara tersebut. Hanya saja merek salah langkah dan berujung situasi seperti sekarang .


"Ba...bagaiman ini?.." ujar Leng tak berdaya usai melihat rombongan laksaman ken yang mendekat dengan cepat kearah mereka


Lan wu sontak ikut terkejut " mengapa laksamana dapat mengetahui keberadaan ku ?" Pikir lan wu di penuhi pertanyaan


"Serang mereka !! Habisi dan jangan biarkan satupun masih bernafas" perintah laksaman ken di sertai dengan ratusan prajurit yang menyerbu Leng.


Melihat jumblah prajurit yang begitu banyak. Sontak beberapa orang kelompok Leng yang tersisa,kini berusaha melarikan diri. Sedangkan Leng dan ke 6 anggotanya masih berdiri dengan gagah sembari menyambut serangan yang di berikan oleh prajurit tersebut


Nampak leng yang berhasil menahan Hujaman tombak dari pada prajurit di depannya, Leng terus memberikan perlawanan dan berhasil membunuh hampir 20 orang sebelum akhirny terkena tebasan dari laksaman ken


Lan wu sejenak mengagumi sikap pantang menyerah yang di perlihatkan Leng dan kelompoknya, ia bahkan tidak memperdulikan kondisinya yang mengalami luka akibat benturan belasan jurus dengan lan wu.


Sangat jarang menemukan orang yang begitu menjunjung tinggi kehormatan aliranya


Tak memerlukan waktu lama untuk menghabisi ke 6 pengikut Leng usai terlebih dahulu Leng meregang nyawa.


Meskipun berhasil menghabisi Leng yang merupakan salah satu orang hebat dari naga putih, namun jumblah korban dari prajurit tidaklah sedikit. Kini lan wu mengerti mengapa naga putih begitu di takuti oleh seluruh kaisar di wilayah barat.


"Laksamana Ken, kau tidak perlu membawa prajurit mu untuk menghadapi orang seperti mereka.." ucap lan wu seraya melihat puluhan prajurit yang gugur


"Tentu aku harus membawa mereka, selain itu pasukan bantuan sedang dalam perjalanan menuju tempat ini" ucap laksaman ken membuat lan wu bertambah bingung


"Maksud anda...." Ucapan lan wu terputus bersamaan dengan sebuah serangan dahsyat yang mengarah ke tempatnya .


Lan wu segera melompat sembari mencabut pedangnya " rangkain pedang sunyi, tebasan dewa sunyi!!" Ujar lan wu bersamaan dengan berbenturnya ke 2 jurus tersebut


Nampak dari kejauhan ratusan prajurit berkuda mengarah dengan cepat ke tempat lan wu dan lainya


" Hidup mati untuk negara Yon !!" Teriak laksaman ken sembari memimpin prajurit yang tersisa untuk menyambut rombongan musuh .


Teriakan menggema dari kedua arah, semakin lama semakin mengeras dan secara bersamaan hilang menjadi beberapa teriakan pendek .


"Sial..!" Keluh lan wu yang terdorong ke tanah usai berhasil menghancurkan jurus misterius tersebut


Lan wu menatap ke arah pertarungan besar tersebut,dan mendapati jika pasukan musuh  unggul jumblah dari mereka. Lan wu mengeluarkan puluhan pisau api dan menerjang ke arah depan.


Pisau api lan wu berhasil sedikit mengacak formasi prajurit musuh


" Segera berganti posisi.!! Pasukan bertombak segera maju, dan pasukan pemanah cepat ambil jarak bidik dan arahkan kepada pasukan musuh yang hendak mendekat !!" Seru laksaman bersamaan dengan ayunan Pedangnya yang berhasil membunuh musuh di depannya


Lan wu menerobos dari sisi kiri dan berhasil membunuh belasan pasukan musuh. Lan wu menebas kaki kuda dari pasukan yang hendak menghentikannya , ia melompat sembari mengerahkan pisau apinya lebih banyak.


Rintihan terdengar dari beberapa orang yang terkena pisau api tersebut.


"Argh !!!!" Teriakan dari prajurit kekaisaran Yon usai terkena jurus kuat yang muncul secara mendadak.


Serangan tersebut berhasil mengenai pasukan Yon dengan telak,dan hanya menyisakan sekitar 100 prajurit yang berhasil menyelamatkan diri dari serangan tersebut


Seketika lan wu menjawab sebuah pedang yang mengarah kepadanya dengan cepat . Lan wu melompat mundur bersama dengan energi besar yang meledak di bekas pijakan lan wu sebelum ia melompat

__ADS_1


"Pantas saja keponakan ku tidak dapat mengalahkan mu " terdengar suara dari seorang ori berumur 40 tahun yang kini berdiri tidak jauh dari depan lan wu .


Pria tersebut adalah sanyu. Ia merupakan paman dari Leng dan juga merupakan pemimpin dari ras harimau petir. Kemampuan sanyu telah berada di tahap permulaan abdi,dan telah membuka setidaknya 2 Meridian khusus.


Lan wu memperbaiki posisi berdirinya dan mengarahkan puluhan pedang api kearah sanyu.


Hanya dengan 2 gerakan pedang, sanyu berhasil melenyapkan api iblis milik lan wu. Lan wu berdecak kesal bersamaan dengan serangan mendadak dari 3 orang lainya.


Lan wu menahan 2 serangan tersebut dengan pedangnya. Tatapan wajah lan wu berubah usai merasakan tekanan kuat dari jurus yang berikan oleh kedua penyerang tersebut


"Gawat..!!" Lan wu mengarahkan pisau api miliknya ke belakang laksamana Ken dan berhasil menghabisi 4 orang yang hendak menyerang Ken dari belakang


"Kemana kau memandang?!" Terdengar suara lembut entah dari mana bersamaan dengan pukulan telak yang bersarang di dada lan wu


"Ku..kuat...sekali.!" Keluh lan wu yang terseret mundur kebelakang usai terkena jurus tersebut


Lan wu semakin terdesak usai menghadapi ke 4 orang kuat tersebut, ia beberapa kali terkena serangan mendadak dari seseorang yang tidak bisa dilihat olehnya .


Pertarungan sengit kembali terjadi. Pedang lan wu di penuhi dengan kobaran api iblis yang mengeluarkan aura kuat bersamaan dengan aura neraka yang di lepaskan semuanya oleh lan wu .


"Tebasan pembantai naga!!" Teriak lan wu menyambut salah satu jurus dari seorang pria yang berada di sampingnya


"Tehnik penggeser waktu" lan wu berpindah dengan cepat ke belakang sanyu sembari mengayunkan pedangnya


"Cih..." Kesal lan wu usai merasakan serangannya tertahan sebuah benda yang tidak bisa dilihat oleh matanya


Lan wu mengeluarkan tapak api seraya menyambut jurus kuat milik sanyu dan berhasil memukul mundur sanyu kebelakang . Ia melompat dengan cepat ke arah pria di Kananya,namun dengn cepat di batalkan oleh lan wu seraya mengambil jarak dari ke 3 orang tersebut. Ia terus di sulitkan oleh seseorang yang tak terlihat oleh matanya.


"Arghhhhh!!" Teriak suara seorang wanita bersaman dengan jurus kuat yang menghempaskan wanita tersebut cukup jauh. Meskipun begitu ia tetap dapat mempertahankan keseimbanganya untuk tetap berdiri walaupun terseret begitu jauh


"Te..tetua 13?" Gumam lan wu dengan senang usai melihat kedatang tetua 13 beserta bala bantuan lainya


Di bawah komando Ken, seluruh prajurit yang baru tiba kini segera mengambil posisi dan menyerbu dan membantu prajurit yang telah terlebih dahulu bertempur. Sementara Ning,Jian,ketua istana langit,dan tetua 13 menghadapi para tetua dari istana naga putih. Kini lan wu dapat lebih leluasa untuk menghadapi sanyu tanpa memusingkan teyu yang lain.


Beberapa kali benturan jurus kuat terjadi di tempat pertarungan lan wu dan sanyu.


"Tubuh harimau petir " kini wujud sanyu berubah seperti wujud terakhir Leng saat berhadapan dengan lan wu, namun aura milik sanyu jauh lebih kuat ketimbang yang di miliki oleh Leng


"Kau pikir aku terkejut dengan wujud hewan mu?!" Ucap lan wu berada di udara  bersamaan dengan munculnya pedang api suci yang meluncur cepat ke arah sanyu yang berdiri di bawah


Dari depan sanyu juga muncul seekor harimau besar berwarna merah yang mengarh ke alngit menyambut pedang api lan wu


"Ha..!!!" Teriak keduanya saling mempertahankan jurus mereka


Ledakan besar terjadi dan menciptakan pusaran angin kencang bersamaan dengan suara gemuruh dari ledakan tersebut.efek dari bentrokan 2 jurus  tersebut sedikit mengakibatkan perhatian dari seluruh orang di tempat tersebut. Mereka bertanya-tanya dalam hati sembari menerka siapakah yang akan memenangi pertempuran tersebut .


"Jangan teralih.! Tetua lan, telah menahan orang hebat dari naga putih. Kita lakukan apa yang menjadi bagian kita!!" Seru laksaman Ken memberi semangat kepada pasuknnya


"Benar yang di katakan laksamana!!"


"Itu benar, ayo kita tunjukan kemampuan prajurit dari kekaisaran Yon !!" Seru pada prajurit membakar semangat mereka.


Senyum terlihat dari bibir Ken yang mengalami beberapa luka sayatan di badannya. Ia memegang erat senjatanya semandi melanjutkan oertarunganya melawan jendral dari pasukan musuh.


Keduanya bertukar jurus dan saling terkena serangan satu sama lain, namun dari segitu kemampua. Laksaman masih unggul ,namun ia telah kelelahan akibat bertarung melawan 2 orang jendral sebelumnya.


Ia terus mengerahkan kemamouanya semandi sesekali mengambil nafas dan kembali menerjang kedepan


Di sisi lain semua tetua kini tengah bertarung serius menghadapi lawan mereka

__ADS_1


"Lan wu, awas saja jika kau mati!!" Geram Ning sembari menyambut serangan tetua di depannya


"Masih belum..belum..belum...belum !!' teriak lan wu sembari menyerang sanyu dengan pedang nya.


Kondisi keduanya begitu buruk usai benturan jurus tingkat tinggi milik mereka. Lan wu mengalami luka besar di dada dan perutnya, sedangkan sanyu terkena ledakan pedang suci dan kehilangan lengan kanan miliknya.


"Anak ini begitu kuat ,jika bukan karen pertarungan sebelumnya akan mustahil bagi ku menekannya sampai ketitik ini. Selain itu aku telah menghabiskan banyak energi pada jurus dewa harimau petir " pikir sanyu sembari menghindari serangan yang di berikan lan wu .


Mendadak udara sekitar menjadi panas bersamaan dengan langit yang terlihat rambatan petir merah di balik awan hitam .


Sanyu menelan ludah usai merasakan aura menakutkan tersebut. Ini adalah pertama kalinya ia merasakan seluruh tubuhnya begitu lemah akibat tekanan aura tersebut .


Ekspresi wajah lan wu kini nampak seperti kesakitan. Ia mengarahkan tangan kanan nya ke langit seraya mengeluarkan energi yang begitu besar .


"Temuilah ..ke..ponakan mu di neraka!!" Ujar lan wu tertahan bersamaan dengan munculnya seekor naga petir dari kumpulan petir merah tersebut .


"I...itu..naga petir pengadil ..?!!" Panik sanyu berusaha membebaskan dirinya dari tekanan jurus tersebut


"Matilah !!" Teriak lan wu bersamaan dengan gurunya naga petir tersebut ke arah sanyu yang mematung sembari memandang serangan kuat tersebut


Mendadak 2 tentu yang tersisa dengan cepat menerjang serangan lan wu . Mereka mengeluarkan jurus terakhir serta energi merek untuk menahan jurus tersebut . Sementara ke 2 tentu tersebut menahan serangan lan wu.


Terlihat seorang pria misterius muncul dan membawa sanyu menjauh dari tempat tersebut


"Duar.!!" Gemuruh petir terdengar bersamaan dengan kenalnya ke 2 tetua yang mencoba menahan serangan lan wu tersebut


Lan wu nampak oleh beberapa saat sebelum akhirnya kehilangan keseimbangannya. Ia tergeletak di tanah sembari menatap beberapa prajurit musuh yang mengarah kepadanya


"Sial..dia berhasil lolos.." ucap lan wu sesaat sebelum kehilangan kesadaran nya.


"Habisi mereka..!! Lindungi tetua lan .!!" Terdengar suara teriakan yang entah berasal dari mana.


Pandangan lan wu telah gelap, ia bahkan tak merasakan lagi rasa sakit di tubuhnya. Yang ia rasakan hanyalah penyesalan usai tak sempat membunuh ketua ras harimau tersebut.


"Mundur !! Semuanya mudur !!" Teriak pemimpin pasukan musuh  yang tersisa sekitar 100 lebih


Ken berusaha bangkit sembari meraih senjatnya dan berniat mengejar musuh yang memilih mundur dari tempat tersebut .pasukan kekaisaran Yon hanya kehilangan sekitar seratus orang lebih dan masih tersisa lima ratusan.


Jumblah korban perang lebih banyak di alami oleh musuh yang semula berjumlah lima tiga empat ratusan .


Meskipun demikian, di hati laksaman Ken ia merasa ini adalah kemenangan yang wajar di dapat oleh mereka, jumblah pasukan mereka lebih banyak satu kali lipat daribpasuka musuh.


"Jangan biarkan mereka lari !!" Teriak laksaman Ken yang kini berlari mengejar pasukan musuh


Seketika Jian menghadang Ken ,dan menyuruhnya untuk tidak gegabah. Terlebih lagi kondisi prajurit serta Ken sendiri telah berada di batas merek masing-masing. Yang terpenting sekarang adalah kembali ke istana dan menyusun rencana sembari memulihkan diri mereka.


"Baikalah ketua Jian , aku rasa yang anda katakan adalah benar" jawab Ken seraya melepas baju zirah miliknya


Ia memerintahkan pasukannya untuk mengangkut seluruh mayat prajurit yang gugur untuk di bawa dan dimakamkan dengan hormat di istana kaisar.


Lan wu yang kehilangan kesadarannya,kini di angkat oelh Jian menuju naga perang milik tetua 13.


Tak di sangka lawan dari tetua 13 mampu memaksanya hingga ketahap akhir dari kemampuan milik tetua 13


Meskipun ia berhasil menang,namun ia juga mengalami luka  di tubuhnya. Bahkan ketua istana langit begitu begitu mengagumi tega 13 yang mampu mengalahkan pemimpin dari suku siluman yang dapat menghilang dari pandangan. Tapi yang paling menarik perhatian mereka adalah jurus terakhir milk lan wu yang dengan mudah menghabisi 2 tetua yang berada di tahap dewa akhir bintang 6. Jurus lan wu tersebut setidaknya menjadi penentu dari perang yang terjadi barusan. ia meningkatkan semangat pasukan serta melemahkan mental lawan dengan menggunakan serangan yang tidak pernah di sangka oleh mereka semua.


"Ketua Jian.. kau memiliki seorang tetua yang sangat hebat" ucap ketua istana langit sembari menatap lan wu yang terbaring di punggung xioca.


" Hahahaha..tentu saja ,terlebih lagi dia merupakan murid dari nonan Ning " jawab Jian bersamaan dengan senyum yang menghiasi bibir Ning

__ADS_1


Ia memandang lan wu beberapa saat sebelum akhir mengarahkan pandangannya ke arah depan.


"Kau menjadi begitu kuat, bahkan melampaui kami semua yang ada disini " gumam Ning seraya tersenyum


__ADS_2