Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
maksud 2.63


__ADS_3

"beritahu aku diamana keberadaan jendral Huanlin..! Jika tidak..." Ucapan Nei mendadak terpotong usai sebuah tombak api raksasa mendarat selangkah di depannya.


Hal tersebut membuat Nei dan pera pengikut nya begitu terkejut.


"Apa kau pantas bertanya kepada ku? Lagi pula seorang wanita harus pandai menjaga tutur katanya" jawab lan wu dengan wajah serius.


"Lancang kau..!" Geram salah satu jendral milik nei.


"Hoy.. jika kau melewati tombak tersebut, kau akan mati..!" Sambung lan wu seraya tersenyum tipis.


Akan tetapi ucapan lan wu di abaikan oleh jendral tersebut, dan benar saja. Baru beberapa langkah dari tombak tersebut mendadak kepala dari jendral itu terpisah dari badannya.


"Ku bilang jangan melewati nya.. hais.." ucap lan wu seraya menepuk jidatnya.


Tetua Bou sedikit merinding melihat kemampuan lan wu yang begitu hebat. Ia bahkan tidak melihat kapan lan wu menyerang jendral tersebut.


Ia hanya melihat sebuah pedang yang mendadak berada di genggaman lan wu.


"Tuan.. aku bertanya dengan niat baik, akan tetapi kau malah membunuh salah satu jendral ku. Aku sebagai pimpinan dari jendral di istana ku terpaksa harus melenyapkan mu untuk membalas rasa malu hari ini..!" Kini tekanan hebat mulai terasa usai nei menyelesaikan ucapannya.


Lan wu yang sedari tadi begitu tenang, kini sedikit meningkatkan kewaspadaannya.


"Aku akan membantu" ujar tetua Bou bersiap.


"Ah.. tetua tenanglah.. aku tidak ingin kalian terlibat dalam urusan ku. Selain itu aku hendak mencoba sesuatu" jelas lan wu dengan wajah tenang.


Nei beserta para pengikutnya menyerang secara bersamaan kearah lan wu. Tekanan dari jurus mereka semakin menekan lan wu hingga terpaksa harus mengeluarkan seluruh aura neraka miliknya.


Setelah jarak nya sudah begitu dekat, dengan cepat lan wu mengeluarkan pusaran api yang menutupi Nei dan seluruh pengikutnya.


Dari arah atas nampak ratusan tombak api bersiap meluncur kearah Nei dan lainya.


Posisi nei kini begitu buruk, ia sama sekali tidak bisa menemukan jalan keluar selain bagian atas dari pusaran api yang di jaga oleh ratusan tombak api.


"Bledar..!!" Ledakan hebat tercipta hingga membuat lan wu dan tetua Bou melompat mundur seraya menutup wajah mereka dengan lengan.


Perlahan-lahan nampak seorang pria yang tengah melayang di udara seraya menatap lan wu dengan wajah dingin.


"Dia begitu kuat ya.. hahahaha" tawa lan wu seraya menunjuk kearah pria tersebut.


Tetua Bou merasa begitu jengkel dengan tingkah lan wu yang tidak melihat kondisi saat ini. Rasanya ia hendak memukul kepala lan wu sepuasnya.


"Bocah..! Pria yang kau lihat itu merupakan anak pertama dari penguasa ke 2. Kau pikir kita sebanding dengannya?" Ujar tetua Bou dengan nada serius.


"Meskipun kau begitu kuat, akan tetapi melawan orang yang memiliki aura iblis murni sangatlah sulit" sambung tetua Bou sembari mengeluarkan sebuah pedang yang di selimuti oleh cahaya putih ke emasan.

__ADS_1


Wajah pria yang melayang di udara mendadak tertuju kearah pedang di tangan tetua Bou. Pria tersebut memejamkan matanya seraya menghela nafasnya.


"Pedang cahaya perjanjian.." ujar pria tersebut seraya mendarat tepat di hadapan lan wu dan tetua Bou.


"Beruntung nya dirimu bocah. Jika saja ayah ku tidak menyetujui perjanjian dahulu. Aku bisa pastikan tidak ada dari kalian yang akan pulang dengan selamat" jelas pria tersebut dengan nada geram.


"Hahahaha.. kau rupanya begitu yakin ya..?!" Tanya lan wu sembari mengeluarkan aura milik singa iblis.


"Apakah kau yakin aku dapat kau bunuh?" Tanya lan wu seraya tersenyum mengejek.


"Aura mu begitu pekat, ini kali pertama aku bertemu dengan orang yang memiliki aura iblis semurni dirimu" ujar pria tersebut dengan nada sedikit kagum.


"Lain kali, kita tidak hanya beradu mulut saja" jelas pria tersebut seraya berjalan kearah Nei yang nampak terkena efek dari ledakan barusan.


"Baiklah.. aku juga begitu ingin bertarung dengan mu.." balas lan wu seraya melambaikan tangannya mengiringi langkah pria tersebut.


**


Setelah kejadian tersebut. Tetua Bou memutuskan untuk mempercepat perjalanan mereka, dan pagi harinya mereka telah berada di daerah yang di selimuti oleh salju.


Daerah tersebut merupakan daerah ke 3 yang di pimpin oleh penguasa es. Tidak terdapat perumahan atau kedai seperti sebelumnya.


Sepanjang mata memandang hanya telihat salju serta pohon yang di selimuti oleh salju mereka menyeberangi sungai yang telah beku kemudian mendaki gunung es, hingga terlihat sebuah perkotaan yang seluruh bangunannya terbuat dari es.


"Kalian pergilah dahulu. Aku hendak menikmati pemandangan indah ini sejenak" ucap lan wu membuat rombongan tersebut sedikit bingung.


"Sudah aman, apakah kau masih ingin bersembunyi terus?" Tanya lan wu seraya menatap ke arah puncak gunung tersebut.


Tidak beberapa lama turunlah pria yang semalam bertemu dengannya di perbatasan daerah ke 4 dan ketiga.


"Memang sesuai dengan ucapan Nei" ujar pria tersebut seraya berdiri di sebelah lan wu.


"Aku hendak menawarkan hal bagus untuk mu" ucap pria itu membuat lan wu tersenyum tipis.


"Untuk ku, atau untuk mu?" Tanya lan wu dengan senyum tenang.


"Dengarkan saja.!" Bentak pria tersebut dengan nada marah.


"Aku hendak menawarkan dirimu sebagai pengawal pribadi ku. Aku tengah mengumpulkan orang-orang di pihak ku untuk adik ke 2 ku dalam perebutan tahta" jelas pria tersebut dengan enteng.


"Maaf.. posisi pengawal begitu rendah untuk ku, selain itu apa untungnya bagi ku? Jika aku menolak pun kau tidak bisa berbuat apa-apa" jawab lan wu seraya berjalan mendahului pria tersebut.


"Aku akan menjadikan mu jendral tertinggi, serta suami dari adik ke 3 ku. Kau akan bebas keluar masuk di alam iblis" jawab pria tersebut membuat lan wu tertawa geli.


Bagaimana bisa ia menikah dengan seorang gadis dari ras iblis. Meskipun wajah nya begitu cantik lan wu khawatir jika itu bukan wujud asli darinya.

__ADS_1


"Aku tidak berjanji, akan tetapi jika kau dapat mengantarkan ku dengan cepat ke istana naga iblis, maka membunuh adik ke 2 mu bukan masalah berarti" jelas lan wu dengan nada yakin.


"Kau..! Apa kau pikir aku Setega itu membunuh adik ku.?!" Bentak pria di samping lan wu.


"Hahahaha maaf.. aku kira kalian seperti itu" ucapan lan wu hanya di balas gelengan kepala dari pria tersebut.


"Berpeganglah di pundak ku, kita akan segera sampai di batas wilayah naga iblis" ujar pria tersebut tanpa pikir panjang langsung di setujui oleh lan wu.


Mendak tubuh lan wu serasa di potong-potong oleh hembusan angin yang begitu kencang. Ia bahkan kesulitan untuk bernafas akibatnya.


Pandangan lan wu kembali jelas bersamaan dengan hilangnya ras sakit di badannya. Kini lan wu telah berada di sebuah kota besar dengan penghuni nya yang berwujud manusia akan tetapi memiliki 2 buah tanduk di kepalanya.


"Aku hanya bisa mengantarkan sampai di sini, kau pergilah dan selesaikan urusan mu. Aku akan menunggu di sini" ujar pria tersebut seraya berjalan ke arah sebuah kedai.


Dengan wajah bingung, lan wu segera menelusuri kota tersebut dan berharap dapat menemukan jalan menuju istana naga iblis.


Akan tetapi setelah lama berkeliling ia sama sekali tidak menemukan keberadaan istana tersebut, bahkan melihat prajurit berkeliling saja tidak ia temukan.


"Hais.. mengapa naga tua itu menyuruh ku melakukan seseut yang tidak jelas.." keluh lan wu dalam hati seraya menatap sekelilingnya.


Mendadak suasana menjadi hening bersamaan dengan seluruh orang yang berada di sekeliling lan wu nampak membungkuk.


Lan wu semakin bingung akan situasi tersebut. Lan wu memutuskan untuk menyusup di antara kerumunan orang tersebut sembari menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Kepada 5 kepala sakte di kota naga iblis, harap maju kedepan untuk menerima hadiah dari putri" ujar suara yang terdengar dari atas .


Lan wu menyaksikan 5 orang pria berusia 60 tahun berjalan kearah depan dengan rasa hormat. Akhirnya lan wu menyadari bahwasanya istana naga iblis berada di udara.


Sementara sosok yang berbicara di udara tersebut merupakan salah satu petinggi yang di utus oleh pemimpin istana untuk menyampaikan pesannya.


"Sekarang tinggal bagaimana aku dapat ke atas sana.." pikir lan wu seraya tersenyum tipis.


**.


yo..Yo..Yo...


author kali ini memutuskan untuk Hiatus beberapa bulan.


sebenarnya sudah lama author tidak up.


alasan nya tidak perlu anda sekalian ketahui.


2 episode ini hanya salam perpisahan, lusa nya akan ada 3 episode lagi sebagai penutup.


(tamat).

__ADS_1


buy...buy....buy... guys..


__ADS_2