Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
pesan sebelum menang


__ADS_3

Di alam bawah sadar Lan wu.


"Kekuatan ini lebih mengerikan dibanding semua jurus-jurus yang ku miliki.." ucap Lan wu yang melayang diatas pusaran badai hitam miliknya.


"Kau telah menyadarinya bocah..?" Tanya sebuah suara misterius yang sama sekali tidak pernah didengar oleh Lan wu.


Ini adalah wujud akhir dari penggabungan energi hitam dengan jiwa dari bentuk alam "singa iblis".. " sambung suara tersebut yang perlahan-lahan mulai menampakkan wujudnya.


"Siapa kalian?" Tanya Lan wu sedikit bersiaga.


"Kami bukan siapa-siapa, hanya orang tua yang dikenal sebagai pencipta alam ini.." jawab salah satu dari keduanya dengan senyum tenang.


"Apakah kalian... mouyan dan mouyin..?" Tanya Lan wu menebak.


"Hmmm.. tidak buruk, memang benar. Kami datang kemari usai merasakan proses kebangkitan sejati dari energi hitam yang baru saja kau lewati.." jelas keduanya.


"Dengan begitu seluruh bentuk dari tiga perwujudan alam akan segera lenyap.." jelas Mouyin mendahului Mouyan.


"Maksud anda adalah singa iblis, serigala putih, dan naga dewa dan iblis akan hilang..?" Tanya Lan wu yang sedikit memahami alur pembicaraan tersebut.


"Benar, setiap perwujudan alam telah menemukan penerus untuk menguasai kemampuan mereka dengan kata lain tugas dan tanggung jawab mereka telah habis" jawab Mouyin dengan nada tenang.


"Lalu bagaimana dengan keseimbangan.." ucap Lan wu yang dipotong oleh Mouyan.

__ADS_1


"Bencana besar tidak akan terulang kembali Bahakan jika itu terjadi kalian tidak akan kesulitan untuk menghadapinya.


Dengan lenyapnya sang kesempurnaan di perang besar secara tidak langsung telah membuka kandungan energi di alam ini sepenuhnya.


Itulah alasan mengapa disaat sekarang banyak bermunculan orang-orang kuat. Seiring berjalannya waktu maka kemampuan kalian akan meningkat menjadi lebih kuat" jelas Mouyan.


"Jangan khawatir dengan 4 hewan bodoh itu, mereka hanya akan tertidur pulas hingga terjadi sesuatu yang tidak sanggup kalian atasi..." Timpal Mouyin menjawab pikiran Lan wu.


"Kami ingin menyampaikan sesuatu kepada mu, dengarkan baik-baik sebab roh orang mati ini akan lenyap setelah mengatakannya.." pinta Mouyan seraya tersenyum.


"......"


"Singa iblis, 1000 wujud amarah..!" Teriak Lan wu seraya mengarhkan jurusnya kearah 2 ketua sakte yang juga telah bersiap.


Raungan keras dari jurus Lan wu disertai ledakan besar yang menghancurkan hampir seluruh bagian di kota tersebut.


Perlahan-lahan cahaya ledakan tersebut meredup dan memperlihatkan seorang pria yang tengah melayang di udara dengan kobaran api di di lengan kanan dan kirinya.


"Itu....itu...yang mulia..!" Teriak para prajurit disusul dengan sorakan penuh kemenangan.


"Yang mulia..." Ujar Haiyung memberi hormat kepada Lan wu disusul dengan yang lainnya.


Lan wu melemparkan kedua ketua sakte kehadapan orang-orang tersebut lalu mendarat di tanah dengan wujud normalnya.

__ADS_1


"Berapa banyak warga yang kalian ungsikan?" Tanya Lan wu seraya di sodori baju oleh Haiyang.


"Hampir belasan ribu yang mulia dari jumblah total sebanyak 40.000 ribu. Mereka yang tidak diungsikan adalah pendukung dari walikota itulah sebabnya aku mengeksekusi mereka ditempat.." jelas Yanjun dengan ekspresi wajah merasa bersalah.


"Segera kirimkan pesan kepada istana agar mengirimkan material pembangunan dan bahan makanan dalam secepatnya. Untuk sementara warga kota akan berada di penampungan hingga renovasi kota selesai" jelas Lan wu yang segera dilaksanakan oleh Yanjun.


Para warga sontak bersujud dihadapan Lan wu seraya mengucapkan rasa terimakasih atas pembebasan mereka. Lan wu menyuruh orang-orang tersebut untuk bangkit dari posisi berlutut.


"Kembalilah untuk beristirahat di tenda yang telah tersedia, besok pagi kalian bisa masuk kedalam kota untuk mencari harta benda kalian yang masih tersisa" ucap Lan wu.


Setelah seluruh warga dan pasukan telah beristirahat, Lan wu masih terjaga didalam tenda miliknya. Satu-satunya yang membuat dia tidak bisa tidur adalah perkataan Mouyan dan Mouyin.


"Permisi yang mulia...apakah anda belum tidur?" Tanya Haiyang dari luar tenda.


"Belum, kau bisa masuk kalau mau"


Haiyang pun memasuki tenda dan duduk di kursi yang terhalangi oleh meja sedang ditengahnya.


"Jendral Yanjun telah menerima pesan balasan dari pihak istana. Katanya seluruh penghianat berhasil ditangkap dengan bantuan dari sakte pedang dewa dan sakte elang surgawi.


Pasukan dari walikota berhasil di desak mundur jauh dari kota termasuk dengan anak pertama dari menteri sumberdaya. Yang mulia kaisar An meminta anda untuk segera kembali ke istana" ucap Haiyang menjelaskan situasi di istana.


"Berikan penjelasan kepadanya tentang situasi disini, katakan kepadanya bahwa aku tidak akan kembali sebelum renovasi kota Ziyou selesai" balas Lan wu yang mengabaikan permintaan kaisar An.

__ADS_1


"Ingatkan pasukan mu agar bergantian untuk menjaga posisi kita dari jarak 20 meter di 4 titik"


"Baik yang mulia, aku pamit untuk kembali ke posisiku" jawab Haiyang lalu keluar dari tenda Lan wu.


__ADS_2