Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
perdebatan singkat Lan wu dan Zun 2.68


__ADS_3

Raja seakan mengerti apa yang di maksud oleh Lan wu. Meskipun ia begitu hebat, akan tetapi setiap orang terlahir dengan tingkat jiwa yang berbeda. Raja mendega bahwa Lan wu terlahir dengan jiwa tertinggi sehingga mampu menahan beban dari aura nya.


Suasana menjadi sunyi usai Lan wu mengatakan hal tersebut, muncul wajah penuh tanya dari Zun dan Nei yang masih ingin melihat sejauh apa kemampuan dari pria yang berdiri tepat di hadapan raja.


"Aku paham bahwa kau terlahir dengan jiwa yang tinggi, akan tetapi aku masih cukup muda untuk menghadapi pemuda berbakat seperti dirimu" jawab raja bersamaan dengan munculnya wujud aura yang menyerupai rubah berekor 9 yang begitu menakutkan.


Rubah tersebut mengaum dan menciptakan agin badai yang lebih berefek kepada Lan wu, meskipun demikian nampak Zun dan lainya ikut merasakan tekanan hebat dari sosok tersebut meskipun tidak semengerikan yang di rasakan Lan wu.


Dengan wajah yang sedikit tertekan, Lan wu mengeluarkan wujud dari aura neraka. Kemunculan wujud tersebut menambah besarnya tekanan di dalam ruangan tersebut, raja dan Lan wu hanya saling memandang seakan-akan tengah menunggu pergerakan dari wujud aura mereka masing-masing.


"Cukup.. aku sudah yakin bahwa kamu pantas menjadi pelindung putra ku, walaupun aku ingin sekali mengadu beberapa gerakan dengan mu, namun tentu saja akan terjadi kehancuran besar di istana ini" ujar raja menetralkan auranya.


Sementara Lan wu nampak mengeluarkan beberapa gerakan tangan dan kemudian wujud aura miliknya memancarkan cahaya yang menetralkan seluruh tekanan yang tercipta akibat kemunculan dua sosok wujud aura tadi.


"Tehnik mengontrol yang baik.. kau sungguh memiliki bakat untuk pelatihan aura" ucap seorang pria tua yang duduk di sebuah kursi di samping depan raja.


"Hanya beruntung dapat menyempurnakan wujud aura, aku tidak akan bisa tanpa keberuntungan" jawab Lan wu yang kini telah menetralkan wujud auranya.

__ADS_1


"Jika anda tidak keberatan, aku hendak memilihkan kondisi ku" ucap Lan wu bersamaan dengan keluarnya darah segar dari cela bibir Lan wu.


"Baiklah.. aku akan menyuruh Zun untuk mengantar dirimu ke tabib istana" seru raja sesaat sebelum Lan wu dan Zun berjalan keluar.


Zun tidak mengantar Lan wu ke tabib, akan tetapi langsung menuju kediaman miliknya, Lan wu pun tidak banyak komentar akan hal tersebut dan memilih untuk diam.


Sesampainya dia di kediaman Zun, nampak 3 orang pelayan menyambut mereka dan langsung membuatkan beberapa hidangan serta minuman.


"Aku sungguh berterimakasih karena kau sudah menjaga muka ayah ku" ucap Zun dengan senyum tulus.


"Ah.. jadi kau menyadarinya? Sejujurnya aku memang begitu tertekan, kalau saja raja tidak menyudahi ujian tadi, mungkin aku benar-benar akan terluka parah" ucap Lan wu dengan tawa besar.


"Ku beri sedikit tips untuk mu, tingkatan roh mu, dengan cara meminta ayah mu untuk terus-menerus menekan mu dengan wujud auranya " ucapan Lan wu begitu di terima oleh Zun.


"Kau benar.. aku selama ini hanya berfokus kepada pelatihan tulang, tubuh, dan energi. Aku mengabaikan peningkatan roh yang memiliki peran penting dalam situasi mendesak" jawab Zun seraya mengangguk-angguk.


"Namun.. aku masih penasaran apa alasan mu pergi ke istana naga iblis, padahal sangat jarang orang yang dapat masuk keluar dengan selamat di sana.." ucapan Zun sedikit mengejutkan Lan wu.

__ADS_1


Entah apa maksud dari pertanyaan tersebut, namun Lan wu mencoba untuk bersikap tenang. Ia membenahi posisi duduknya seraya bersiap menjawab pertanyaan Zun.


"Ayah ku memiliki hubungan persaudaraan dengan salah satu petinggi di istana naga iblis, jadi aku di suruh ayah ku untuk mengantar beberapa barang lama yang sempat di tinggalkan oleh saudara nya tersebut" jawab Lan wu dengan nada tenang.


Terlihat wajah tidak puas dari Zun mendengar jawaban Lan wu, namun ia memutuskan untuk tidak melanjutkan perkataannya.


"Aku akan langsung ke intinya. Saat ini orang-orang di pihak ku berjumlah sekitar 45%, termasuk ayah dan para jendral tinggi. Sementara di pihak adik ku mendapat dukungan penuh dari masyarakat, dan pemuka sakte besar di wilayah 2 dan 3" ujar Zun menahan ucapannya.


"Aku masih kalah dukungan sebesar 20%. Satu-satunya cara agar aku memenangkan posisi raja ialah dengan membuat 4 keluarga bangsawan mendukung ku" sambung Zun dengan wajah serius.


"Sebelum aku meminta penjelasan tentang apa yang harus aku lakukan, aku ingin menanyakan satu hal kepada mu" Lan wu dengan santai mengeluarkan pusaran api iblis di sekitar kediaman Zun.


"Katakanlah"..


"Apakah tahta sepenting itu untuk mu? Bukankah ayah mu sudah mengakui bahwa diri mu adalah penerus kerajaan nya?" Tanya Lan wu dengan mimik wajah datar.


"Aku sebenarnya tidak menginginkan posisi ini, namun setelah melihat sendiri bagaimana adik ku menyusun rencana menguasai dunia iblis. Aku mau tidak mau harus menjadi pemimpin istana ini. Adik ku telah mengumpulkan banyak pendekar sakti, serta menciptakan aliansi besar dengan pemimpin wilayah lainnya.." jelas Zun terputus oleh ucapan Lan wu.

__ADS_1


"Aku tidak yakin bahwa persaingan ini akan sehat. Taukah kamu jika selama perjalanan kemari, kita kerap kali mendapat kejutan? Cepat atau lambat akan terjadi perang saudara antara pihak mu melawan pihak adik mu.." ucap Lan wu nampak membuat Zun berpikir keras.


"Aku dengan senang hati bisa membantu mu menyingkirkan adik mu.." ucapan Lan wu terpotong.


__ADS_2