
"begitulah kakak.." jelas xioca bersamaan dengan ekspresi aneh lan wu
Seumur hidupnya, ini adalah kali pertama bagi lan wu mendengar seekor hewan gaib berbicara.
Meskipun sebelumnya ia bertemu dengan naga dewa,namun kasta serta ras mereka tidaklah menutupi kondisi mereka yang dapat berwujud menyerupai manusia. Bahkan ada beberapa orang yang berhasil melakukan kontrak dengan ras naga dari dunia atas. Contohnya tetua 13 yang berhasil mengikat kontrak dengan naga perang
"Jadi kau dapat berubah wujud saat menghadapi 12 cobaan langit" tanya lan wu berusaha mencerna situasi situasi tersebut
"Iya.. hanya saja aku membutuhkan waktu setahun dalam tapa tertutup ku, dan aku membutuhkan minimal 14 pedang api suci milik kakak, sebagai penutrisi ku" ucap xioca dengan wajah tenang
"Jika xioca berhasil dalam tapanya. Aku yakin kemamouanya akan sangat berguna untuk melindungi pedang dewa saat aku tidak berada di sana" lan wu terdiam sembari memikirkan perkataan xioca
"Kau tenanglah. Aku akan menyediakan 20 pedang api suci beserta bola api suci sebagai bahan kultivasimu , namun aku baru dapat melakukanya saat perang ini usai" ujar lan wu membuat xioca terlihat senang
**
Nampak dari kejauhan , kereta Ming yu telah memasuki gerbang kota ain. Tak lama kemudian terlihat lan wu dan xioca yang ikut mendarat tepat di hadapan kereta Ming yu.
Melihat kedatangan lan wu , sontak pendekar yang berada di situ menyambut kedatangan lan wu bersama sederet pertanyaan mengenai pertarungan lan wu melawan sanyu beberapa waktu lalu.
"Mereka ini..." Ujar sebuah suara yang tidak jauh dari tempat lan wu berdiri
Lan wu menengok ke arah suara tersebut dan seketika tersenyum melihat pria yang begitu di kenali olehnya
"Hmm..tuan ko, aku tak menyangka kau ada di sini " ujar lan wu sembari ko yang membungkuk di hadapan lan wu
Para pendekar tersebut begitu terkejut. Terlebih lagi para tetua dari keluarga whu. Mereka begitu tak menyangka akan sikap yang di berikan ko kepada pemuda di depannya tersebut
"Kau terlalu menghormati ku tuan ko, bisakah kau berlaku selayaknya " lan wu merasa canggung akan tatapan yang tertuju kepadanya
"Hahahaha baiklah tuan sein , bagaiman jika kita mencari tempat yang lebih aman untuk berbincang " usul ko bersamaan dengan anggukan lan wu
Lan wu mengamati kondisi kota ain serta beberapa prajurit yang melakukan patroli di setiap penjuru di kota tersebut. Perhatian lan wu tertuju kearah kerumunan di sebuah arena pertarungan. Arena tersebut tidak terlalu besar dan tidak terdapat tempat khusus untuk menonton pertandingan di arena tersebut.
"Permisi saudara, apa yang sedang terjadi di sini ?" Tanya lan wu hendak mengetahui tujuan dari pertarungan tersebut
"Aku dengar jika ada seorang tuan muda dari keluarga fu akan merekrut beberapa orang untuk berada di sisi mereka saat perang berlangsung, dan tuan muda tersebut menjanjikan beberap bahan langka yang sangat membantu dalam peningkatan kultivasi seseorang " jelas pemuda yang di tanyai oleh lan wu
"Apa yang akan di lakukan mereka jika perang terjadi?" Lan wu melanjutkan pertanyaan nya.
"Mereka akan menjadi tameng hidup , jika keluarga fu terancam bahaya. Mereka juga akan menggunakan strategi mereka sendiri tanpa mendengarkan apa yang dikatakan oleh tetua Yuan "
"Lancang mereka !!" Geram ko yang sedari tadi hanya diam
Melihat ekspresi tersebut. Lan wu segera memutuskan untuk membawa ko menjauh dari arena tersebut. Akan sangat gawat jika terjadi hal yang memperparah keadaan
"Tuan sein.. mengapa kau menahan ku? Bukankah keluarga tersebut sangat kelewatan ?" Tanya ko masih menyisakan kekesalan nya
Lan wu tersenyum sesaat sebelum menjawab pertanyaan tersebut. "Setidaknya mereka masih memiliki kemauan untuk berperang, meskipun mereka memiliki rencana lain, namun selama itu tidak merugikan kita aku rasa tidak perlu terlalu di permasalahkan." Jawab lan wu sembari mempercepat langkahnya
Mendengar jawaban dari lan wu, sontak ko tersenyum seakan mengagumi pola pikir dari lan wu
....
Di kediaman walikota, nampak Yuan yang tengah menyuruh beberapa prajurit untuk mengirimkan bahan makanan yang telah di bagi terlebih dahulu oleh nya. Yuan menjadi begitu sibuk usai menjadi pemimpin utama dalam perang yang akan terjadi tidak lama lagi.
Di sek kesibukannya ,nampak yiyi dan yin-yin datang menghampiri nya
"Salam untuk tetua Yuan " ujar yiyi di ikuti dengan salam dari yin-yin
Yuan sontak menatap ke arah yiyi dan yin-yin. Ia mengajak keduanya untuk berbincang di ruang tamu sembari Yuan beristirahat sejenak
" Ada keperluan apau kalian mengunjungi ku?" Tanya Yuan seraya tersenyum menutupi kelelahan di wajahnya
"Aku mendengar dari kakak Ming yu jika tetua lan telah sampai " ujar yiyi dengan nada datar ketika mengucap nama lan wu
Yuan menggelengkan kepalanya usai mendengar yiyi yang tidak menyebut lan wu seperti biasanya. Yuan telah mendengar sendiri dari mulut lan wu soal kemarahan yiyi kepadanya
"Guru, selain itu tetua Ming juga mengatakan soal pertarungan tetua lan dengan tiga orang dari naga putih " sambung yin-yin sontak menyadarkan Yuan dan Yiyi yang belum mengetahui soal pertarungan tersebut
__ADS_1
Ming yu sengaja menutupinya dari yiyi dan murid lan wu lainya dengan alasan yang tidak di ketahui
"Maksud mu? Mereka di hadang ?" Kini Yuan menjadi serius
"Entahlah , yang pasti .. menurut yang di ketahui oleh tetua Ming dari xioca, bahwasanya naga putih akan menyerang dua hari dari sekarang. Entah ini merupakan kebenaran , atau justru pancingan agar kita terkecoh" jawab yin-yin kembali
"Dimana lan wu ? Segera cari dia dan menyuruhnya agar menemui ku segera " seru Yuan bersamaan dengan anggukan dari yin-yin
Yuan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi sembari memijit pelan kening nya. Rasanya otak Yuan akan meledak akibat terlalu banyak berfikir
Di perjalanan mencari lan wu , kini nampak sedikit raut kekhawatiran dari wajah yiyi. Bagaimana pun ia tak menginginkan sesuatu yang buruk terjadi kepada lan wu.
"Mengapa wajah mu begitu murung ?" Tanya yin-yin yang menyadari perubahan sikap yiyi
"Em..tidak mengapa.." singkat yiyi sembari menutupinya dengan senyum
"Terkadang jika berfikir untuk menjauhi seseorang, kau harus siap jika suatu hari dia kaan meninggalkan mu selamanya. Tetua lan, merupakan tipe orang yang akan bertarung hingga nafas terakhir demi melindungi semua orang di dekatnya... " Ujar yin-yin seraya mempercepat langkahnya
"Maksud kak yin?" Nampak kebingungan menghiasi wajah yiyi
"Maksudku jangan terlalu memaksakan dirimu untuk menjauhi lan wu dalam situasi ini. Ada kemungkinan jika hasil dari perang ini akan memakan beberapa orang hebat termasuk dengan dirinya " jelas yin-yin di ikuti dengan yiyi yang kini mendadak diam
Meskipun ia membenci lan wu , namun jika harus melihat nya meregang nyawa, tentu akan sangat menyiksa hatinya. Semua ini ia lakukan agar membiasakan dirinya jika kelak lan wu telah menjadi milik seseorang selain dirinya .
Yiyi larut dalam pemikiran tanpa sadar ia dan yin-yin telah berada di sebuah restoran yang terdapat di kota ain
Mata yiyi terbuka lebar usai melihat lan wu yang tengah berbincang dengan ko sembari meneguk segelas arak di tangan nya .
Melihat kedatangan keduanya, lan wu sontak mempersilahkan mereka untuk ikut bergabung di meja tersebut
"Hais..masih marah ya?" Keluh lan wu usai melihat tatapan dingin yang terarah kepadanya
"Tetua lan, bagaiman kondisi mu usai menghadapi tiga orang naga putih ?" Tanya yin-yin membuat lan wu tersendat arak yang di minumnya
"Ehm..bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Tanya lan wu sembari mengelap bibirnya
"Hah... Baiklah jika demikian, padahal aku berencana untuk menyembunyikan .." pasrah lan wu seraya kembali meneguk minumannya
"Yiyi apakah tidak ada yang ingin kau katakan kepada ku ?" Tanya lan wu sembari menatap yiyi yang sedari tadi hanya diam
Yin-yin beserta ko memutuskan untuk memberikan lan wu kesempatan dan memilih untuk meninggalkan restoran tersebut .
Suasana bertambah sunyi usai kepergian yin-yin dan ko.
" Hais..bagaiaman aku dapat menjelaskan kepadamu jika kau selalu menutup telingaku " ujar lan wu sembari menghela nafas nya
"Percayalah kepadaku, aku tak mungkin sembarang menerima perjodohan tersebut. Bukankah kau meng....." Ucapan lan wu terputus usai ia terhempas kearah belakang
Nampak di bibir lan wu mengeluarkan darah segar usai terkena pukulan keras dari yiyi. Lan wu tak menyangka jika yiyi akan berbuat sejauh ini
"Yiyi..arghh.." ... "Darah ?!" Kaget lan wu usai melihat tanganya yang terdapat gumpalan darah hitam yang keluarga dari mulutnya
Yiyi tak memperdulikan kondisi lan wu , ia berlari dengan sangat cepat dan sekejap menghilang dari pandangan lan wu
"Tuan, kau tidak apa-apa ?" Ucap seorang yang membantu lan wu untuk berdiri
"Wanita memang mempunyai beberapa sifat yang mengejutkan " sambung pemuda tersebut
Lan wu tersenyum sesaat sebelum kembali duduk di kursinya. Ia meneguk seguci arak dengan pikiran nya yang tak menentu. Rasanya lebih sulit bagi lan wu untuk membuat yiyi mengerti
"Jika kau begitu membenciku, lalu untuk apa aku berusaha terus menjelaskan ? Bukankah Dimata mu hanya ada ego ku.." keluh lan wu dalam hati sembari terus meneguk arak
"Kau membuatku merasa begitu berdosa ...!!!" Teriak lan wu sontak meninju meja dihadapannya hingga hancur berkeping keping
"Argh..!!" Lan wu kembali memuntahkan darah dari mulutnya
Entah mengapa dadanya terasa begitu sakit. Lan wu meletakan sekantong emas di kursinya seraya berjalan menuju pintu keluar dengan gontai
Tepat di tengah perjalanan nya menuju kediaman walikota, lan wu kehilangan kesadarannya bersamaan dengan banyaknya darah yang keluar terus menerus dari mulutnya
__ADS_1
**
"Cepat !!...cepat panggil kan tabib yang berada di sini !!" Teriak Jian begitu keras sembari menggendong lan wu yang kehilangan kesadarannya
Jian menemukan lan wu ketika melihat kerumunan orang yang melingkari lan wu usai kehilangan kesadarannya
Mereka tak menyangka bahwa orang yang tergeletak pingsan tersebut merupakan pahlawan yang banyak melakukan hal menakjubkan.
Singkat cerita Jian membawa lan wu menuju kediaman walikota yang kebetulan terdapat 3 orang tabib handal
Baju Jian penuh dengan darah yang keluar tanpa henti dari mulut lan wu , Jian sendiri merasa begitu heran usai melihat kondisi buruk yang di alami oleh lan wu.
"Ketua apa yang terjadi .?!" Tanya Yuan dengan panik
Jian yang berdiri di depan pintu kamar tersebut kini menyapa Yuan dengan wajah sedih. Ia mengalihkan pandangannya kearah pintu yang tertutup dengan rapat sembari menghela nafas panjangnya
"Yuan .. aku takutkan jika sesuatu yang buruk akan menimpa lan wu " jelas Jian dengan nada sedih
"Maksud anda? Apa kondisi lan wu begitu parah ..?" Yuan sedikit meninggikan nadanya
"Lan wu kehilangan banyak darah..." Ucap Jian tertahan
"Tabib pasti dapat mengatasinya , yang terpenting sekarang adalah kita perlu menyiapkan keperluan yang nantinya akan di butuhkan dalam proses pengobatan lan wu " seru Yuan berusaha menepis kekhawatiran di hati keduanya
"Semoga saja benar .." sambung Jian berharap
Dari kejauhan nampak Ming yu berlari begitu cepat dan sontak mengarah ke pintu yang tengah tertutup rapat . Jian sontak dengan cepat menarik Ming yu seraya melemparnya menjauh dari pintu .
"Ketua Jian ..apa yang anda lakukan .. aku hendak memeriksa keadaan guru lan " ujar Ming yu dengan nada kesal
"Apakah kau hendak menentang keputusan ku?!" Ucap Jian dengan nada tegas bersamaan dengan tekanan aura kuat yang keluar dari nya
" Ming yu , kau tenangkan dirimu terlebih dahulu. Sekarang lan wu tengah di tangani oleh tabib, yang perlu kau lakukan adalah memberikan tabib tersebut ketenangan supaya dia dapat memaksimalkan pengobatannya " lerai Yuan yang khawatir jika Jian bertindak dengan caranya
Ming yu menyadari kesalahannya dan segera meminta maaf kepada Yuan dan Jian. Ia hanya begitu terkejut usai mengetahui kondisi lan wu yang begitu mengkhawatirkan
...
"Ternyata bertitanya begitu cepat menyebar .." ucap Jian usai mendengar penjelasan mengenai keadaan lan wu yang hampir di ketahui oleh seluruh orang di kita tersebut
Jian begitu heran mengingay hanya beberapa orang saja yang mengetahui kondisi lan wu ketika pertama kali di temukan oleh Jian .
Di sela percakapan tersebut, nampak tabib yang keluar usai sedari tadi mengobati lan wu
Jian segera menanyakan kondisi lan wu usai menyadari tabib tersebut telah melangkah kearah mereka
"Apa ?!.. tabib kau jangan bercanda ?!..." Ujar Jian dengan nada kaget
"Aku tidak mungki membohongi kalian .." jawab tabib tersebut bersamaan dengan Ming yu yang segera berlari memasuki kamar tersebut.
**
"Me..me..mengapa seperti itu ...?" Yiyi tersungkur ke lantai usai mendengar kondisi lan wu dari Ming yu
"Ti..tidak mungkin..kakak..kau pasti membohongiku ..tidak..mungkin!!" Teriak yiyi bersaman dengan tangis pilunya
Ia berkali-kali menampar wajahnya seraya meneriakkan kata "tidak" . Kedua pipi yiyi nampak lebam usai terkena tamparannya tanpa henti .
Ming yu yang melihat hal tersebut sontak menahan kedua tangan yi-yi sembari mengajak yiyi untuk ikut bersamanya. " Mari temui guru selagi engaku masih sempat melihatnya" ucap Ming yu menahan kesedihannya
Yiyi menatap Ming yu dengan air mata yang mengalir tiada henti mengalir.
"a..aku ..tidak pantas melihat guru..a...aku yang menyebabkan guru menjadi seperti ini .." jawab yiyi sembari membiarkan air matanya terus mengalir.
Ia akhirnya menyadari maksud dari perkataan yin-yin tadi sore kepadanya." Guru...maafkan aku " rintih yiyi dalam hati sembari mengepalkan kuat tanganya
"Ikutlah dengan ku.! Jangan lagi bersikap seperti anak kecil..! "Ming yu sontak menampar yiyi akibat kesal menyaksikan tingkah yiyi yang masih keras kepala
Sementara yiyi hanya diam seraya menatap kosong kearah depan. Air matanya terus mengalir sembari di iringi dengan bunyi nafas yiyi yang tersendat beberapa kali
__ADS_1