Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Malam di kekaisaran emas biru ll 2.38


__ADS_3

Lan wu terlihat begitu senang usai mendapatkan teman ngobrol saat menikah arak. Ia bahkan tidak menyentuh makanya dan hanya mengambil beberapa daging panggang yang dipotong kecil-kecil, sebagai pelengkap dari arak yang di minumnya. Sesuai perjanjian, lan wu mempersilahkan ketiganya untuk bertanya kepadanya, dan lan wu akan langsung menjawab setiap pertanyaan yang diberikan kepadanya.


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, dalam situasi tertentu. Kita tidak bisa mengandalkan jurus terkuat yang kita miliki. Mengapa? Sebab musuh yang kita hadapi bisa saja menyembunyikan satu jurus miliknya. Kita hanya perlu menekan mereka, dan mengambil kesempatan saat musuh lengah" jawab lan wu seraya menuangkan arak di gelasnya.


"Jadi maksud senior, kita tidak perlu buru-buru untuk mengakhiri pertarungan?" Tanya yang satunya.


"Benar, namun itu hanya berlaku saat musuh yang kalian hadapi memiliki tingkat pelatihan yang lebih tinggi atau pun setara dengan kalian" sambung lan wu.


Ketiganya mengangguk paham usai mendengar penjelasan lan wu. Entah sudah berapa pertanyaan yang mereka lontarkan, namun dapat di jawab dengan mudah oleh lan wu. Mereka yang awalnya sempat ragu akan identitas lan wu, kini sepenuhnya mempercayai lan wu. Mereka kembali menanyakan beberapa pertanyaan mengenai penyempurnaan jurus, serta pemilihan jurus yang tepat untuk mereka.


"Senior, sudah hampir 2 bulan aku tertahan di tingkat bumi akhir, padahal aku sudah merasakan tanda-tanda untuk menerobos ke tingkat langit awal. Mohon senior memberi petunjuk" ujar murid sakte yang sedari tadi hanya menyimak.


"Sangat mudah, cobalah untuk memperkuat fondasi tubuh dan jiwa mu. Terobosan hanya akan terjadi jika tubuh serta jiwa sudah memenuhi syarat untuk menampung energi yang berada di tingkat lebih tinggi" jelas lan wu dengan wajah tenang.


"Aku sedikit heran, mengapa para tetua di sakte kalian masih mengabaikan penyempurnaan fondasi tubuh. Kalian ingatlah dengan baik, meskipun tingkat pelatihan kalian telah tinggi. Kalian belum tentu tidak dapat di kalahkan oleh pedekar yang berada satu tingkat di bawah kalian yang memiliki fondasi tubuh yang sempurna. Aku sarankan kepada kalian semua untuk menyempurnakan fondasi kalian terlebih dahulu sebelum menerobos tingkat selanjutnya" sabung lan wu.


Ketiganya sontak tersadar dan segera mengucapkan terimakasih kepada lan wu. Mereka merasa jawaban lan wu barusan adalah jawaban mengapa mereka tidak mampu mengeluarkan seluruh kemampuan mereka.


Lan wu juga mengingatkan agar ketiganya juga menyempurnakan fondasi jurus dasar yang sedang mereka latih, menurut lan wu hal tersebut akan sangat berdampak besar kepada daya hancur dari jurus mereka.

__ADS_1


"Senior sungguh banyak membantu kami hari ini, kami merasa begitu berhutang kepada senior" ujar mereka bertiga secara bersamaan.


"Hahahaha.. kalian begitu kaku, bukankah aku sudah berkata kepada kalian, bahwa aku akan menjawab setiap pertanyaan kalian. Selain itu aku juga begitu senang dapat minum bersama kalian bertiga" balas lan wu.


Lan wu menyuruh ketiga murid tersebut untuk menuangkan arak di cangkirnya masing-masing, dan kemudian meminumnya bersamaan dengan lan wu. Nampak senyum lega terpancar dari wajah mereka yang bersamaan meletakan cangkir di atas meja. Lan wu terisak sesaat sembari memandang wajah ketiganya, entah mengapa ia teringat akan hanzeng yang mendadak akrab dengannya akibat secangkir arak.


Entah apa yang kini di lakukan hanzeng, namun yang jelas lan wu mengetahui secara pasti bahwa hanzeng mungkin telah menjadi salah satu murid dari istana naga. Kelak jika ia berkesempatan untuk bertarung dengan hanzeng, lan wu merasa akan menjadi sesuatu yang sangat menarik. Ia belum pernah melihat hanzeng mengeluarkan seluruh kemampuannya, dan ia tidak sabar untuk segera mengetahuinya.


"Senior, maaf sebelumnya jika aku sedikit lancang. Aku hanya ingin mendengar sendiri dari mulut senior apakah senior tidak lagi memiliki lawan sepadan di alam ini?" Tanya murid yang berada di depan lan wu.


Lan wu terlihat memasang senyum tipis, ia sedikit heran mendengar pertanyaan tersebut. "Tentu saja ada, mungkin kelak kalian juga akan menjadi lawan tangguh yang mampu mengalahkan ku" jawab lan wu sembari memasang senyum tenang.


"Benar senior, bisa mencapai tingkat dewa bintang akhir saja sudah sangat tinggi bagi kami" sambung murid yang satunya.


"Lalu mengapa kalian masih berkultivasi jika begitu?!" Tanya lan wu dengan nada serius.


Ketiganya sontak terdiam. Mereka tidak berani menjawab pertanyaan lan wu, dan hanya memilih untuk diam.


Hingga lan wu melanjutkan kembali perkataannya.

__ADS_1


"Kita hanya bisa menjalani dan berusaha semaksimal mungkin, jangan pernah lelah untuk berlatih dan mengejar ilmu. Jangan merasa rendah dan mustahil, banyak pendekar di alam ini yang lebih kuat ketimbang pendekar yang terlahir di alam atas, walaupun besar energi di alam atas lebih dari pada alam ini, namun cara serta tehnik pelatihan alam atas tidaklah berbeda dengan kita" jelas lan wu berusaha menyemangati ketiganya.


Meskipun lan wu jelas tau bahwa perkataan yang ia lontarkan adalah sebuah kebohongan, namun tidak ada salahnya membakar sedikit semangat di hati ketiganya. Lan wu juga yakin bahwa di masa yang akan datang kemampuan dari pendekar di alam fana tidak akan lagi di anggap remeh oleh alam atas.


Usai menghabiskan araknya, lan wu pamit duluan. Ia masih harus mendatangi toko yang di singgahi oleh yiyi dan lainnya, sebelum akhirnya memulai pencarian. Lan wu terlihat begitu yakin bahwa Kun dan xuliy masih berada di kekaisaran emas biru. Ia memastikan hal tersebut usauendapat informasi atas di tutup nya jalur darat dan laut di kekaisaran emas biru. Walaupun ia tidak mengetahui dengan pasti alasan kaisar melakukan hal tersebut.


Di perjalanan pulang, suasana terasa sedikit berbeda. Ia merasakan sekelebat aura membunuh yang terpancar dari segala arah, namun anehnya para pendekar yang juga berada di sekeliling nya seakan tak merasakan aura tersebut. Akhirnya dengan rasa penasaran lan wu mencoba untuk bertanya kepada beberapa pendekar yang berada di sampingnya.


"Maaf mengganggu kesibukan senior, tapi apakah senior tidak merasakan aura mengerikan ini?" Tanya lan wu dengan wajah yang di buat-buat.


"Hahahaha saudara pasti orang baru di sini makanya tidak mengetahui hal tersebut. Tentu saja aku merasakan nya, dan bahkan seluruh orang di sini juga merasakan hal serupa dengan saudara, namun mereka mengabaikan hal tersebut" jawab pri di samping nya tambah membuat dirinya penasaran.


"Aura yang saudara rasakan berasal dari gagak malam yang di kurung di atas bukit itu, katanya sih hewan gaib tersebut di tangkap oleh ketua sakte pedang terbang dan kini sedang berusaha di jinakkan" jelas pria tersebut.


"Baiklah, terimakasih atas informasinya. Aku mohon diri" ujar lan wu sesaat sebelum kembali berjalan.


Ia setidaknya dapat menenangkan dirinya usai mengetahui aura tersebut bukanlah ancaman. Ia mempercepat langkahnya menuju ke toko tempat yiyi dan lainnya berada. Ia tidak sabar mendengarkan informasi yang di dapatkan oleh xioca dari temannya, selain itu entah mengapa ia menjadi begitu bersemangat untuk segera bertemu dengan pria tua yang ia hadapi sewaktu akan meninggalkan kapal.


Ia hendak menjadikan pria tersebut sebagai bahan percobaan untuk menguji jurus pedang sunyi miliknya.

__ADS_1


__ADS_2