Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
perang 3.4


__ADS_3

Telah 2 hari berlalu semenjak kemunculan sang kesempurnaan di gunung langit. Lan wu seperti biasa hanya duduk seraya menunggu kabar dari singa iblis dan lainya.


Tadi malam tetua Soujin datang mengunjungi Lan wu dan menceritakan situasi di medan pertempuran. Pihak alam dewa kehilangan banyak anggota usai kemunculan beberapa ahli dari pihak musuh.


Berita tersebut telah di ketahui oleh ras naga, dan mereka mengirimkan puluhan tetua mereka ke medan perang. Naga emas beserta pemimpin 8 kekuatan besar juga telah bergerak menuju ke peperangan.


Situasi semakin kacau hingga seluruh pihak akhirnya ikut ambil bagian dalam peperangan tersebut, sementara di lain sisi singa iblis dan lainya telah berhasil memenangkan area tengah musuh dan membunuh banyak ahli.


Mereka kini tengah berhadapan dengan beberapa orang penting dari pihak lawan, di antaranya adalah orang no 4 dalam 10 kekuatan besar pihak sang kesempurnaan.


Lan wu diminta tetap berdiam diri hingga mereka berhasil mencapai area akhir dimana sang kesempurnaan tersebut berada.


"Bagaimana kabar guru dan paman Huanlin, apakah mereka telah bergabung dalam pertempuran..?" Tanya Lan wu dalam hati seraya menatap cemas kearah langit.


**


Di mendan pertempuran kini terlihat kedua pihak saling menyerang. Tak terhitung jumlah korban yang berjatuhan dari kedua pihak.


Terlihat beberapa orang dari sakte teratai putih tengah bertarung melawan puluhan musuh yang silih berganti menyerang mereka.


"Mundur..! Bawa orang-orang yang terluka ke tenda medis..!" Ujar seorang pria yang berlumuran darah di bajunya.


"Tetua Lou yu.. aku akan membantu menahan mereka" sahut Fui seraya menggunakan jurusnya untuk memukul mundur beberapa orang di sekelilingnya.


"Tinju kaisar langit..!" Teriak Hanzeng bersamaan dengan terciptanya ledakan besar di sisi kanan area tersebut.

__ADS_1


Nampak Hanzeng begitu kelelahan usai menghadapi salah satu pria yang kini terbaring kaku di tanah.


"Bangs*t..!! Kau pikir aku mudah di kalahkan..!!" Teriak Hanzeng seraya menahan dadanya yang terasa sakit.


Dari arah depan terlihat puluhan panah besar dengan balutan anergi kuat melesat kearah Hanzeng dan lainya.


"Awas..!!" Teriak Fui mengingatkan.


Akan tetapi panah-panah tersebut terlebih dahulu melesat dan mengenai beberapa orang yang berdiri di bagian depan. Panah besar tersebut meledak kemudian menciptakan ribuan panah.


Akan tetapi panah-panah tersebut terlebih dahulu melesat dan mengenai beberapa orang yang berdiri di bagian depan. Panah besar tersebut meledak kemudian menciptakan ribuan panah yang menyebar ke segala penjuru dan menewaskan puluhan orang yang berada di tempat tersebut.


"Tarian api.!" Ujar Fui seraya menciptakan ribuan tangan api yang menerjang panah-panah tersebut.


Hanzeng melompat kearah atas kemudian mengarahkan tangan kanannya ke langit.


"Kalian.. menjauh lah..!" Teriak Hanzeng sesaat sebelum melepaskan jurusnya.


"Terima ini kepar*t..!" Ucap Hanzeng bersamaan dengan terciptanya ledakan besar yang menghancurkan area tersebut tanpa sisa.


Hanzeng kemudian jatuh ketanah dalam kondisi pingsan kehabisan energi.


Terlihat Lou yu berlari menghampiri Hanzeng dan langsung memapahnya untuk menjauh dari area tersebut.


Pertarungan tersebut berhasil menewaskan hampir 900 orang dari kedua pihak termasuk pemimpin kelompok ataupun pendekar ahli dari kedua belah pihak.

__ADS_1


" Jangan di kejar..! Mereka nantinya akan kembali dengan sendirinya" ucap seorang gadis yang duduk tenang di atas sebuah pohon mati seraya memainkan sebuah busur di tangannya.


"Beritahukan ini kepada panglima Jinjey, bahwa aku membutuhkan beberapa ahli tinggi untuk menyerang tempat peristirahatan mereka" sambung gadis tersebut seraya tersenyum licik.


**


Di barisan belakang terlihat sekitar 800 pasukan kekaisran di alam dewa yang bergerak menyusul kelompok sakte teratai putih yang telah bergerak terlebih dahulu.


Akan tetapi mendadak di hadapan mereka muncul 3 orang pria dengan pakaian putih, diantara ketiganya terapat seorang pria yang memegang sebuah tombak berwarna emas.


"Si*l..! Rupanya masih ada yang tersisa..!" Geram pemimpin pasukan dari kekaisaran alam dewa.


"Serang.!" Perintah pimpinan tersebut bersamaan dengan melesatnya 2 orang di hadapannya.


Satu-persatu prajurit kekaisran berjatuhan di tanah sementara kedua orang tersebut sama sekali tidak mengalami kesulitan apapun. Mereka menyerang dari dua arah yaitu depan dan belakang hingga keduanya bertemu tepat di hadapan pemimpin pasukan kekaisaran yang mendadak kaku akibat ketakutan.


"Hanya seperti ini kemampuan orang-orang di alam dewa.." ucap salah satu dari dua orang tersebut dengan nada kecewa.


"Kakak Xein.. bukankah untuk menghabisi seluruh orang di alam ini tidak membutuhkan waktu yang lama?" Tanya seorang pria berambut merah kearah sosok yang berdiri tenang seraya memegang tombak emas di tangannya.


"Memang mudah.. namun kaisar dewa ingin membuat orang-orang yang memiliki kedudukan di alam ini berkumpul untuk menyerangnya, barulah menghabisi yang tidak penting" ucap sosok tersebut dengan nada tenang.


"Kalian berdua tetap di sini, habisi siapapun yang mendekat. Waktunya pembersihan sudah dimulai" sambung sosok tersebut lalu menghilang entah kemana.


Pertaruangan terus berlanjut di setiap sudut tempat tersebut siang bahkan malam. Korban kini telah mencapai ratusan ribu jiwa khususnya dari pihak alam dewa.

__ADS_1


Hanya tersisa sekitar 200.000 orang termasuk dari 8 kekuatan besar dan pihak dari gunung langit. Mereka kini telah berkumpul menjadi satu titik dan berjuang bersama menghadapi pasukan musuh yang semakin hari semakin bertambah kuat.


__ADS_2